PONDOK PESANTREN MODERN BERBASIS AGROEDUKASI DI KABUPATEN DEMAK

  • Dwi Tri Hartono Gedung E3 Lantai 2 FT Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
Keywords: Pondok pesantren modern, agroedukasi, kabupaten Demak

Abstract

 

Pondok pesantren hingga sekarang masih dikenal oleh masyarakat sebagai tempat belajar para santri yang mempelajari atau memahami ilmu pengetahuan agama. Dalam era globalisasi saat ini pondok pesantren seharusnya memiliki trobosan-trobosan baru agar para santrinya mampu bersaing dengan para lulusan umumnya terutama dalam hal akademik. Kabupaten Demak merupakan kota wali, terdapat sekitar 152 pondok pesantren yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Demak yang kebanyakan masih menggunakan cara tradisional dalam sistem pembelajarannya. Untuk meringankan beban orang tua santri, pondok pesantren modern berbasis agroedukasi di Demak melatih para santrinya dengan cara melakukan pelatihan agroedukasi kepada para santri. Pelatihan agroedukasi yang ada antara lain ; pertanian dan peternakan. Metode yang digunakan dalam  pembahasan adalah diskriptif analisis yaitu dengan mengumpulkan, menganalisis dan menyimpulkan data yang diperlukan yang berkaitan dengan permasalahan. Pengumpulan data yang dilakukan meliputi data primer dan data sekunder. Konsep yang diambil dalam perancangan pondok pesantren modern berbasis agroedukasi yakni bentuk bangunan yang mencitrakan Demak sebagai kota wali, penampilan bangunan yang memenuhi segi fungsi dan filosofis serta keterkaitan dengan keadaan lingkungan sekitar serta mampu di jual dan bahannya mudah di dapat.

 

Boarding school until now is still known by the public as a place of learning of the students who study or understand the science of religion. In this globalization era boarding school should have a breakthrough-a new breakthrough that his students are able to compete with graduates generally, especially in terms of academic. Demak is a town trustee, there were approximately 152 boarding schools spread across several districts in Demak that most still use the traditional way of learning the system. To ease the burden of parents of students, modern boarding school based in Demak agroedukasi train his students in a way agroedukasi training to the students. Agroedukasi existing training, among others; agriculture and livestock. The method used in the descriptive analysis of the discussion is to collect, analyze and conclude the necessary data related to the problem. The data collection was conducted on the primary data and secondary data. The concept is taken in the design of modern boarding school based agroedukasi portray the shape of the building as a city guardian Demak, the appearance of a building that meets the functionality and philosophical terms as well as linkages with the state of the environment and be able to easily sell and the material in the can.

 

References

Bappeda Demak,â€Rencana tata ruang wilayah kabupaten demakâ€

Ching, Francis, D.k, 2000 “Arsitektur Bentuk Dan Susunannyaâ€, Erlangga,Jakarta

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, “Kamus Besar Bahasa Indonesiaâ€, Balai Pustaka, Jakarta 1990

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, “Buku Pedoman Pembakuan

Faiqoh, Mahmud, dkk, “Pola Pengembangan Pondok Pesantrenâ€, Diva Pustaka, Jakarta, 2003

Bangunan Sekolahâ€, Balai Pustaka, Jakarta 1997

Neufert, Ernst, 1997 “Data Arsitek†Edisi 33 Jilid 1, Erlangga, Jakarta

Neufert, Ernst, 1997 “Data Arsitek†Edisi 33 Jilid 2, Erlangga, Jakarta

www://http.alzaituntripod.com, data tambahan tentang pondok pesantren Al zaytun di Indramayu, di akses tanggal 15 april 2014

www://http. Pondok Pesantren Daarut Tauhiid - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm, , di akses tanggal 15 april 2014

www://http.Pesantren - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm, di akses tanggal 15 april 2014

www://http.Jumlah pondok pesanten di kota demak- Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm, di akses tanggal 15 april 2014

Published
2014-10-15
Section
Articles