SEKOLAH DASAR LUAR BIASA (SDLB) DI KOTA SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN UNIVERSAL

  • Partina Ayu Damayanti
Keywords: museum, seni, kontemporer, sejarah

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki keterbatasan dalam menjalani aktivitasnya. Menurut data statistik di Kota Semarang dari total jumlah 3557 ABK baru sekitar 20% anak yang menempuh pendidikan dikarenakan belum terpenuhinya fasilitas pendidikan yang dapat mewadahi kegiatan belajar mereka. Ditinjau dari aspek strata atau jenjang pendidikan jumlah siswa SDLB lebih banyak dibandingkan dengan jenjang lainnya, oleh karena itu dibutuhkan fasilitas sekolah dasar luar biasa yang mewadahi dari aspek fungsi dan arsitekturalnya.Kajian diawali dengan mempelajari tentang pengertian sekolah dasar luar biasa, pengertian serta karakter tunanetra, tunarungu dan tunadaksa, kajian tentang penerapan desain universal untuk bangunan sekolah luar biasa, serta studi preseden pada beberapa sekolah luar biasa yang ada, tinjauan mengenai Kota Semarang dan tinjauan sekolah luar biasa di Kota Semarang. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan pemahaman karakteristik tunanetra, tunarungu dan tunadaksa, yang diimplementasikan dengan penerapan elemen-elemen arstektural yang diperlukan sesuai dengan karakteristik masing-masing sehingga dapat membantu aksesibilitas mereka, selain itu dilakukan pendekatan kelompok kegiatan, pendekatan kapasitas besaran ruang. Sebagai kesimpulan, luasan program ruang yang diperlukan serta konsep desain sebagai panduan tahap desain selanjutnya.

References

Adler, david. 1999. Metric Handbok Palnning and Design Data. Oxford: Architectural Press.

Amin, M. & Kusumah, I. 1991. Pendidikan Luar Biasa 6 (PendidikanTunadaksa). Terjemahan. Bandung: Program Studi PLB FKIP UNINUS.

Boothroyd, Arthur. 1982. Hearing Impairments in Young Children, Prentice Hall, Inc. Englewood Cliffs,N. J. 07632

Corn & Koenig. 1996. Foundation of Low Vision: Clinical and Functional AAAAAPersfectives. New York: American Foundation for the Blind Press.

Hallahan dan Kaufman. 1994. Exceptional Children Introduction to Special Education. USA: ALLyn and Bacon.

Harrison, William C. 2010. Exceptional Children Facilities Planner AAAA(Guidelines For Designers). North Wilmington Street: Department of AAAAPublic Instruction.

Hernawati, Tati. 2000. Program layanan dasar bimbingan dalam mengembangkan perilaku sosial siswa tunarungu jenjang SLTPLB di SLB, Tesis. UPI Bandung, Tidak diterbitkan.

Mangunsong, Frieda, dkk. (1998). Psikologi dan Pendidikan Anak Luar Biasa. Depok: LPSP3 UI.

Moores, Donald F. 2001, Educating The Deaf, Psychology, Principles and Practice, Boston, New York: Houghtou Mifflin Company.

Musjafak, Assjari. 1995. Ortopedagogik Anak Tuna Daksa. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti PPTG.

Neufert. Ernst. 1996. Data arsitek. Jakarta: Erlangga.

Preiser F.E, Wolfgang; Smith, Korydon H. 2001. Universal Design Handbook, United States: Architectural Record.

Schools and Families (DSCF), Department for Children. 2008. Designing for disabled children and children with special educational needs: Design Guidance for Mainstream and Special Schools. Department For Children, Schools and Families. TSO (The Stationery Office).

School Planning Section. 2010. Exceptional Children Facilities Planner Guidelines For Designers. North Wilmington: Department of Public Instruction.

Soemantri, Sutjihati.1996. Psikologi Anak Luar Biasa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Story, Molly Follete, 1998, The Universal Design File: Designing for People of All Ages and Abilities, North Carolina State University.

Suran, S.G and Rizzo J. 1979. Being Deaf: The Experience of Deafnes. London: Pinter Press.

Mendiknas RI Nomor 33 Tahun 2008 Tentang Standar Sarana Dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar

Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB).

Keputusan Menteri PU RI Nomor: 468/ Kpts/ 1998 Tanggal: 1 Desember 1998 Tentang Persyaratan Teknis Aksesibilitas Pada Bangunan Umum dan Lingkungan.

Republik Indonesia. 1991. Undang-Undang Nomor 72 Tahun 1991 Tentang Pendidikan Luar Biasa.

Republik Indonesia. 2010. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang Nomor 20 Pasal 15 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang Nomor 20 Pasal 32 Ayat 1 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Republik Indonesia. 2005. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

UU RI Nomor 20 tahun 2003 pasal 5 tentang sistem pendidikan nasional.

ArchDaily, Broadcasting Architecture Worldwide: Architecture News, Competitions And Projects. 2015. UCD Student Centre. http://archdaily.com

BP-DIKSUS (Balai pengembangan pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah). 2015. Data Statistik Sekolah. http://bpdiksus.org/v2/index.php?page=sekolah&cari=33

Djaja Rahardja. 2012. Pendidikan Luar Biasa Dulu Dan Sekarang. http://Djadja Rahardja Pendidikan Luar Biasa Dulu Dan Sekarang.htm

OECD Centre For Effective Learning Environments (CELE). 2006. Seoul National School for the Blind. http://edfacilitiesinvestment-db.org/facilities/185

UWinnipeg Earns Accessibility Award from the City.Oct/16.

http://www.uwinnipeg.ca/index/news-app?menu=no&limit=5&offset=45

Published
2015-12-17
Section
Articles