Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara kepulauan terbesar di dunia, dengan jumlah pulau mencapai kurang lebih 17.504 pulau dan di kenal sebagai salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar, dengan kekayaan ragam flora dan faunanya, termasuk didalamnya endemik. Sebagai negara kepulauan, tidaklah mengherankan jika lebih kurang dua pertiga dari luas keseluruhan territorial negara kesatuan yang berbentuk republik ini merupakan perairan. Sudah barang tentu dengan luas perairan, panjang garis pantai dan jumlah pulau yang demikian besar, secara alami Indonesia mewarisi kekayaan sumberdaya alam yang melimpah. Sehingga banyak masyarakatnya yang memanfaatkan wilayah pesisir sebagai mata pencaharian utama. Namun, dengan kondisi sumber daya laut yang melimpah di kawasan pesisir nyatanya belum mampu mensejahterakan masyarakatnya.

Kawasan Tambak Lorok merupakan salah satu kawasan pesisir yang terletak di Kelurahan Tanjungmas Semarang yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Dan adanya kesempatan bagi suatu daerah untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki pada tiap-tiap daerah dalam hal sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang ada pada daerah tersebut. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan atau taraf hidup masyarakat yang mendiami daerah tersebut demi kelangsungan perkembangan pembangunan pada daerah itu sendiri. Dengan adanya gagasan konsep Kampung Wisata Nelayan maka di perlukannya pendekatan desain yang selaras dengan alam. Salah satu upaya pendekatan rancangan Arsitektur yang selaras dan ramah terhadap alam yaitu melalui Eco Friendly Architecture.