Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Rembang menempati peringkat pertama Angka Kematian Bayi (AKB) di Jawa Tengah yaitu sebesar 17,7 per 1.000 kelahiran hidup. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara karakteristik bayi, status kehamilan, dan faktor lingkungan dengan kematian bayi di Kabupaten Rembang.


Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional menggunakan desain case control. Penelitian ini melibatkan 32 kelompok kasus dan 32 kelompok kontrol yang memenuhi kriteria menggunakan teknik simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu berat badan lahir, asfiksia, jarak kehamilan, komplikasi kehamilan, status gizi, lantai rumah, paparan bahan kimia dan variabel terikat yaitu kematian bayi. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi menggunakan lembar checklist. Analisis data secara univariat dan bivariat.


Hasil: berdasarkan uji chi square dan fisher didapatkan hasil yaitu variabel berat badan lahir (p value=0,000; OR=27,353; 95%CI=3,320-225,365), asfiksia (p value=0,000; OR=24,111; 95%CI=2,922-198,925), jarak kehamilan (p value=0,613), komplikasi kehamilan (p value=0,001; OR=7,933; 95%CI=2,257-27,880), status gizi (p value=1,000), lantai rumah (p value=0,218), dan paparan bahan kimia (p value=0,021; OR=4,200 95%CI=1,181-14,937).


Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan kematian bayi di Kabupaten Rembang yaitu berat badan lahir, asfiksia, komplikasi kehamilan, dan paparan bahan kimia.