https://journal.unnes.ac.id/sju/JISSE/issue/feed Journal of Indonesian Social Studies Education 2023-08-15T19:41:04+07:00 Noviani Achmad Putri [email protected] Open Journal Systems <p><span data-uw-styling-context="true"> Journal title: <strong>Journal of Indonesian Social Studies Education</strong> <br> Short Title: JISSE<br> Language: English (preferred); Bahasa Indonesia <br> ISSN: - (online media); - (print media)<a href="http://u.lipi.go.id/1180427309" target="_blank" rel="noopener"> <br> </a> DOI Prefix: <br> Frequency: 2 issues per year (March, September) <br> National Grade: -<br>Editor in Chief: Noviani Achmad Putri, S.Pd., M.Pd. <br> Citation Analysis:<strong>&nbsp;<a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=b3G-fFgAAAAJ&amp;hl">Google Scholar </a></strong></span></p> https://journal.unnes.ac.id/sju/JISSE/article/view/72530 INOVASI KESENIAN RAKYAT DI ERA GLOBAL 2023-08-15T19:41:01+07:00 Hendro Wibowo [email protected] Asma Luthfi [email protected] Moh. Solehatul Mustofa [email protected] <p>Di era global, banyak kesenian rakyat yang mengalami kemunduran. Namun, tidak dengan musik rampak di Kabupaten Pekalongan yang dalam tiga tahun terakhir ini mengalami perkembangan setelah adanya inovasi oleh kelompok Kesatuan Gerak Positif (KGP). Penelitian ini bertujuan mengetahui inovasi musik rampak yang dilakukan oleh kelompok KGP. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Pekalongan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok KGP melakukan inovasi dikarenakan kesenian rakyat di Desa Kertijayan yang monoton dan kurang berkembang, berkembangnya kesenian kontemporer yang mengancam keberadaan kesenian rakyat, serta seringnya diadakan pentas seni dalam berbagai acara di Pekalongan. Adapun proses inovasi yang dilalui oleh kelompok KGP meliputi munculnya ide baru, pertimbangan dan penentuan penerapan ide baru oleh para pengurus, percobaan penerapan ide baru dalam musik rampak kelompok KGP, tanggapan masyarakat, serta penyesuaian kembali penerapan ide baru.</p> <p><em>In the global era, a lot of folk art that has been declining. However, not with rampak music in Pekalongan Regency which in the last three years has developed after the innovation by Kesatuan Gerak Positif (KGP) group. This study aims to know rampak music innovation by KGP group. This research use qualitative method with location is in Pekalongan Regency. Data collection techniques with observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The result of the research shows that the reason of KGP group to innovate rampak music is because of the folk art in Kertijayan village which is monotonous and undeveloped, the development of contemporary art which threatens the existence of folk art, and often held art performances in various events in Pekalongan. The process of innovation of rampak music involves the emergence of new ideas on personnel, considerations and determinations on the implementation of new ideas by administators, experiments on the implementation of new ideas in KGP music rampak, the public response, and then adjustment of the application of new ideas. </em></p> 2023-08-04T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/JISSE/article/view/72546 TRANSFORMASI TRADISI AMPYANG DI DESA LORAM KULON KABUPATEN KUDUS 2023-08-15T19:41:01+07:00 Khudzaifah . [email protected] Asma Luthfi [email protected] <p>Tradisi <em>Ampyang maulid </em>merupakan salah satu tradisi yang unik di Kabupaten Kudus. Dalam tradisi ini terdapat tandu hasil bumi yang dihias dengan krupuk (<em>ampyang). </em>Seiring dengan perkembangan zaman Desa Loram Kulon menjadi Desa Wisata mengalami transformasi baik dari segi pelaksanaan mapun alat tradisi. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui tradisi <em>ampyang maulid</em> di Desa Loram Kulon Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tradisi <em>ampyang maulid </em>merupakan tradisi yang unik dan berbeda dari tradisi yang dilaksanakan di desa lain. Keunikan dari tradisi <em>ampyang maulid </em>terletak pada tandu <em>ampyang </em>yang dihias menggunakan berbagai macam krupuk (<em>ampyang</em>) dan tandu UMKM. (2) Struktur tradisi <em>ampyang maulid </em>di Desa Loram Kulon terdiri dari struktur dalam yaitu tandu sebagai simbol islamisasi di Desa Loram Kulon melalui proses alkulturasi kebudayaan. Struktur luar yang terdapat di tradisi <em>ampyang maulid </em>adalah alur kegiatan tradisi <em>ampyang maulid </em>dan aktornya. (3) Terdapat transformasi struktur tradisi <em>ampyang maulid </em>pada tataran bentuk tradisi, tataran aktor, tataran alat-alat tradisi, dan tataran orientasi pencetus tradisi.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Tradisi Ampyang maulid merupakan salah satu tradisi yang unik di Kabupaten Kudus. Dalam tradisi ini terdapat tandu hasil bumi yang dihias dengan krupuk (ampyang). Seiring dengan perkembangan zaman Desa Loram Kulon menjadi Desa Wisata mengalami transformasi baik dari segi pelaksanaan mapun alat tradisi. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui tradisi ampyang maulid di Desa Loram Kulon Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tradisi ampyang maulid merupakan tradisi yang unik dan berbeda dari tradisi yang dilaksanakan di desa lain. Keunikan dari tradisi ampyang maulid terletak pada tandu ampyang yang dihias menggunakan berbagai macam krupuk (ampyang) dan tandu UMKM. (2) Struktur tradisi ampyang maulid di Desa Loram Kulon terdiri dari struktur dalam yaitu tandu sebagai simbol islamisasi di Desa Loram Kulon melalui proses alkulturasi kebudayaan. Struktur luar yang terdapat di tradisi ampyang maulid adalah alur kegiatan tradisi ampyang maulid dan aktornya. (3) Terdapat transformasi struktur tradisi ampyang maulid pada tataran bentuk tradisi, tataran aktor, tataran alat-alat tradisi, dan tataran orientasi pencetus tradisi.</em></p> 2023-08-04T18:36:46+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/JISSE/article/view/72548 PENGEMBANGAN DAN FUNGSI DESA WISATA BAGI MASYARAKAT LOKAL MELALUI PELAKSANAAN PROGRAM KAMPUNG INGGRIS 2023-08-15T19:41:02+07:00 Deni Kusdiyanto [email protected] Hartati Sulistyo Rini [email protected] Asma Luthfi [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan dan fungsi adanya Kampung Inggris terhadap perkembangan industri pariwisata di Desa Jatijajar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. &nbsp;Peneliti menggunakan konsep inovasi dari Rogers dan fungsional dari Merton sebagai landasan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program KIK memiliki fungsi <em>manifes</em>t dan fungsi <em>laten</em> bagi pengembangan wisata di Desa Jatijajar. Fungsi <em>manifest</em> dari program KIK bagi pengembangan desa wisata adalah melatih warga Jatijajar khususnya yang menjadi penyedia jasa <em>guide, homestay</em>, dan angkutan agar mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan baik. Kemudian untuk fungsi <em>laten</em> dari program KIK lebih mengarah pada peningkatan perekonomian warga Jatijajar.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>The purpose of this reseaech is to knowing how the impact of the English Village Kebumen to the development of tourism industry in Jatijajar Village. Data analysis uses qualitative data analysis methods consisting of data collection, data reduction, data presentation and conclusion. Researchers use the concept of innovation from Rogers and functional from Merton as the theoretical basis. The result of the research shows that &nbsp;The KIK program has a manifest function and a latent function for tourism development in Jatijajar Village. The manifest function of the KIK program for the development of a tourist village is to train Jatijajar residents, especially those who become guides, homestay, and transportation providers to be able to communicate in English well. Then for the latent function of the KIK program more lead to improvement the economy of Jatijajar citizens.</em></p> 2023-08-07T09:40:02+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/JISSE/article/view/72611 PERAN GURU DALAM UPAYA PENANAMAN NILAI KARAKTER RELIGIUS TERHADAP SISWA 2023-08-15T19:41:02+07:00 Siti Susanti [email protected] Adang Syamsudin Sulaha [email protected] Tri Marhaeni Pudji Astuti [email protected] <p>Artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam penanaman nilai karakter religius terhadap siswa di SMA N 1 Subah yang turut menghambat atau mendukung terciptanya penanaman nilai karakter religius. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa (1) Peranan guru dalam menanamkan sikap nilai karakter religius dengan memberikan pengertiankepada siswa dengan memberikan contoh sikap terbuka seperti contoh tindakan keteladanan melalui kegiatan keagamaan dari sikap taat ibadah (2) Faktor yang menghambat yaitu terbatasnya waktu untuk membimbing dan mengawasi anak di sekolah, siswa masih mempunyai sifat yang labil dan mudah terpengaruh lingkungan sekitar. (3) Hambatan yang dirasakan guru berasal dari diri siswa itu sendiri terlihat bahwa siswa sulit menanamkan kejujuran dan tanggung jawab.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>This article aims to determine the role of teachers in planting the value of religious characters to students in SMA N 1 Subah that also inhibits or supports the creation of religious values ​​of values. This research uses qualitative method with case study research. Data collection techniques used are observation, interview and documentation. The results of this study found that (1) The role of the teacher in instilling the attitude of the value of religious character by providing understanding to students by giving examples of open attitudes such as examples of exemplary actions through religious activities of observance of worship (2) The inhibiting factors are limited time to guide and supervise children in school, students still have unstable and easily affected by the surrounding environment. (3) The perceived obstacles of the teacher come from the students themselves, it is seen that students are difficult to instill honesty and responsibility</em>.</p> 2023-08-07T09:43:46+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/JISSE/article/view/72612 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PELAJARAN IPS KELAS VIII SMP NEGERI 3 SEMARANG TAHUN AJARAN 2021/2022 2023-08-15T19:41:02+07:00 Dina Ayu Widyastuti [email protected] Asep Ginanjar [email protected] <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP Negeri 3 Semarang. Hal ini terjadi karena faktor dari proses penyampaian materi yang hanya menggunakan metode ceramah, sehingga hal ini menciptakan proses pembelajaran kurang menarik sehingga banyak peserta didik yang tidak fokus belajar. Maka peneliti berupaya memilih media pembelajaran berbasis video dalam penelitian untuk mengetahui pengaruh hasil belajar IPS peserta didik menggunakan media video dan kendala penggunaan media pembelajaran peserta didik kelas VIII SMP Negeri 3 Semarang. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Teknik analisis data menggunakan SPSS 26. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan hasil belajar IPS peserta didik kelas VIII SMP N 3 Semarang melalui pembelajaran Media video mengalami peningkatan yang berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik.</p> <p>&nbsp;</p> <p>This research is motivated by the problem of low student learning outcomes in Social Science subjects at SMP Negeri 3 Semarang. This happens because of the factor of the process of delivering material that only uses lecture material, so the learning atmosphere often makes students bored, monotonoun and many pay less attention. So the researchers tried to choose video-based learning media in learning activities, so that students are more active, interesting and fun. The purpose of the study was to effect in social studies learning outcomes of students who were taught using video media and the constraints on using learning media for class VIII SMP Negeri 3 Semarang students. The type used in this study is a quasi-experimental sampling technique with purposive sampling technique. The data analysis technique used SPSS 26. Based on the results of the study, it can be concluded that the social studies learning outcomes of class VIII students of SMP N 3 Semarang through video media learning have increased which have an effect on student learning outcomes.</p> 2023-08-07T09:47:06+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/JISSE/article/view/72614 DARI TARI NASIONALISME MENJADI KOMODITAS, KOMODIFIKASI TARI DAYAKAN DI DESA WISATA PANUSUPAN KECAMATAN REMBANG KABUPATEN PURBALINGGA 2023-08-15T19:41:02+07:00 Afiat Afianti [email protected] Gunawan . [email protected] Fadly Husain [email protected] <p>Tari Dayakan merupakan salah satu tarian tradisional yang mengalami komodifikasi sebagai salah satu tontonan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pementasan Tari Dayakan dan perubahannya setelah menjadi tontonan wisata di Desa Panusupan, mengetahui proses komodifikasi pada Tari Dayakan, serta mengetahui hubungan sosial masyarakat Desa Panusupan pasca komodifikasi pada Tari Dayakan. Hasil penelitian ini yaitu, (1) Pementasan Tari Dayakan mengalami perubahan setelah menjadi salah satu tontonan wisata baik dalam audiens, waktu, durasi, kompleksitas, dan lokasi pementasan setelah dimodifikasi (2) Proses komodifikasi dilakukan langusung oleh anggota Grup Tari Dayakan dengan cara: membuat merk komoditas, pembagian posisi dalam grup, penambahan alat musik, menciptakan lagu-lagu baru, membuat pola-pola gerakan penari, apropriasi budaya massa dalam pertunjukan, serta massalisasi pertunjukan Tari Dayakan. Proses komodifikasi merubah Tari Dayakan yang awalnya benilai historis menjadi bernilai komersial (3) Proses komodifikasi yang terjadi membentuk identitas baik itu pada anggota grup Tari Dayakan, masyarakat Kali Lutung, serta masyarakat Desa Panusupan pada umunya. Identitas komunitas yang tertanam digunakan sebagai sumber daya yang dimanipulasi untuk tujuan sosial dalam hubungan sosial di masyarakat.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Dayakan dance is one of the traditional dance performances of Panusupan Village who experienced commodification as one of the tourism spectacle. The purpose of this research is to know the Dayakan dance performance and its change after being a tourist spectacle in Panusupan Village, to know the process of commodification on Dayakan Dance, and to know the social relation of Panusupan Village community after commodification in Dayakan Dance. The result of this research are (1) Dayakan dance performance changed after becoming one of the tourist spectacle in audience, time, duration, complexity, and location of staging after modification (2) commodification process done by member of Dayakan Dayak Group by: making commodity brand, group positioning, adding musical instruments, creating new songs, creating dancers' movement patterns, appropriating mass culture in performances, and massising the Dayakan Dance show. The commodification process transformed the Dayakan Dance which was originally historically valuable to commercial value (3) The process of commodification that occurred formed the good identity of the members of the Dayakan Dance group, the Kali Lutung community, and the people of Panusupan Village in general. The embedded community identity is used as a manipulated resource for social purposes in social relationships in society.</p> 2023-08-07T09:49:27+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/JISSE/article/view/72615 ANAK MUDA DAN GO-RIDE 2023-08-15T19:41:03+07:00 Siti Nuripah [email protected] Gunawan . [email protected] Totok Rochana [email protected] <p>Hadirnya <em>Go-Ride</em> memberikan bentuk pelayanan jasa transportasi yang baru bagi masyarakat termasuk bagi kalangan anak muda. Anak muda memiliki cara baru yang diperantarai perangkat digital dalam mengakses kebutuhan pada jasa trasportasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan Teori Gaya Hidup dan Konsep Gaya Hidup dari David Chaney. Hasil dari penelitian ini menunjukan hadirnya <em>Go-Ride</em> memberikan cara pandang baru anak muda terhadap keberadaan Ojek di masa Sekarang. <em>Go-Ride</em> dipandang sebagai moda transportasi yang efisien, murah, lancar, aman dan kekinian. Memenuhi kebutuhan transportasi dengan <em>Go-Ride</em> menunjukkan praktik dan sikap yang menggambarkan <em>Go-Ride</em> menjadi bagian kecil yang mewarnai gaya hidup digital yang dijalankan anak muda penggunanya. Namun dampak sosialnya adalah hilangnya perilaku tawar-menawar pada anak muda dan hilangnya rasa ketergantungan pada hubungan teman maupun keluarga.</p> <p>&nbsp;</p> <p>The existing of Go-Ride gives a new form of transport online service for society, including among young people. They have new way which is connected by digital devices in accessing needs on transport service. This research uses a qualitative research method. It uses Lifestyle and the Concept of Lifestyle Theory by David Chaney. The result of the research shows that the existing of Go-Ride gives among young people new perspective through the existing of Ojek nowadays. Go-Ride is seen as an efficient, cheap, expeditious, safe and up-to-date transportation means. Fulfilling the need of transportation with Go-Ride shows practice and attitude in describing Go-Ride as a small part of digital lifestyle which is done by among young people, its user. But the social effect is less of young people bargaining behaviour and the less of dependency on friendship and family relationship.</p> 2023-08-07T09:53:38+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/JISSE/article/view/72616 EKSISTENSI PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DI TENGAH PERSAINGAN DENGAN PASAR MODERN DI KOTA KUDUS 2023-08-15T19:41:03+07:00 Indah Nur Kumallasari [email protected] Elly Kismini [email protected] Hartati Sulistyo Rini [email protected] <p>Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan Setelah adanya Pembangunan Pasar Modern “Swalayan Ramayana” di dekat Pasar Tradisional “Pasar Tradisional”, Hal ini menjadikan Pasar Kliwon merasa Tersaingi setelah adanya Pembangunan Pasar Modern, Sehingga para Pedagang Pasar Tradisional “Pasar Kliwon” memiliki Strategi-strategi dalam menghadapi Persaingan dengan Pasar Modern “Swalayan Ramayana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa: (1) Adanya Swalayam Ramayana menunjukan adanya interaksi kondisi sosioal pedagang Pasar Kliwon secara negatif, yaitu munculnya permasalahan sosial-ekonomi, hal ini mengakibatkan menurunnya pengunjung Pasar Kliwon. (2) pengelola pasar melakukan pembenahan prasarana dan sarana setelah Pasar Kliwon terbakar dan menjadikan ramai pengunjung, hal ini dapat meningkatkan perekonomian pedagang Pasar Kliwon. (3) Memberikan pelayanan yang baik terhadap konsumen pasar dapat mempengaruhi kepuasan konsumen dan konsumen akan merasa puas sehingga akan berbelanja kembali ke Pasar Kliwon.</p> <p>&nbsp;</p> <p>This article aimsThe modern market "Ramayana” was built near traditional market “Kliwon” as competitor, as a consequence the traditionalmarkettrader tried to implement some strategies. The objectives of this study were: (1) determine thesocialconditionof Kliwonmarkettradersamong theexistence of Ramayana. (2) determine the socio-economicimpacttoward Kliwon traditional markettraderswithexistence of Ramayana. (3) determine strategy of traditionalmarkettraders in Kliwon market to compete withmodern marketRamayana.This study used qualitative methods, data collection techniques used observation, interviews, and documentation. The study result showed that: (1) there was negative interaction on the socialcondition ofKliwontraders because of the existence of Ramayana in Kudus, as a consequence there weresocio-economic problems causingthevisitors ofmarketKliwon keep decreasing. (2) the manager of Kliwon market need to improve the market’s infrastructure after being burned to increase the visitor in order to increase the economy condition of Kliwon markettraders. (3) Providegood service to satisfy the customers in order toincrease the number of market visitors, so the visitor will come back again.</p> 2023-08-07T09:59:14+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/JISSE/article/view/72617 KOMPETISI SOSIAL MAHASISWA BATAK DAN MAHASISWA JAWA DI FAKULTAS HUKUM UNNES 2023-08-15T19:41:03+07:00 Herry Prasetyo Utama [email protected] Thriwaty Arsal [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk membahas kompetisi sosial yang terjadi antara mahasiswa Batak dengan mahasiswa Jawa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan <em>interactive analysis models</em> dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukan adanya kompetisi sosial yang terjadi antara mahasiswa Batak dengan mahasiswa Jawa di fakultas Hukum Unnes. Kompetisi sosial terjadi karena adanya tendensi kesukuan dan agama antara mahasiswa Batak dengan mahasiswa Jawa. Kompetisi sosial antara mahasiswa Batak dengan mahasiswa Jawa terjadi di ranah akademik dan non akademik, diranah akademik kompetisi terlihat dengan adanya pengelompokan tempat duduk dan kelompok belajar, sedangkan diranah non akademik kompetisi terjadi dalam persaingan antara mahasiswa Batak dengan mahasiswa Jawa dalam memperebutkan jabatan-jabatan di dalam lembaga kemahasiswaan.</p> <p>&nbsp;</p> <p>This study aims to discuss the social competition that occurs between Batak students and Javanese students. The research method used in this research is qualitative research method. Technique of data collecting done by observation, interview, and documentation. Validity of this research data using data triangulation technique. Data analysis in this research uses interactive analysis models with data collection phase, data reduction, data presentation, and conclusion or verification. The result of the research shows that there is social competition that happened between Batak students and Javanese students in Law Faculty of Unnes. Social competitions occur because of the tendency of ethnicity and religion between Batak students and Javanese students. The social competition between Batak students and Javanese students takes place in the academic and non academic realm, the academic competition is visible with the grouping of seats and study groups, while the non-academic competition occurs in competition between Batak students and Javanese students in competing positions in the Student organizations.</p> 2023-08-07T10:01:40+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/JISSE/article/view/72618 UNGGAH-UNGGUH DALAM ETIKA JAWA SEBAGAI PEDOMAN INTERAKSI SOSIAL ANTARA SANTRI DENGAN KIAI PONDOK PESANTREN RAUDLATUT THALIBIN KABUPATEN REMBANG 2023-08-15T19:41:04+07:00 Khoriskiya Novita [email protected] Rini Iswari [email protected] <p>Artikel ini bertujuan untuk mengetahui; 1) kehidupan santri Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, 2) Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin dalam menegakkan etika Jawa dalam interaksi sosial di pondok pesantren, 3) faktor penghambat dan faktor pendukung santri dari luar etnis Jawa dalam menyesuaikan dengan etika Jawa yang diterapkan di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) kehidupan Santri Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin meliputi aktivitas keagamaan dan non keagamaan, 2) pondok Pesantren Raudlatut Thalibin menegakkan unggah-ungguh dalam Etika Jawa Etika Jawa diterapkan sebagai pedoman interaksi sosial di pondok pesantren pada saat mengaji, sowan , santri di luar pondok pesantren, dan musyawarah, 3) faktor pendukung santri dari luar&nbsp; etnis Jawa untuk menyesuaikan dengan etika Jawa dilakukan santri dari luar etnis Jawa disebabkan karena dorongan untuk menyesuaikan unggah-ungguh yang berlaku di pondok pesantren. Sedangkan faktor penghambat santri dari luar etnis Jawa adalah untuk menyesuaikan dengan etika Jawa yang diterapkan di pondok pesantren disebabkan karena santri tidak mengetahui etika Jawa.</p> <p>&nbsp;</p> <p>This article aims to discover; 1) the students daily life in Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, 2) Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin in upholding Javanese ethics in social interaction at Islamic boarding school, 3) inhibiting and supporting factors of non-Javanese students in adapting to Javanese ethics that applied in Islamic boarding school. In this study used qualitative methods through observation, interview, and documentations for data collection. The result of this study indicate; 1) students daily life in Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin comprise religious activities and non-religious activities, 2) Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin upholds etiquette in Javanese ethics is applied as guidelines for social interaction in Islamic boarding school when reciting (the Qur’an), visiting event, (student) going out of the dorm, and discussion is going on, 3) factors the supports non-Javanese students make adaptation to the Javanese ethics are caused by the impuls to adjust etiquette applied at the Islamic boarding school. Whereas the inhibiting factor of non-Javanese students to adapt to Javanese ethics that is applied in Islamic boarding school caused by students not knowing the ethics of Java.</p> 2023-08-07T10:03:59+07:00 ##submission.copyrightStatement##