Penanaman Jiwa Kewirausahaan Bagi Santri

Keywords

Kewirausahaan, Pondok Pesantren, Santri, As-Shodiqiyah, Semarang

How to Cite

Sulistianingsih, D. (2019). Penanaman Jiwa Kewirausahaan Bagi Santri. Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia, 2(1), 30-38. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/JPHI/article/view/34945

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia perlu untuk dilakukan di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia itu sendiri. Pengembangan sumber daya manusia dilakukan melalui pendidikan formal dan pendidikan non formal. Pendidikan yang dilakukan di Pondok Pesantren menjadi kekhususan tertentu bagi tim Pengabdi untuk melakukan kegiatan pengabdian dengan melakukan penanaman jiwa kewirausahaan bagi para santri. Kegiatan ini dilakukan dengan metode palatihan kewirausahaan. Pelatihan yang dilakukan oleh tim pengabdi adalah pelatihan membuat jilbab dan pelatihan membuat masker organic dan penggunaan masker organic. Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan bebrapa waktu dan dilakukan di Pondok Pesantren As-Shodiqiyah Semarang sebagai pilihan tempat kegiatan pengabdian. Hasil yang dicapai adanya stimulant bagi para santri untuk memahami banyaknya jalan untuk melakukan kewirausahaan di sela-sela kegiatan pesantren mereka. Kegiatan ini perlu untuk dilakukan secara terus menerus agar hasil yang dicapai atau tujuan yang dicapai dapat mencapai maksimal

References

Chotimah, C. (2014). Pendidikan kewirausahaan di pondok pesantren sidogiri pasuruan. INFERENSI: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 8(1), 114-136.
Ginanjar. (1996). Pembangunan Untuk Rakyat: Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan. Jakarta: PT. Pustaka Cidesindo
Halim, A, dkk. (2005) Manajemen Pesantren. Yogyakarta: Pustaka Pesantren (Kelompok Penerbit LKiS)
Kusniawati, D., Islami, N. P., Setyaningrum, B., & Prasetyawati, E. (2017). Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal melalui program desa wisata di Desa Bumiaji. Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 2(1), 59-72.
Lugina, U. (2017). Pengembangan Ekonomi Pondok Pesantren Di Jawa Barat. Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 4(1), 53-64.
Madjid, Nurcholish. (1997). Bilik-bilik Pesantren Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta: Paramadina
Nadzir, M. (2015). Membangun Pemberdayaan Ekonomi Di Pesantren. Economica: Jurnal Ekonomi Islam, 6(1), 37-56.
Prawoto, N. (2012). Model Pengembangan Dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kemandirian Untuk Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Dan Ketahanan Pangan (Strategi Pemberdayaan Ekonomi Pada Masyarakat Dieng Di Propinsi Jawa Tengah). Jurnal Organisasi dan Manajemen, 8(2), 135-154.
Suharto, Edi. (2005). Membangun Masyarakat, Memberdayakan masyarakat. Bandung: PT. Retika Adhitama
Sulaiman, A. I., Masrukin, M., Chusmeru, C., & Pangestuti, S. (2016). Pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren sebagai Pendidikan Sosial dan Ekonomi Santri. JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat), 3(2), 109-121.
Wahjoetomo, D. (1997). Perguruan Tinggi Pesantren Pendidikan Alternatif Masa Depan, Jakarta: Gema Insani Press.
Widodo, S., & Nugroho, T. R. (2014). Model Pendidikan Kewirausahaan Bagi Santri Untuk Mengatasi Pengangguran di Pedesaan. dalam Jurnal MIMBAR, 30(2).
Wekke, I. S. (2012). Pesantren dan pengembangan kurikulum kewirausahaan: Kajian pesantren roudahtul khuffadz sorong papua barat. INFERENSI: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 6(2), 205-226.