Abstract

Syarofal Anam pada dasarnya adalah penyajian vokal salawatan atau puji-pujian kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW yang disertai dengan permainan alat musik terbangan dan dalam penyajiannya ketiga elemen ini (vokal, alat musik terbangan dan Rodat) saling berkaitan. Permasalahan pada penelitian ini terkait dengan bagaimana fungsionalisme struktural Syarofal Anam yang ada pada Sanggar An-Najjam Kota Palembang. Pendekatan yang diterapkan penelitian ini adalah interdisplin, yang melibatkan disiplin ilmu sosiologi dan musikologi. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik keabsahan data secara utama menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi dan analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan, Syarofal Anam pada Sanggar An-Najjam dan masyarakat Palembang saling fungsional yang masing-masing mempunyai harapan demi keberlangsungan Syarofal Anam. Syarofal Anam menjadi kebutuhan estetik yang fungsional bagi masyarakat Kota Palembang.