Abstract

Laras Madya Dusun Sucen adalah seni musik tradisi Islam Jawa yang mengadopsi teks Serat Wulangreh karya Pakubuwono IV sebagai syairnya. Instrumen pengiring Laras Madya terdiri dari kendang, terbang dhana, terbang gong, dan sharon dua bilahan/kenthing. Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana dominasi budaya massa pada Laras Madya Dusun Sucen? dan bagaimana proses resistensi Laras Madya Dusun Sucen?. Pendekatan pada penelitian ini adalah interdisiplin ilmu sosio-antropologi. Menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian di Dusun Sucen, Desa Triharjo, Kecamatan Sleman, Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik keabsahan data secara utama menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi dan analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Adanya dominasi budaya massa pada lingkup kelompok Laras Madya Dusun Sucen melalui media massa. (2) Adanya proses resistensi melalui bentuk keorganisasian dalam kelompok.