KEEFEKTIFAN SELF AND PEER ASSESSMENT PADA PRAKTIKUM KIMIA TERHADAP AKTIVITAS MAHASISWA

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Fera Emilia Sari
Endang Susilaningsih
Harjito Harjito

Abstract

Proses pembelajaran tidak hanya selalu berlangsung dalam sebuah institusi. Oleh karena itu peserta didik perlu dibekali dengan keterampilan untuk menguji diri sendiri tentang apa yang harus diketahui dan sudah diketahui agar mampu beradaptasi dalam tempat belajar baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan self and peer assessment pada praktikum kimia terhadap aktivitas mahasiswa Unnes dan mengetahui hasil penelitian apakah setara dengan teacher assessment. Desain penelitian menggunakan one –shot case study. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling dengan rombel 3 prodi pendidikan kimia sebagai kelas eksperimen dan rombel 2 prodi kimia sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan menggunakan statistik student diketahui nilai thitung sebesar 2,63 lebih besar dari t0,95(65) sebesar 1,67 yang berarti penerapan self and peer assessment lebih efektif untuk diterapkan pada praktikum kimia dasar materi titrasi daripada hanya diterapkan self assessment. Setelah dianalisis lebih lanjut menggunakan anava dua jalan dilanjut pasca anava dengan nilai Famatan sebesar 0,44, paling kecil diantara perbandingan yang lain diketahui bahwa teknik penilaian self and peer assessment sama secara signifikan dengan teacher assessment sebagai reliabel accessor pada kategori aktivitas praktikum tinggi.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

References

Budiyono. 2008. Bahan Matrikulasi Statistik Program Doktor PPs UNY ProgramStudi PTK. Disertasi. Yogyakata: Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta
Falchikov, N. & Goldfinch, J. 2000. Student peer assessment in higher education: A meta-analysis comparing peer and teacher marks. Review of educational research, 70(3): 287-322
Kartono. 2011. Efektifitas penilaian diri dan teman sejawat untuk penilaian formatif dan sumatif pada pembelajaran mata kuliah analisis kompleks. Prosiding Seminar Nasional Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta 24 Juli 2011
Kotkas, T. 2006. Self-, peer-, and teacher-assessment of student essays. Active learning in higher education, 7(1): 51-62
Mardapi, J. 2012. Pengukuran Penilaian dan Evaluasi Pendidikan. Yogyakarta: Nuha Medika
Matsuno, S. 2009. Self-, peer-, and teacher-assessments in Jananese unive3rsity EFL writing classrooms. Languange testing, 28(91): 75-100
Nazzal, Allison. 2010. Peer and Self –Assessment: 20 Classroom Strategies and Other Resources to Increase Student Motivation and Achievement. SCMSA Journal : 28-33
Noonan, B. & Duncan, R. 2005. Peer and self-assessment in high school. Practical Assessment Research & Evaluation, 10(17): 1-8
Rintayati, Peduk. 2010. Meningkatkan aktivitas belajar (active learning) siswa berkarakter cerdas dengan pendekatan sains teknologi (STM). Prosiding Seminar Nasional Universitas Sebelas Maret Surakarta. Surakarta 17-19 Juli 2010
Sudjana. 2005. Metode statistika. Bandung: Tarsito
Sulistiyono, S. 2011. Psikometri. Jakarta : Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana
Sutrisno. 2012. Pembelajaran Fluida dengan Menggunakan Model Jigsaw dengan Peer Assessment untuk Meningkatkan Aktivitas, Sikap Ilmiah, dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPA. Journal of Innovataive Science Education, 1(1): 10-13
Suwandi, Sarwiji. 2011. Model-model asesmen dalam pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka
White, E. 2009. Student Perspectives of Peer Assessment for Learning in a Public Speaking Course. Asian EFL Journal. 33(2):1-30
Widjajanti, Endang et al. 2010. Penerapan praktikum kimia bermuatan life skills sebagai upaya mempersiapkan calon guru yang berkarakter. Cakrawala pendidikan. Edisi khusus dies: 204-11
Widodo, Antonius Tri. 2009. Pengembangan assessmen pembelajaran pendidikan kimia. Semarang: UNNES Press