Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie <p style="text-align: justify;"><strong>Indonesian Version</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong></strong>Jurnal ini memuat naskah hasil penelitian atau artikel konseptual tentang pendidikan bahasa Jepang, kajian bahasa, sastra dan budaya Jepang.</p><p style="text-align: justify;"><strong>English Version</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong></strong>Chi’e Journal publishes original research and conceptual papers on Japanese language education, Japanese literature and culture.</p> en-US slvnur@yahoo.com (Silvia Nurhayati, S.Pd, M.Pd) lisda_nurjaleka@yahoo.com (Lisda Nurjaleka) Sat, 31 Mar 2018 00:00:00 +0000 OJS 3.1.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 ANALISIS GAIRAIGO YANG DIGUNAKAN OLEH MAHASISWA PESERTA PROGRAM SOUTHEAST ASIAN TEACHERS TRAINING COLLEGE COURSE IN JAPAN 2016 PADA KEGIATAN WAWANCARA https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22584 <p>This paper describes about gairaigo used by Indonesian college student of Southeast Asian Teachers Training College Course In Japan 2016 Program which have been held yearly by The Japan Foundation. One of the activities of this program is interview. On interview activity, the students often used a japanese loanwords called gairaigo. Gairaigo is Japanese loanwords which come from foreign country’s word.&nbsp; However, the Japanese people who is being interviewed didn’t understood the meaning of gairaigo spoken by the students. Thats because the students didn’t paid attention of the morphological concept of gairaigo itself. Before adapted to a gairaigo, a foreign country’s word have to passed a morphoogical process according to Japanese rules. The gairaigo which got analyzed is gairaigo used for interview on 19<sup>th</sup>of January 2017. The reason to choose this interview to be the source data is because, on this interview was the very first interview to be done and the gairaigo used on in haven’t been checked or edited bu Japanese people. There’re three process of morphological that occur on gairaigo exist in the data source. They’re compound morphological, abreviation morphological, and basic morphological. The compound morphological is a morphological process to compound two different words become one word. The abreviation morphologica is a morphological process to abreviated some syllabel from word. The basic morphological if a morphological process to syncronized the original word phonology to Japanese phonology.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>___________________________________________________________________</p> <p>Pada tulisan ini akan dijelaskan mengenai gairaigo yang digunakan oleh mahasiswa peserta program Southeast Asian Teachers Training College Course In Japan 2016 yang merupakan program tahunan dari The Japan Foundation. Salah satu kegiatan pada program tersebut ialah kegiatan wawancara (intabyuu). Dalam kegiatan tersebut, seringkali mahasiswa menggunakan gairaigo untuk&nbsp; memudahkan komunikasi dengan orang Jepang. Gairaigo ialah salah satu jenis kosakata dalam bahasa Jepang yang berasal dari negara asing. Namun, tidak jarang orang Jepang tidak memahami maksud dari kosakata gairaigo tersebut. Hal ini dikarenakan mahasiswa tidak memperhatikan pembentukan gairaigo dari kata yang digunakan. Sebelum menjadi gairaigo, sebuah kata harus mengalami penyesuaian pembentukan kedalam tata aturan bahasa Jepang. Gairaigo yang dianalisis ialah gairaigo yang digunakan pada kegiatan wawancara yang dilaksanakan pada 19 Januari 2017. Alasan penggunaan wawancara ini sebagai sumber data dikarenakan wawancara ini merupakan wawancara pertama yang dilakukan, dan gairaigo yang digunakan belum dikoreksi oleh orang Jepang. Pada analisis data, terdapat tiga jenis pembentukan gairaigo pada kosakata gairaigo yang digunakan mahasiswa. Pembentukan yang dimaksud ialah pembentukan dengan penggabungan (compound), pembentukan dengan pemendekan (abreviasi), dan pembentukan dengan pola dasar. Pembentukan dengan penggabungan ialah pembentukan dengan menggabungkan dua kata menjadi satu frase. Pembentukan dengan pemendekan ialah pembentukan dengan menghilangkan beberapa silabel suatu kata. Pembentukan pola dasar ialah pembentukan dengan menyesuaikan pelafalan kata asli dengan pelafalan bahasa Jepang<em>.</em></p> Ayu Larasati, Chevy Kusumah Wardhana, Andi Moorad Oesman ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22584 Sat, 31 Mar 2018 00:00:00 +0000 KESESUAIAN MATERI MATA KULIAH BIJINESU NIHONGO DENGAN KEMAMPUAN BAHASA JEPANG YANG DIPERLUKAN DI LAPANGAN PEKERJAAN https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22591 <p><em>This research will describe about the Suitability of Course Material Bijinesu Nihongo with Japanese Language Ability Required in Employment Field. The materials taught in Bijinesu Nihongo (Japanese language that is used in the business field) are the application of formal Japanese grammar and ethics in the context of occupation or business in the form of conversation with superiors and co-workers in a Japanese company using well-mannered Japanese language. Based on the Bijinesu Nihongo Semester Learning Plan students must master the basic concepts of Japanese language skills derived from the input of language of grammar material (Bunpou) and speaking (Kaiwa). However, the Japanese language skill that is required when working in a Japanese company is not just speech skill. The ability in listening, reading, and &nbsp;writing are necessary as well. This research uses qualitative descriptive analysis. The samples are 15 people. The Japanese language ability data that is required are obtained by giving questionnaire to the samples that are graduate from Japanese Language Education Program of the 2010, 2011, and 2012 generation who work at Japanese companies. After Bijinesu Nihongo data dan Japanese language proficiency data that are required in the employment field has been obtained, they are analyzed by using checklist table then they will be described. The analysis shows that Bijinesu Nihongo’s course materials are suitable for Japanese listening and speaking ability. However, Bijinesu Nihongo’s course materials are not suitable for writing and reading abilitybecause on the ability to write and read, the material has not been adjusted to the needs of the existing jobs.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian Materi Mata Kuliah Bijinesu Nihongo Dengan Kemampuan Bahasa Jepang yang diperlukan Di Lapangan Pekerjaan. Materi yang diajarkan pada mata kuliah Bijinesu Nihongo atau bahasa Jepang Bisnis yang digunakan adalah penerapan tata bahasa dan etika berbahasa Jepang yang sopan dan formal dalam konteks pekerjaan atau bisnis Jepang dalam bentuk percakapan dengan atasan maupun rekan kerja dalam suatu perusahaan Jepang. dengan menggunakan bahasa yang santun. Berdasarkan Rencana Pempelajaran Semester <em>Bijinesu Nihongo</em> mahasiswa harus menguasai konsep-konsep dasar keterampilan berbahasa jepang yang didapat dari input kebahasaan materi tata bahasa (<em>Bunpou</em>) dan berbicara (<em>Kaiwa</em>). Namun, kemampuan bahasa Jepang yang diperlukan ketika bekerja di perusahaan Jepang tidak hanya kemampuan berbicara saja, kemampuan menyimak atau mendegarkan, membaca dan menulis juga diperlukan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Jumlah sampel adalah lulusan Prodi Pendidikan Bahasa Jepang angktan 2010, 2011, dan 2012 yang bekerja di perusahaan Jepang sebanyak 15 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi dan angket.&nbsp; Data materi <em>Bijinesu Nihongo</em> dengan data kemampuan bahasa Jepang yang diperlukan dilapangan pekerjaan yang telah didapat kemudian diananalisis menggunakan tabel checklist dan dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi materi <em>Bijinesu Nihongo</em> sesuai dengan kemampuan yang diperlukan di lapangan pekerjaan, tetapi pada kemampuan menulis dan membaca, materi belum disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan pekerjaan.</p> Dona Nuril Syamsyah, Ai Sumirah Setiawati ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22591 Sat, 31 Mar 2018 18:29:15 +0000 Analysis of difficulties of japanese language study program students in determining learning media when field experience practice https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22592 <p><em>Learning media is anything that can be used to channel the message or the content of the lesson, stimulate the thoughts, feelings, attention and willingness of students so as to encourage the learning process. Therefore, as a teacher is expected to be skilled in determining learning media, as well as students of Japanese language education program Unnes who plays as a teacher in the implementation of Field Experience Practice. However, based on a preliminary study using a questionnaire distributed to students of the Japanese language education program class of 2011, 2012, 2013, the student still has difficulty in determining learning media such as powerpoint, e ka-do, jitsubutsu and so on.</em><em>Therefore</em><em>,</em><em> the reseachers conducted a</em><em> research. </em><em>This study aims to determine the difficulty, causal factors and solutions in overcoming difficulties in determining learning media when PPL.</em> <em>The approach of this research is descriptive quantitative and qualitative. The sample of this study is a student of Japanese language education program unnes class of 2013 amounted to 52 students. Methods of data collection using questionnaires and the results obtained data were analyzed by descriptive technique percentage. Based on the results of research, can know the average percentage of answers obtained from the indicators of difficulty that is 37%. This shows that the students of the Japanese language education program class of 2013 have no difficulty in determining learning media when implementing PPL. That's because almost all students have made several efforts in overcoming the difficulty of determining learning media. Although students do not have difficulty in determining learning media when PPL, but there are two things to note is the technical quality of images on a media to fit the intent. In addition, student motivation conditions need to be considered when determining learning media.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses pembelajaran. Oleh karena itu, Sebagai seorang guru diharapkan terampil dalam menentukan media pembelajaran, begitu pula mahasiswa prodi pendidikan bahasa Jepang Unnes yang berperan sebagai guru dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan. Namun, berdasarkan studi pendahuluan dengan menggunakan angket yang disebarkan kepada mahasiswa prodi pendidikan bahasa Jepang angkatan tahun 2011, 2012, 2013, mahasiswa tersebut masih mengalami kesulitan dalam menentukan media pembelajaran seperti <em>powerpoint, e ka-do, jitsubutsu</em> dan sebagainya. Oleh sebab itu, peneliti melakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui kesulitan, faktor penyebab serta solusi dalam mengatasi kesulitan dalam menentukan media pembelajaran ketika PPL. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa prodi pendidikan bahasa Jepang unnes angkatan tahun 2013 berjumlah 52 mahasiswa. Metode pengumpulan data menggunakan angket serta hasil data yang diperoleh dianalisis dengan teknik deskriptif prosentase. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui rata-rata perolehan prosentase jawaban dari indikator kesulitan yaitu 37%. Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa prodi pendidikan bahasa Jepang angkatan tahun 2013 tidak mengalami kesulitan dalam menentukan media pembelajaran ketika melaksanakan PPL. Hal itu dikarenakann hampir seluruh mahasiswa telah melakukan beberapa upaya dalam mengatasi kesulitan menentukan media pembelajaran. Meskipun mahasiswa tidak mengalami kesulitan dalam menentukan media pembelajaran ketika PPL, namun terdapat 2 hal yang perlu diperhatikan yaitu kualitas teknis gambar pada suatu media agar sesuai dengan maksud. Selain itu, kondisi motivasi siswa perlu dipertimbangkan ketika menentukan media pembelajaran</p> <p>&nbsp;</p> Eva Meitha Pangestika, Chevy Kusumah Wardhana, Andy Moorad Oesman ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22592 Sat, 31 Mar 2018 18:55:02 +0000 ANALISIS SETUJI PEMBENTUK KATA KERJA (-GARU), PEMBENTUK KATA SIFAT (-PPOI), DAN PEMBENTUK KATA BENDA (-SA) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22593 <p><em>Language is a phonemic system used by a society to communicate, interact, and cooperate. Word is the one component of the language. In the branch of </em>linguistics<em> there is a morphology that studies about </em>the&nbsp; origin<em> of the word. Word can be made by suffix or setsuji in a </em>japanese<em>. Based </em>of<em> the preliminary study, had found that setsuji </em>has<em> not been widely known by the students. The research’s approach is descriptive qualitative. The data is a word that </em>contain<em>, setsuji –garu, –ppoi and –sa obtained from the December edition of the Asahi Shimbun online newspaper. The data is analyzed by </em>descriptive<em> method and </em>markah<em> technique. The results are presented with tables and descriptive explanations of the authors.&nbsp;</em><em>Based on the result of research, has been concluded that the words in Japanese can be formed by the process of adding setsuji. Based </em>of<em> the word formation </em>han<em> been found that setsuji –garu, –ppoi, and –sa,</em>have a same<em> formation such as word+setsuji (</em><em>saru, -ppoi and –sa). And based </em>of &nbsp;the<em> transformation of word classification has been concluded that setsuji –garu can transform adverb (i) or ikeiyoushi, adverb (</em>na<em>) or nakeiyoushi and </em>derivative<em> word or haseigo classification become a verb. Setsuji –ppoi can transform verb and noun classification become an adverb class. Not only verb and noun that can be transformed but </em>symbol<em> can be transformed become an adverb, too. For the last, setsuji –sa can transform an adverb (i), adverb (</em>na<em>) and derivative word ( –rashii, –ppoi, – yasui) become a noun.</em></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Bahasa merupakan sistem bunyi yang digunakan oleh suatu masyarakat untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bekerjasama. Salah satu komponen bahasa adalah kata. Dalam cabang ilmu bahasa terdapat morfologi yang mempelajari asal muasal kata Kata dapat terbentuk dari proses pengimbuhan atau dalam bahasa Jepang disebut <em>setsuji.</em> Dalam studi pendahuluan yang dilakukan diperoleh fakta bahwa &nbsp;pengetahuan tentang s<em>etsuji </em>belum banyak diketahui oleh mahasiswa. Pendekatan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data berupa kata berimbuhan –<em>garu, – ppoi&nbsp; </em>dan <em>–sa </em>yang diperoleh dari koran daring Asahi Shimbun edisi bulan Desember. Data tersebut dianalisis dengan metode diskriptif dan teknik markah sehingga diperoleh hasil teori dari penelitian. Hasil penelitian disajikan dengan tabel dan penjelasan deskriptif dari penulis. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kata-kata dalam bahasa Jepang dapat terbentuk dari proses pengimbuhan <em>setsuji. </em>Dari segi pembentukannya<em> setsuji –garu, –ppoi </em>maupun<em> –sa </em>tersusun dari <em>kata dasar</em> + <em>setsuji (-saru, -ppoi dan –sa). </em>Lalu dari segi perubahan kelas kata diketahui bahwa s<em>etsuji</em> –<em>garu</em> dapat merubah kelas kata sifat (i), kata sifat (na) dan kata jadian (<em>haseigo</em>) menjadi kata kerja. <em>Setsuji</em> –<em>ppoi</em> dapat merubah kelas kata kerja dan kata benda menjadi kata sifat (i) karena –<em>ppoi</em> masuk kedalam <em>ikeiyoushi</em>. Dan ditemukan juga perubahan simbol (â—‹â—‹) menjadi kata sifat karena berimbuhan –<em>ppoi</em>. Dan terakhir s<em>etsuji</em> –<em>sa</em> dapat merubah kelas kata sifat (i) dan kata sifat (na) dan kata sifat jadian (<em>haseigo</em>) yang terbentu dari <em>setsuji rashii, –ppoi, </em>dan<em> –yasui </em>menjadi kata benda.</p> Ita Yuliana, Yuyun Rosliyah, Lispridona Diner ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22593 Sat, 31 Mar 2018 19:09:22 +0000 ANALYSIS OF DIFFICULTIES STUDENT OF CLASS XI IPS SMA TARUNA NUSANTARA IN READING HIRAGANA https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22595 <p><em>This study aims to determine the difficulty, causal factors, and solutions to overcome difficulties in reading hiragana experienced by students of class XI IPS SMA Taruna Nusantara. The approach used in this research is quantitative approach using descriptive research method. The sample in this research is the students of class XI IPS SMA Taruna Nusantara who take the subjects cross the interest of Japanese language amounted to 19 students. The technique of collecting data used is </em>questionnaire<em>. Based on the research results can be concluded that students’ difficulties are reading the symbols of </em>sokuon<em> sounds, distinguishing similar hiragana letters, reading the </em>yoo’on<em> sounds, reading the </em>handakuon<em> sounds, and reading the </em>dakuon<em> sounds. The factors are the lack of students’ ability to read hiragana properly, the lack of reference books owned by students to practice reading hiragana, the lack of ability of students in solving the problem of reading hiragana in a timely manner, and the lack of hiragana reading practice outside of Japanese language lessons. The solution to </em>overcome<em> those difficulties </em>are<em> that students are expected to arrange the time when completing the test question of hiragana, students are expected to increase the practice of reading hiragana outside of Japanese language lessons, and students are expected to be more creative by adding reference books other than Sakura’s book to practice reading hiragana, such as Nihongo Kana Nyuumon and Marugoto.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan, faktor penyebab, dan solusi untuk mengatasi kesulitan dalam membaca <em>hiragana </em>yang dialami oleh siswa kelas XI IPS SMA Taruna Nusantara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Taruna Nusantara yang menempuh mata pelajaran lintas minat bahasa Jepang dengan jumlah 19 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan angket. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kesulitan siswa adalah membaca lambang bunyi <em>sokuon, </em>membedakan huruf <em>hiragana </em>yang bentuknya mirip, membaca lambang bunyi <em>yoo’on, </em>membaca lambang bunyi <em>handakuon, </em>dan membaca lambang bunyi <em>dakuon</em>. Faktor penyebabnya adalah kurangnya kemampuan siswa dalam membaca <em>hiragana </em>dengan tepat, kurangnya referensi buku yang dimiliki siswa untuk berlatih membaca <em>hiragana, </em>kurangnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal ulangan membaca <em>hiragana </em>dengan tepat waktu, dan siswa kurang berlatih membaca <em>hiragana </em>di luar jam pelajaran bahasa Jepang. Solusi untuk mengatasi kesulitan tersebut adalah siswa diharapkan dapat mengatur waktu saat menyelesaikan soal ulangan membaca <em>hiragana, </em>siswa diharapkan memperbanyak latihan membaca <em>hiragana </em>di luar jam pelajaran bahasa Jepang, dan siswa diharapkan lebih kreatif dengan menambah referensi buku selain buku Sakura untuk berlatih membaca <em>hiragana, </em>seperti Nihongo Kana Nyuumon dan Marugoto.</p> Listriani Listriani, Lispridona Diner, Silvia Nurhayati ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22595 Sat, 31 Mar 2018 22:15:51 +0000 Analysis of Difficulties Japanese Language Education Program Student in Improving Student Motivation at Teaching Practice https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22596 <p><em>The purpose of this research is to find out the difficulty, causal factors and solutions when Japanese language education students having difficulty in motivating students at teaching practice(PPL). Approach in this research is descriptive quantitative and qualitative. Sample in this research is student of Prodi Pendidikan Bahasa Jepang class of year of 2013 which have executed PPL as many as 52 people. Data collection techniques used in this study is by questionnaire method. The questionnaire used in the form of semi-open questionnaire where the answer has been provided but also accompanied by a free reason filled by the respondent. Based on the result of research, it can be concluded that the difficulties experienced by the students are difficulties in understanding the factors that influence the motivation of learning (62.8%) and the difficulties in understanding the strategies in improving students' learning motivation (72.5%). The cause of the difficulty is because the students do not read the reference about motivation to learn. In addition 57.7% of the environmental conditions are also less supportive to make students motivated in learning. Solutions that students often do when having difficulties are discussing with the teacher (86.5%) and discussing with PPL friends (88.5%).</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan yang dialami mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang angkatan tahun 2013 dalam meningkatkan motivasi belajar siswa saat PPL, faktor penyebab kesulitan dan solusi yang dilakukan mahasiswa ketika mengalami kesulitan tersebut. Pendekatan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang angkatan tahun 2013 yang telah melaksanakan PPL sebanyak 52 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode angket. Angket yang digunakan berupa angket semi terbuka dimana jawaban sudah disediakan namun juga disertai alasan yang bebas diisi oleh responden. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kesulitan yang dialami mahasiswa adalah kesulitan dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar (62,8%) dan kesulitan memahami strategi dalam meningkatkan motivasi belajar siswa (72,5%). Penyebab kesulitan tersebut dikarenakan mahasiswa kurang membaca referensi tentang motivasi belajar. Selain itu 57,7% kondisi lingkungan juga kurang mendukung untuk membuat siswa termotivasi dalam belajar. Solusi yang sering dilakukan mahasiswa ketika mengalami kesulitan adalah berdiskusi dengan guru pamong (86,5%) dan berdiskusi dengan teman PPL (88,5%).</p> Luthfia Pratidina, Lispridona Diner, Andy Moorad Oesman ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22596 Sat, 31 Mar 2018 22:33:08 +0000 ANALISIS KESESUAIAN MODUL UJI COBA BAHASA JEPANG KELAS X SMA TARUNA NUSANTARA DENGAN SILABUS BAHASA JEPANG KURIKULUM 2013 https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22597 <p><em>In the learning process on formal education institutions, teaching materials are needed as guidance in teaching, as the delivery of materials for teachers and as independent learning materials by students. And the teaching materials need to be checked for the compatibility with the current curriculum. Similarly, the self-contained module trial version of the Japanese language class for 1st grader written by the teacher and used in Taruna Nusantara High School. The book has not been tested </em>yet&nbsp; in<em> conformity with the Japanese syllabus of the 2013 curriculum. Therefore this research explains the analysis of the compatibility of the 1st grader Taruna Nusantara High School trial version Japanese module book with the Japanese syllabus Curriculum 2013. In this qualitative evaluative study, 6 Basis Competencies (KD) contained in the Japanese syllabus of the 2013 curriculum is used as a guidance rubric for compatibility assessment of the material content of the 1st grader Taruna Nusantara High School trial version Japanese module book. The results found are module books are good because there are 3 chapters that match the KD, and 1 chapter that is not in accordance with KD due to lack of material delivered. </em>However<em> there are 2 materials contained in KD but not available in the module. Therefore, it would be better </em>if &nbsp;the<em> 1st grader Taruna Nusantara High School trial version Japanese module book is checked again suitability and added to be in accordance with the syllabus of the Japanese Curriculum 2013.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Dalam proses pembelajaran di lembaga pendidikan formal, bahan ajar diperlukan sebagai pedoman dalam pengajaran, sebagai penyampaian materi bagi guru maupun sebagai bahan pembelajaran mandiri oleh siswa. Dan bahan ajar tersebut perlu diperiksa kesesuaiannya dengan kurikulum yang sedang berlaku. Begitu pula dengan modul mandiri versi uji coba bahasa Jepang kelas X yang ditulis oleh guru dan digunakan di SMA Taruna Nusantara. Buku tersebut belum sempat diuji kesesuaiannya dengan silabus bahasa Jepang kurikulum 2013. Karena itu penelitian ini menjelaskan mengenai analisis kesesuaian modul uji coba bahasa Jepang kelas X yang digunakan di SMA Taruna Nusantara Magelang dengan silabus bahasa Jepang Kurikulum 2013. Dalam penelitian kualitatif evaluatif ini, 6 Kompetensi Dasar(KD) yang terdapat dalam silabus bahasa Jepang kurikulum 2013 digunakan sebagai pedoman rubrik penilaian kesesuaian konten materi buku modul uji coba kelas X bahasa Jepang SMA Taruna Nusantara. Hasil yang ditemukan adalah buku modul sudah baik karena terdapat 3 bab yang sesuai dengan KD, dan 1 bab yang tidak sesuai dengan KD dikarenakan terdapat kekurangan materi yang disampaikan. Namun terdapat 2 materi yang terdapat dalam KD tetapi tidak tersedia dalam modul. Oleh karena itu, akan lebih baik lagi bila buku modul uji coba bahasa Jepang kelas X SMA Taruna Nusantara ini diperiksa kembali kesesuaiannya dan ditambahkan sehingga menjadi sesuai dengan silabus bahasa Jepang Kurikulum 2013.</p> M Afhiyan Arisman, Dyah Prasetiani, Andy Moorad Oesman ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22597 Sat, 31 Mar 2018 22:44:54 +0000 Analisis Sinonim Kata “Kanji”, “Kibun”, dan “Kimochi” dalam Novel Kicchin karya Yoshimoto Banana https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22598 <p>In Japanese language, synonym is ruigigo. There is ruigigo in many kinds of word class, one of them is noun (meishi), such as: kanji, kibun, and kimochi. If these vocabulary are meant to Indonesian language, they have the same meaning with “feeling”. The words kanji, kibun, and kimochi have been studied by students of Japanese Education Program in Unnes, but in the implementation, they still do not understand yet about the similarity and differences of the words. Because of the reason, it is necessary to analyse words kanji, kibun, and kimochi so that this study result can be useful for the learners of japanese language who are still confused about the similarity and differences of the three words. This research explains about the analysis of a novel Kicchin written by Yoshimoto Banana, <br>because there are many words of kanji, kibun, and kimochi in this novel, thus it is possible find out the similarity and differences of these words. The objective of the research is to describe the similarity and differences of kanji, kibun, and kimochi in the Yoshimoto Banana’s novel Kicchin. This study used equal related technique as the data analysis technique to find out the similarity and differences of kanji, kibun, and kimochi. The result of this research about the similarity are : both of kanji and kimochi can be used to indicate feeling of something, the words kanji and kibun can show surrounding atmosphere as a whole, the words of kibun and kimochi can indicate abstract condition, and heart feeling. The differences of kanji, kibun, and kimochi are : kanji has the meaning of impression to <br>someone or something and can be used as intransitive verb named kanjiru, whereas the meanings kimochi are concrete thought, feeling for someone, and nature feeling.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Sinonim dalam Bahasa Jepang disebut ruigigo. Ruigigo terdapat dalam berbagai kelas kata, salah satunya kelas kata benda (meishi) yaitu kanji, kibun, dan kimochi. Ketiga kosakata tersebut apabila diartikan ke dalam Bahasa Indonesia sama-sama memiliki arti&nbsp; “perasaan”. Kata kanji, kibun, dan kimochi sudah dipelajari oleh mahasiswa prodi pendidikan Bahasa Jepang Unnes, tetapi dalam pelaksanaannya mereka masih belum memahami persamaan dan perbedaan ketiga kosakata tersebut. Oleh sebab itu, perlu dilakukan analisis kata kanji, kibun, dan kimochi agar hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembelajar Bahasa Jepang yang belum memahami persamaan dan perbedaan ketiga kosakata tersebut. Analisis dilakukan dalam novel Kicchin karya Yoshimoto Banana, karena novel ini terdapat banyak kosakata kanji, kibun, dan kimochi sehingga memungkinkan untuk dapat mengetahui persamaan dan perbedaan ketiga kosakata tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan kata kanji, kibun, dan kimochi dalam novel Kicchin karya Yoshimoto Banana. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik hubung banding untuk mengetahui persamaan dan perbedaan kata kanji, kibun, dan kimochi. Hasil penelitian ini, persamaan kata kanji, kibun, dan kimochi dalam novel Kicchin yaitu, kata kanji dan kimochi sama-sama digunakan untuk menunjukkan perasaan terhadap suatu hal. Kata kanji dan kibun sama-sama dapat menunjukkan suasana sekitar secara keseluruhan. Kata kibun dan kimochi sama-sama menunjukkan keadaan abstrak dan kondisi hati. Perbedaan kata kanji, kibun, dan kimochiyaitu kata kanji mempunyai makna kesan yang muncul terhadap seseorang atau suatu hal dan dapat berfungsi sebagai kata kerja intransitif menjadi “kanjiru”. Kata kimochimempunyai makna pemikiran secara konkrit, perasaan terhadap seseorang, dan pembawaan perasaan.</p> Nana Noviana, Silvia Nurhayati, Chevy Kusumah Wardhana ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22598 Sat, 31 Mar 2018 23:02:55 +0000 Analysis of College Students’ Difficulties in Developing paragraph in Japanese writing https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22599 <p><em>This </em><em>is</em><em> a quantitative descriptive research that aime</em><em>s</em><em> to describe</em><em> students’ diffulties in develophing the paragraph in Japanese writing, the</em> <em>causal factors, and solutions</em><em> from difficulties in developing the paragraph</em> <em>experienced </em><em>by students of Japanese Education program in Semarang&nbsp; State University. Samples of this research were a total of 30 students of Japanese Education Program class 2014. The technique of collecting data&nbsp; used was questionnaire. The data results obtained then were analyzed using descriptive percentage approach. The result of this research showed that&nbsp; difficulties developing paragraph on Japanese essay, included determining ideas, writing topic sentences, composing supporting ideas, writing and composing with logical plot, using phrases, vocabulary and sentence patterns. Factors that affected were</em><em> the lack of students' interest in reading and writing, and the students' lack of knowledge about paragraphs. The solutions that could be used to overcome these difficulties were often practicing Japanese writing, read other book references and apply vocabulary and sentence pattern to the fullest. </em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan utuk&nbsp; mendeskripsikan keulitan, faktor penyebab, dan solusi dari kesulitan mengembangkan paragraf pada karangan bahasa Jepang yang dialami oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes. Sampel penelitian ini adalah 30 mahasiswa prodi pendidikan Bahasa Jepang angkatan 2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan angket. Hasil data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan deskriptif prosentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesulitan mengembangkan paragraf pada karangan bahasa Jepang meliputi menentukan ide, menulis kalimat utama, menulis dan menyusun kalimat penjelas dengan alur yang logis, penggunaan ungkapan, kosakata dan pola kalimat. Faktor yang mempengaruhinya adalah kurangnya minat mahasiswa terhadap membaca dan menulis, dan&nbsp; ketidaktahuan mahasiswa tentang paragraf. Solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi kesulitan tersebut yaitu sebaiknya sering berlatih mengarang, membaca referensi buku lain, dan menerapkan kosakata maupun pola kalimat yang sudah dipelajari secara maksimal.</p> Nurjanah Nurjanah, Rina Supriatnaningsih, Ai Sumirah Setiawati ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22599 Sat, 31 Mar 2018 23:21:21 +0000 ANALISIS KESALAHAN PEMILIHAN KATA PADA KARANGAN MAHASISWA SEMESTER IV PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22600 <p><em>From the results of preliminary studies, the students have difficulty selecting words in composition course. The difficulty causes errors of selecting vocabulary. This research is qualitative descriptive research which aims to describe the error of selecting words on students’ composition of Unnes Japanese Education. Data source in this research is taken from the composition of 50 students in semester IV in 2015 academic year Semarang University. </em><em>Data collection technique in this research is the monitoring technique and writing notetechnique. Monitoring done by reading student’s compotitions, who is the&nbsp; source of data in this research.&nbsp; As noted technique used notes errors fragment. Basedon the analysis of data, there are 288 sentences error in diction selection: 51 dooshi selection errors, 46 meishi selection errors, </em><em>2 keiyooshi selection errors, 8 rentaishi selection errors, 4 fukushi selection errors, 2 setsuzokushi selection errors, 92 jooshi selection errors, and 23 jodooshi errors selection.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Dari hasil studi pendahuluan, mahasiswa mengalami kesulitan dalam memilih kata ketika menulis karangan. Kesulitan tersebut menyebabkan kesalahan- kesalahan dalam penggunaan kosakata. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan utuk mendeskripsikan kesalahan pemilihan kata pada karangan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes. Data yang digunakan adalah kesalahan pemilihan kata pada karangan (<em>sakubun</em>). Sumber data dalam penelitian ini berupa hasil karangan mahasiswa semester IV angkatan 2015 Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang berjumlah 50 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan teknik catat. Teknik simak dilakukan dengan membaca karangan mahasiswa yang merupakan sumber penelitian. Teknik catat digunakan untuk mencatat potongan kalimat yang terdapat kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesalahan dalam pemilihan kata sebanyak 228 kesalahan, meliputi 51 kesalahan pemilihan <em>dooshi</em>, 46 kesalahan pemilihan <em>meishi</em>, 2 kesalahan pemilihan <em>keiyooshi</em>, 8 kesalahan pemilihan <em>rentaishi</em>, 4 kesalahan pemilihan <em>fukushi</em>, 2 kesalahan pemilihan <em>setsuzokushi</em>, 92 kesalahan pemilihan <em>jooshi</em>, dan 23 kesalahan pemilihan <em>jodooshi</em>.</p> Yayuk Indrasari, Rina Supriatnaningsih, Silvia Nurhayati ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie/article/view/22600 Sat, 31 Mar 2018 23:28:51 +0000