Developmental and Clinical Psychology https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/dcp <p style="text-align: justify;"><strong>Indonesian Version</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong></strong><em>Developmental and Clinical Psychology Journal</em> merupakan media publikasi ilmiah yang terbit tiga kali dalam setahun untuk mengakomodasi pemikiran dan inovasi hasil penelitian dalam bidang psikologi pendidikan. Redaksi mengundang para ahli, sarjana, dan peminat yang berminat menyumbangkan pemikirannya di dalam jurnal ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>English Version</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong></strong>Journal of Developmental and Clinical Psychology is the scientific publication media, published three (3) times a year to accommodate the thought and educational psychology research innovation. Editors invite experts, scholars, and enthusiasts who are interested in donating his thinking in this journal.</p> en-US Developmental and Clinical Psychology 2252-6358 POSTPARTUM BLUES SYNDROME PADA KELAHIRAN ANAK PERTAMA https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/dcp/article/view/4441 <p>Penelitian ini berusaha menggambarkan secara lebih jelas dan mendalam tentang bagaimana postpartum blues syndrome pada kelahiran anak pertama. Penelitian ini menggunakan metode wawancara (interview) dan observasi. Subjek pada penelitian ini yaitu dua orang ibu postpartum anak pertama. Penelitian ini penting karena postpartum blues syndrome dapat berkembang menjadi depresi postpartum bila tidak tertangani dengan baik, sedangkan postpartum blues syndrome biasanya dianggap sebagai hal wajar karena aktivitas hormon sementara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua subjek mengalami postpartum blues yang kemunculannya disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang cenderung berperan dari kedua subjek adalah faktor latar belakang psikososial, dimana kedua subjek kurang mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat. Faktor lain yang juga mencolok, pada subjek pertama adalah faktor pengalaman dalam proses kehamilan dan persalinan, dan pada subjek kedua merupakan faktor fisik.</p><p> </p><p>This study attempted to describe more clearly and deeply about how the postpartum blues syndrome at birth of the first child. This study uses interviews and observation method. Subjects in this study are two mothers after bearing first child. This study is important because postpartum blues syndrome can be postpartum depression if it is not good handled, and postpartum blues syndrome usually believed as a natural condition because of several horon activity. The results of this study indicate that the two mothers experiencing postpartum syndrome its apparition because of some factor. Factors that give an impact from the two subject are the psychosocial factor, where both subjek getting less of support from closest people. The other factor which also strike, at the first subject is the experience of bearing and pregnancy process, and at the second subject are physical factor.</p> Allades Monalisa Jayasima Sri Maryati Deliana Moh. Iqbal Mabruri ##submission.copyrightStatement## 2014-10-15 2014-10-15 3 1 CINDERELLA KOMPLEKS PADA MAHASISWI DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/dcp/article/view/4442 <p>Kemandirian merupakan salah satu unsur kepribadian yang dianggap penting bagi kehidupan manusia dalam kaitannya dengan dunia sekitar. Faktanya, tidak semua perempuan dapat mandiri karena mengalami ketergantungan, takut mandiri, serta mempunyai keinginan yang mendalam untuk dirawat dan dilindungi oleh orang lain. Fenomena ketakutan akan kemandirian ini dikenal dengan istilah cinderella complex. Cinderella complex pada mahasiswi adalah ketergantungan secara psikologis yang ditunjukkan dengan adanya keinginan yang kuat untuk dirawat dan dilindungi orang lain terutama laki-laki. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sample. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 160 orang, yaitu mahasiswi Universitas Negeri Semarang yang sedang menempuh pendidikan Diploma atau Sarjana yang berumur 16-25 tahun. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket ciri-ciri cinderella complex dan skala cinderella complex. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa cinderella complex pada mahasiswi di Universitas Negeri Semarang berada pada kategori sedang. Hal ini mengindikasikan bahwa ketakutan akan kemandirian yang dialami oleh mahasiswi di Universitas Negeri Semarang tidak terlalu berat. Aspek cinderella complex yang paling menonjol pada mahasiswi di Universitas Negeri Semarang yaitu mengharap pengarahan orang lain dan yang tidak menonjol yaitu tergantung kepada orang lain.</p><p> </p><p>Self-reliance is one element of personality that are considered essential for human in relation to the world. In fact, not all women can be independent because of a dependency, fear of self, and having a deep desire to be cared and protected by others. The phenomenon of fear of independence is known as the Cinderella complex. Cinderella complex on female college student is psychological dependence which indicated by a strong desire to be cared and protected by others, especially a men. This research is descriptive quantitative research. The sampling technique use purposive sample. Subjects in this research is 160 people, in Semarang State University student currently studying a Diploma or Bachelor aged 16-25 years old. Data collection tool used was a questionnaire characteristics cinderella complex and cinderella complex scale. The results obtained showed that the cinderella complex at Semarang State University student is in the middle category. This indicates that the fear of independence experienced by the student at the Semarang State University is not too serious condition. Aspect that most prominent is expecting guidance of others and who have the not prominent is dependent on other people.</p> Anisa Dwi Hapsari Moh. Iqbal Mabruri Rulita Hendriyani ##submission.copyrightStatement## 2014-10-15 2014-10-15 3 1 HUBUNGAN KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/dcp/article/view/4443 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perilaku seksual pranikah remaja yang akhir-akhir ini banyak dijumpai di Universitas Negeri Semarang. Perilaku seksual pranikah dapat digolongkan sebagai kenakalan remaja sebagai akibat gagalnya sistem kontrol diri terhadap pengaruh dari luar. Keterkaitan antara kontrol diri dengan perilaku seksual pranikah pada remaja memperlihatkan bahwa kemampuan mengendalikan diri berperan penting dalam menekan perilaku seksual. Perilaku seksual pranikah dapat ditekan apabila terdapat kontrol diri yang kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara kontrol diri dengan perilaku seksual pranikah pada mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif korelasional. Subjek pada penelitian ini berjumlah 160 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi negatif antara kontrol diri dengan perilaku seksual pada mahasiswa dengan koefisien r =- 0,417 dan signifikansi atau p = 0,000. Apabila kontrol diri rendah maka perilaku seksualnya akan tinggi, begitu juga sebaliknya.</p><p> </p><p>This research is motivated by the phenomenon of premarital sexual behavior of teenagers these days are often found at the State University of Semarang. Premarital sexual behavior can be classified as juvenile delinquency as a result of the failure of self-control system to outside influences. The link between self-control with premarital sexual behavior in adolescents showed that the ability to control themselves play an important role in suppressing sexual behavior. Premarital sexual behavior can be reduced if there is a strong self-control. The purpose of this study is to determine is there a relationship between self-control with premarital sexual behavior at Semarang State University students. This research is a quantitative correlation. Subjects in this study amounted to 160 students. The sampling technique used was purposive sampling. The results showed no negative correlation between self-control sexual behavior in students with a coefficient of r = - .417 and significance or p = 0.000. If the low self-control sexual behavior will be high, and vice versa.</p> Aprilia Kristina Dewi ##submission.copyrightStatement## 2014-10-15 2014-10-15 3 1 FAKTOR-FAKTOR PEMILIHAN ORIENTASI SEKSUAL (Studi Kasus Pada Lesbian) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/dcp/article/view/4444 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang faktor-faktor yang menjadi penyebab seseorang memilih orientasi seksual lesbian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus, dengan subjek dua wanita dewasa yang menjadi lesbian. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang menjadi lesbian adalah faktor ekonomi, faktor lingkungan sosial, memandang hubungan heteroseksual sebagai hubungan yang tidak menyenangkan, adanya trauma dimasa lalu saat menjalin hubungan dengan pria, dan pernah mengalami pelecehan seksual.</p><p> </p><p>This study aims to explain the factors that cause a person choose a lesbian sexual orientation. This research is a qualitative case study, the subject of two adult women who become lesbians. The results showed that the factors that affect a person's being a lesbian is a factor of economic, social environmental factors, view heterosexual relationships as an unpleasant relationship, past trauma while in a relationship with a man, and had experienced sexual harassment.</p> Dhea Marthilda Moh. Iqbal Mabruri Rulita Hendriyani ##submission.copyrightStatement## 2014-10-15 2014-10-15 3 1 SUICIDE IDEATION PADA REMAJA DI KOTA SEMARANG https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/dcp/article/view/4445 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keparahan dan intensitas suicide ideation yang terjadi pada remaja serta faktor-faktor yang mempengaruhi suicide ideation pada remaja khususnya di kota Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di Kota Semarang yang berusia 12 sampai 22 tahun dan masih menempuh pendidikan baik di tingkat SMP dan SMA sederajat serta di Perguruan Tinggi. Teknik sampling yang digunakan diantaranya: teknik sampel random, sampel proporsional,dan accidental sampling. Metode pengumpulan data dengan memodifikasi pada Columbia-Suicide Severity Rating Scale (C-SSRS) disertai sebuah pertanyaan terbuka untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi suicide ideation. Hasil penelitian menunjukkan sekitar satu per tiga remaja dari 442 responden memiliki atau pernah mengalami suicide ideation. Secara umum keparahan suicide ideation yang dialami responden belum termasuk dalam kategori serius dengan intensitas rendah. Berbagai faktor yang mempengaruhi suicide ideation pada remaja, seperti: masalah keluarga, percintaan, tekanan psikologis, permasalahan yang dihadapi, kurang memperoleh perhatian, masalah di sekolah, pertemanan, harga diri rendah, tekanan sosial dan ekonomi, bosan hidup, putus asa, kesehatan, kematian seseorang, takut masa depan, dan kegagalan. Diketahui pula metode dalam suicide ideation seperti dengan overdosis obat, melompat dari ketinggian, menggunakan senjata tajam, bunuh diri di jalan, gantung diri, menenggelamkan diri, tidak makan, dan menghentikan pengobatan.</p><p> </p><p>The purpose of this research is to know the severity and intensity of suicide ideation happens to adolescent as well as the factors that influence suicide ideation in adolescent particularly in Semarang city. The population in this research were adolescents in Semarang aged 12 to 22 years old and still studying at both the junior and senior high school or equivalent and at college. The sampling techniques used include: random sampling technique, the sample proportionate, and accidental sampling. Method of collecting data by modifying the Columbia Suicide Severity Rating Scale (C-SSRS) accompanied by an open question to find out the factors that influence suicide ideation. The results showed about one-third of the 442 respondents have or had experienced suicide ideation. In general, the severity of suicide ideation experienced by respondents are not included in the serious category of low intensity. Various factors influencing suicide ideation in adolescent, such as: family issues, romance, psychological distress, problems encountered, less gained the attention, problems at school, friendship, low self esteem, social and economic pressures, bored, hopeless, health, death of a person, fear of the future, and failure. Also known as a method in suicide ideation with a drug overdose, jumping from a height, using a sharp weapon, commits suicide in the street, hanging himself, drown himself, not eating, and stopping treatment.</p> Jeli Pratiwi Anna Undarwati ##submission.copyrightStatement## 2014-10-15 2014-10-15 3 1 MOTIVASI SUAMI MENGIKUTI PROGRAM KB DENGAN METODE KONTRASEPSI MANTAP (VASEKTOMI) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/dcp/article/view/4446 <p>Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran motivasi suami mengikuti program KB dengan metode kontrasepsi mantap (vasektomi). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Oleh karena itu, penulis yang sekaligus sebagai peneliti akan menggunakan in depth interview, mengingat bahan kajian yang akan diteliti bersifat sangat pribadi bagi subjek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Narasumber yang memiliki motivasi paling lemah adalah narasumber keempat yaitu MF. MF memiliki moivasi yang lemah karena MF tidak memenuhi semua aspek yang menunjukkan adanya motivasi. Narasumber yang memiliki motivasi paling kuat adalah narasumber ketiga. Narasumber ketiga berinisial SM. SM memiliki motivasi paling kuat karena dia memiliki aspek-aspek motivasi yang baik.</p><p> </p><p>This study aims to reveal the husband motivation to follow the family planning program with a steady method of contraception (vasectomy). This study uses qualitative methods. Therefore, the writer who is also a researcher will be using in depth interviews, given the study materials that will be examined is very personal for research subjects. The results of this study indicate that the resource persons who have the weakest motivation is the fourth speaker MF. MF has weak moivasi because MF does not fulfill all the aspects that indicate the presence of motivation. Speakers who have the most powerful motivation is the third speaker. Third speaker initials BC. BC has the most powerful motivation because he has the aspects of a good motivation.</p> Maydita Arie Stya Putri Sugeng Hariyadi Rahmawati Prihastuty ##submission.copyrightStatement## 2014-10-15 2014-10-15 3 1 Efektivitas Permainan Ular Tangga untuk Meningkatkan Kemampuan Materi Penggunaan Mata Uang Pada Anak Tunagrahita Ringan https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/dcp/article/view/4447 <p>Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan jumlah subyek 8 orang. Desain penelitian eksperimen yang digunakan adalah desain eksperimen perlakuan ulang (Time Series Design) merupakan desain eksperimen yang hanya menggunakan satu kelompok subyek serta pengukuran dilakukan berulang-ulang. Sehingga dapat membandingkan kecenderungan perubahan skor sebelum dan sesudah pemberian manipulasi melalui tes prestasi. Hasil penelitian diawali dengan kegiatan pretest dengan mean 4,2222. Selanjutnya diberikan perlakuan berupa permainan ular tangga. Hasil pretest menunjukkan perbedaan kemampuan siswa yang terbukti dengan postest pertama yang memiliki nilai mean sebesar 5,8889, Z -2,762 dan signifikansi 0,06. Selanjutnya postest pertama juga menunjukkan perbedaan kemampuan siswa yang terbukti pada postest ke dua dengan mean 7,000, Z -2,724 dan signifikansi 0,006. Postest ke dua juga menunjukkan perbedaan kemampuan siswa dengan bukti pada postest yang ke tiga memperoleh mean 8,3333, Z -2,701 dan signifikansi 0,007. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan validitas isi yang dilakukan oleh guru, dosen pembimbing, maupun siswa. Selanjutnya, reliabilitas pada penelitian ini sebesar 0,458. Kesimpulan dari penelitian ini adalah permainan ulartangga memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan materi penggunaan mata uang pada anak tunagrahita ringan.</p><p> </p><p>This study use experimental research the number of subjects 8 people. Experimental research design used was a re-design of the experimental treatment (Time Series Design) is an experimental design which uses only single group of subjects as well as measurements performed repeatedly. So as to compare the trend of changes in scores before and after manipulation through achievement tests. The result of the study began with a pretest with mean 4.2222. Further treatment is given in the form of snake and ladder game. Pretest results showed differences in the ability of students who proved to have the first posttest mean value of 5.8889, Z -2.762 and a significance of 0.06. Furthermore, the first post-test also showed differences in the ability of students who proved to posttest two with mean 7.000, Z -2.724 and 0.006 significance. Posttest two also showed diffefrences in the ability of students with evidence on the posttest to obtain three mean 8.3333, Z -2.701 and 0.007 significance. The validity of that used in this study was conducted using content validity by teachers, lecturers, and students. Furthermore, the reliability in this study was 0.458. The conclusion of this study is snake and ladder game gives effect to increase the ability of curency usage material toward mentally retarded children light.</p> Nur Astuti Agustriyana Anna Undarwati ##submission.copyrightStatement## 2014-10-15 2014-10-15 3 1 PASANGAN DUAL KARIR: HUBUNGAN KUALITAS KOMUNIKASI DAN KOMITMEN PERKAWINAN DI SEMARANG https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/dcp/article/view/4448 <p>Memelihara hubungan perkawinan sangat penting bagi suami istri terlebih pada pasangan dual career. Pasangan dual career yaitu pasangan suami istri yang berperan aktif mengejar karir dan kehidupan keluarga secara bersamaan. Pasangan dual career umumnya memiliki masalah berkaitan dengan komunikasi seperti waktu yang kurang flexibel dan minim kesempatan untuk berdialog. Apabila tidak segera diatasi, masalah dapat mengganggu kelangsungan kehidupan perkawinan dan berdampak pada komitmen perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas komunikasi dengan komitmen perkawinan pasangan dual career. Penelitian dilakukan di kota Semarang, subjek penelitian pasangan sebanyak 104 subjek. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh menggunakan skala komitmen perkawinan sebanyak 45 item dengan koefisien alpha cronbach sebesar 0,962. Skala kualitas komunikasi sebanyak 46 item dengan koefisien alpha cronbach sebesar 0,963. Metode analisis data menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian (r:0,789 dengan p:0,000) menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kualitas komunikasi dengan komitmen perkawinan dual career.</p><p> </p><p>Maintaining marital relationship is very important for married couples, especially on dual career couples. Dual career couple are couple who have active role to pursue a career and family life together. Dual career couples generally have problems related to communication such as less time and lack of dialogue. The problem if not quickly addressed can disturb the sustence of life marriage and impact on commitment marriage. This research aims to know the relation between quality communication with marriage commitment dual career couples. Research conducted in Semarang City with subject research of married couple were 104 subjects. Sample collection used purposive sampling tecnique. Research data obtained used scale of marital commitment consist 45 items and coefficient cronbach alpha 0,962. Scale quality communication consists 46 items with coefficient cronbach alpha 0,963. Analysis data method in this research using analysis correlation product moment. This result of research (r:0,789 with p:0,000) shows there is a significant relation between the quality of communication with the marital commitment of dual career couple.</p> Retno Ayu Astri Adelina Andro Meda ##submission.copyrightStatement## 2014-10-15 2014-10-15 3 1 PENGARUH KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR ANAK USIA SEKOLAH https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/dcp/article/view/4449 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan ayah dalam pengasuhan terhadap prestasi belajar anak usia sekolah Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional, dengan mengambil populasi siswa kelas IV dan V SD Negeri Genuk 01 Ungaran Barat yang berjumlah 82 siswa. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan diukur dengan skala keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Rentang koefisien validitas item valid dari 0,315 sampai dengan 0,689. Koefisien reliabilitasnya sebesar 0,887. Prestasi belajar diambil dari jumlah nilai rapor ranah kognitif siswa pada semester I. Hasil penelitian menunjukkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan tergolong dalam kriteria tinggi dengan persentase 73,2 %, Keterlibatan ayah dalam pengasuhan ditinjau dari tiap aspek keterlibatan yang tertinggi hingga rendah yaitu spiritual, sosial, intelektual, afektif dan fisik. Prestasi belajar sebagian besar siswa berada pada kriteria sedang dan rendah yaitu 73 %. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi atau p = 0,020 berarti ada pengaruh yang signifikan antara keterlibatan ayah dalam pengasuhan terhadap prestasi belajar anak usia sekolah. Koefisien korelasi r = 0,226 menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang rendah dari keterlibatan ayah dalam pengasuhan terhadap prestasi belajar siswa pada kelas IV dan V di SD Negeri Genuk 01 Ungaran Barat.</p><p> </p><p>This study aimed to determine the effect of father involvement in parenting towards school age children learning achievement. This research is a quantitative correlation, which took population amount to 82 students of class IV and V West Ungaran Genuk 01 State Elementary School. Father involvement in parenting measured by father involvement in parenting scale. The validity coefficients range of valid items are from 0,315 to 0,689. This scale have reliability coefficient of 0,887. Student learning achievement taken from cognitive total value of semester 1 report. The results showed variable father involvement in parenting belonging to high criteria with percentage of 73,2 %. Father involvement in parenting terms from each aspects of involvement, the highest until lowest aspect are spiritual, social, intellectual, affective, and physic. Most of students achievement were 73 % on average and low criteria. The result showed significance value or p = 0.020 means there is a significant effect between father involvement in parenting towards school age children learning achievement. The correlation coefficient r = 0,226 showed, there is low effect of father involvement in parenting towards student learning achievement on class IV and V at West Ungaran Genuk 01 State Elementary School.</p> Sartina Septi Purwindarini Sri Maryati Deliana Rulita Hendriyani ##submission.copyrightStatement## 2014-10-15 2014-10-15 3 1 SUBJECTIVE WELL-BEING PADA LANSIA DITINJAU DARI TEMPAT TINGGAL https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/dcp/article/view/4450 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status tempat tinggal terhadap Subjective well-being pada lansia. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif korelasional. Subyek pada penelitian ini berjumlah 59 orang lansia yang terdiri dari 29 orang lansia yang tinggal di panti dan 30 orang lansia yang tinggal di rumah. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan skala penelitian yaitu skala Subjective well-being sebanyak 33 item. Metode analisis data yang digunakan tehnik statistik uji non parametrik U Mann-Whitney yang dikerjakan dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjective well-being (SWB) lansia yang tinggal bersama keluarga lebih baik dari pada lansia yang tinggal di panti. Hasil analisis menunjukkan U mann-whitney sebesar 209,000 dan probabilitas (p) sebesar 0,001. Karena p&lt;0,05 (p=0,000 &lt; 0,05) maka Ho diterima, atau ada perbedaan antara subjective well-being pada Lansia yang tinggal di rumah dan yang tinggal di panti.</p><p> </p><p>This research aims to determine the effect of residential status on Subjective well-being in the elderly. The research was a quantitative correlation. The subjects in this research amounted to 59 elderly people, including 29 elderly people living at home and 30 elderly people living at home. The sampling technique used in this study is purposive sampling. The research uses the research scale is a scale Subjective well-being as much as 33 items. Methods of data analysis used non-parametric statistical techniques test Mann-Whitney U were done with SPSS 16.0 for Windows. The results showed that the Subjective well-being (SWB) of elderly living with family is better than the elderly living at home. The analysis showed Mann-Whitney U was 209,000 and the probability (p) of 0.001. Because p &lt;0.05 (p = 0.000 &lt;0.05) then Ho is accepted, or there is a difference between subjective well-being in the elderly living at home and living at home.</p> Sofa Indriyani Moh. Iqbal Mabruri Edy Purwanto ##submission.copyrightStatement## 2014-10-15 2014-10-15 3 1