Abstract




Berdasarkan pengamatan di laboratorium Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang terdapat 3 unit trainer pendingin sebagai penunjang media pembelajaran mahasiswa sejumlah 40 orang, pada mata kuliah refrigerasi dan tata udara. Hal ini kurang cukup untuk memenuhi kebutuhan media pembelajaran tersebut, oleh karena itu perlu adanya pengembangan unit media pembelajaran berupa trainerpendingin sebagai salah satu penunjang pada mata kuliah refrigerasi dan tata udara.


Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan produk yang dibuat berupa trainer AC Split sebagai media pembelajaran. Tahap pengujian meliputi uji validasi kelayaan trainer yang ditujukan ke 22 responden.


Hasil penelitian uji alat dan uji validasi kelayakan trainer. Pertama Standar trainer AC Split R32 Ramah Lingkungan sebagai media pembelajaran mata kuliah Refrigerasi dan Tata Udara, maksimal pada evaporator 18oC kompresor dapat bekerja normal, di bawah suhu 18oC kompresor mengalamioverload. Kedua hasil angket yang telah diberikan oleh 22 responden secara umum menyatakan sangat layak. Trainer AC Split R32 Ramah Lingkungan sebagai Media Pembelajaran Mata Kuliah Refrigerasi dan Tata Udara. Peneliti memberikan saran untuk peneliti selanjutnya yaitu: (1)Trainer AC Split R32tidak boleh bekerja melebihi suhu pada evaporator 18oC, karena pada suhu evaporator 16oC kompresor mengalami overload.(2)Trainer AC Split 32 masih menggunakan sistem kerja analog untuk penlitian selanjutnya diharapkan dengan trainer AC Split sistem digital.