https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduel/issue/feed Edu Elektrika Journal 2020-03-04T08:19:17+00:00 Edi Sarwono edu.elektrika@mail.unnes.ac.id Open Journal Systems <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">Edu Elektrika Journal [<a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1333551640&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">P-ISSN 2252-7095</a>]. This journal publishes original research and review papers in the fields of electricity, electronics, control system, telecomunication, and computer.</p> <p style="text-align: justify;"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=6thGZV8AAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener"><img src="/nju/public/site/images/widiyanto/images_(2)_-_Copy1.jpg" alt="" width="192" height="83"></a>&nbsp;<a href="https://doaj.org/toc/2252-7095" target="_blank" rel="noopener"><img src="/sju/public/site/images/ariefarfriandi/DOAJ_logo.jpg" width="240" height="73"></a>&nbsp;<a href="http://sinta2.ristekdikti.go.id/journals/detail?id=649" target="_blank" rel="noopener"><img src="/sju/public/site/images/ariefarfriandi/sinta_logo.png" width="243" height="87"></a></p> https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduel/article/view/37879 Modul Programmable Logic Controller (PLC) Menggunakan Cx-Programmer Untuk Siswa SMK 2020-03-04T05:12:25+00:00 Arief Rachman AriefRachman.edu@gmail.com Slamet Seno Adi AriefRachman.edu@gmail.com <p>Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan modul sebagai pendampin belajar PLC sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan untuk mengetahui kelayakan modul PLC dalam proses pembelajaran di mata pelajaran produktif program keahlian Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik (TIPTL) SMK Dr Tjipto Semarang. Penelitian ini menggunakan &nbsp;jenis &nbsp;penelitian &nbsp;pengembangan &nbsp;dengan &nbsp;metode &nbsp;R&amp;D &nbsp;(research &nbsp;and &nbsp;development) yang dibatasi pada beberapa tahap saja, tahap-tahap tersebut meliputi:potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan produksi masal. Penelitian tahap uji kelayakan melibatkan guru dan &nbsp;siswa, &nbsp;dengan &nbsp;jumlah &nbsp;3&nbsp; guru &nbsp;ahli &nbsp;dan &nbsp;20 &nbsp;siswa &nbsp;jurusan &nbsp;Teknik &nbsp;Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik. Hasil penilaian mengenai kelayakan modul oleh guru ahli pada aspek materi mendapat skor 94 % (sangat layak), pada aspek tampilan mendapat skor 95 % (sangat layak), dan pada aspek tujuan mendapat skor 92 % (sangat layak). Penilaian pada uji coba pemakaian oleh siswa pada aspek pembelajaran mendapat skor 80 &nbsp;%&nbsp; (layak), &nbsp;pada &nbsp;aspek &nbsp;isi &nbsp;mendapat &nbsp;skor &nbsp;78 &nbsp;%&nbsp; (layak), &nbsp;pada &nbsp;aspek &nbsp;penyajian mendapat skor 81 % (layak), pada aspek daya tarik mendapat skor 80 % (layak), dan pada aspek umpan balik mendapat skor 81 % (layak). Berdasarkan dari hasil uji kelayakan dan uji pemakaian dapat disimpulkan bahwa modul praktek PLC layak digunakan sebagai bahan ajar pembelajaran untuk mata pelajaran instalasi motor listrik pada sub bab PLC di SMK Dr. Tjipto Semarang.</p> 2019-06-20T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduel/article/view/37880 Implementasi Model Pembelajaran Group Investigation Berbantuan Captivate Pada Microsoft Word Untuk Meningkatkan Hasil Belajar, Minat, dan Persepsi Siswa Di SMA Negeri 1 Maos Cilacap 2020-03-04T08:15:26+00:00 Siti Fatimah sitifatimah.edu@gmail.com <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar kognitif, minat, dan persepsi siswa terhadap pembelajaran dengan implementasi model pembelajaran group investigation berbantuan captivate.Jenis penelitian ini adalah quasi experimental design. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonequivalent control group pretest-posttest design.Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Maos Cilacap tahun 2015/2016. Dari hasil analisis data, diperoleh hasil analisis uji hipotesis hasil belajar kognitif diperoleh thitung = 5,067 dan ttabel=1,67 dengan α = 5% dengan dk = 31 + 32 – 2 = 61. Kriteria pengujian yaitu Ho diterima jika thitung&gt; ttabel , maka thitung berada pada daerah penolakan Ho. Karena thitung berada pada daerah penolakan Ho, hal tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Hasil analisis uji gain hasil belajar kognitif pada kelas eksperimen sebesar 0,311 (sedang), sedangkan pada kelas kontrol sebesar 0,124 (rendah). Hasil analisis presentase minat belajar kelas eksperimen sebesar 85% (sangat baik), sedangkan minat belajar kelas kontrol sebesar 71% (baik). Hasil analisis presentase persepsi siswa kelas eksperimen sebesar 93% (sangat baik), sedangkan persepsi siswa kelas kontrol sebesar 84% (sangat baik). Berdasarkan analisis data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran group investigation berbantuan captivate mampu meningkatkan hasil belajar, minat, dan persepsi.</p> 2019-06-20T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduel/article/view/37882 Pengembangan Aplikasi Berbasis Android Studio Pada Materi Keterampilan Dasar Mengajar Berdasarkan Analisis Tpack 2020-03-04T08:17:14+00:00 Pipit Utami pipitutami.edu@gmail.com <p>Keterampilan dasar mengajar (KDM) merupakan kompetensi penting dalam pengelolaan pembelajaran. KDM di pelajari mahasiswa pada pembelajaran mikro. Ketergantungan pihak lain baik dosen maupun rekan peer teaching menjadi salah satu kendala penilaian KDM. Artikel ini mendeskripsikan spesifikasi alat bantu (media) pembelajaran berbasis android untuk mata kuliah microteaching (ALearnforMicro) yang dibutuhkan dan menganalisis kinerja media pembelajaran tersebut. Tahapan pengembangan diawali dari Analisis, Desain, Pengembangan dan Evaluasi. Hasil analisis yang merujuk pada TPACK dan desain menunjukkan bahwa spesifikasi media berbasis android tersebut terdiri atas dua menu utama yaitu materi (memuat beragam unsur multimedia) dan penilaian (selain penilaian berbasis teks juga memuat unsur speech recognition). Kinerja ALearnforMicro dari sisi functionality menunjukkan kriteria sangat layak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ALearnforMicro dapat digunakan dalam pembelajaran. Meskipun demikian untuk penelitian selanjutnya perlu menambahkan fitur-fitur tambahan seperti penilaian berbasis realtime memuat unsur multimedia.</p> 2019-06-20T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduel/article/view/37883 Eksperimen Perbandingan Model Pembelajaran Gqga Dengan Model Pembelajaran TPS Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran TIK 2020-03-04T08:17:52+00:00 Frida Kusuma Wardani fridakusumawardani.edu@gmail.com <p>Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Suruh pada mata pelajaran TIK antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran GQGA dengan TPS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Suruh tahun 2015/2016 dengan jumlah 438 siswa. Sampel penelitian ini dipilih secara acak, kelas yang terpilih adalah kelas XA sebagai kelas eksperimen dan XB sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan rata- rata hasil belajar kelas eksperimen 89,0 dan kelas kontrol 76,7. Hasil uji peningkatan hasil belajar kelas eksperimen 0,72 dengan kriteria peningkatan tinggi dan 0,48 untuk kelas kontrol dengan kriteria peningkatan sedang. Dari hasil uji paired sample T test diperoleh kelas kontrol P<sub>value </sub>&lt; P<sub>tabel </sub>(0,00&lt;0,05) dan kelas eksperimen P<sub>value</sub> &lt; P<sub>tabel</sub> (0,00 &lt; 0,05) maka H<sub>0</sub> ditolak maka dapat disimpulkan&nbsp; bahwa&nbsp; ada&nbsp; perbedaan&nbsp; hasil&nbsp; belajar&nbsp; siswa&nbsp; pada&nbsp; kelas&nbsp; kontrol&nbsp; dan&nbsp; eksperimen. Berdasarkan&nbsp; uji&nbsp; independen&nbsp; sample&nbsp; T&nbsp; test&nbsp; P<sub>value </sub>&lt; P<sub>tabel</sub>&nbsp; (0,00&nbsp; &lt;&nbsp; 0,05)&nbsp; sehingga&nbsp; H<sub>0</sub>: µ. = µ0 ditolak. Artinya Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa kelas X yang menggunakan model pembelajaran GQGA dengan TPS dan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran GQGA&nbsp; lebih&nbsp; baik&nbsp; daripada&nbsp; yang&nbsp; menggunakan&nbsp; TPS.&nbsp; Kesimpulan&nbsp; dalam&nbsp; penelitian&nbsp; ini&nbsp; adalah bahwa ada perbedaan hasil belajar dan hasil belajar model pembelajaran GQGA lebih baik. Saran dalam penelitian ini hendaknya guru bervariasi dalam pembelajaran, mampu menciptakan suasana kelas&nbsp; yang&nbsp; menyenangkan&nbsp; dan&nbsp; menarik,&nbsp; serta&nbsp; diadakannya&nbsp; penelitian&nbsp; lebih&nbsp; lanjut&nbsp; mengenai penerapan model pembelajaran GQGA pada materi yang berbeda.</p> 2019-06-20T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduel/article/view/37884 Kesesuaian Learning Management System (LMS) Schoology Sebagai Teknologi Penunjang Kegiatan Belajar Mengajar Siswa Sekolah Menengah Pertama Di Era Generasi Z (Studi Kasus SMP IT Insan Cendekia Semarang) 2020-03-04T08:18:19+00:00 Hendro E. Prabowo hendroeprabowo.edu@gmail.com <p>Tingginya mobilitas manusia dalam kehidupan sehari-hari memberikan dampak pada dunia pendidikan. Salah satunya adalah materi yang disampaikan pada siswa kurang maksimal dan perhatian serta pengawasan terhadap siswa baik dari segi orang tua maupun tenaga pendidik (guru) menjadi sangat kurang. Hal ini semakin parah dengan adanya gawai pintar (smart gadget) yang digunakan secara luas. Siswa yang lahir pada generasi Z atau generasi melek internet menghabiskan 7,5 jam per hari bersama dengan gawai mereka. Jika kondisi ini tidak diarahkan, diawasi dan dimanfaatkan dengan baik, maka minat belajar siswa semakin lama akan semakin menurun. Learning Management System (LMS) Schoology dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Namun sebelum diterapkan, kita perlu mengetahui kesesuaian layanan atau fitur LMS dengan kegaitan belajar mengajar yang berlansung saat ini. Berdasarkan hasil pelatihan dan pengujian (pre-test dan post-test), sebanyak 75% tenaga pendidik merasa LMS ini sesuai jika diterapkan pada pembelajaran mereka. Sedangkan lainnya (25%), mereka merasa LMS ini belum begitu diperlukan mengingat masih diperlukan pengawasan lebih untuk siswa tingkat menengah pertama dalam penggunaan gawai.</p> 2019-06-20T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduel/article/view/37885 Efektifitas Implementasi Media Pembelajaran Edmodo Pada Mata Pelajaran Jarigan Dasar Jurusan Teknik Komputer Dan Jaringan Di SMK Negeri 2 Tegal 2020-03-04T08:18:42+00:00 Abdullah Labib abdullahlabib.edu@gmail.com <p>Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, pembelajaran perlu didukung dari berbagai aspek salah satunya media pembelajaran. Hal ini untuk mengatasi berbagai permasalahan seperti keterbatasan ruang dan waktu, metode pembelajaran yang konvensional, sumber dan hasil belajar siswa. Maka peran media sangat dibutuhkan. Salah satu media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan membantu dalam meningkatkan hasil belajar siswa yakni Edmodo, yaitu sebuah media pembelajaran berbasis jejaring sosial yang memudahkan guru untuk membuat dan mengelola kelas virtual sehingga siswa dapat terhubung dengan teman sekelas dan guru kapan saja dan dimana saja.&nbsp;Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Kelas X TKJ1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X TKJ2 sebagai kelas kontrol untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran Edmodo mata pelajaran Jaringan Dasar kelas X di SMK Negeri 2 Tegal. Pemilihan sampel dengan cara sampling purposive. Pengambilan data hasil belajar siswa diperoleh dengan menggunakan tes kemampuan awal, tes hasil belajar dan angket untuk memperoleh respon siswa terhadap media pembelajaran.Setelah dilakukan penelitian diperoleh data bahwa uji t hasil belajar siswa antara pretest dan posttest diperoleh nilai thitung sebesar 7,6882 &gt; ttabel sebesar 1,6698, didukung pula dengan nilai rata-rata posttest meningkat. Dan diperoleh skor gain kelas eksperimen lebih besar dibandingkan dengan kelas kontrol yakni 0,665 &gt; 0,296. Serta hasil skor angket respon siswa sebesar 79,53%. Sehingga pembelajaran menggunakan media pembelajaran Edmodo pada mata pelajaran Jaringan Dasar kelas X di SMK Negeri 2 Tegal dapat dikatakan efektif serta mendapat respon yang positif dari siswa.&nbsp;</p> 2019-06-20T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduel/article/view/37886 Dongeng Anak Animasi “Semut Dan Kepompong” Sebagai Media Pembelajaran Anak Usia 4-6 Tahun TK Pertiwi Simbangdesa 2020-03-04T08:19:17+00:00 Anita Nugrahani anitanugrahani.edu@gmail.com <p>Dalam kehidupan masyarakat pemerosotan nilai moral dapat berupa kekerasan fisik, kekerasan psikis, dan kekerasan seksual. Dengan diberikannya pendidikan nilai moral sejak usia dini diharapkan pada tahap perkembangan anak selanjutnya akan mampu membedakan mana yang baik dan buruk. Pada umumnya dalam proses pendidikan pada anak balita atau usia dini lebih diutamakan pada metode bermain sambil belajar, karena anak-anak akan lebih mengingat suatu hal secara visual dibandingkan verbal. Oleh karena itu, media ini dapat membantu sebagai alat penunjang pembelajaran moral untuk anak usia dini. Model penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&amp;D). Penelitian ini dilakukan untuk menguji kelayakan produk sebagai media pembelajaran. Alur yang dilakukan dalam penelitian diantaranya tahap potensi dan masalah, tahap pengumpulan data, tahap desain produk, tahap validasi desain, tahap uji coba produk, dan tahap revisi produk. Pengujian dilakukan oleh pakar materi dan pakar media. Pengujian yang dilakukan adalah uji kelayakan yang mana akan didapat persentase kelayakan media pembelajaran. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan persentase kelayakan oleh ahli media yaitu dari 77.50% menjadi 85.83% dan dikategorikan “sangat baik”, sedangkan dari kelakayan ahli materi mengalami peningkatan dari 85% menjadi 91.6% dan termasuk dalam kategori “sangat baik”.</p> 2019-06-20T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##