PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA GURU HONORER SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN WONOTUNGGAL KABUPATEN BATANG

  • Heri Setiawan Gedung A1 Lantai 2 FIP UNNES
  • Tri Esti Budiningsih Gedung A1 Lantai 2 FIP UNNES
Keywords: Psychological Well-Being, Honorer Teacher

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu guru honorer sekolah dasar di Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang yang berjumlah 67 orang. Penelitian ini menggunakan skala psychological well-being, dengan jumlah item 57 yang valid dengan koefisien alpha cronbach reliabilitasnya sebesar 0,950. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif dengan metode statistik deskriptif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atau 61,2 persen (41 orang) menyatakan dirinya memiliki psychological well-being pada kriteria sedang. Sedangkan yang termasuk dalam kriteria tinggi hanya sebesar 7,5 persen (5 orang), dan kriteria rendah sebesar 31,3 persen (21 orang). Dari enam dimensi psychological well-being yang diteliti, yaitu dimensi penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi berada pada kategori yang sedang.

 

Abxtract. This research is descriptive quantitative research. Population in this research used total sampling is all school honorer teacher in Kec. Wonotunggal Kab. Batang, amount of 67 subject. This research used psychological well-being scale, amount of 57 valid items with realiability coefficient alpha cronbach of 0,950. Analyze method used descriptive analyze with percentage descriptive statistique method. The result of research showed all of or 61,2 % (41 person) have psychological well-being on average criteria. The high criteria is 7,5 % (5 person), and low criteria of 31,3 % (21 person). From 6 dimention of psychological well-being which have been study, the dimension self acceptance, positive relationship to others, otonomy, environmental bend, life purpose, and personal grow is on average criteria.

References

Anoraga, P. 2001. Psikologi kerja. Jakarta: Rineka Cipta

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

______. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Edisi revisi VI. Jakarta: Rineka Cipta

Azwar, S. 2005. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

______. 2010. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

______. 2011. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

______. 2012. Metode Penelitian. Cetakan ke-13. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Blechman & Brownell. 1998. Behavioral Medicine & Women: A Comprehensive Handbook. New York: The Guilford Press

Djamarah, S.B. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta

Gregorius Sahdan, 2005. Menanggulangi Kemiskinan Desa. Artikel Ekonomi Rakyat dan Kemiskinan, Maret 2005.

Halim, SM & Atmoko W.D. 2005. Hubungan antara kecemasan akan HIV/AIDS dan psychological well-being pada waria yang menjadi pekerja seks komersial. Jurnal Psikologi. Volume 15, No. 1. 2005. Universitas Padjajaran Bandung

Horn, J.E.V., Taris, T.W., Schaufeli, W.B., & Schteurs, P.J.G. 2004. “The Structure of Occupational Well-Being: A Study Among Dutch Theachers”. Journal of Occupational and Organizational Psychology, Vol. 77, 365-375

Latipun. 2005. Kesehatan Mental. Malang : UMM Press

Leddy, Susan. 2006. Health Promotion : Mobilizing Strengths to Enhance Health, wellness, and Well-being. Philadelphia : F. A. Davis Company

Mulyasa, H.E. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Ryan, R. M., & Deci, E. L. 2001. On Happiness and Human Potentials: A Review of Research on Hedonic and Eudaimonic Well-Being. Annual Review Psychology.

Ryff, Carol, & Singer, Burton. 2002. From social structure to biology: integrative science in persuit of human health and well-being. In C. R. Snyder, & Lopes (Eds.), Handbook of Positive Psychology. New York: Oxford University Press.

Ryff, D. Caroll. 1989. “Happines is Everyting, or is it? Exploration on The Meaning of Psychological Well-Being”. Journal of Personality Social Psychology. Vol. 56, No. 6, 1069-1081

Ryff & Keyes. 1995. “The Structure of Psychological Well-Being Revisited”. Journal of Personality and Social Psychologi. Vol. 69, No. 4, 719-727

Stern, Samantha, 2007. Factor That Impact The Health and Psychological Well-Being of Older Adults Shortly Following Institutionalization. Case Western Reserve University

Sumule, R.P & Taganing, N.M. 2008. Psychological Well-Being pada Guru yang bekerja di Yayasan PESAT Nabire, Papua. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma

Permendiknas RI Nomor 18 Tahun 2007

Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen

Abraham Maslow @http://id.wikipedia.org/wiki/Abraham_Maslow (di unduh pada 26 /04/2014)

Guru @(http://id.wikipedia.org/wiki/Guru) (di unduh pada 26/04/2014)

Guru Honorer Membengkak @http://edukasi.kompas.com/read/2012/03/06/ 06420188/Guru.Honorer.Membengkak (di unduh pada 26/04/2014)

Guru Wiyata Bakti Kecewa Batal Diangkat Jadi PNS @(www.pikiran-rakyat.com/node/127787) (di unduh pada 27/08/2014)

Just for insight @(forinsight.wordpress.com/2013/11/9/10-pekerjaan-tervaforit/) (di unduh pada 27/08/2014)

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA @http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/guru (di unduh pada 26/04/2014)

PNS Profesi Paling Diidamkan Orang Indonesia @(m.koran-sindo.com/node/384472) ( di unduh pada 27/08/2014)

Published
2014-10-15
Section
Articles