LITERASI KREATIF: MEMBANGUN KETERAMPILAN ABAD 21 MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL KESULTANAN LANGKAT

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Septiansyah Tanjung
Nana Supriatna

Abstract

The development of the digital era has brought many changes in human life, including the transformation of education and literacy. Literacy further develops into a basic skill to be able to compete amid today's globalizations. It is also an important competency to be developed for students through the learning process. Creative pedagogy is a solution to solving this problem where students have creative potential that must be supported to be developed. Through learning the local history of Langkat Sultanate, a creative pedagogical approach can be applied by combining the use of literacy to carry out learning. By using literature study, the author constructs the discussion in this article to obtain a meaningful picture of how to apply creative pedagogy and literacy learning in learning the local history of the Langkat Sultanate. The integration of these approaches produces creative literacy concepts that provide opportunities for students to develop multicompetence such as 21st-century and literacy skills, including digital literacy. These skills are very relevant to the goals of education to create human resources who are intelligent, competitive, and have character.


Perkembangan era digital telah memberi banyak perubahan dalam kehidupan manusia termasuk transformasi pendidikan dan literasi. Literasi lebih lanjut berkembang menjadi suatu kecakapan dasar untuk dapat bersaing ditengah globalisasi dimasa ini. Selain itu, kreativitas menjadi kompetensi penting yang harus dikembangkan kepada peserta didik melalui proses pembelajaran. Pedagogi kreatif menjadi solusi untuk memecahkan persoalan tersebut dimana peserta didik memiliki potensi kreatif yang harus didukung untuk dikembangkan. Melalui pembelajaran sejarah lokal Kesultanan Langkat, pendekatan pedagogi kreatif dapat diterapkan dengan memadukan penggunaan literasi untuk melaksanakan pembelajaran. Dengan menggunakan studi literatur, Penulis mengkonstruksi pembahasan dalam artikel ini untuk mendapatkan gambaran bermakna bagaimana menerapkan pedagogi kreatif dan pembelajaran literasi dalam pembelajaran sejarah lokal Kesultanan Langkat. Integrasi dari sejumlah pendekatan tersebut menghasilkan konsep literasi kreatif yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan multikompetensi seperti keterampilan abad 21 dan keterampilan literasi, termasuk literasi digital. Kecakapan tersebut sangat relevan dengan tujuan pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia cerdas, kompetitif, dan berkarakter.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

References

Abidin, Y. (2018). Pembelajaran Multiliterasi: Sebuah Jawaban atas Tantangan Pendidikan Abad Ke-21 dalam Konteks Keindonesiaan. Bandung: Refika Aditama.
Arifin, Zainal. (2009). Langkat dalam Sejarah dan Perjuangan Kemerdekaan. Medan: Mitra.
Boholano, H.B. (2017). Smart Social Networking: 21st Century Teaching and Learning Skills. Research in Pedagogy, 7(1), 21-29. doi: 10.17810/2015.45
Daryanto & Karim, S. (2017). Pembelajaran Abad 21. Yogyakarta: Gava Media.
Daryanto, & Dwicahyono, A. (2014). Pengembangan Perangkat Pembelajaran (Silabus, RPP, PHB, Bahan Ajar). Yogyakarta: Gava Media.
Fatmawati & Setiawati, D. (2018). Pengembangan Kompetensi Guru Sejarah dalam menghadapi Tantangan Abad 21. Jurnal Mitra Pendidikan (JMP Online), 2(11), 1259-1270.
Fayza, A.A., Nugraha, D.M., & Supriyono. (2021). Pengaruh Literasi terhadap perkembangan Pembelajaran PKN. Jurnal Harmony, 6(1), 57-65.
Garvey, B., & Krug, M. (2015). Model-model Pembelajaran Sejarah di Sekolah Menengah. Yogyakarta: Ombak
Gregori-Signes, C. (2014). Digital Storytelling and Multimodal Literacy in Education. Porta linguarum, (22), 237-250.
Hasan, S.H. (2012). Pendidikan Sejarah Indonesia: Isu dalam Ide dan Pembelajaran. Bandung: Rizqi Press
Hasan, S.H. (2019). Pendidikan Sejarah untuk Kehidupan Abad ke 21. Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 2(2), 61-72.
Hernelahti, S. & Kolehmainen, S. 2014. Creative Literacy as a way for Multiliteracy. IFLA 2014 Lyon, https://creativecommons.org/license/by/3.0/
Hobbs, R. & Coiro, J. 2016. Everyone Learns from Everyone: Collaborative and Interdisciplinary Professional Development in Digital Literacy. Journal of Adolescent & Adult Literacy 59(6).
Hosnan. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21: Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013. Bogor: Ghalia Indonesia
Husin, D.A. (2015). Sejarah Kesultanan Langkat. Tanpa Penerbit.
Irwantoro, N. & Suryana, Y. (2016). Kompetensi Pedagogik: untuk Peningkatan dan Penilaian Kinerja Guru dalam Rangka Implementasi Kurikulum Nasional. Surabaya: Genta Group.
Karakoyun, F., & Lindberg, O.J. (2020). Preservice Teachers’ Views about the Twenty-first Century Skills: A Qualitative Survey Study in Turkey and Sweden. Educatioan and Information Technologies, 25, 2353-2369. doi: 10.1007/s10639-020-10148-w
Kurniawan, H. (2018). Literasi dalam Pembelajaran Sejarah. Yogyakarta: Gava Media
Kurniawan, H. (2020). Pembelajaran Era 4.0: Integrasi Penguatan Pendidikan Karakter, Keterampilan Abad 21, HOTS, dan Literasi dalam Perspektif Merdeka Belajar. Yogyakarta: Media Akademi.
Lin, Y.S (2011). Fostering Creativity through Education: a Conceptual Framework of Creative Pedagogy. Journal Creative Education, 2(3).
Mulyati, E. & Tarunasena. (2017). Penggunaan Metode In the News untuk meningkatkan Kemampuan Literasi Informasi Siswa dalam Pembelajaran Sejarah (Penelitian Tindakan kelas di Kelas XI MIA 2 SMA Kartika XIX-1 Bandung). Factum, 6(1), hlm 43-61.
Permana, R. (2020). Pembelajaran Sejarah Lokal di Sekolah. Tangerang: Media Edukasi Indonesia
Rahmah, A. (2015). Digital Literacy Learning System for Indonesian Citizen. Procedia Computer Science, 72, 94-101.
Ramadhan, S. (2019). Madrasah Jam’iyah Mahmudiyah: Sejarah Pendidikan Islam di Langkat tahun 1921-1950. Jurnal Jasmerah, 1(2), 74-84.
Risinger, C.F. (2010). Learning and Writing about Local Hisroty Using the Internet. Social Studies, 74(2), 76 – 81.
Selkrig, M. & Keamy, K. (2017). Creative Pedagogy: A Case for Teachers’ Creative Learning being at the Centre. Journal Teaching Education. doi: 10.1080/10476210.2017.129682
Sinar, T.L. 2002. Bangun dan Runtuhnya Kerajaan Melayu di Sumatera Timur. Tanpa Penerbit.
Sjamsuddin, H. (2016). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak
Sukmadinata, N.S. (2019). Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktik. Bandung: Rosda.
Supriatna, N., & Maulidah, N. (2020). Pedagogi Kreatif: Menumbuhkan Kreativitas dalam Pembelajaran Sejarah dan IPS. Bandung: Rosda.
Susilo, A., & Sarkowi. (2018). Peran Guru Sejarah Abad 21 dalam menghadapi Tantangan Arus Globalisasi. Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 2(1), 43-50.
Sutrisno. (2011). Pengantar Pembelajaran Inovatif berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: Gaung Persada Press.
Syaputra, E., & Sariyatun. (2019). Pembelajaran Sejarah di Abad 21 (Telaah Teoritis terhadap Model dan Materi). Yupa: Historical Studies Journal, 3(1), 18-27.
Tang, C.M., & Chaw, L.Y. (2016). Digital Literacy: A Prerequisite for Effective Learning in a Blended Learning Environment. The Electronic Journal of e-Learning, 14,54-65.
Tanjung, S., & Sinaga, R. (2019). Masyarakat Sungai Babalan: Sejarah Sosial Desa Perlis, Pangkalan Brandan (1940-2004). Jurnal Jasmerah, 1(1), 1-13.
Thoman, E. & Jolls, T. (2003). Literacy for the 21st Century: An Overview & Orientation Guide to Media Literacy Education. Access on www.medialit.org
Wiyanarti, E., Supriatna, N., & Winarti, M. (2020). Pengembangan Sejarah Lokal sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah yang Kontekstual. Factum: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah, 9(1).
Yusnaini & Slamet. (2019). Era Revolusi Industri 4.0: Tantangan dan Peluang dalam upaya meningkatkan Literasi Pendidikan. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang.