FORMULASI KRIM EKSTRAK LIDAH BUAYA (ALOE VERA) SEBAGAI ALTERNATIF PENYEMBUH LUKA BAKAR

  • Rizky Aris Wijaya
  • Latifah Latifah
  • Winarni Patjojo
Keywords: infundasi, krim lidah buaya

Abstract

Tanaman lidah buaya tergolong keluarga Liliaceae, mempunyai potensi yang cukup besar sebagai bahan baku obat alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kestabilan krim ekstrak lidah buaya dan mengetahui efek penyembuhan luka bakar yang paling cepat pada mencit.Berdasarkan hasil uji penelitianidentifikasi fitokimia ekstrak lidah buaya positif mengandung tanin, fenol, dan saponin. Hasil pemeriksaan pH krim diperoleh pH 5 6, Ekstrak lidah buaya dan VCO yang diformulasikan bentuk krim stabil dalam waktu 8 minggu penyimpanan. Hasil uji luka bakar ekstrak lidah buaya menunjukkan efek sebagai obat luka bakar dimana terlihat proses penyembuhan yang ditandai dengan pengurangan luka yang lebih cepat pada luka mencit dengan diameter 1 cm. Pada penelitian ini formula FIB lebih cepat menyembuhkan luka pada 8 hari daripada formula FOB 9 hari, formula F1A 12 hari dan FOA sembuh pada hari ke 14. Formula F1B menandakan waktu tercepat dalam penyembuhan luka bakar dengan waktu 8 hari.

Published
2013-11-01
How to Cite
Wijaya, R., Latifah, L., & Patjojo, W. (2013). FORMULASI KRIM EKSTRAK LIDAH BUAYA (ALOE VERA) SEBAGAI ALTERNATIF PENYEMBUH LUKA BAKAR. Indonesian Journal of Chemical Science, 2(3). Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/1998
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)