Pengaruh Penggunaan Zeolit Alam sebagai Pengikat Impuritas pada Pembuatan Garam

  • Septiani Yuni Rahmawati unnes
  • Jumaeri Jumaeri Universitas Negeri Semarang
  • Agung Tri Prasetya Universitas Negeri Semarang

Abstract

Kebutuhan garam di Indonesia dari tahun  ke tahun semakin meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk dan perkembangan industri. Produksi garam di Indonesia sendiri masih kurang maksimal karena kualitas yang dihasilkan masih belum memenuhi standar yang disebabkan masih banyak pengotor-pengotor yang larut dalam garam. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan garam dengan penambahan zeolit untuk mengetahui pengaruh ukuran butir zeolit, dan dosis zeolit pada mebuatan garam terhadap kadar NaCl yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukan pembuatan garam dengan 24oBe tanpa penambahan zeolit memiliki kadar NaCl sebesar 92,10%, kadar air sebesar 2,96%, kadar ion Ca2+ dan Mg2+ masing-masing sebesar 168,8 dan 107,50 mg/Kg. Pembuatan garam dengan penambahan zeolit dengan variasi ukuran zeolit 16, 35, 60 mesh diperoleh zeolit dengan ukuran 60 mesh menghasilkan garam dengan kualitas lebih baik yaitu memiliki kadar NaCl 96,36%, kadar air 2,29%, kadar ion Ca2+ dan Mg2+ masing-masing sebesar 138,80 dan 104,00 mg/Kg. Pembuatan garam dengan penambahan zeolit dengan variasi dosis zeolit 2,5, 3,5, 4,5 mesh diperoleh zeolit dengan ukuran 4,5 g menghasilkan garam dengan kualitas lebih baik yaitu memiliki kadar NaCl 98,25%, kadar air 1,75%, kadar ion Ca2+ dan Mg2+ masing-masing sebesar 117,60 dan 100,00 mg/Kg.

Published
2019-10-18
How to Cite
Rahmawati, S., Jumaeri, J., & Prasetya, A. (2019). Pengaruh Penggunaan Zeolit Alam sebagai Pengikat Impuritas pada Pembuatan Garam. Indonesian Journal of Chemical Science, 8(3), 141-146. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/22832
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>