Perbandingan Metode Transmisi dan Reflektansi Pada Pengukuran Polistirena Menggunakan Instrumentasi Spektroskopi Fourier Transform Infra Red

  • Martin Sulistyani laboratorium Kimia FMIPA unnes
  • Nuril Huda

Abstract

Fourier transform infrared (FTIR), merupakan salah satu instrumen yang banyak digunakan untuk mengetahui vibrasi molekul yang dapat digunakan untuk memprediksi struktur senyawa kimia. Terdapat tiga teknik pengukuran sampel yang umum digunakan dalam pengukuran spektrofotometri vibrasi : Transmisi FTIR, Total Refleksi (ATR), dan Difuse Reflectance Infrared Fourier Transform (DRIFT) . Polistirena merupakan salah satu polimer dari styrene, memiliki sifat sangat mudah terbakar. Metode transmisi memerlukan teknik khusus dalam preparasi sampel padatan yaitu dengan pembuatan disk. Spectrum yang dihasilkan memiliki range pembacaan yang lebar 4000cm-1 – 400cm-1, puncak yang dihasilkan cukup tajam  namun memiliki baseline yang kurang bagus. Metode reflektasi jauh lebih mudah karena tidak memerlukan persiapan sampel yang rumit. Spectrum yang dihasilkan memiliki baseline yang bagus namun hanya gugus fungsi dengan intensitas besar saja yang terbaca dan range pembacaan lebih sempit  4000cm-1- 600cm-1. polimer polystirena dengan puncak puncak karakteristik diatas 600cm-1 penggunaan metode atau teknik reflektasi jauh lebih menguntungkan karena tidak memerlukan teknik preparasi sampel yang rumit.

Published
2018-09-01
How to Cite
Sulistyani, M., & Huda, N. (2018). Perbandingan Metode Transmisi dan Reflektansi Pada Pengukuran Polistirena Menggunakan Instrumentasi Spektroskopi Fourier Transform Infra Red. Indonesian Journal of Chemical Science, 7(2), 195-198. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/24158
Section
Articles