PRODUKSI BIODIESEL DARI DEDAK PADI (Rice Bran) MELALUI DUA TAHAP REAKSI IN-SITU

  • Luluk Amnah Fitriyana
  • Soeprodjo Soeprodjo
  • Sri Kadarwati
Keywords: biodiesel, dedak padi, reaksi in-situ

Abstract

Cadangan energi unrenewable semakin menipis sehingga perlu dicari sumber-sumber bahan bakar alternatif yang bersifat renewable. Biodiesel merupakan alternatif pengganti solar. Dedak padi dipilih sebagai bahan dasar pembuatan biodiesel karena bahan tersebut belum banyak dimanfaatkan. Produksi biodiesel dengan metode in-situ dua tahap dapat menurunkan biaya produksi karena proses ekstraksi dan reaksi esterifikasi maupun transesterifikasi terjadi secara simultan. Alkohol yang digunakan pada proses ini adalah metanol yang berfungsi sebagai pelarut pengekstrak komponen-komponen minyak sekaligus sebagai reaktan. Esterifikasi in-situ digunakan terlebih dahulu sebab minyak mentah dedak padi mengandung free fatty acid (FFA) tinggi yaitu sekitar 5-80%, sedangkan transesterifikasi in-situ digunakan untuk mereaksikan komponen selain FFA yaitu asilgliserin yang dapat dilakukan jika kandungan FFA dalam bahan baku kurang dari 5%. Kondisi reaksi dengan hasil konversi tertinggi pada reaksi esterifikasi in-situ diperoleh dengan penambahan katalis H2SO4 1 mL dengan waktu reaksi 90 menit. Penambahan katalis KOH 5N sebanyak 7,5 mL dengan waktu reaksi 90 menit memberikan hasil yield tertinggi dari transesterifikasi in-situ.

Published
2012-11-28
How to Cite
Fitriyana, L., Soeprodjo, S., & Kadarwati, S. (2012). PRODUKSI BIODIESEL DARI DEDAK PADI (Rice Bran) MELALUI DUA TAHAP REAKSI IN-SITU. Indonesian Journal of Chemical Science, 1(2). Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/753
Section
Articles