https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/issue/feed Indonesian Journal of Chemical Science 2019-07-31T13:29:26+00:00 Jurusan Kimia UNNES agungchem@mail.unnes.ac.id Open Journal Systems <p style="text-align: justify;"><strong>Indonesian Version</strong></p> <p style="text-align: justify;"><em>Indonesian Journal of Chemical Scienc</em>e menerbitkan artikel penelitian dasar dan konsep-konsep tentang kimia. Terbit tiga kali setahun, 10 artikel tiap terbit. Untuk memperingati peristiwa atau agenda penting lembaga, dapat diterbitkan edisi khusus yang akan memuat 10 artikel pada setiap penerbitan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>English Version</strong></p> <p style="text-align: justify;">Indonesian Journal of Chemical Science publishes basic research articles and conceptual of Chemistry, issued three (3) times a year, overall 10 articles per issued. To commemorate important events and agenda, may be issued a special edition that will include 10 articles in each issue.</p> <p style="text-align: justify;"><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=OHVhsu4AAAAJ&amp;hl=id&amp;authuser=6" target="_blank" rel="noopener"><img alt="http://journal.unnes.ac.id/sju/public/site/images/widiyanto/images_2_-_copy1_160" src="/sju/public/site/images/widiyanto/images_2_-_copy1_160.jpg"></a> <a href="https://doaj.org/toc/2252-6951" target="_blank" rel="noopener"><img alt="http://journal.unnes.ac.id/nju/public/site/images/widiyanto/doaj" src="/nju/public/site/images/widiyanto/doaj.png"></a> <a href="http://atoz.ebsco.com/Titles/SearchResults/8623?SearchType=Contains&amp;Find=2252-6951&amp;GetResourcesBy=QuickSearch&amp;resourceTypeName=allTitles&amp;resourceType=&amp;radioButtonChanged=" target="_blank" rel="noopener"><img alt="images?q=tbn:ANd9GcTehZDE_vQycHUuT24pwC1BCr7ZmBo" src="http://s9.postimg.org/vnkuguetn/images_q_tbn_ANd9_Gc_Teh_ZDE_v_Qyc_HUu_T24pw_C1_BCr7_Zm_Bo.png?noCache=1429016732"></a></p> https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/22666 Pengaruh Jenis Elektrolit Support pada Penurunan Logam Cr dalam Limbah dengan Menggunakan Metode Elektrokoagulasi 2019-07-31T13:29:21+00:00 Laksmi Rahmaning Amelia laksmirahma5@gmail.com Sigit Priatmoko sigit_chemunnes@yahoo.com Agung Tri Prasetya agungchem@mail.unnes.ac.id <table width="598"> <tbody> <tr> <td width="444"> <p>Telah dilakukan penelitian tentang penambahan elektrolit support untuk menurunkan logam Cr total dalam limbah dengan menggunakan metode elektrokoagulasi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan proses elektrokoagulasi yang didapat secara optimum berdasarkan efisiensi penyisihan, energi dan waktu. Pada penelitian ini dilakukan proses elektrokoagulasi dengan K<sub>2</sub>CrO<sub>4</sub> sebagai model limbah artifisial dan Al sebagai elektroda, sehingga diperoleh hasil bahwa elektrolit support paling efektif diantara NaCl, Na<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>, Na<sub>3</sub>PO<sub>4</sub>, NaBr dan NaI adalah larutan NaCl dengan penurunan konsentrasi Cr pada limbah elektroplating sebesar &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;357,257 ppm dengan prosentase penyisihan 98,28%. Hal ini berbeda dengan hasil penurunan Cr total dari proses elektrokoagulasi K<sub>2</sub>CrO<sub>4</sub> tanpa elektrolit <em>support</em> yaitu hanya sebesar 349,649 ppm dengan prosentase penyisihan 97,70%. Pada proses elektrokoagulasi ditentukan oleh waktu, tegangan serta pH optimal. Waktu optimal dalam proses elektrokoagulasi dalam penelitian ini yaitu dengan waktu operasi selama 180 menit dengan tegangan optimal sebesar 12 volt dan pH optimalnya 5.</p> <p>&nbsp;</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2019-07-21T23:42:21+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/30409 Pengaruh Jenis Solubility Promotor dan Waktu Reaksi pada Sintesis α-Terpineol dari Minyak Terpentin menggunakan Katalis Zeolit Alam Lampung Teraktivasi 2019-07-31T13:29:21+00:00 Nur Hasanah n.hasanah01@yahoo.com Eka Nanda Putriani n.hasanah01@yahoo.com Herti Utami n.hasanah01@yahoo.com Simparmin Br. Ginting n.hasanah01@yahoo.com <p><em>Turpentine is one of the essential oils that is produced in Indonesia.The main content of&nbsp; turpentine is α-pinene that can be synthesized into α-terpineol. This product will give a higher selling value than sells turpentine&nbsp; directly.The purpose of this study was to determine the effect of a kind of solubility promotor and reaction time on&nbsp; the hydration of α-pinene to produce α-terpineol with natural zeolite catalyst (ZAL). The zeolite before being used as a catalyst, it was activated &nbsp;to remove the impurities and to increase the acidity. In order to know the characteristics of zeolites were analyzed using X-Ray Fluorescence (XRF) and Fourier Transform Infrared (FTIR). In this study, the variables used were solubility promotors (isopropyl alcohol and ethanol) and reaction times (60, 120, 180, 240 and 300 minutes). The synthesis was carried out in a three-neck round bottom flask at 83°C , 20 mL of turpentine, 108 mL aquadest and 80 mL of solubility promotor. Compound the products of the reaction were analyzed using GC and GCMS. The results of this study showed that the highest conversion of 38.62% with the solubility promotor was ethanol at a reaction time of 300 minutes.</em></p> 2019-07-21T23:49:45+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/23150 Karakteristik Adhesive Polymer Polivinil Asetat Termodifikasi Butil Akrilat untuk Aplikasi Transfer Metalize 2019-07-31T13:29:22+00:00 Faricha Tunjungsari farichatunjungsari407@gmail.com Jumaeri Jumaeri jumaeri.kimia@mail.unnes.ac.id Woro Sumarni worosumarni@mail.unnes.ac.id <p>Salah satu jenis polimer yang saat ini banyak dikembangkan ialah polimer emulsi. Produk-produk polimerisasi emulsi banyak digunakan dalam berbagai jenis sektor industri seperti produksi adhesive. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi butil-akrilat terhadap karakterisasi adhesive polymer. Sintesis adhesive polymer dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap seeding dan tahap feeding. Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi optimum terjadi pada konsentrasi butil akrilat 5%, dan waktu reaksi 4 jam. Pada kondisi ini diperoleh nilai solid content sebesar 35,22%, konversi 94,45%, dan viskositas sebesar 1600 cPs. Hasil analisis menggunakan PSA didapatkan ukuran partikel rata-rata sebesar 663,2 nm. Transisi glass pada reaksi sebesar 4,78°C. Adhesive polymer yang optimum dikarakterisasi menggunakan SEM memiliki gambaran morfologi berbentuk bulat (spherical) pada perbesaran 60.000 kali dan akselerasi tegangan sebesar 15kv. Hasil aplikasi transfer metalize&nbsp; yang paling optimum menunjukkan tidak adanya perubahan warna pada permukaan aluminium foil yang telah ditetesi dengan etil asetat.</p> 2019-07-21T23:52:05+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/25320 Karakterisasi dan Uji Sifat Fisik Material Zeolit Modifikasi Magnetit sebagai Adsorben Ion Klorida dalam Larutan Berair 2019-07-31T13:29:22+00:00 Anfi'na Ilma Yunita ilmayunita10@gmail.com Triastuti Sulistyaningsih ilmayunita10@gmail.com Nuni Widiarti ilmayunita10@gmail.com <table width="598"> <tbody> <tr> <td width="19"> <p>&nbsp;</p> </td> <td width="444" rowspan="3"> <p>Preparasi zeolit modifikasi magnetit telah berhasil dilakukan secara kopresipitasi yang diawali dengan melarutkan zeolit ke dalam aquademin. Suspensi zeolit diaduk dengan menambahkan larutan basa NaOH 1 M dan larutan logam Fe<sup>2+</sup> dan Fe<sup>3+</sup> pada pH 12 dengan temperatur 65 °C. Material zeolit modifikasi magnetit hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan FT-IR (<em>Fourtier Transform Infrared Spectroscopy</em>) dan XRD (<em>X-Ray Diffraction</em>). Material zeolit modifikasi magnetit hasil preparasi dapat ditarik menggunakan medan magnet eksternal sehingga memungkinkan material memiliki karakteristik yang mampu menjerap ion klorida. Pita serapan utama terletak pada bilangan gelombang 1.021 cm<sup>-1</sup> yang merupakan vibrasi regangan asimetri Si-O-Si. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh ukuran partikel rata-rata zeolit sebesar 61,68 nm. Proses modifikasi magnetit terhadap zeolit yang telah dilakukan menyebabkan turunnya kristalinitas pada material, sehingga ukuran kristal berkurang menjadi 58,18 nm.</p> </td> </tr> <tr> <td width="19"> <p>&nbsp;</p> </td> </tr> <tr> <td width="19"> <p>&nbsp;</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2019-07-21T23:55:50+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/27660 Pengaruh Konsentrasi Metilenbisakrilamida dalam Sintesis Komposit Poli(Asam Akrilat)-Kaolin dan Pengujiannya sebagai Superabsorben 2019-07-31T13:29:23+00:00 Indri Rakhmawati indrirakhma051296@gmail.com Cepi Kurniawan indrirakhma051296@gmail.com Harjono Harjono indrirakhma051296@gmail.com <p>Pada umumnya superabsorben terbuat dari polimer sintetis berbasis poliasam akrilat, tetapi penggunaan polimer jenis ini memiliki keterbatasan dalam menyerap air dan<em> swelling</em> karena karakteristik fisik yang kurang kuat dan tidak stabil. Mineral alam berupa kaolin ditambahkan untuk memperbaiki kelemahan ini karena memiliki gugus fungsional Si–OH sebagai penguat dalam pembentukan polimer komposit. Superabsorben komposit poli(asam akrilat)-kaolin telah dibuat dengan menggabungkan polimer dari monomer asam akrilat dengan kaolin melalui polimerisasi radikal bebas oleh inisiator amonium persulfat (APS) dan polimerisasi ikat silang oleh agen pengikat silang N,N’-metilenbisakrilamida (MBA). Pengaruh jumlah MBA dipelajari berdasarkan kapasitas absorpsi dan rasio <em>swelling </em>superabsorben. Hasil penelitian menunjukkan bahwa superabsorben yang dihasilkan memiliki nilai optimum pada 1% MBA terhadap Asam akrilat dengan waktu reaksi 3 jam, nilai kapasitas absorpsi air sebesar 1972,49 % (b/b) dan rasio <em>swelling </em>sebesar 19,7249 g/g. Semakin banyak MBA berpengaruh terhadap bertambahnya kapasitas absorpsi air dan rasio <em>swelling </em>dari superabsorben. Sedangkan semakin panjang waktu reaksi berpengaruh terhadap bertambahnya kapasitas absorpsi air dan rasio <em>swelling </em>superabsorben, tetapi mengalami penurunan kembali setelah tercapai titik optimum. Selain itu, pengujian <em>recycle </em>menunjukkan bahwa nilai kapasitas absorpsi air dan rasio <em>swelling</em> secara bertahap meningkat. Hasil SEM memperlihatkan adanya mikropori sebagai tempat permeasi air.Pengaruh Konsentrasi Metilenbisakrilamida dalam Sintesis Komposit Poli(Asam Akrilat)-Kaolin dan Pengujiannya sebagai Superabsorben.</p> 2019-07-21T23:57:13+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/27781 Uji Aktivitas Antibakteri dari Ekstrak Biji Mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan Sediaan Gel Hand Sanitizer 2019-07-31T13:29:24+00:00 Sella Oktaviana sellaoktaviana@gmail.com Sri Mursiti kumalasari_berliana@yahoo.com Nanik Wijayati nanikanang@mail.unnes.ac.id <p><a name="_Toc532392037"></a><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Oktaviana, Sella. 2018. Uji Aktivitas Antibakteri dari Ekstrak Biji Mengkudu (<em>Morinda citrifolia L.) </em>dan Sediaan Gel <em>Hand Sanitizer. Skripsi</em>. Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Dr. Sri Mursiti, M.Si; Dr. Nanik Wijayati, M.Si</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Biji Mengkudu, Antibakteri, Gel <em>hand sanitizer</em>, Alkaloid</p> <p>Kesehatan merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Berbagai jenis virus, bakteri, dan jamur menempel ke tangan setiap hari melalui kontak fisik. Penggunaan antiseptik gel tangan yang mudah dan praktis ini semakin diminati oleh masyarakat, penggunaan bahan kimia dalam sediaan pembersih tangan gel memiliki efek samping yang berbahaya dan dapat mengiritasi kulit. Biji mengkudu mengandung senyawa aktif yaitu senyawa alkaloid, tanin, saponin dan glikosida jantung, sehingga mereka memiliki aktivitas antibakteri. Isolasi alkaloid telah dilakukan pada ekstrak etanol biji mengkudu dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut etil asetat. Pengujian &nbsp;aktivitas antibakteri pada ekstrak etanol biji mengkudu sebelum diformulasi terhadap bakteri <em>E. coli</em> dengan konsentrasi 0,5%; 1,0%; 1,5%; 100% sebesar 0,42 mm, 1,27 mm, 2,15 mm, 5,98 mm dan pada&nbsp; bakteri <em>S. aureus</em> sebesar 0 mm, 0,8 mm, 1,03 mm, 5,97 mm. Sedangkan pengujian aktivitas antibakteri sesudah diformulasi pada ekstrak etanol biji mengkudu terhadap bakteri <em>E. coli</em> dengan konsentrasi 0,5%; 1,0% dan 1,5% memiliki area penghambatan sebesar 1,02 mm, 2,65 mm, 4,68 mm dan pada bakteri <em>S. aureus </em>sebesar 0,03 mm, 1,37 mm, 2,82 mm. Pengujian aktivitas antibakteri pada ekstrak etanol biji mengkudu sesudah diformulasi &nbsp;dengan konsentrasi 0,5%; 1,0% dan 1,5% menunjukkan area penghambatan terbesar terjadi pada konsentrasi 1,5% untuk bakteri <em>E. coli</em> sebesar 4,68 mm dan terhadap bakteri <em>S.aureus</em> sebesar 2,82 mm. Analisis senyawa dalam ekstrak etanol dan ekstrak etil asetat biji mengkudu menggunakan FT-IR, ekstrak etil asetat dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Senyawa yang diduga memiliki aktivitas antibakteri dalam ekstrak etanol biji mengkudu adalah senyawa senyawa alkaloid indol.</p> 2019-07-22T00:01:59+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/28267 Rekayasa Struktur Elektronik Single Walled Carbon Nanotube dengan Dopan Logam Kobalt untuk Adsorpsi Hidrogen Menggunakan Density Functional Theory 2019-07-31T13:29:24+00:00 Cici Fatmala cicifatma3@gmail.com Kasmui Kasmui kasmui@mail.unnes.ac.id Nuni Widiarti wiwid_mgl_78@yahoo.com <p>Abstrak</p> <p>Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi secara teoritis mengenai pengaruh logam Co pada struktur armchair s<em>ingle walled carbon nanotube </em>(SWCNT<sub>(5,5)</sub>) terhadap <em>band gap</em> dan energi adsorpsinya pada molekul hidrogen yang nantinya diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam penelitian SWCNT sebagai media penyimpanan hidrogen. Pada penelitian hidrogen diletakkan pada posisi <em>perpendicular­</em> dan <em>parallel. </em>Penelitian ini dilakukan menggunakan perangkat lunak <em>NWChem 6.6</em> dengan metode DFT/B<sub>3</sub>LYP dan <em>basis set </em>terbesar yaitu 6-31G*. Perhitungan menggunakan 6-31G* menunjukan bahwa <em>band gap</em> dari SWCNT dan SWCNT.Co berturut-turut sebesar&nbsp; 1,553 eV sedangkan pada SWCNT.Co mengalami penurunan band gap menjadi 1,364 eV, selain perubahan <em>band gap</em>, doping logam Co menyebabkan terjadinya perubahan energi adsorpsi SWCNT terhadap H<sub>2</sub> yaitu dari SWCNT murni yang mengadsorpsi H<sub>2</sub> posisi <em>perpendicular</em> sebesar -0,012 eV menjadi -0,876 eV dan pada posisi H<sub>2</sub> <em>parallel</em> berubah dari -0,0087 eV menjadi -0,874 eV hal ini menunjukkan bahwa energi yang dibutuhkan oleh SWCNT untuk mengadsorpsi H<sub>2</sub> pada posisi <em>perpendicular</em> lebih kecil daripada H<sub>2</sub> posisi <em>parallel</em>. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa doping logam Co dapat menurunkan <em>band gap&nbsp; </em>dan nilai energi adsorpsi SWCNT serta posisi peletakan hidrogen juga berpengaruh terhadap besarnya energi adsorpsi SWCNT.</p> <p><em>Abstract</em></p> <p><em>This research was conducted to obtain theoretical information about the effect of Co metal on the structure of a </em>single walled<em> carbon nanotube armchair (SWCNT<sub>5.5</sub>) on band gap and adsorption energy on hydrogen molecules which are expected to be used as an alternative in SWCNT research as a medium hydrogen storage</em>.In<em> this research, hydrogen is placed in perpendicular and parallel positions. This research was conducted using NWChem 6.6 with the DFT/B3LYP method and the largest basis set was 6-31G *. Calculations using 6-31G * show that the band gap of SWCNT and SWCNT.Co is 1.553 eV while in SWCNT.Co the band gap decreases to 1.364 eV, in addition to the band gap change, doping Co metal causes changes in SWCNT adsorption energy towards H<sub>2</sub>, which is from pure SWCNT which adsorbs the perpendicular H2 position of -0.012 eV to -0.876 eV and at H<sub>2</sub> parallel position changes from -0.0087 eV to -0,874 eV this indicates that the energy required by SWCNT to adsorb H<sub>2</sub> in more perpendicular positions small than parallel H<sub>2</sub> position. From this </em>study<em> it can be concluded that the doping of Co metal can reduce the band gap and the energy value of SWCNT adsorption and the position of hydrogen laying also affect the amount of SWCNT adsorption energy.</em></p> 2019-07-22T00:03:31+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/28452 Pengelupasan Lapisan Grafit secara Elektrokimia dalam Suasana Asam 2019-07-31T13:29:25+00:00 Dinar Alghifari Ramadhan alghifaridinar@gmail.com Cepi Kurniawan kurniawan.cepi@mail.unnes.ac.id F Widhi Mahatmanti fwidhi_kimia@mail.unnes.ac.id <p>Abstrak</p> <p>Grafen merupakan alotrop karbon yang paling diminati untuk diteliti dalam bidang ilmu material dikarenakan sifat khasnya. Seiring dengan aplikasi grafen<em>, </em>eksplorasi metoda preparasi yang sederhana terus dikembangkan. Kendala utama dalam preparasi grafen diantaranya adalah kebutuhan bahan kimia yang banyak dan tidak ramah lingkungan. Dalam penelitian ini dilakukan preparasi grafen menggunakan metode pengelupasan elektrokimia dalam dalam elektrolit asam fosfat. Sumber grafit yang digunakan adalah pinsil 6B dan konsentrasi asam fosfat 1M. reaksi pengelupasan elektrokimia dilakukan dalam tabung reaksi berbentuk U. Hasil pengelupasan berbentuk serbuk hitam halus, di bawah pengamatan SEM serbuk ini terlihat sebagai lembaran. Hasil pengujian FTIR menunjukkan adanya vibrasi pada daerah 1564 cm<sup>-1</sup> yang merupakan vibrasi karakteristik dari gugus C=C dari grafen.</p> <p>Abstract</p> <p class="Abstrak">Graphene is the most desirable carbon allotrope for research in the field of material science due to its characteristics. Along with graphene applications, simple exploration of preparation methods continues to be developed. The main constraints in graphical preparation include the need for many chemicals and not being environmentally friendly. In this study graphene preparation was carried out using the electrochemical exfoliation method in phosphoric acid electrolytes. The graphite source used is pencil 6B and 1M phosphoric acid concentration. the electrochemical exfoliation reaction is carried out in a U-shaped test tube. The exfoliation is in the form of fine black powder, under the observation of SEM the powder is seen as a sheet. The FTIR test results showed a vibration in the area of 1564 cm<sup>-1</sup> which is a characteristic vibration of the C = C group of graphene.</p> 2019-07-22T00:04:55+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/28658 Sintesis Nanopartikel Emas dengan Bioreduktor Minyak Atsiri Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii) 2019-07-31T13:29:26+00:00 Apriza Marfina aprizhamarfina90@gmail.com Edy Cahyono edkim_unnes@yahoo.com Sri Mursiti kumalasari_berliana@yahoo.com Harjono Harjono aprizahamarfina90@gmail.com <p>Absrak</p> <p>Nanoteknologi diaplikasikan secara luas di bidang sains dan teknologi dengan tingkat molekul dalam skala normalnya 1-100 nm. Pegunaan tumbuhan sebagai bioreduktor dalam <em>green synthesis</em> nanopartikel berhubungan dengan kandungan senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antioksidan. Minyak atsiri merupakan salah satu senyawa metabolit sekunder yang mudah menguap (volatil).Komponen utama minyak atsiri kayu manis adalah sinamaldehida merupakan senyawa yang memiliki gugus fungsi aldehida dan alkena terkonjugasi cincin benzena. Penelitian ini bertujuan untuk kemampuan bioreduktor dalam mensintesis nanopartikel emas dan karakteristik &nbsp;nanopartikel emas. Minyak kayu manis diperoleh melalui proses destilasi uap air. Nanopartikel emas disintesis dengan pendekatan <em>green synthesis</em>, dengan cara mereduksi HAuCl<sub>4</sub> berbagai konsentrasi dengan bioreduktor. &nbsp;Hasil &nbsp;analisis GC-MS minyak kayu manis diperoleh kadar sinamaldehid sebanyak 49,61%. Hasil analisis FTIR pada minyak atsiri kayu manis menunjukkan adanya gugus CHO aldehida pada pita serapan 2820,1 cm<sup>-1</sup>, 2743,54&nbsp; cm<sup>-1</sup>, gugus C=C alkena pada pita serapan 1676,91cm<sup>-1</sup>, 1577,12 cm<sup>-1</sup>, hal ini menunjukkan adanya senyawa sinamaldehida. Nanopartikel emas yang dikarakterisasi menggunakan PSA memiliki ukuran partikel sebesar 140 nm dan ukuran nilai PI sebesar 0,315.</p> <p>Abstract</p> <p>Nanotechnology is widely applied in the fields of science and technology with molecular levels in the normal scale of 1-100 nm. The use of plants as bioreductors in green synthesis nanoparticles is related to the content of secondary metabolites which have antioxidant activity. Essential oil is one of the volatile secondary metabolites (volatiles). The main component of cinnamon essential oil is cinnamaldehyde, a compound that has a functional group of aldehydes and a benzene ring conjugated alkene. This study aims at the ability of bioreductors to synthesize gold nanoparticles and the characteristics of gold nanoparticles. Cinnamon oil is obtained through a steam distillation process. Gold nanoparticles are synthesized with the green synthesis approach, by reducing HAuCl<sub>4</sub> various concentrations with the bioructor. The results of GC-MS cinnamon oil obtained 49,61% cinnamaldehyde. The results of FTIR analysis on cinnamon essential oil showed CHO aldehyde group on absorption band 2820,1 cm<sup>-1</sup>, 2743,54 cm<sup>-1</sup>, group C = C alkene on absorption band 1676,91cm<sup>-1</sup>, 1577,12 cm<sup>-1</sup> , this indicates the presence of cinnamaldehyde compounds. Gold nanoparticles characterized using PSA have a particle size of 140 nm and a PI value of 0.315.</p> 2019-07-22T00:06:16+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/28804 Pengaruh Dopan Logam Scandium dan Vanadium pada Carbon Nanotube terhadap Energi Adsorpsi Hidrogen Menggunakan Metode Density Functional Theory 2019-07-31T13:29:26+00:00 Arida Nurdiani aridanurdiani04@gmail.com Kasmui Kasmui kasmui@gmail.com Ella Kusumastuti ella.kusuma@gmail.com <p>Penggunaan hidrogen dalam <em>fuell cell</em> sebagai bahan bakar alternatif memiliki kendala pada penyimpanannya. Salah satu caranya yaitu mengadsorpsi hidrogen pada permukaan <em>carbon nanotube</em>, namun kapasitas penyimpanan hidrogen belum maksimal dan perlu dilakukan <em>doping</em> logam untuk meningkatkan penyimpanannya sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dopan logam Sc dan V pada CNT terhadap <em>bandgap</em> dan energi adsorpsi hidrogen sehingga dapat digunakan untuk penyimpanan hidrogen. <em>Density Functional Theory</em> digunakan sebagai metode perhitungan dengan fungsi B3LYP dan <em>basis set</em> 6-31G*. Perangkat lunak <em>NWChem </em>digunakan untuk perhitungan energi. &nbsp;Hasil perhitungan menunjukkan <em>bandgap </em>dari CNT, CNT-Sc dan CNT-V berturut-turut sebesar 1,5530595770 eV, 1,1867661186 eV dan 1,5053155447 eV, namun <em>b</em><em>andgap</em> mengalami sedikit kenaikan ketika struktur mengadsorpsi hidrogen. Energi adsorpsi hidrogen pada CNT, CNT-Sc dan CNT-V berturut-turut sebesar -0,0108127215 eV, -0,0459859037 eV, dan -0,3491878286 eV, hal ini menunjukkan adsorpsi pada CNT-V lebih kuat dibandingkan CNT-Sc dan CNT. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa <em>doping</em> logam Sc dan V dapat menurunkan <em>bandgap</em> dan meningkatkan energi adsorpsi hidrogen pada CNT.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>The use of hydrogen in fuell cell as an alternative fuel has problems in its storage. One way is to adsorb hydrogen on the surface of carbon nanotubes, but the hydrogen storage capacity is not maximal and metal doping needs to be done to increase its storage so that the research was conducted to determine the effect of Sc and V metal dopants on CNT on hydrogen bandgap and adsorption energy so that it can be used for hydrogen storage. Density Functional Theory is used as a calculation method with B3LYP functions and base set 6-31G *. NWChem software is used for energy calculations. The calculation results show bandgap from CNT, CNT-Sc and CNT-V respectively at 1.5530595770 eV, 1.1867661186 eV and 1.5053155447 eV, but bandgap has a slight increase when the structure adsorbs hydrogen. Hydrogen adsorption energy in CNT, CNT-Sc and CNT-V are -0.0108127215 eV, -0.0459859037 eV, and -0.3491878286 eV respectively, this shows that adsorption on CNT-V is stronger than CNT-Sc and CNT. From the results of this study it can be concluded that the doping of Sc and V metals can reduce bandgap and increase hydrogen adsorption energy in CNT.</em></p> 2019-07-22T00:07:35+00:00 ##submission.copyrightStatement##