Indonesian Journal of Chemical Science https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs <p style="text-align: justify;"><strong>Indonesian Version</strong></p> <p style="text-align: justify;"><em>Indonesian Journal of Chemical Scienc</em>e menerbitkan artikel penelitian dasar dan konsep-konsep tentang kimia. Terbit tiga kali setahun, 10 artikel tiap terbit. Untuk memperingati peristiwa atau agenda penting lembaga, dapat diterbitkan edisi khusus yang akan memuat 10 artikel pada setiap penerbitan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>English Version</strong></p> <p style="text-align: justify;">Indonesian Journal of Chemical Science publishes basic research articles and conceptual of Chemistry, issued three (3) times a year, overall 10 articles per issued. To commemorate important events and agenda, may be issued a special edition that will include 10 articles in each issue.</p> <p style="text-align: justify;"><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=OHVhsu4AAAAJ&amp;hl=id&amp;authuser=6" target="_blank" rel="noopener"><img alt="http://journal.unnes.ac.id/sju/public/site/images/widiyanto/images_2_-_copy1_160" src="/sju/public/site/images/widiyanto/images_2_-_copy1_160.jpg"></a> <a href="https://doaj.org/toc/2252-6951" target="_blank" rel="noopener"><img alt="http://journal.unnes.ac.id/nju/public/site/images/widiyanto/doaj" src="/nju/public/site/images/widiyanto/doaj.png"></a> <a href="http://atoz.ebsco.com/Titles/SearchResults/8623?SearchType=Contains&amp;Find=2252-6951&amp;GetResourcesBy=QuickSearch&amp;resourceTypeName=allTitles&amp;resourceType=&amp;radioButtonChanged=" target="_blank" rel="noopener"><img alt="images?q=tbn:ANd9GcTehZDE_vQycHUuT24pwC1BCr7ZmBo" src="http://s9.postimg.org/vnkuguetn/images_q_tbn_ANd9_Gc_Teh_ZDE_v_Qyc_HUu_T24pw_C1_BCr7_Zm_Bo.png?noCache=1429016732"></a></p> Universitas Negeri Semarang en-US Indonesian Journal of Chemical Science 2252-6951 Pengaruh Penggunaan Zeolit Alam sebagai Pengikat Impuritas pada Pembuatan Garam https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/22832 <p>Kebutuhan garam di Indonesia dari tahun&nbsp; ke tahun semakin meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk dan perkembangan industri. Produksi garam di Indonesia sendiri masih kurang maksimal karena kualitas yang dihasilkan masih belum memenuhi standar yang disebabkan masih banyak pengotor-pengotor yang larut dalam garam. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan garam dengan penambahan zeolit untuk mengetahui pengaruh ukuran butir zeolit, dan dosis zeolit pada mebuatan garam terhadap kadar NaCl yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukan pembuatan garam dengan 24<sup>o</sup>Be tanpa penambahan zeolit memiliki kadar NaCl sebesar 92,10%, kadar air sebesar 2,96%, kadar ion Ca<sup>2+</sup> dan Mg<sup>2+</sup> masing-masing sebesar 168,8 dan 107,50 mg/Kg. Pembuatan garam dengan penambahan zeolit dengan variasi ukuran zeolit 16, 35, 60 <em>mesh</em> diperoleh zeolit dengan ukuran 60 <em>mesh</em> menghasilkan garam dengan kualitas lebih baik yaitu memiliki kadar NaCl 96,36%, kadar air 2,29%, kadar ion Ca<sup>2+</sup> dan Mg<sup>2+</sup> masing-masing sebesar 138,80 dan 104,00 mg/Kg. Pembuatan garam dengan penambahan zeolit dengan variasi dosis zeolit 2,5, 3,5, 4,5 <em>mesh</em> diperoleh zeolit dengan ukuran 4,5 g menghasilkan garam dengan kualitas lebih baik yaitu memiliki kadar NaCl 98,25%, kadar air 1,75%, kadar ion Ca<sup>2+</sup> dan Mg<sup>2+</sup> masing-masing sebesar 117,60 dan 100,00 mg/Kg.</p> Septiani Yuni Rahmawati Jumaeri Jumaeri Agung Tri Prasetya ##submission.copyrightStatement## 2019-10-18 2019-10-18 8 3 141 146 Penentuan Nilai LoD dan LoQ pada Pengujian Metanol pada Miras Oplosan menggunakan Gas Chromatography dengan Variasi Metode https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/28725 <p>ABSTRAK</p> <p>Penentuan kadar&nbsp; metanol dalam minuman keras oplosan dapat dianalisis menggunakan Gas Chromatography-Flame Ionization Detector (GC-FID). Sebelum dianalisis, sampel minuman keras oplosan dapat dipreparasi menggunakan metode destilasi, ekstraksi cair-cair dan ekstraksi fase padat (SPE). Metode penelitian diawali dengan preparasi minuman keras oplosan menggunkan metode destilasi, ekstraksi cair-cair dan SPE kemudian dianalisis menggunakan GC-FID untuk menentukan nilai LoD dan LoQ masing-masing metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa linieritas kurva standar yang didapatkan sebesar 0,9996 dengan LoD dan LoQ berturut-turut 0,074% dan 0,247%. Perhitungan LoD metanol dalam sampel oplosan hasil dari ketiga metode distilasi, ekstraksi cair-cair, dan ekstraksi fase padat berturut-turut 0,048%, -0,020%, dan -0,018%. Perhitungan LoQ metanol dalam sampel oplosan hasil dari ketiga metode distilasi, ekstraksi cair-cair, dan ekstraksi fase padat berturut-turut 0,072%,-0,024, dan&nbsp;&nbsp;&nbsp; -0,005%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa LoD dan LoQ dari metode distilasi lebih baik dibandingkan metode ekstraksi cair-cair dan ekstraksi fase padat, sehingga metode distilasi lebih cocok digunakan untuk menentukan kadar metanol dalam miras oplosan menggunakan GC-FID</p> <p><em>ABSTRACT</em></p> <p>Determination of methanol in alcoholic beverage can be analyzed by using <em>Gas Chromatography-Flame Ionization Detector</em> (GC-FID). Alkoholic beverage samples are first prepared with distillation method, liquid-liquid extraction, and solid phase extraction to remove impurities. This study aims to determine the most good preparation based on LoD and LoQ value. The standard curve linearity which was obtained in the amount of 0.9996 with LoD and LoQ respectively 0.0743% and 0.2477%. Calculation of LoD methanol in the beverage results from all three distillation methods, liquid-liquid extraction, and solid phase extraction were respectively 0,048126%, -0,019919%, and -0,018107%. Calculation of LoQ methanol in the beverage results from all three distillation methods, liquid-liquid extraction, and solid phase extraction were respectively 0,072629%,-0,024376, and -0,005351%. Those results indicated that LoD and LoQ distillation method were better than liquid-liquid extraction and solid phase extraction methods. So it can be concluded that the distillation method is more suitable to determine the methanol levels in the alcoholic beverage using GC-FID.</p> Ahmad Akhib Ainul F Widhi Mahatmanti Triastuti Sulistyaningsih ##submission.copyrightStatement## 2019-10-18 2019-10-18 8 3 147 152 Identifikasi Senyawa Kimia Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) dan Uji Aktivitas Antioksidannya dengan Metode DPPH (2,2-Difenil-1- Pikrilhidrasil) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/29330 <p>Metode maserasi bertingkat dengan variasi pelarut bertujuan untuk mengekstraksi komponen senyawa kimia simplisia berdasarkan kepolarannya. Daun sirsak <em>(Annona muricata L.)</em> mengandung senyawa asetogenin dan flavonoid. Senyawa golongan flavonoid diketahui mempunyai kemampuan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa utama ekstrak daun sirsak <em>(Annona muricata L.)</em> dan aktivitas antioksidannya terhadap radikal bebas <em>2,2-Difenil-1-Pikrilhidrasil </em>(DPPH). Metode ekstraksi daun sirsak <em>(Annona muricata L.)</em> menggunakan metode maserasi bertingkat dengan variasi pelarut n-heksana (non polar), etil asetat (semi polar), metanol (polar). Identifikasi senyawa kimia ekstrak daun sirsak <em>(Annona muricata L.)</em> dianalisis menggunakan spektrofotometer FTIR, UV-Vis, dan GC-MS, kemudian uji antioksidannya menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukan ekstrak metanol daun sirsak <em>(Annona muricata L.) </em>mengandung 12 senyawa dengan persen area yang besar diantaranya kaempferol, asam heksadekanoat, isopulegol, 5-metil-2-(1-metiletenil) sikloheksanol, asam oktadekanoat. Senyawa yang berperan sebagai antioksidan seperti kaempferol, asam oktadekanoat, asam heksadekanoat, metil 9-oksononanoat, propil 2,3-dihidroksi 9- oktadekenoat, dan etil 2-hidroksi-1-(hidroksimetil) heksadekanoat. Ekstrak etil asetat dan metanol daun sirsak <em>(Annona muricata L.)</em> memiliki aktivitas antioksidan dengan IC<sub>50</sub> masing masing sebesar 56,894 ppm dan 24,895 ppm.</p> Yoseanno Widi Anugrah Asbanu Nanik Wijayati Ersanghono Kusumo ##submission.copyrightStatement## 2019-10-18 2019-10-18 8 3 153 160 Identifikasi Senyawa Minyak Daun Kari (Murraya koenigii) dan Kajian Reaksi Oksidasinya dengan KMnO4 https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/30346 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa pada daun kari dan kajian reaksi oksidasi&nbsp; minyak daun kari (<em>Murraya koenigii </em>L.) menggunakan oksidator&nbsp; KMnO<sub>4</sub>. Reaksi oksidasi dilakukan pada temperatur 25, 45 dan 65<sup>o</sup>C&nbsp; berlangsung selama 30; 60; 90; 120; dan 150 menit. Metode penelitian yang dilakukan dimulai dengan isolasi minyak menggunakan penyulingan destilasi uap dan air kemudian dilakukan identifikasi kandungan menggunakan <em>gas chromatography-Mass Spectroscopy</em> (GC-MS) dan <em>Fourier Transform Infra Red </em>(FT-IR), selanjutnya dilakukan reaksi oksidasi minyak daun kari dengan KMnO<sub>4</sub>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak daun kari mengandung senyawa golongan terpenoid. Hasil isolasi didapatkan 25 senyawa yang terkandung dalam minyak daun kari. &nbsp;Komponen utamanya yaitu kariofilena (38,92%), α-pinena (19,10%), β-felandrena (8,91%), α-humulena (7,13%) dan germakrena (6,51%). Hasil reaksi oksidasi minyak daun kari terdapat 63 senyawa hasil. Senyawa klovena dan α-terpinena merupakan hasil reaksi yang paling merujuk untuk di analisis lebih lanjut. Klovena diduga berasal dari reaksi oksidasi kariofilena sedangkan α-terpinena diduga merupakan produk isomerisasi α-pinena.</p> <p>The aim of this study was to identify compounds in curry leaves and study the oxidation reaction of curry leaf oil (Murraya koenigii L.) using KMnO4 oxidizing agents. The oxidation reaction is carried out at temperatures 25, 45 and 65oC for 30; 60; 90; 120; and 150 minutes. The research method was carried out starting with oil isolation using steam and water distillation distillation then identification of the content using gas chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS) and Fourier Transform Infra Red (FT-IR), then oxidation of curry leaf oil with KMnO4. The results showed that curry leaf oil contained terpenoid compounds. The results of isolation obtained 25 compounds contained in curry leaf oil. The main components are caryophyllene (38.92%), α-pinene (19.10%), β-phellandrene (8.91%), α-humulene (7.13%) and germacrene (6.51%). The results of the curry leaf oil oxidation reaction found 63 compounds. clovene and α-terpinene compounds are the reaction products that most refer to further analysis. clovena is thought to originate from the caryophyllene oxidation reaction whereas α-terpinene is thought to be an α-pinene isomerization product.</p> Tri Septiyaningsih Edy Cahyono Nanik Wijayati ##submission.copyrightStatement## 2019-10-18 2019-10-18 8 3 161 170 Pengaruh Kecepatan Pengadukan dan Konsentrasi Katalis Pada Sintesis α-Terpineol dari Terpentin dengan Katalis Asam Trikloroasetat https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/30593 <table width="598"> <tbody> <tr> <td width="444"> <p>Terpentin adalah salah satu hasil hutan bukan kayu yang diproduksi dari pohon pinus. Terpentin mengandung kandungan tertinggi <em>α</em><em>-pinene </em>yang dapat dihidrasi menjadi <em>α</em><em>-terpineol. </em>Terpentin yang digunakan pada penelitian ini mempunyai kadar <em>α</em><em>-pinene </em>sebesar 74,614%. Reaksi hidrasi <em>α</em><em>-pinene </em>dengan katalis asam akan menghasilkan&nbsp; <em>α</em><em>-terpineol </em>yang biasanya digunakan untuk bahan pembuatan dari parfum, kosmetik, bahan pewangi, shampo, deterjen, dan sabun. Pada penelitian ini, dipelajari pengaruh dari kecepatan pengadukan dan konsentrasi katalis pada sintesis <em>α</em><em>-terpineol </em>dari terpentin dengan katalis asam trikhloroasetat dengan etanol sebagai <em>solubility promoter</em>. Variable kecepatan pengadukan yang digunakan (500, 600 dan 700 rpm) dengan konsentrasi katalis (0,01, 0,02, 0,03 dan 0,04 mol). Sintesis dilakukan pada suhu 70°C dan 10 mL etanol menggunakan labu leher tiga, pendingin balik, pemanas, pengaduk magnetik dan thermometer. Hasil sintesis dipisahkan dengan corong pisah lalu hasil sampel dianalisis dengan <em>Gas Cromatography. </em>Pada penelitian ini didapatkan konversi tertinggi dari <em>α</em><em>-terpineol </em>adalah 3,103% dengan kecepatan pengadukan sebesar 600 rpm dan konsentrasi katalis 0,03 mol.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Della Inestia Herti Utami ##submission.copyrightStatement## 2019-10-18 2019-10-18 8 3 171 175 Preparasi dan Karakterisasi PP (Polypropylene) Termodifikasi LLDPE (Linear Low Density Polyethylene) dengan Teknik Pencampuran Biasa https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/32343 <p>Polymers or plastics are one of the important material and progress very quickly. The purpose of this research to modify PP with LLDPE by the usual mixing techniques to improve some of the mechanical properties of PP. The quantity of LLDPE added to PP varies in 1%, 5%, 10%, 15%, and 20%. This research also studied the properties of LLDPE/PP with the addition of silica fume. Mixing LLDPE/PP is using the Extruder Pelletizing Twin Screw Lien Chiny and mixing LLDPE/PP-Silica using the injection molding method. LLDPE/PP was tested the mechanical properties and the results are as follows: MFR test of 8.36 g/cm<sup>3</sup>, the impact strength 3.3582 kg/cm<sup>2</sup>, tensile strength of 361.599 kgf/cm<sup>2</sup>, the flexural test of 52.1 MPa, hardness 108.2 Rscale, and density of 2.8441 g/cm<sup>3</sup>. LLDPE/PP-Silica tested mechanical properties by testing the impact strength and tensile strength. The physical characteristics of LLDPE/PP and LLDPE/PP-Silica analyzed using FTIR and SEM give the results of the functional group Si-O-Si and the agglomeration of silica on the morphology of LLDPE/PP-Silica. From all the results of the mechanical test it can be concluded that LLDPE/PP 10% has the results that are considered optimum because the value of the impact strength is best from the other variations. The LLDPE/PP-Silica is not increased mechanical properties compared to LLDPE/PP. Polymers or plastics are one of the important material and progress very quickly. The purpose of this research to modify PP with LLDPE by the usual mixing techniques to improve some of the mechanical properties of PP. The quantity of LLDPE added to PP varies in 1%, 5%, 10%, 15%, and 20%. This research also studied the properties of LLDPE/PP with the addition of silica fume. Mixing LLDPE/PP is using the Extruder Pelletizing Twin Screw Lien Chiny and mixing LLDPE/PP-Silica using the injection molding method. LLDPE/PP was tested the mechanical properties and the results are as follows: MFR test of 8.36 g/cm<sup>3</sup>, the impact strength 3.3582 kg/cm<sup>2</sup>, tensile strength of 361.599 kgf/cm<sup>2</sup>, the flexural test of 52.1 MPa, hardness 108.2 Rscale, and density of 2.8441 g/cm<sup>3</sup>. LLDPE/PP-Silica tested mechanical properties by testing the impact strength and tensile strength. The physical characteristics of LLDPE/PP and LLDPE/PP-Silica analyzed using FTIR and SEM give the results of the functional group Si-O-Si and the agglomeration of silica on the morphology of LLDPE/PP-Silica. From all the results of the mechanical test it can be concluded that LLDPE/PP 10% has the results that are considered optimum because the value of the impact strength is best from the other variations. The LLDPE/PP-Silica is not increased mechanical properties compared to LLDPE/PP.&nbsp;</p> Vidya Putri Khavilla Sri Wahyuni Ari Fajar Riyanto Jumaeri Jumaeri Harjono Harjono ##submission.copyrightStatement## 2019-10-18 2019-10-18 8 3 176 184 Pengaruh Temperatur dan Rasio H2/Hidrokarbo Menggunakan Katalis CoMo/γ-Al2O3 pada Hydrotreating Combined Gas Oil https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/33509 <p>Catalytic hydrodesulfurization of Combined Gas Oil (CGO) was used&nbsp; CoMo/ -Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub> catalyst. The reaction was carried out at the trickle bed reactor with temperature 265, 300, 300, 330°C and H<sub>2</sub>/Hydrocarbons ratio 288 and 310 m<sup>3</sup>/m<sup>3</sup>; pressure 65atm and LHSV 1.8 h<sup>-1</sup>. The study aims to determined the effect of H<sub>2</sub>/Hydrocarbons ratio and temperature in reducing sulfur content from CGO feeds. The Hydrotreating products were analyzed by Total Nitrogen Total Sulfur (TNTS), Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC-MS), and Fourier Transform Infra Red (FTIR). HDS product spesifications also analyzed using picnometer, Total Acid Number (TAN), and Doctor test Solution. The results of the analysis catalytic HDS test showed that the temperature range of 265-330°C increased and the H<sub>2</sub>/Hydrocarbons ratio 288-310 Nm<sup>3</sup>/m<sup>3</sup>, the HDS conversion was increased until 91.94%. The value of rate HDS (k<sub>HDS</sub>) also increased with temperature and H<sub>2</sub>/Hc ratio until 1,46x10<sup>-7</sup> s<sup>-1</sup>. &nbsp;The minimum energy activation required by the catalytic hidrodesulfurization reaction in ratio H<sup>2</sup>/Hc 288 m<sup>3</sup>/m<sup>3</sup> was 54,25 kJ/mol.</p> <p><strong>Keywords : </strong>hydrotreating, Catalyst CoMo/ -Al2O3, temperature, H<sub>2</sub>/Hc ratio</p> Lukman Sucipto Wawan Rustyawan Jumaeri Jumaeri Dante Alighiri Sri Wahyuni ##submission.copyrightStatement## 2019-10-18 2019-10-18 8 3 185 190 Pengaruh Penambahan NPK dalam Pendegradasian Limbah Cair Kelapa Sawit Menggunakan Biofiltrasi Anaerob dengan Reaktor Fixed-Bed https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/34331 <p><em>The processing of Liquid Palm Oil Waste using a fixed-bed reactor has disadvantages where the effluent of wastewater treatment are not balanced with nutrients or substrates available in both waste and activated sludge. For handling these problems, it is necessary to add nitrogen and phosphorus compounds in the form of NPK in activators. There are 3 variations of treatment for NPK, which are 2.5 grams and 5 grams without NPK. The final value of COD without NPK is 1.843 mg/l; 2.5 grams of NPK 623 mg/l; and 5 grams of NPK of 709 mg/l. The final value of TSS without NPK is 4.728 mg/L; 2.5 grams of NPK which is 4,098 mg/L; 5 grams of NPK 3,924 mg/l. The final value of VSS without NPK is 601 mg/l, 2.5 grams of NPK is 414 mg/l; and 5 grams of NPK which is 525 mg/l, From the results of the analysis it can be concluded that the best degradation is obtained by adding 2.5 grams of NPK</em></p> Amalia Sasmita Amalia Yusuf Panca Nugrahini F ##submission.copyrightStatement## 2019-10-18 2019-10-18 8 3 191 196 Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Buah Parijoto (Medinilla Speciosa) dan Rimpang Jahe Merah (Zingiber Oficinalle) dengan Metode ABTS (2,2-Azinobis (3-Etilbenzotiazolin)-6-Asam Sulfonat) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/34050 <p>Buah Parijoto (<em>Medinilla Speciosa</em>) dan Rimpang Jahe Merah (<em>Zingiber officinale</em> telah diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Buah Parijoto memiliki kandungan senyawa flavonoid sedangkan Rimpang Jahe Merah memiiki kandungan metabolit sekunder seperti gingerol, shogaol, dan flavonoid yang bersifat antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis aktivitas antioksidan melalui nilai IC<sub>50</sub> serta kategori antioksidan kombinasi ekstrak Buah Parijoto dan Rimpang Jahe dengan metode ABTS (2,2 Azinobis (3-Etilbenzotiazolin)-6-Asam Sulfonat). Aktivitas antioksidan diuji dengan metode ABTS pada seri konsentrasi 10,15,20,25, dan 30 ppm menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Prinsip dari metode ABTS (2,2 Azinobis (3-Etilbenzotiazolin)-6-Asam Sulfonat) yaitu penghilangan warna kation ABTS dengan mengukur kapasitas antioksidan yang bereaksi langsung dengan radikal ABTS. Perbandingan kombinasi ekstrak Buah Parijto dan Rimpang Jahe Merah yang digunakan adalah 1:0, 1:1, 2:1, 1:2, 0:1. Hasil uji aktivitas antioksidan dari setiap kombinasi ekstrak Buah Parijoto:Jahe Merah dengan nilai IC<sub>50</sub> berturut-turut adalah 19,73 ppm, 21,53 ppm, 16,48 ppm, 22,48 ppm, dan 25,27 ppm dengan kategori sangat kuat. Aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan oleh Buah Parijoto dan Rimpang Jahe Merah perbandingan 2:1, dengan nilai IC<sub>50</sub> 16,48 ppm. Kombinasi ekstrak memberikan efek sinergisme dalam meningkatkan aktivitas antioksidan dan menghasilkan nilai IC<sub>50</sub> lebih baik dibandingkan penggunaan tunggal.</p> Rissa Vifta Restu Tutut Rahayu Fania Putri Luhurningtyas ##submission.copyrightStatement## 2019-10-18 2019-10-18 8 3 197 201 Remediasi Logam Seng (Zn) pada Air Bekas Tambang Timah Menggunakan Nanomagnetik Fe3O4/Kitosan Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/34541 <p>Telah dilakukan remediasi logam seng (Zn) pada air bekas tambang timah menggunakan nanomagnetik Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub>/kitosan dari cangkang rajungan. Remediasi logam seng pada air bekas tambang timah dilakukan dengan memvariasikan massa Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub> (0 mg, 75 mg, 95 mg, 105 mg, 120 mg) dan lama pengadukan (30 menit, 40 menit dan 50 menit). Nanomagnetik (Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub>)/kitosan cangkang rajungan berhasil menurunkan konsentrasi logam seng (Zn) pada air bekas tambang timah sebesar 89,17%. Kondisi optimum remediasi terjadi pada penambahan Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub> sebesar 95 mg dengan lama pengadukan yaitu 30 menit.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : cangkang rajungan, kitosan, nanomagnetik, remediasi, seng</p> Verry Andre Fabiani Ristika Oktavia Asriza ##submission.copyrightStatement## 2019-10-18 2019-10-18 8 3 202 207