Indonesian Journal of Chemical Science https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs <p style="text-align: justify;"><strong>Indonesian Version</strong></p> <p style="text-align: justify;"><em>Indonesian Journal of Chemical Scienc</em>e menerbitkan artikel penelitian dasar dan konsep-konsep tentang kimia. Terbit tiga kali setahun, 15 artikel tiap terbit. Untuk memperingati peristiwa atau agenda penting lembaga, dapat diterbitkan edisi khusus yang akan memuat 15 artikel pada setiap penerbitan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>English Version</strong></p> <p style="text-align: justify;">Indonesian Journal of Chemical Science publishes basic research articles and conceptual of Chemistry, issued three (3) times a year, overall 15 articles per issued. To commemorate important events and agenda, may be issued a special edition that will include 15 articles in each issue.</p> <p style="text-align: justify;"><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=OHVhsu4AAAAJ&amp;hl=id&amp;authuser=6" target="_blank" rel="noopener"><img src="/sju/public/site/images/widiyanto/images_2_-_copy1_160.jpg" alt="http://journal.unnes.ac.id/sju/public/site/images/widiyanto/images_2_-_copy1_160"></a> <a href="https://doaj.org/toc/2252-6951" target="_blank" rel="noopener"><img src="/nju/public/site/images/widiyanto/doaj.png" alt="http://journal.unnes.ac.id/nju/public/site/images/widiyanto/doaj"></a> <a href="http://atoz.ebsco.com/Titles/SearchResults/8623?SearchType=Contains&amp;Find=2252-6951&amp;GetResourcesBy=QuickSearch&amp;resourceTypeName=allTitles&amp;resourceType=&amp;radioButtonChanged=" target="_blank" rel="noopener"><img src="http://s9.postimg.org/vnkuguetn/images_q_tbn_ANd9_Gc_Teh_ZDE_v_Qyc_HUu_T24pw_C1_BCr7_Zm_Bo.png?noCache=1429016732" alt="images?q=tbn:ANd9GcTehZDE_vQycHUuT24pwC1BCr7ZmBo"></a></p> en-US chemunnes.journal@gmail.com (Jurusan Kimia UNNES) widiefree@gmail.com (widiyanto) Sat, 01 Sep 2018 15:56:19 +0000 OJS 3.1.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pembuatan dan Karakterisasi Bioplastik dari Pati Biji Alpukat-Kitosan dengan Plasticizer Sorbitol https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20810 <p>Salah satu upaya untuk mengatasi masalah sampah plastik sintetik adalah pembuatan bioplastik. Biji alpukat dapat digunakan sebagai bahan dasar bioplastik karena kandungan patinya cukup tinggi. Bioplastik berbahan dasar pati biji alpukat memberikan karakteristik sifat mekanik yang rendah sehingga perlu ditambahkan kitosan dan sorbitol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rasio massa optimal dari pati biji alpukat-kitosan dan penambahan sorbitol optimal yang menghasilkan bioplastik dengan karakteristik sifat mekanik terbaik. Penelitian ini terdiri dari ekstraksi pati dari biji alpukat beserta karakterisasinya, pembuatan bioplastik, uji mekanik, uji daya serap air, dan uji biodegradasi. Hasil penelitian menunjukkan rasio massa pati biji alpukat : kitosan (3:2) menghasilkan bioplastik dengan karakteristik sifat mekanik terbaik dengan nilai kuat tarik 6,40 MPa, elongasi 6,87%, elastisitas 0,93 MPa, daya serap air 120,86% pada suhu 26°C dan 127,32% pada suhu 50°C. Pada variasi penambahan sorbitol didapatkan bioplastik dengan karakteristik sifat mekanik terbaik pada penambahan sorbitol 3 mL dengan nilai kuat tarik 2,28 MPa, elongasi 17,58%, elastisitas 0,13 MPa, daya serap air 88,23% pada suhu 26°C dan 87,39% pada suhu 50°C, serta persen degradasi 41,35%.</p> Muhammad Afif, Nanik Wijayati, Sri Mursiti ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20810 Sat, 01 Sep 2018 13:42:01 +0000 Zeolit Alam Termodifikasi Surfaktan Heksadesiltrimetilammonium (HDTMA) dan Pemanfaatannya sebagai Adsorben Zat Warna Congo Red https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20822 <p>Telah dilakukan modifikasi dengan menambahkan surfaktan hexadecyltrimethyl-ammonium (HDTMA) terhadap zeolit alam teraktivasi. Zeolit alam hasil aktivasi ditambah dengan surfaktan HDTMA pada konsentrasi 1 x KTK dan 2 x KTK. Karakterisasi terhadap zeolit teraktivasi dan termodifikasi HDTMA dilakukan dengan spektroskopi FT-IR dan difraksi sinar X. Jumlah zat warna congo red yang teradsorp, ditentukan dengan spektroskopi UV-Vis. Modifikasi zeolit dengan surfaktan HDTMA<sup>+</sup> ditunjukkan oleh spektra FT-IR pada bilangan gelombang 2859 dan 2926 cm<sup>-1</sup>&nbsp; untuk 1 x KTK, dan 2 x KTK pada bilangan gelombang&nbsp;&nbsp; 2854 dan 2927 cm<sup>-1</sup> yang menunjukkan adanya gugus CH<sub>2 </sub>amina yang dimiliki oleh HDTMA<sup>+</sup>. Uji adsorpsi zat warna congo red terhadap zeolit alam termodifikasi surfaktan HDTMA<sup>+</sup>, waktu optimum pada waktu 10 menit untuk zeolit sebelum termodifikasi, sedangkan zeolit termodifikasi waktu optimum terjadi pada waktu 20 menit dengan pH optimum pada pH 6. Konsentrasi awal&nbsp; optimum pada 4 ppm, sedangkan konsentrasi awal optimum zeolit termodifikasi terjadi pada 2 ppm.</p> Aliftia Wahyu Rahmawati, Jumaeri Jumaeri, Triastuti Sulistyaningsih ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20822 Sat, 01 Sep 2018 15:06:01 +0000 Adsorpsi Ion H2PO4- Menggunakan Komposit Mg/Al-NO3 Hidrotalsit Magnetit https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20831 <p>Adsorpsi fosfat dalam larutan oleh material Mg/Al-NO<sub>3</sub> hidrotalsit-magnetit telah berhasil dilakukan. Penelitian ini diawali dengan sintesis material magnetit (Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub>) dan Mg/Al-NO<sub>3</sub> hidrotalsit-magnetit yang dilakukan secara kopresipitasi dengan menambahkan larutan basa pada larutan yang mengandung dua kation logam. Material magnetit dan Mg/Al-NO<sub>3</sub> hidrotalsit-magnetit hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan FT-IR (<em>Fourier Transform Infrared Spectroscopy</em>) dan XRD (<em>X-Ray Diffraction</em>). Kajian adsorpsi fosfat dalam larutan oleh Mg/Al-NO<sub>3</sub> hidrotalsit-magnetit dilakukan pada variasi pH larutan. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa material yang terbentuk merupakan Mg/Al-NO<sub>3</sub> hidrotalsit-magnetit yang memiliki anion nitrat sebagai anion pengisi daerah antarlapis. Hasil terbaik adsorpsi terjadi pada pH 5 dimana fosfat terserap sebesar 0,048 mg/g atau sekitar 98%.</p> Miftachul Hidayah, Triastuti Sulistyaningsih, Eko Budi Susatyo ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20831 Sat, 01 Sep 2018 15:14:32 +0000 Sintesis Kitosan-Silika Bead Sebagai Pengadsorpsi Ion Logam Pb(II) pada Limbah Cair Batik https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20847 <p>Proses industrilisasi menghasilkan bahan sisa industri baik yang berbentuk padat maupun cair yang berpengaruh terhadap lingkungan sekitarnya. Salah satu kandungan di dalam limbah industri batik yang berpotensi menimbulkan pencemaran air adalah kandungan ion logam Pb(II). Telah dilakukan sintesis kitosan-silika <em>bead</em> sebagai adsorben untuk mengurangi kadar ion logam Pb(II) dalam larutan Pb(NO<sub>3</sub>)<sub>2</sub> dan diaplikasikan dalam limbah cair batik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pH, waktu kontak, konsentrasi awal, dan aplikasi dalam limbah cair batik pada proses adsorpsi ion logam Pb(II) menggunakan kitosan-silika <em>bead</em>. Kitosan-silika <em>bead</em> dibuat dengan menggunakan TEOS sebagai prekursor silika. Kitosan-silika <em>bead</em> yang diperoleh dikarakterisasi dengan menggunakan FT-IR dan XRD. Berdasarkan hasil analisis menggunakan FT-IR menunjukkan adanya gugus OH, NH<sub>2</sub>, Si-O-Si, dan Si-OH yang menyatakan bahwa adsorben kitosan-silika <em>bead</em> berhasil disintesis. Karakterisasi menggunakan XRD menunjukkan bahwa kitosan-silika <em>bead</em> yang dihasilkan berbentuk amorf. Hal ini ditunjukan dengan adanya puncak melebar pada 2𝜽= 13-33 dengan puncak pada 2𝜽= 23,15. Metode yang digunakan dalam interaksi adsorben dengan larutan yaitu metode <em>batch</em>. Adsorpsi ion logam Pb(II) optimum pada pH 4, waktu kontak 60 menit, dan konsentrasi 175 ppm. Pengaruh pH pada proses adsorpsi ion logam Pb(II) yaitu pada pH asam gugus aktif –NH<sub>2</sub> akan terprotonasi menjadi –NH<sub>3</sub><sup>+</sup>, sedangkan pada pH basa larutan Pb(II) akan terhidrolisis membentuk Pb(OH)<sub>2 </sub>dan mengendap. Pengaruh waktu kontak pada adsorpsi ion logam Pb(II) yaitu semakin lama waktu kontak maka adsorpsi akan meningkat hingga kesetimbangan reaksi tercapai. Pengaruh konsentrasi adsorbat pada adsorpsi ion logam Pb(II) yaitu konsentrasi adsorbat yang semakin tinggi menyebabkan adsorpsi meningkat hingga gugus aktif dari Kitosan-silika <em>bead</em> jenuh. Adsorpsi Kitosan-silika <em>bead</em> lebih mengikuti pola isoterm Langmuir dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 40 mg/g. Kitosan-silika <em>bead</em> dapat mengadsorpsi ion logam Pb(II) pada limbah cair batik sebesar 100% dengan daya adsorpsi 1,9072 mg/g.</p> Endang Susilowati, F Widhi Mahatmanti, Sri Haryani ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20847 Sat, 01 Sep 2018 15:18:22 +0000 Arang Ampas Tebu (Bagasse) Teraktivasi Asam Klorida sebagai Penurun Kadar Ion H2PO4- https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20909 <p>Ampas tebu merupakan salah satu limbah pertanian yang memiliki kandungan 25% hemiselulosa dan 50% selulosa yang mampu digunakan sebagai adsorben. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas arang ampas tebu dan arang ampas tebu teraktivasi dalam menyerap ion fosfat pada kondisi optimum yang selanjutnya adsorben kualitas terbaik diaplikasikan dalam limbah <em>laundry</em>. Pembuatan arang ampas tebu dilakukan dengan proses karbonisasi dan dilanjutkan proses aktivasi dengan HCl 5 M. Penentuan kondisi optimum yang dilakukan meliputi variasi pH larutan fosfat, variasi waktu kontak adsorpsi dan variasi berat adsorben arang aktif. Arang aktif ampas tebu yang dihasilkan memiliki kadar air sebesar 0,89%, kadar abu sebesar 5,69%, kadar zat mudah menguap sebesar 7,85%, kadar karbon sebesar 86,04% dan kadar iod sebesar 2903,38 mg/g serta luas permukaan yang ditentukan dengan metode BET diperoleh sebesar 59,119 m<sup>2</sup>/g. Optimasi pH diperoleh pada pH 5 dengan daya serap fosfat 0,9572 mg/g, optimasi waktu kontak diperoleh pada waktu 25 menit dengan daya serap fosfat 0,4029 mg/g dan optimasi berat adsorben diperoleh pada berat 1,5 g dengan daya serap ion fosfat sebesar 16,43%.&nbsp; Pada limbah <em>laundry</em>, adsorben arang aktif ampas tebu mampu mengadsorpsi ion fosfat dengan daya serapnya sebesar 22,82%.</p> Lutfi Nurbaeti, Agung Tri Prasetya, Ella Kusumastuti ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20909 Sat, 01 Sep 2018 15:23:34 +0000 Preparasi Nanopartikel Mg/Al Hidrotalsit-Magnetit secara Kopresipitasi serta Aplikasinya sebagai Adsorben Ion Cr(VI) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20912 <p style="margin: 12px -4px 12px 0px;"><span style="font-family: Calisto MT; font-size: small;">Pembuangan limbah ion logam industri yang tidak diolah dengan cara yang benar telah mengakibatkan pencemaran lingkungan perairan. Pengolahan limbah logam berat dapat dilakukan dengan metode adsorpsi. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mensintesis nanopartikel Mg/Al hidrotalsit-magnetit dengan metode kopresipitasi dan mengaplikasikannya sebagai adsorben ion logam Cr(VI), mengetahui kondisi pH optimum adsorpsi. Tahap awal yaitu sintesis nanopartikel Mg/Al hidrotalsit-magnetit secara kopresipitasi, diikuti karakerisasi dengan FT-IR dan XRD. Tahap akhir yaitu proses adsorpsi. Analisis kandungan ion Cr(VI) yang teradsorp dilakukan dengan metode AAS. Nanopartikel Mg/Al hidrotalsit-magnetit berhasil disintesis dengan metode kopresipitasi, dengan ukuran kristal rata-rata 18,98 nm. Kondisi optimum adsorpsi tercapai pada pH 4 dengan kapasitas adsorpsi sebesar 40,72 mg/g.</span></p> Isponi Umayah, Triastuti Sulistyaningsih, Ella Kusumastuti ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20912 Sat, 01 Sep 2018 15:27:50 +0000 Uji Aktivitas Antibakteri Senyawa Flavonoid dari Rimpang Temu Kunci (Kaempferia pandurata Roxb.) terhadap Streptococcus mutans https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20914 <p>Fingerroot (<em>Kaempferia pandurata </em>Roxb.) is one other from varient traditional medicine plant was many grow in Indonesia. This plant had many compounds of secondary metabolite that used for antibacterial. The other one bacterial causing tooth plaque was tooth and mouth diseases which many alert by Indonesians. The most roling bacterial in causing it is <em>Streptococcus mutans. </em>The study aims to determine isolation flavonoid compound and the activity to inhibit bacterial growth. The compound obtained with isolates the fingerroot using coloumn chromatography was extracted with maseration method. Coloumn chromatography result analized with UV-Vis and FTIR spectrofotometre. Antibacterial activity method is agar difusion using paper disk. The results showed that isolation compound is flavanone, that is 6.7.3’.4’-tetrahidroxy flavanone. Activity showed that flavanone is resistent against <em>Streptococcus mutans</em> and have lower activity than ethanol extract samples amount 1.85 mm.</p> Siti Handayani, Sri Mursiti, Nanik Wijayati ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20914 Sat, 01 Sep 2018 15:31:29 +0000 Isolasi dan Elusidasi Senyawa Flavonoid dari Biji Alpukat (Persea americana Mill.) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20997 <p>Avocado (<em>Persea americana</em> Mill.) is a plant that can flourish in tropical regions like Indonesia. Avocado seeds have the hypoglycemic effect and can be used for traditional medicine. The ethanol extract of avocado seeds contains several secondary metabolite compounds such as alkaloids, triterpenoids, tannins, flavonoids, and saponins. Aims of this study are to identify groups and structures of flavonoid compounds in avocado seeds. 4,000 g of avocado seed powder produces ethanol 170 gcondensed extract with maseration process. 100 g of viscous ethanol extract using ethyl acetate and water yielded 25.6 g of ethyl acetate extract with partition process. The separation of ethyl acetate extract by Thin Layer Chromatography (TLC) with G-F254 stationary phase and <em>n</em>-butanol mobile phase : acetic acid: water (BAA) phase (4:1:5) produces positive fractions containing flavonoids.Results of avocado seeds isolate analysis with FT-IR showed that isolate has OH functional group, CH aliphatic, C=O, C=C aromatics, and CH aromatic, while analysis with UV-Vis spectrophotometer showed the absorption peak at 285 nm and 320 nm wavelength, so the hypothesis of isolate is flavonoid compound flavanon group with hydroxy group at C-7 atom.</p> Kiki Feliana, Sri Mursiti, Harjono Harjono ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20997 Sat, 01 Sep 2018 15:34:58 +0000 Sintesis Nanopartikel Perak dengan Bioreduktor Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Uji Aktivitasnya sebagai Antibakteri https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20999 <p>Senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam tanaman bekerja dengan cara mendonorkan elektron ke ion Ag<sup>+</sup> untuk menghasilkan nanopartikel perak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi AgNO<sub>3 </sub>terhadap ukuran nanopartikel dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan bakteri. Nanopartikel perak disintesis menggunakan metode <em>green synthesis</em>, dengan cara mereduksi AgNO<sub>3</sub> dengan bioreduktor daun belimbing wuluh dan di tambahkan PVA sebagai agen penstabil. Kondisi optimal sintesis nanopartikel perak dengan &nbsp;412 nm diperoleh pada konsentrasi AgNO<sub>3</sub> 1,0 mM dan waktu pembentukan pada hari ke-4. Identifikasi ukuran partikel menggunakan PSA menunjukk an bahwa nanopartikel perak yang disintesis konsentrasi AgNO<sub>3</sub> 1,0 mM mempunyai ukuran rata-rata 112,8 nm. Nanopartikel perak optimal yang dikarakterisasi menggunakan SEM memiliki gambaran morfologi sedikit berbentuk sedikit bulat (<em>spherica</em>l) pada perbesaran 6.000 x dan akselerasi tegangan sebesar 15 kv. Nanopartikel yang paling stabil diperoleh pada konsentrasi AgNO<sub>3</sub> 0,5 mM. Nanopartikel perak mampu menghambat pertumbuhan bakteri <em>Bacillus subtilis </em>lebih kuat dari pada bakteri <em>E. coli</em>.Hasil menunjukkan lebar zona bening yang paling stabil dan jelas ditunjukkan pada cakram yang direndam menggunakan nanopartikel perak dengan konsentrasi AgNO<sub>3</sub> 1,0 mM. Ukuran nanopartikel terkecil dan stabilitas yang baik memiliki kemampuan antibakteri yang lebih besar.</p> Andi Lana Prasetiowati, Agung Tri Prasetya, Sri Wardani ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20999 Sat, 01 Sep 2018 15:38:00 +0000 Immobilisasi Ion Logam Berat Ni2+ dan Cr3+ pada Geopolimer Berbasis Abu Layang dan Serat Daun Nanas https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/21000 <p class="Abstrak">Geopolimer was material which has function as successor of OPC, but it has brittle and have to add some fiber to make it strong. The purpose of this research was to find of the number of pineapple fiber optimum (b/b) which is on synthesis geopolimer, and immobilizes ion metal in weight Ni<sup>2+ </sup>and Cr<sup>3+</sup> in the pineapple fiber optimum. This research was doing with two steps, the first is the background of the pineapple leaves fiber optimum and immobilizes ion metal in weight Ni<sup>2+ </sup>and Cr<sup>3+</sup> in the pineapple fiber optimum. The result show that pineapple fiber get 0,5% (b/b) with strong of pressure was 54,82 MPa and the strong of pull was 1,70 MPa, then after put metal ion Ni<sup>2+ </sup>and Cr<sup>3+</sup> it getting decrease of strong pressure 40,65 MPa and 39,17 MPa, then for the the strong of pull was kuat tarik 1,62 MPa and 1,46 MPa. Reserve ribbon in 2970,80 cm<sup>-1</sup>; 2971,23 cm<sup>-1</sup> dan 2971,45 cm<sup>-1 </sup>showed the bunch C-H cellulose fiber that is on the geopolimer with put of the fiber. An analyzes of morphology SEM was showed that has a particle of fiber in the matrix geopolimer, the dust kite was not has reaction, and has a pore.</p> Irwandari Rahma Nur Ratri, Ella Kusumastuti, F Widhi Mahatmanti ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/21000 Sat, 01 Sep 2018 15:41:01 +0000 Perbandingan Massa Ca(NO3)2 dengan SBA-15 terhadap Kebasaan Katalis Reaksi Gliserolisis https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/21466 <p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" align="justify"><span style="font-family: Calisto\ MT, serif;"><span style="font-size: small;">Katalis CaO-SBA-15 telah digunakan untuk mempercepat laju reaksi gliserolisis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan massa optimum antara Ca(NO<sub>3</sub>)<sub>2</sub> dengan SBA-15 yang mampu mempercepat laju reaksi gliserolisis, mengetahui kebasaannya serta mencari alasan kegagalan reaksi. Sintesis SBA-15 dilakukan dengan metode ultrasonik dan dikarakterisasi dengan XRD dan SAA. Katalis disintesis dengan metode impregnasi dengan 0,05000; 0,02478; dan 0,01652 g.mL<sup>-1</sup> larutan Ca(NO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>. Karakter katalis didapatkan dengan XRD, XRF dan SAA. Kebasaan katalis didapatkan dengan metode titrasi dan gravimetri. Uji aktivitas dilakukan sebagai konfirmasi. Karakter difraktogram XRD dan isoterm SBA-15 hasil sintesis sudah sesuai dengan penelitian terdahulu. Struktur SBA-15 tidak berubah saat impregnasi dan aktivasi. Uji aktivitas belum berhasil sebab dihasilkan bukan senyawa target dan pelarut ikut bereaksi, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang uji aktivitasnya. Analisis kebasaan dapat disimpulkan bahwa katalis dengan konsentrasi larutan pengimpreg 0,05000 g.mL<sup>-1</sup> dinyatakan optimum apabila ditinjau dari pendekatan gliserolisis merupakan reaksi alkoholis.</span></span></p> Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma, Harjito Harjito, Jumaeri Jumaeri ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/21466 Sat, 01 Sep 2018 15:43:55 +0000 Rekayasa Nilai Celah Pita Boron Nitride Nanotube melalui Enkapsulasi Logam Ni dan Co https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/21860 <table width="598"> <tbody> <tr> <td width="444"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh enkapsulasi logam Ni maupun logam Co terhadap celah pita dan kestabilan struktur BNNT. Penelitian ini dilakukan dengan metode DFT menggunakan <em>software</em> Gaussian 09W dan Gaussview 5.0.8 dan hasilnya dianalisis menggunakan software Gaussum 3.0 Penelitian ini dilakukan menggunakan BNNT<sub>4,4 </sub>dan BNNT<sub>5,0</sub> dengan <em>basis set</em> 631G. Perhitungan menunjukkan celah pita dari BNNT<sub>4,4</sub>,BNNT<sub>4,4-</sub>Co dan BNNT<sub>4,4</sub>-Ni serta BNNT<sub>5,0</sub> ,BNNT<sub>5,0</sub>-Ni dan BNNT<sub>5,0</sub>-Co mengalami penurunan nilai celah pita dengan nilai 5,31 eV; 1,445 eV dan 1,74 eV serta 3,39 eV; 1,70 eV dan 1,475 eV. Hal ini dikarenakan resitivitas listrik dari logam Co lebih kecil daripada logam Ni, semakin kecil resitivitas listrik dari logam yang dienkapsulasi maka semakin besar pula penurunan nilai celah pita yang didapatkan. Nilai resitivitas listrik dari logam Co dan Ni adalah 62,4 nΩm dan 69,3 nΩm. Dari Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa enkapsulasi Co dan Ni pada BNNT<sub>4,4</sub> dan BNNT<sub>5,0 </sub>dapat menurunkan nilai celah pita dari BNNT<sub>4,4</sub> murni.</p> <p>&nbsp;</p> </td> </tr> </tbody> </table> Yuniar Firgin Nakiyatul Khotto, Kasmui Kasmui ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/21860 Sat, 01 Sep 2018 15:47:15 +0000 Adsorpsi Tanah terhadap Ion Logam Ni(II) dan Zn(II) serta Remediasinya dengan Metode Pencucian https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/21967 <p>Studi awal tentang karakteristik pada tiga jenis tanah dari Magelang, Pati, dan Demak telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas adsorpsi maksimum tanah terhadap ion logam Ni(II) dan Zn(II) serta mengetahui pengaruh pH dan volume air terhadap efektivitas pencucian dalam menurunkan kadar ion logam Ni(II) dan Zn(II). Penelitian ini dilakukan pada 3 jenis tanah dengan tekstur yang berbeda yaitu <em>Andisol</em> (Magelang), <em>Inceptisol</em> (Pati), dan <em>Grumosol</em> (Demak). Kapasitas adsorpsi maksimum tanah ditentukan berdasarkan bentuk linier dari persamaan <em>Langmuir</em> dengan koefisien korelasi antara 0,92 sampai 0,97. Kapasitas adsorpsi tanah terhadap ion logam Ni(II) dan Zn(II) meningkat seiring dengan meningkatnya fraksi liat tanah. Setelah proses adsorpsi, selanjutnya tanah diremediasi dengan metode pencucian secara penggenangan (<em>batch</em>) dan perkolasi. Sampel tanah yang digunakan dalam percobaan ini adalah tanah <em>Grumosol</em>. Metode pencucian secara penggenangan dilakukan dengan cara menggenangi 5 gram tanah dengan air tadah hujan pada pH asam, netral, dan basa. Sedangkan metode pencucian secara perkolasi dilakukan dengan cara mengaliri 5 gram tanah dengan air tadah hujan pada volume 50, 100, dan 150 mL. Pada pencucian dengan metode penggenangan, pH tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efektivitas pencucian. Sedangkan pada metode perkolasi, efektivitas pencucian meningkat seiring dengan meningkatnya volume air pencuci.</p> Sri Ayu Pujiati, Eko Budi Susatyo, Nuni Widiarti, Sukarjo Sukarjo ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/21967 Sat, 01 Sep 2018 15:50:12 +0000 Perbandingan Metode Transmisi dan Reflektansi Pada Pengukuran Polistirena Menggunakan Instrumentasi Spektroskopi Fourier Transform Infra Red https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/24158 <p><em>Fourier transform infrared </em>(FTIR), merupakan salah satu instrumen yang banyak digunakan untuk mengetahui vibrasi molekul yang dapat digunakan untuk memprediksi struktur senyawa kimia. Terdapat tiga teknik pengukuran sampel yang umum digunakan dalam pengukuran spektrofotometri vibrasi : Transmisi FTIR, Total Refleksi (ATR), dan <em>Difuse Reflectance Infrared Fourier Transform</em> (DRIFT) . Polistirena merupakan salah satu polimer dari <em>styrene</em>, memiliki sifat sangat mudah terbakar. Metode transmisi memerlukan teknik khusus dalam preparasi sampel padatan yaitu dengan pembuatan disk. Spectrum yang dihasilkan memiliki range pembacaan yang lebar 4000cm<sup>-1 </sup>– 400cm<sup>-1</sup>, puncak yang dihasilkan cukup tajam&nbsp; namun memiliki baseline yang kurang bagus. Metode reflektasi jauh lebih mudah karena tidak memerlukan persiapan sampel yang rumit. Spectrum yang dihasilkan memiliki baseline yang bagus namun hanya gugus fungsi dengan intensitas besar saja yang terbaca dan range pembacaan lebih sempit&nbsp; 4000cm<sup>-1</sup>- 600cm<sup>-1</sup>. polimer polystirena dengan puncak puncak karakteristik diatas 600cm<sup>-1 </sup>penggunaan metode atau teknik reflektasi jauh lebih menguntungkan karena tidak memerlukan teknik preparasi sampel yang rumit.</p> Martin Sulistyani, Nuril Huda ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/24158 Sat, 01 Sep 2018 15:53:00 +0000 Reaksi Isomerisasi α-Pinena Minyak Terpentin dengan Katalis Zr-Zeolit Alam menggunakan Microwave https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/24343 <p>In efforts to increase economic value of turpentine oil is perform transformation of α-pinena into derivation through isomerization reaction. Catalytic isomerization reaction use catalysts Zr-Natural zeolite and characterization the catalyst include analysis of crystallinity by X-Ray Diffraction (XRD) and Surface Area Analyzer (SAA). Isomerization reaction in the microwave with 10 mL turpentine oil reacted and 0.5 g catalysts. The reaction conduct by the variation of the microwave power 320, 480, and 640 watts and variation of reaction time of 5, 10, 15, 20, and 25 minutes. The reaction products of the compounds tested using IR, GC, and GC-MS. The result research gain isomers such as camphene, 3-carene, α-terpinene, limonene, p-cymene, β-pinene, and terpinolene. Increase power the microwave yields increase the concentration of the compound isomers product, whereas the reaction time to increase conversion α-pinena into isomer compound. The ideal condition in study, found to be microwave power of 640 watts and 15 minutes, yield conversion of α-pinene 29.907 %.</p> Parpulungan Hutasoit, Nanik Wijayati, F. Widhi Mahatmanti ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/24343 Sat, 01 Sep 2018 15:55:38 +0000