Indonesian Journal of Chemical Science https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs <p style="text-align: justify;"><strong>Indonesian Version</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong></strong><em>Indonesian Journal of Chemical Scienc</em>e menerbitkan artikel penelitian dasar dan konsep-konsep tentang kimia. Terbit tiga kali setahun, 15 artikel tiap terbit. Untuk memperingati peristiwa atau agenda penting lembaga, dapat diterbitkan edisi khusus yang akan memuat 15 artikel pada setiap penerbitan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>English Version</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong></strong>Indonesian Journal of Chemical Science publishes basic research articles and conceptual of Chemistry, issued three (3) times a year, overall 15 articles per issued. To commemorate important events and agenda, may be issued a special edition that will include 15 articles in each issue.</p><p style="text-align: justify;"><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=OHVhsu4AAAAJ&amp;hl=id&amp;authuser=6" target="_blank"><img src="/sju/public/site/images/widiyanto/images_2_-_copy1_160.jpg" alt="http://journal.unnes.ac.id/sju/public/site/images/widiyanto/images_2_-_copy1_160" /></a> <a href="https://doaj.org/toc/2252-6951" target="_blank"><img src="/nju/public/site/images/widiyanto/doaj.png" alt="http://journal.unnes.ac.id/nju/public/site/images/widiyanto/doaj" /></a><span> </span><a href="http://atoz.ebsco.com/Titles/SearchResults/8623?SearchType=Contains&amp;Find=2252-6951&amp;GetResourcesBy=QuickSearch&amp;resourceTypeName=allTitles&amp;resourceType=&amp;radioButtonChanged=" target="_blank"><img src="http://s9.postimg.org/vnkuguetn/images_q_tbn_ANd9_Gc_Teh_ZDE_v_Qyc_HUu_T24pw_C1_BCr7_Zm_Bo.png?noCache=1429016732" alt="images?q=tbn:ANd9GcTehZDE_vQycHUuT24pwC1BCr7ZmBo" /></a></p> en-US chemunnes.journal@gmail.com (Jurusan Kimia UNNES) widiefree@gmail.com (widiyanto) Wed, 30 May 2018 10:11:44 +0000 OJS 3.1.0.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Skrining Fitokimia Ekstrak n-Heksan Korteks Batang Salam (Syzygium polyanthum) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/23370 <p>Salam atau <em>Syzygium polyanthum </em>merupakan tumbuhan berkhasiat obat yang mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki banyak aktivitas farmakologi. Daun Salam dilaporkan mengandung flavonoid, alkaloid, fenolik, steroid, terpenoid, dan saponin. Kandungan senyawa dalam daun tersebut dimungkinkan juga dimiliki oleh bagian korteks batang Salam (<em>Syzygium polyanthum</em>). Dalam penelitian ini dilakukan skrining fitokimia ekstrak <em>n</em>-heksan korteks batang Salam. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak <em>n</em>-heksan korteks batang Salam mengandung senyawa metabolit sekunder golongan steroid, terpenoid, dan triterpenoid, tetapi tidak mengandung kelompok senyawa flavonoid, alkaloid, fenolat, tannin, dan saponin. Senyawa metabolit sekunder yang ada dalam ekstrak <em>n</em>-heksan korteks batang Salam ini dimungkinkan berfungsi sebagai antimikroba.</p> Ahmad Ikhwan Habibi, R. Arizal Firmansyah, Siti Mukhlishoh Setyawati ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/23370 Wed, 30 May 2018 09:42:21 +0000 Serbuk Kulit Jagung untuk Menurunkan Kadar COD dan BOD Air Sumur Gali https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/16928 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adsorben kulit jagung yang diaktivasi dan tanpa aktivasi dengan menggunakan variasi waktu kontak dan massa adsorben terhadap penurunan kadar COD dan BOD pada air sumur gali. Adsorben diaktivasi menggunakan H<sub>3</sub>PO<sub>4</sub> 9% dengan variasi waktu 10 dan 12 jam. Adsorben tersebut digunakan untuk adsorpsi senyawa yang terkandung dalam air sumur gali dengan waktu kontak (15, 30, 45, 60, 75 menit) dan massa (0,2; 0,4; 0,6; 0,8; 1 gram). Hasil penelitian menunjukkan adsorben terbaik terjadi pada waktu aktivasi 12 jam, sebesar 18,33 mg/L untuk kadar COD dan 15,3 mg/L untuk kadar BOD. Penurunan variasi kontak terbaik pada menit ke-75 yaitu sebesar 25,837 mg/L untuk kadar COD dan 21,42 mg/L untuk kadar BOD serta penurunan variasi massa terbaik pada 0,8 gram sebesar 35 mg/L untuk kadar COD dan 27,48 mg/L untuk kadar BOD.</p> Restu Indah Larasati, Sri Haryani, Eko Budi Susatyo ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/16928 Wed, 30 May 2018 09:43:46 +0000 Produksi Bioetanol dari Kertas HVS Bekas melalui Hidrolisis Enzim Selulase Jamur Tiram https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/16954 <p>Beberapa tahun&nbsp; terakhir Indonesia mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan dan konsumsi harus dicari sumber energi alternatif yang terbarukan yaitu bioetanol. Bahan utama untuk produksi bioetanol&nbsp; pada penelitian ini adalah kertas HVS bekas yang mengandung selulosa yang dapat dikonversi menjadi glukosa kemudian difermentasi membentuk etanol. Tinta pada kertas dihilangkan dengan perendaman larutan belimbing wuluh yang mengandung asam format dan diautoclave. Selanjutnya, delignifikasi menggunakan larutan batu kapur. Proses selulase menggunakan enzim selulase didapat dari jamur tiram. Proses fermentasi mengunakan ragi tape dan ragi roti . Terdapat perbedaan pada hasil keduanya, distilat ragi tape kandungan etanol lebih banyak dari pada distilat ragi roti.&nbsp;&nbsp; Pada uji kimia dan fisika hanya ragi tape mengarah positif terdapat kandungan etanol Dipertegas dari hasil uji analisis mengunakan GC dan FTIR ragi tape dan ragi roti dengan kadar 0,54 : 0,02% etanol.</p> Siti Maskurotus Sholikhah, Siti Maskurotus Sholikhah, Siti Maskurotus Sholikhah ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/16954 Wed, 30 May 2018 09:45:56 +0000 SINTESIS DAN KARAKTERISASI ZEOLIT X DARI ABU SEKAM PADI MELALUI PROSES HIDROTERMAL https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/17036 <p>Padi merupakan produk utama pertanian di negara-negara agraris, termasuk indonesia. Di daerah Kabupaten Demak mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah sebagai petani padi, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual dari hasil produk samping dari padi. Abu sekam padi memiliki kandungan silika yang tinggi sehingga dapat digunakan dalam sintesis&nbsp; zeolit secara hidrotermal. Bahan yang digunakan yaitu abu sekam padi sebagai bahan utama, Al2O3, dan NaOH. Sintesis zeolit diawali dengan pembuatan larutan natrium silikat (Na-Si) dan natrium aluminat (Na-Al) , selanjutnya kedua larutan diaduk sampai homogen. Campuran sol-gel yang diperoleh dilebur dalam krus stainless steel, selama 4jam&nbsp; pada temperatur 160°C. Zeolit sintesis diuji secara kualitatif menggunakan Spektrofotometer Inframerah (FTIR) diperoleh serapan gugus fungsi Si-O-Al, Difraksi Sinar-X (XRD) diperoleh susunan kristal yang dipediksi merupakan zeolit jenis tipe Na-X dan perkuat dengan Scanning Electron Microscope (SEM) untuk meliat susunan kristal yaitu berupa kubus tak beraturan dan diperoleh hasil rendemen pada suhu 160°C sebanyak 68,17%.</p> krisnawati kimia unnes, Jumaeri Jumaeri, Sri Wardani, Sri Wardani ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/17036 Wed, 30 May 2018 09:47:37 +0000 Isolasi Flavonoid Kulit Buah Durian dan Uji Aktivitasnya sebagai Antirayap Coptotermes sp. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/17413 <p>Kulit buah durian diketahui mengandung flavonoid yang memiliki manfaat dalam bidang pengobatan maupun sebagai pestisida nabati.&nbsp; Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa flavonoid dan uji aktivitas antirayap terhadap Coptotermes sp. Penelitian ini dibagi atas tiga tahapan, yaitu isolasi flavonoid, identifikasi isolat, uji antirayap. Hasil skrining menunjukkan isolat mengandung flavonoid. Identifikasi menggunakan FT-IR menunjukkan adanya gugus&nbsp; O-H, C-H alifatik, C=O, C=C, dan CO. Analisis spektra UV-Vis menunjukkan serapan maksimum pada pita II dan pita I pada panjang gelombang 290 dan 305 nm. Penambahan pereaksi geser NaOH 2N, AlCl<sub>3</sub>, dan AlCl<sub>3 </sub>+ HCl menyebabkan adanya pergeseran pada pita II dan pita I. Hasil analisis menunjukkan bahwa senyawa flavonoid dalam kulit buah durian diduga golongan flavanon. Uji aktivitas antirayap menggunakan metode umpan paksa dengan variasi konsentrasi 0; 1; 2,5; 5, 7,5; dan 10%. Larutan uji 10% menyebabkan kematian rayap paling tinggi dengan mortalitas 89,67% dan pengurangan berat kertas umpan paling kecil sebesar 0,35%.</p> Tasqia Tunnisa, Sri Mursiti, Jumaeri Jumaeri ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/17413 Wed, 30 May 2018 09:49:17 +0000 Efisiensi Penurunan Kadar Logam Berat (Cr dan Ni) dalam Limbah Elektroplating secara Elektrokoagulasi Menggunakan Elektroda Aluminium https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/18936 <p>Abstrak<br>Dipublikasikan Penyebab terjadinya pencemaran adalah banyaknya limbah yang dibuang tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu atau sudah diolah tetapi belum sesuai standar. Mengolah limbah hasil elektroplating agar dapat diminimalisir dampaknya terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi waktu elektrolisis, pH, dan jarak antar elektroda untuk mendapatkan kombinasi terbaik pada proses elektrokoagulasi terhadap efisiensi penyisihan logam krom dan nikel pada limbah cair industri elektroplating. Elektroda yang digunakan alumunium. Sampel dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Waktu elektrolisis optimum yang digunakan untuk mengendapkan logam krom dan nikel dalam limbah elektroplating dan limbah artificial yaitu 80 menit. Efisiensi penurunan kadar logam berat pada limbah elektroplating dan artificial pada krom sebesar 73,47% dan 60,63%, sedangkan pada logam nikel sebesar 17,04% dan 52,68%. Jarak antar elektroda optimum logam krom dan logam nikel dalam limbah elektroplating dan limbah artificial yaitu pada jarak 1 cm. Efisiensi penurunan kadar logam berat pada limbah elektroplating dan artificial pada krom sebesar 86,01% dan 84,00%, sedangkan pada logam nikel sebesar 57,64% dan 64,58%. Nilai pH optimum yang digunakan untuk mengendapkan logam krom dalam limbah elektroplating dan limbah artificial yaitu 7, sedangkan pada logam nikel limbah elektroplating yaitu pH 8, pada limbah artificial optimum pada pH 6. Efisiensi penurunan kadar logam berat pada limbah elektroplating dan artificial pada krom sebesar 99,13% dan 98,99%, sedangkan pada logam nikel sebesar 99,26% dan 99,75%.. <br>Keywords:<br>Elektrokoagulasi;<br>limbah elektroplating; <br>alumunium. <br> <br> Abstract<br> Cause of the occurrence of pollution is the amount of wastewater that thrown away without processing beforehand or already processed but not up to standard. Processing wastewater of electroplating results in order to minimize impact on the environment. The purpose this research was to know the variation time of electrolysis, pH, and distance between electrodes to get the best combination of electrocoagulation process on the removal efficiency of chromium and nickel in the electroplating wastewater industry. Electrode of this research is aluminum. Samples were analyzed using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). The optimum time of electrolysis used to precipitate chrome and nickel in electroplating wastewater and artificial wastewater which is 80 minutes. The efficiency of decreasing heavy metal content in electroplating and artificial wastewater in chromium is 73.47% and 60.63%, while nickel is 17.04% and 52.68%. The distance between optimum electrode of chromium and nickel in electroplating and artificial wastewater that is at a distance of 1 cm. The efficiency of decreasing heavy metal content in electroplating and artificial wastewater in chromium is 86.01% and 84.00%, while nickel is 57.64% and 64.58%. The optimum pH used to precipitate chromium in electroplating wastewater and artificial wastewater is 7, whereas optimum pH used to precipitate nickel in electroplating wastewater is 8, and optimum pH in artificial wastewater is 6. The efficiency of decreasing heavy metal content in electroplating and artificial wastewater in chromium is 99.13% and 98.99%, while nickel is 99.26% and 99.75%. </p> Yunan Gumara Yudhistira, Endang Susilaningsih, Nuni Widiarti ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/18936 Wed, 30 May 2018 09:51:13 +0000 ANALISIS PENAMBAHAN KOTORAN KAMBING DAN KUDA PADA PROSES BIOREMEDIASI OIL SLUDGE DI PERTAMBANGAN DESA WONOCOLO https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/19036 <p>Bojonegoro merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur, yang memiliki kekayaan di bidang minyak dan gas bumi (migas) tepatnya di desa Wonocolo. Dalam proses penambangan minyak bumi akan terdapat limbah yang di hasilkan.. Bioremediasi merupakan suatu proses rehabilitasi lingkungan yang tercemar dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk menguraikan pencemar tersebut menjadi bentuk yang lebih sederhana, tidak berbahaya, dan memberikan nilai tambah bagi lingkungan. Kotoran hewan merupakan bahan organik yang mengandung banyak mikroba, kotoran hewan dengan kandungan nutrisi terbaik adalah kotoran kambing dan kuda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan konsorsium bakteri indigen lumpur minyak bumi dengan bakteri dari kotoran kambing dan kuda dalam mendegradasi limbah minyak bumi. Penelitian bioremediasi ini dilakukan secara bertahap yaitu isolasi, aplikasi, analisis parameter pH, TPH, TPC dan kadar air, serta analisis komponen hidrokarbon dengan Gas Chromatography (GC). Hasil penelitian ini diperoleh bahwa penggunaan kotoran kambing dan kuda pada bioremediasi limbah minyak bumi (oil sludge) mampu menjadi agen bioremediasi yang baik, dengan presentase penurunan kadar TPH tertinggi dengan proporsi limbah dalam reaktor 4:1:0 dengan presentase penurunan 68,83%. Pada waktu 5 minggu penelitian, TPH oil sludge terus mengalami penurunan Waktu remediasi yang dibutuhkan untuk menurunkan 100% kadar TPH pada limbah oil sludge dengan kotoran hewan kambing dan kuda adalah lebih dari 5 minggu, karena pada batas penelitian selama 5 minggu kadar penurunan TPH adalah sebesar 68,83%.</p> Siti Holifah, Tono Supartono, Harjono Harjono ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/19036 Wed, 30 May 2018 09:53:08 +0000 Preparasi dan Karakterisasi Nanozeolit dari Zeolit Alam Gunungkidul dengan Metode Top-Down https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/19074 <p>Zeolit merupakan material berpori yang berbentuk tetrahedral antara alumina dan silikat berhidrat. Zeolit dengan ukuran nanopartikel memiliki kemampuan yang lebih baik dan lebih efektif. Telah dilakukan penelitian pembuatan nanozeolit dari zeolit alam yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik hasil preparasi nanozeolit yang dipreparasi dari zeolit alam Gunungkidul. Zeolit yang digunakan diayak dengan ukuran 230 <em>mesh</em> dan diaktivasi dengan HCl 1M selama 4 jam dan dikalsinasi pada suhu 600<sup>o</sup>C selama 3 jam yang selanjutnya dilakukan milling selama 10 jam dengan metode <em>Top-down</em>. Hasil preparasi yang dikarakterisasi menggunakan PSA, XRD, SAA, dan SEM. Berdasarkan hasil analisis PSA diperoleh ukuran zeolit alam nanopartikel sebesar 188,3 nm. Hasil analisis XRD diperoleh jenis material ZA, ZAA, dan ZAN adalah <em>mordenite</em>, dan kristalinitas menurun seiring dengan proses aktivasi dan <em>milling</em>, sehingga pada ZAN dalam keadaan fase amorf. Ukuran kristal yang diperoleh berturut-turut yaitu 184, 165, dan 32 nm. Hasil&nbsp; analisis SAA pada ZA, ZAA dan ZAN dihasilkan luas permukaan sebesar 19,3290; 18,9070; dan 18,980 m<sup>2</sup>/g dan ukuran pori 126,434; 125,813; dan 132,878 Å. Hasil morfologi SEM nanozeolit berbentuk bulat-bulat kecil yang berukuran 63,7 nm. Zeolit alam nanopartikel dengan metode <em>Top-down</em> memiliki karakteristik yang signifikan terhadap ukuran partikel dan tidak signifikan terhadap luas paermukaan partikel dengan efisiensi lamanya waktu <em>milling</em>.</p> Yogo Setiawan, F Widhi Mahatmanti, Harjono Hanis ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/19074 Wed, 30 May 2018 09:55:00 +0000 SINTESIS FOTOKATALIS Fe-N-TiO2 MENGGUNAKAN METODE SOL-GEL UNTUK DEKOMPOSISI AIR https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/19199 <p>Fotokatalis Fe-N-TiO<sub>2</sub> telah digunakan dalam dekomposisi air untuk memproduksi hidrogen. Modifikasi <em>templating agent</em> dan dopan bertujuan untuk mengetahui kompisisi optimum dengan karakterisasi terbaik dan laju produksi terbanyak pada cahaya tampak. Fe-N-TiO<sub>2</sub> disintesis menggunakan metode sol-gel dengan persen berat PEG dan N bervariasi. Variasi PEG adalah 2, 3, dan 4% sedangkan N adalah 20, 25, dan 30%w/w. Fotokatalis dikarakterisasi menggunakan DR-UV untuk mengetahui <em>band gap</em>, XRD untuk mengetahui kristalinitas, dan FTIR untuk mengetahui gugus fungsi. Gas hidrogen dari dekomposisi air dianalisis menggunakan GC-TCD. Fe-N-TiO<sub>2</sub> dengan N 20%w/w dapat menurunkan <em>band gap</em> hingga 2,56 eV. Fotokatalis dengan PEG 4% mempercepat waktu gelasi menjadi 164,33 jam. Perhitungan fase anatas PEG adalah 86,86% sedangkan ukuran kristalitnya 44,26 nm. Fe-N-TiO<sub>2</sub> yang disintesis memiliki serapan utama pada 520 cm<sup>-1</sup> yang merupakan daerah Ti-O. Dari uji aktivitas, Fe-N-TiO<sub>2</sub> dengan PEG 2% dan N 20%w/w memproduksi hidrogen sebesar 0,076 µmol/jam.</p> Ragil Pandu Sadewo, Harjito Harjito, Sigit Priatmoko ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/19199 Wed, 30 May 2018 09:56:47 +0000 Sintesis dan Karakterisasi TiO2(nanorod)-SiO2 dan Aplikasinya Dalam Cat Akrilik https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/19221 <p>Telah dilakukan penelitian tentang sintesis TiO<sub>2</sub> <em>nanorod</em> termodifikasi silika (TiO<sub>2</sub>-SiO<sub>2</sub>) dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh suhu kalsinasi terhadap karakteristik komposit TiO<sub>2</sub>-SiO<sub>2</sub> dan mengetahui pengaruh&nbsp; variasi massa komposit terhadap uji sudut kontak pada cat akrilik. Nanokomposit TiO<sub>2</sub>-SiO<sub>2</sub> disintesis dengan menggunakan prekursor sol TiO<sub>2</sub> dan sol SiO<sub>2. </sub>Sebelumnya sol TiO<sub>2 </sub>disintesis secara solvotermal dan SiO<sub>2 </sub>disintesis secara sol-gel. titanium (IV) isopropoksida digunakan sebagai prekursor TiO<sub>2</sub> <em>nanorod</em>, dan tetraetilorthosilikat sebagai prekursor SiO<sub>2</sub>. Material nano diaplikasikan sebagai bahan tambahan dalam cat akrilik untuk memberikan sifat swa-bersih pada cat. Hasil sintesis TiO<sub>2</sub>-SiO<sub>2</sub> dikarakterisasi dengan FTIR untuk mengetahui struktur ikatan, XRD untuk mengetahui ukuran dan struktur kristal, TEM untuk mengetahui morfologi, dan SAA untuk mengetahui luas permukaan dan ukuran pori. Hasil karakterisasi FTIR menunjukan adanya ikatan Si-O-Si, Si-OH, Si-O-Ti dan vibrasi ulur Ti-O pada bilangan gelombang 1095,57cm<sup>-1</sup>, 3425,58 cm<sup>-1</sup>, 948,98 cm<sup>-1</sup>, dan 678,94 cm<sup>-1</sup>. Hasil XRD menunjukkan bahwa sifat padatan adalah kristalin dengan fasa <em>anatase</em>. Hasil TEM menunjukkan bahwa struktur <em>rods</em> pada TiO<sub>2 </sub>sudah mulai terbentuk. Luas permukaan yang dihasilkan dari karakterisasi SAA secara berturut-turut pada suhu 250, 350, dan 450 <sup>o</sup>C yaitu 60,898; 40,548; dan 52,097 m<sup>2</sup>/g. Hasil pengukuran sudut kontak terbesar dan menunjukkan hasil paling baik pada komposit suhu kalsinasi 450<sup>o</sup>C&nbsp; dengan variasi massa 5% dari massa cat akrilik</p> Ahmad Sulistyono, Sri Wahyuni, Kasmui Kasmui ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/19221 Wed, 30 May 2018 09:58:11 +0000 Pemanfaatan Zeolit Alam Teraktivasi HNO3 sebagai Ion Logam Fe(III) dan Cr(VI) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/19627 <p>Penelitian ini terkait dengan pemanfaatan zeolit alam teraktivasi HNO<sub>3</sub> sebagai adsorben ion logam Fe(III) dan Cr(VI). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik zeolit alam sebelum dan sesudah dilakukan aktivasi, pengaruh variasi pH, waktu kontak dan konsentrasi ion logam dan kapasitas adsorpsi zeolit alam dan zeolit teraktivasi dalam menyerap ion logam Fe(III) dan Cr(VI). Pengaktivasian zeolit alam dilakukan dengan HNO<sub>3</sub> 1M serta dikalsinasi pada suhu 400˚C. Karakteristik zeolit alam sebelum dan sesudah aktivasi dapat dilihat melalui data XRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kristalinitas zeolit teraktivasi lebih tinggi dibandingkan dengan zeolit alam. Kondisi optimum ion logam Fe(III) pada zeolit alam diperoleh pada pH 8, waktu kontak 120 menit dan konsentrasi 200 ppm sedangkan pada zeolit teraktivasi diperoleh pada pH 2, waktu kontak 150 menit dan konsentrasi 125 ppm. Kondisi optimum ion logam Cr(VI) pada zeolit alam diperoleh pada pH 8, waktu kontak 180 menit dan konsentrasi 100 ppm sedangkan pada zeolit teraktivasi diperoleh pada pH 4, waktu kontak 120 menit dan konsentrasi 150 ppm. Adsorpsi zeolit alam pada ion logam Fe(III) mengikuti pola isoterm Freundlich dengan nilai n sebesar 0,09 sedangkan pada ion logam Cr(VI) mengikuti pola isoterm Langmuir dengan kapasitas maksimum (Qm) sebesar 1,48 mg/g. Adsorpsi zeolit teraktivasi pada ion logam Fe(III) mengikuti pola isoterm Langmuir dengan kapasitas maksimum (Qm) sebesar 1,18 mg/g sedangkan pada ion logam Cr(VI) mengikuti pola isoterm Freundlich dengan nilai n sebesar 0,17.</p> Chayun Pida Renni, F Widhi Mahatmanti, Nuni Widiarti ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/19627 Wed, 30 May 2018 09:59:32 +0000 PENGARUH KONSENTRASI SO42- DAN pH TERHADAP DEGRADASI CONGO RED MENGGUNAKAN FOTOKATALIS N-TiO2 https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/19890 <p><em>Congo Red</em> merupakan salah satu zat warna yang terdapat pada limbah industri tekstil. Metode untuk menurunkan kadar <em>Congo R</em>ed pada limbah cair adalah dengan metode fotodegradasi menggunakan fotokatalis TiO<sub>2</sub>. TiO<sub>2</sub> memiliki energi gap yang besar, oleh karena hal tersebut TiO<sub>2</sub> dimodifikasi dengan cara mendoping Nitrogen ke dalamnya guna menurunkan energi gap tersebut. N-TiO<sub>2</sub> dibuat dengan metode Sol-Gel dari prekursor TiIPP, kemudian ditambah Urea ke dalamnya sebagai dopan N. Karakteristik katalis dianalisis menggunakan X-ray difraction, FTIR, dan SEM-EDX. Efektivitas fotodegradasi dilihat dari konsentrasi <em>Congo Red</em> setelah didegradasi pada variasi waktu kontak, penambahan ion sulfat (SO<sub>4</sub><sup>2-</sup>) dan pH larutan <em>Congo Red</em>. N-TiO<sub>2</sub> efektif digunakan untuk fotodegradasi <em>Congo Red</em>&nbsp; pada waktu kontak 45 menit. Kemampuan fotokatalis N-TiO<sub>2</sub> dalam mendegradasi <em>Congo Red</em> juga dapat ditingkatkan dengan penembahan anion sulfat. Semakin bertambahnya konsentrasi sulfat hingga 5000 mg/L dapat meningkatkan persentase degradasi hingga 79.75%. Pada pH asam kinerja fotokatalis N-TiO<sub>2</sub> untuk mendegradasi <em>Congo Red</em> meningkat. Pada pH 5 dapat meningkatkan persentase deegradasi hingga 73.85%.</p> WIDYO UTOMO, Woro Sumarni, Sigit Priatmoko ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/19890 Wed, 30 May 2018 10:00:48 +0000 IMMOBILISASI Fe3+ DAN Cr6+ PADA GEOPOLIMER BERBASIS ABU LAYANG-ABU SEKAM PADI https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/19995 <p>Immobilization of Fe<sup>3+</sup> and Cr<sup>6+</sup> by using geopolymer based on fly ash (FA) and rice husk ash (RHA) and the effect on quality of geopolymer qualitatively have been investigated. Type C fly ash from Karang Kandri power plant in Cilacap and rice husk ash from burning briks in Klaten Central Java was used as the raw material. Rice husk ash was added from 0-7.5 g to produce geopolymer with optimum compressive strength, which composition used for geopolymer synthesis with addition of&nbsp; Fe<sup>3+</sup> and Cr<sup>6+</sup> metal ions. Fe<sup>3+</sup> and Cr<sup>6+</sup> metal ions were added into geopolymer paste at the level of 20-100 mmol. The result showed that the addition of 3 g rice husk ash produce geopolymer with optimum compressive strength to 35.43 MPa. The addition of&nbsp; 60 mmol of Fe<sup>3+</sup> and Cr<sup>6+</sup> metal ions improve the compressive strength&nbsp; to 37.22 MPa and 36.4 MPa. Further addition of metal ions reduce these value and the lowest compressive strength was observed on the additon of 100 mmol of&nbsp; Fe<sup>3+</sup> and Cr<sup>6+</sup> namely 20.36 MPa and 20.74 MPa. Leaching test was conducted by using&nbsp; AAS, leaching tests show that geopolymers can immobilize Fe<sup>3+</sup> metal ions more effectively when compared to Cr<sup>6+</sup> metal ions which is distributed throughout the geopolymer and is not chemically bound making it easier to leach out.</p> Mega Bunga Persada, Ella Kusumastuti, F.Widhi Mahatmanti ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/19995 Wed, 30 May 2018 10:02:03 +0000 SINTESIS DAN KARAKTERISASI ZEOLIT DARI ABU SEKAM PADI MENGGUNAKAN METODE HIDROTERMAL https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20437 <p>Sekam padi merupakan salah satu produk samping dari proses penggilingan padi, yang dapat digunakan sebagai material awal sintesis zeolit karena kandungan utamanya adalah silika. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi zeolit berbahan dasar abu sekam padi. Sintesis diawali dengan pencucian abu sekam padi dalam larutan HCl 2 M dengan perbandingan rasio berat per volume = 1:5 selama 1 jam. Proses ekstraksi silika dilakukan dengan melarutkan abu sekam padi yang telah dicuci HCl dengan menambahkan larutan NaOH 7 M dengan perbandingan 1:2 (b/v) pada suhu 80ºC dan diaduk selama 5 jam. Sintesis zeolit dilakukan dengan menggunakan metode hidrotermal pada temperatur 160ºC selama 7 jam. Silika hasil ekstraksi dan zeolit sintetis dikarakterisasi menggunakan instrument FT-IR untuk mengetahui gugus fungsi dan XRD untuk mengetahui tingkat kristalinitas silika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zeolit dengan metode hidrotermal dapat menghasilkan zeolit yang mempunyai struktur mirip zeolit Y, terdiri dari campuran kristal <em>faujasite</em>, <em>kabasite</em>, dan <em>cancrinite</em>.</p> Siska Shelvia Deviani, F. Widhi Mahatmanti, Nuni Widiarti ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20437 Wed, 30 May 2018 10:03:30 +0000 Modifikasi Zeolit A dengan Surfaktan HDTMA dan Aplikasinya sebagai Adsorben Ion Nitrat https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20750 <p>Modifikasi zeolit A dengan surfaktan HDTMA (<em>hexa decil trimetil ammonium)</em> dan aplikasinya sebagai adsorben ion nitrat telah dipelajari. Zeolit A yang disintesis dari kaolin alam Bangka Belitung dimodifikasi dengan surfaktan HDTMA 0,1 M menjadi zeolit A termodifikasi surfaktan (ZAMS). ZAMS hasil modifikasi dikarakterisasi dengan FT-IR, XRD, dan SAA. Zeolit A dengan dan tanpa modifikasi surfaktan HDTMA diaplikasikan sebagai adsorben ion nitrat dengan melibatkan variabel waktu kontak dan konsentrasi awal nitrat. Hasil FTIR ZAMS menunjukkan kemiripan dengan ZAMS standar, ditunjukkan dengan munculnya serapan pada bilangan gelombang 2921,01 cm<sup>-1</sup>, 2852,44 cm<sup>-1</sup>, dan 1482,02 cm<sup>-1</sup>. Hasil XRD ZAMS mirip dengan zeolit A tanpa modifikasi dengan derajat kristalinitas sebesar 98,55% dan memiliki luas permukaan sebesar 146,389 m<sup>2</sup>/g. Adsorpsi nitrat optimum oleh zeolit A terjadi pada waktu kontak 60 menit dan ZAMS 90 menit dengan kapasitas adsorpsi masing-masing sebesar 4,3048 mg/g dan 4,5593 mg/g sedangkan kondisi optmum adsorpsi ion nitrat pada variasi konsentrasi awal dicapai pada 75 ppm dengan kapasitas adsorpsi zeolit A yakni 6,6815 mg/g dan ZAMS 6,995 mg/g.</p> Lia Inarotut Darojah, Jumaeri Jumaeri, Ella Kusumastuti ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/20750 Wed, 30 May 2018 10:04:55 +0000