Indonesian Journal of Chemical Science https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs <p style="text-align: justify;"><strong>Indonesian Version</strong></p> <p style="text-align: justify;"><em>Indonesian Journal of Chemical Scienc</em>e menerbitkan artikel penelitian dasar dan konsep-konsep tentang kimia. Terbit tiga kali setahun, 10 artikel tiap terbit. Untuk memperingati peristiwa atau agenda penting lembaga, dapat diterbitkan edisi khusus yang akan memuat 10 artikel pada setiap penerbitan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>English Version</strong></p> <p style="text-align: justify;">Indonesian Journal of Chemical Science publishes basic research articles and conceptual of Chemistry, issued three (3) times a year, overall 10 articles per issued. To commemorate important events and agenda, may be issued a special edition that will include 10 articles in each issue.</p> <p style="text-align: justify;"><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=OHVhsu4AAAAJ&amp;hl=id&amp;authuser=6" target="_blank" rel="noopener"><img alt="http://journal.unnes.ac.id/sju/public/site/images/widiyanto/images_2_-_copy1_160" src="/sju/public/site/images/widiyanto/images_2_-_copy1_160.jpg"></a> <a href="https://doaj.org/toc/2252-6951" target="_blank" rel="noopener"><img alt="http://journal.unnes.ac.id/nju/public/site/images/widiyanto/doaj" src="/nju/public/site/images/widiyanto/doaj.png"></a> <a href="http://atoz.ebsco.com/Titles/SearchResults/8623?SearchType=Contains&amp;Find=2252-6951&amp;GetResourcesBy=QuickSearch&amp;resourceTypeName=allTitles&amp;resourceType=&amp;radioButtonChanged=" target="_blank" rel="noopener"><img alt="images?q=tbn:ANd9GcTehZDE_vQycHUuT24pwC1BCr7ZmBo" src="http://s9.postimg.org/vnkuguetn/images_q_tbn_ANd9_Gc_Teh_ZDE_v_Qyc_HUu_T24pw_C1_BCr7_Zm_Bo.png?noCache=1429016732"></a></p> en-US agungchem@mail.unnes.ac.id (Jurusan Kimia UNNES) widiefree@gmail.com (widiyanto) Sun, 01 Nov 2020 16:23:27 +0000 OJS 3.1.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Uji Karakterisasi dan Mapping Magnetit Nanopartikel Terlapisi Asam Humat dengan Scanning-Electron-Microscope–Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/42172 <p><em>Scanning Electron Microscope </em>(SEM) merupakan mikroskop electron dengan perbesaran tinggi yang mencitrakan permukaan material. Sedangkan <em>Energy Dispersive X-Ray</em> (EDX) adalah salah satu teknik untuk menentukan komposisi atom pada material, dasar dari analisis EDX adalah pelacakan dan pengukuran dari sifat-sifat sinar-X yang dibangkitkan oleh electron-elektron cepat. Sintesis magnetit nanopartikel terlapisi asam humat (Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub>–HA) dilakukan menggunakan metode kopresipitasi dengan perbandingan Fe<sup>2+ </sup>dan Fe<sup>3+</sup> sebesar 1:2 mol. Uji karakterisasi pada material Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub>–HA dengan menggunakan SEM-EDX memberikan informasi bahwa terjadi pelapisan sempurna pada Fe<sub>3</sub>O<sub>4 </sub>oleh HA. Pada foto SEM Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub>-HA menunjukkan morfologi yang tidak teratur, yang menunjukkan telah terjadi interaksi ikatan antara Fe<sub>3</sub>O<sub>4 </sub>dan HA yang telah terkonfirmasi dengan data EDX dan mapping. Pada analisis EDX menunjukkan bukti bahwa terjadi penurunan jumlah Fe dari 23,54% (% atom) pada Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub> sebelum pelapisan menjadi 7,86% (% atom) setelah pelapisan oleh HA, sedangkan unsur Karbon (C) dari HA memiliki jumlah persentase lebih besar dibandingkan dengan Fe dari Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub>, yaitu sebesar 37,62% (% atom). Hal ini membuktikan bahwa Fe<sub>3</sub>O<sub>4 </sub>telah berhasil terlapisi oleh HA, dan komposisi unsur terbanyak pada Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub>-HA ini adalah oksigen (O) yang merupakan sumbangan unsur O dari Fe<sub>3</sub>O<sub>4 </sub>dan HA yaitu sebesar 45,66% (% atom).</p> Kustomo Kustomo ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/42172 Sun, 01 Nov 2020 00:00:00 +0000 Mengungkap Potensi Metabolit Sekunder Tanaman Herbal Indonesia untuk Menghentikan Metastasis Kanker Payudara: Pendekatan in-silico https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/41146 <p>Kanker payudara adalah penyakit dengan kasus kematian tertinggi kedua setelah penyakit kardiovaskular. Kemoterapi yang merupakan pilihan utama terapi kanker hingga saat ini terbukti menyebabkan beberapa efek samping berbahaya. Oleh karena itu, ada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan terapi berbasis herbal yang efektif untuk membunuh sel kanker dan meminimalkan efek samping. Dalam penelitian ini, bertujuan untuk mengevaluasi interaksi molekuler secara in silico beberapa senyawa metabolit sekunder herbal Indonesia dengan indikasi terapeutik untuk pengobatan antikanker. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua metabolit sekunder dari <em>Citrus sp., Curcuma sp., C</em><em>aesalpinia sappan,</em> dan <em>A</em><em>lpinia galanga</em> memiliki interaksi yang lebih kuat dengan protein NF-κB dibandingkan dengan doksorubisin. Interaksi paling kuat adalah senyawa kurkumin yang merupakan metabolit sekunder dari <em>Curcuma sp.</em> Namun simulasi awal ini hanyalah langkah awal untuk mengembangkan kombinasi senyawa-senyawa tersebut sebagai agen antikanker yang lebih potensial. Lebih penting lahi bahwa senyawa metabolit sekunder dari <em>Citrus sp., Curcuma sp., C. sappan,</em> dan <em>A.galanga </em>berpotensi di kembangkan sebagai agen kemoterapi alami dengan mempengaruhi proliferasi sel.</p> Nur Dina Amalina, Meiny Suzery, Bambang Cahyono, Damar Nurwahyu Bima ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/41146 Sun, 01 Nov 2020 00:00:00 +0000 Pemanfaatan Limbah Tempurung Kelapa (Cocos Nucifera L) sebagai Komposit Agen Antibakteri pada Pengolahan Limbah Rumah Sakit https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/42170 <p>Pemanfaatan&nbsp; limbah tempurung&nbsp; kelapa&nbsp; (<em>Cocos&nbsp; nucifera&nbsp; L</em>)&nbsp; sebagai&nbsp; komposit&nbsp; agen antibakteri logam&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ag/Alumina- karbon aktif untuk membuat Lapisan antibakteri pada pengolahan limbah cair terkontaminasi mikrobiologi pada rumah sakit. Metode penelitian dilakukan dengan cara preparasi Ag/Alumina-Karbon Aktif yang kemudian diujikan dengan bakteri pada berbagai perbandingan konsentrasi pengemban sehingga diketahui konsentrasi yang efektif untuk membunuh bakteri. Hasil percobaan menunjukkan penyerapan bakteri menggunakan bahan Ag/karbon-Alumina Aktif (Ag/KAA) dengan perbandingan karbon aktif: alumina 1 : 9 mampu mereduksi bakteri 10,47%. Semakin banyak penambahan karbon aktif pada komposit mampu&nbsp; mereduksi bakteri lebih&nbsp; banyak.&nbsp; Hasil penelitian digunakan sebagai dasar dalam penentuan konsentrasi yang tepat untuk digunakan dalam alat. Alat penyaring didesain dengan menggunakan reaktor dengan 2 kali penyaringan yaitu menggunakan Ag/KAA pada penyaringan pertama dan hanya KAA pada penyaringan kedua. Hasil penelitian berupa pembuatan komposit, aplikasi antibakteri, dan rancangan desain alat diharapkan dapat menjadi referensi baru dalam pengolahan limbah mikrobiologi rumah sakit.</p> Rais Nur Latifah ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/42170 Sun, 01 Nov 2020 00:00:00 +0000 Perbandingan Metode Destruksi Basah dan Destruksi Kering untuk Analisis Timbal dalam Tanah di Sekitar Laboratorium Kimia FMIPA UNNES https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/41521 <p>Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perbandingan metode destruksi basah dan destruksi kering untuk analisis timbal pada tanah di sekitar lingkungan laboratorium kimia FMIPA UNNES. Metode yang digunakan untuk penentuan kadar logam timbal adalah dengan metode AAS. Salah satu syarat analisis logam dengan menggunakan AAS adalah sampel harus berupa larutan, maka sebelum kadar logam dalam sampel dianalisis dilakukan destruksi terlebih dahulu. Destruksi merupakan suatu perlakuan untuk melarutkan atau mengubah sampel menjadi bentuk materi yang dapat diukur sehingga kandungan unsur-unsur didalamnya dapat dianalisis. Pada dasarnya ada dua jenis destruksi yang biasa dilakukan yaitu destruksi basah dan destruksi kering. Untuk membandingkan hasil destruksi basah dan destruksi kering maka dapat dihitung nilai % <em>recovery</em>. Penelitian ini menggunakan metode spike dalam memperoleh nilai % <em>recovery</em>. Perbandingan metode destruksi basah dan destruksi kering terhadap analisis logam Pb pada tanah di sekitar Laboratorium Kimia FMIPA UNNES dapat diketahui berdasarkan nilai % <em>recovery</em>. Nilai&nbsp; % <em>recovery</em> pada metode destruksi basah sebesar 99,00% dan 98,90%. Sedangkan nilai&nbsp; % <em>recovery</em> pada metode destruksi kering sebesar 92,30% dan 87,90%. Berdasarkan nilai % <em>recovery </em>maka metode destruksi basah lebih baik daripada metode destruksi kering.</p> Dian Sri Asmorowati, Sri Susilogati Sumarti, Ida Iryani Kristanti ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/41521 Sun, 01 Nov 2020 00:00:00 +0000 Pemisahan Zirkon dari Tailing Tambang Timah Menggunakan Magnetic Separator https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/41648 <p>Abstrak</p> <p>PEMISAHAN ZIRKON DARI <em>TAILING</em> TAMBANG TIMAH MENGGUNAKAN <em>MAGNETIK SEPARATOR</em>. Telah dilakukan pengambilan mineral zirkon dari tailing tambang timah menggunakan <em>magnet</em><em>ic separator</em>. Tahapan proses diawali dengan pembuatan umpan dengan cara memasukkan air ke dalam <em>feeder</em>, dilanjutkan penambahan mineral tailing tambang timah kemudian diaduk. Sumber magnet dihidupkan dan diatur arus listrik yang digunakan. Umpan dicurahkan ke dalam bejana untuk proses pemisahan. Hasil proses berupa konsentrat non-magnetik dan magnetik diambil kemudian dikeringkan menggunakan oven pada tempratur 105 °C kemudian dianalisis kandungan zirkonnya menggunakan spektrometer pendar sinar X. Penelitian ini mempelajari pengaruh arus listrik dan waktu pemisahan terhadap mineral non-magnetik yang terambil serta kandungan zirkonnya. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kuat arus optimal pada 16 A dan lama pemisahan 6 menit. Pada kondisi tersebut mineral non-magnetik terpisahkan sebesar 48,5% dengan kandungan ZrO<sub>2</sub> sebanyak 47,9%.</p> <p><em>Kata Kunci: Kuat arus, pemisah magnetik, tailing tambang timah, pasir zirkon</em></p> <p><em>Abstract</em></p> <p><em>ZIRCON SEPARATION FROM THE TIN MINE TAILING USING MAGNETIC SEPARATOR. Zircon mineral extraction has been carried out from tin mine tailings using a magnetic separator. The process stage begins with making the bait by putting water into the feeder, continued with adding the mineral mine tailings and followed by stirring process. The magnetic source was turned on and the electric current used was controlled. Bait is poured into the vessel for the separation process. The results of process in the form of non-magnetic and magnetic concentrates were taken and dried using an oven at 105 °C and then the zircon content be analyzed using an X-ray fluorescent spectrometer. The experimental results show that the optimal current strength is 16 A and separation time of 6 min. Under these conditions the non-magnetic minerals were separated by 48.5% with a ZrO<sub>2</sub> content of 47.9%.</em></p> <p><em>Key words: Currents, magnetic separator, tin mine tailings, zircon sand</em></p> Sajima Sajima, Sudaryadi Sudaryadi, Erlin Purwita Sari ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/41648 Sun, 01 Nov 2020 00:00:00 +0000 Pengaruh Kecepatan Pengadukan dan Waktu Tinggal Reaktan terhadap Temperatur dan Volume Fluid dalam RATB Bench Scale untuk Persiapan Sintesis ZBS https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/41644 <p>Modul reaktor alir tangki berpengaduk (RATB) <em>bench scale</em> adalah suatu perangkat reaktor untuk reaksi kimia yang spesifikasi teknisnya diperoleh dari hasil desain dengan mengadopsi kaidah desain RATB namun dengan ukuran desain yang kecil (volume 1000 mL) yang dilengkapi dengan sistem pengatur debit dan kecepatan pengadukan serta pengendali temperatur.&nbsp; Tujuan penelitian ini adalah melakukan uji fungsi pengatur debit dan pengendali temperatur pada modul RATB <em>bench scale</em> gelas untuk persiapan sintesis <em>zirconium basic sulphate</em> (ZBS) - Zr<sub>5</sub>O<sub>8</sub>(SO<sub>4</sub>)<sub>2</sub>.15H<sub>2</sub>O berdasarkan karakteristik perubahan volume dan temperatur fluida yang terukur dalam reaktor. &nbsp;Metode yang dilakukan diawali dengan kalibrasi pompa dosis sebagai pengukur kecepatan alir larutan ZrOCl<sub>2</sub>, reaktan (NH<sub>4</sub>)<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>, dan <em>slurry</em> ZBS.&nbsp; Kemudian dari data debit fluida dilakukan percobaan pengaruh waktu tinggal fluida (60, 75, 90, 105, 120 menit) dan kecepatan pengadukan fluida (100, 200, 250, 300 rpm) terhadap penyimpangan volume dan temperatur fluida terukur dari data desain modul RATB <em>bench scale</em> dengan volume 1000 mL dan temperatur 90 <sup>o</sup>C. &nbsp;Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada percobaan pengaruh waktu tinggal dan kecepatan pengadukan memberikan rentang volume fluida 900 – 1030 mL atau dengan penyimpangan volume fluida 0 – 5 % dan rentang temperatur fluida di dalam reaktor 89,0 – 92,6 <sup>o</sup>C atau dengan penyimpangan temperatur fluida 1,1 – 2,8 %.&nbsp; Berdasarkan data penyimpangan volume dan temperatur fluida terukur yang &lt; 10 %, maka dapat disimpulkan bahwa alat pengatur debit dan pengendali temperatur pada RATB <em>bench scale</em> memiliki kinerja yang baik.</p> Sudaryadi Sudaryadi, Isti Dian Rachmawati, Herry Poernomo ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/41644 Sun, 01 Nov 2020 00:00:00 +0000 Nanosilika Berbahan Dasar Batu Padas sebagai Adsorben Zat Warna Sintetis Rhodamin B https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/42027 <p><em>Batu padas merupakan batuan sedimen yang mengandung 70-95% silika. Komposisi silika yang cukup tinggi tersebut memungkinkannya dikembangkan sebagai bahan dasar sintesis nanosilika. Pada penelitian ini sintesis nanosilika dilakukan dengan metode sol-gel melalui tahapan hidrolisis natrium silikat dan kondensasi gel silika. Karakterisasi nanosilika dilakukan dengan metode difraksi sinar-X (XRD), scanning dengan mikroskop elektron (SEM) dan spektrofotometri inframerah (FTIR). Nanosilika yang dihasilkan selanjutnya digunakan untuk adsorpsi zat warna sintetis (ZWS) rhodamin B dari larutan pada pH yang divariasi 2-9. Data XRD menunjukkan bahwa silika yang dihasilkan merupakan campuran mineral kuarsa dan kristobalit, dan citra SEM memperlihatkan ukuran partikel sebesar 74-123 nm yang sebagian besar dijumpai dalam bentuk aglomerat. Adsorpsi rhodamin B pada nanosilika hasil sintesis tercapai optimum pada pH 4-6 dengan kapasitas maksimum adsorpsi sebesar 7.80 mg/g adsorben. </em></p> Anis Shofiyani, Yusnita Rahmiyati, Titin Anita Zaharah ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/42027 Sun, 01 Nov 2020 00:00:00 +0000 Pengaruh Penambahan Aditif terhadap Karakterisasi Fisikokimia Membran Polisulfon https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/41759 <p>Penggunaan polisulfon (PSf) sebagai bahan membrane telah meluas ke berbagai bidang, karena memiliki kekuatan mekanik dan ketahanan termal yang tinggi. Untuk meningkatkan kinerja membran, pada penelitian ini PSf direaksikan dengan zat aditif : polietilen glikol (PEG), sulfonasi dan kitosan tripolifosfat) CS-TPP, agar diperoleh membran dengan struktur dan morfologi yang sesuai. Membran dibuat melalui sistem inversi fasa dalam pelarut NMP (N-methyl pirolidone) dan air (non-pelarut air). Berdasar data analisis gugus fungsi dapat disimpulkan modifikasi menggunakan PEG, sulfonasi dan CS-TPP telah berhasil dilakukan pada polisulfon, ditunjukkan dengan muncul serapan spesifik gugus –OH (PEG) pada daerah 3400 cm<sup>-1</sup>. Masuknya gugus sulfon ditunjukkan oleh serapan kuat pada 1105 cm<sup>-1</sup> yang menunjukkan peregangan –SO<sub>2</sub> dari gugus -SO<sub>3</sub>H, penguatan serapan gugus –C-S pada 570 cm<sup>-1</sup> yang mengindikasikan adanya peningkatan ikatan C-S, peak tersebut menunjukkan bahwa gugus –SO3H berikatan dengan benzen pada rantai polimer PSf. Masuknya kitosan-tripolifosfat (CS-TPP) ditunjukkan oleh serapan pada 1151 cm<sup>-1</sup> yang merupakan regangan gugus –PO<sub>4</sub> dan pada 1104 cm<sup>-1</sup> merupakan serapan gugus –P-O-R. Pita serapan lain pada 1320 cm<sup>-1</sup> menunjukkan serapan gugus –C-N dan pada 1585 cm<sup>-1</sup> merupakan regangan gugus –OH dari O=P-OH serta terjadi pergeseran serapan gugus –OH dari 3464 cm<sup>-1</sup> ke 3567 cm<sup>-1</sup> dengan intensitas yang lebih besar. Berdasar data fisikokimia, menunjukkan bahwa modifikasi terhadap rantai polisulfon meningkatkan daya serap air, daya pengembangan, porositas, hidrofilisitas, dan fluks membran.</p> Retno Ariadi Lusiana, Nor Basid Adiwibawa Prasetya, Khabibi Khabibi ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/41759 Sun, 01 Nov 2020 00:00:00 +0000 Pengaruh Rasio Berat Bunga Telang (Clitoria ternatea.L) dan Volume Pelarut Asam Sitrat terhadap Pewarnaan Preparat Jaringan Tumbuhan https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/42168 <p>Kegiatan praktikum pada mata kuliah Biologi di jurusan IPA Terpadu tidak akan lepas dari pengamatan mikroskop baik itu pengamatan sel dan jaringan tumbuhan serta hewan&nbsp; yang tembus cahaya. Dalam pengamatan sel dan jaringan tumbuhan&nbsp; diperlukan proses pewarnaan untuk mempermudah saat pengamatan. Pewarnaan yang biasanya digunakan adalah pewarnaan sintetik yang bersifat karsinogenik serta limbah yang dihasilkan dapat mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat pigmen antosianin dari bunga telang (<em>Clitoria ternatea</em>.L) sebagai pewarna alternatif untuk pewarna alami jaringan tumbuhan. Ekstrak bunga telang ini diperoleh dari proses ektraksi bunga telang dengan pelarut asam sitrat dengan variasi konsentrasi. Perbandingan asam sitrat dan aquades dalam pembuatan larutan asam sitrat adalah 1:1 dan bunga telang yang diekstrak bervariasi dari 2, 4, 6, 8, dan 10 gram. Larutan ektrak selanjutnya dimaserasi dengan variasi waktu 12, 24, dan 48 jam menghasilkan warna merah anggur. Hasil pengamatan dari jaringan tumbuhan yang diberi pewarnaan ekstrak bunga telang mulai kelihatan lebih jelas dengan pewarnaan ekstrak bunga telang mulai pada variasi 4 gram dan waktu maserasi tidak mempengaruhi hasil warna dari ekstrak bunga telang. Pewarnaan jaringan tumbuhan dengan ekstrak bunga telang hampir sama penampakannya dengan pewarnaan sintetik yaitu safranin.</p> Ni Luh Tirtasari, Agung Tri Prasetya ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/42168 Sun, 01 Nov 2020 00:00:00 +0000 Sintesis ρ-mentana-3,8-diol dan Aplikasinya sebagai Gel Air Freshener Penolak Nyamuk Aedes aegypti https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/34086 <p><em>ρ</em>-Menthane-3,8-diol (PMD) has been synthesized from citronellal with citric acid catalyst through a cyclization process by stirring and heating. Citric acid is used as a substitute for sulfuric acid in PMD because it is cheap, safe and is an effective alternative to synthesis. The result of PMD synthesis from citronellal by 5 g citronellal; 7 g of citric acid solution 10%; for 8 hours stirring at 50<sup>o</sup> temperature were obtained 71.15% yield; 100.00% &nbsp;conversion; and 71.15% selectivity. PMD gel air freshener is made using PMD then formulated with carrageenan as a gelling agent with PMD variations. The higher PMD content in gel increase the water holding capacity. The best mosquito repellent strength was obtained from PMD gel with 15% PMD which has the greatest mosquito repellent strength in 60 minute (65.00%).</p> Imam Syafi'i, Edy Cahyono, F. Widhi Mahatmanti, Dante Alighiri ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/34086 Sun, 01 Nov 2020 00:00:00 +0000