https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijde/issue/feed Indonesian Journal of Devotion and Empowerment 2021-12-31T08:39:59+07:00 Ubaedul Mustofa ubaed_almustafa@mail.unnes.ac.id Open Journal Systems <div id="content"> <div id="journalDescription"> <p><strong>P-ISSN&nbsp;<a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20220120121384349">2827-7724</a> | E-ISSN&nbsp;<a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1574221045">2721-2645</a></strong></p> <p><strong>Indonesian Journal of Devotion and Empowerment (IJDE)</strong> is a peer-reviewed journal published two times a year (June and December) by Faculty of Economics, Universitas Negeri Semarang. Indonesian Journal of Devotion and Empowerment is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on community service. Indonesian Journal of Devotion and Empowerment invites manuscripts in the various topics include, but not limited to, functional areas of:&nbsp;Applied Economics;&nbsp;Education for Sustainable Development;&nbsp;Applied Business;&nbsp;Applied Technology; and&nbsp;Community development.</p> <p>Abstracting &amp; Indexing:&nbsp;<a href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&amp;view_op=list_works&amp;authuser=2&amp;gmla=AJsN-F6ngVfniqrZx84FJSnyJVSDAQbtmj76SlXo25UJhBUT0sCEjbyq86wPNy2O_4LmJyBmNpVOwCskfykIYMLLwznV1EeoAZJfcrGR3_oVvLTt68NWChr1dhxwLbhyIn_qd4R9o8kP&amp;user=Sk6t1eEAAAAJ">Google Scholar</a>,&nbsp;<a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/23411">Garuda</a>,&nbsp;<a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?and_facet_source_title=jour.1427626">Dimensions</a></p> </div> </div> https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijde/article/view/45640 FINANCIAL LITERACY OF CAPITAL MARKETS TO REALIZE ECONOMIC INDEPENDENCE 2021-12-31T08:06:04+07:00 Dwi Rahmayani dwirahmayani@mail.unnes.ac.id Farida Nur Azizah faridanazizah@students.unnes.ac.id Yozi Aulia Rahman yoziaulia@mail.unnes.ac.id Shanty Oktavilia oktavilia@mail.unnes.ac.id Prasetyo Ari Bowo prasabe@mail.unnes.ac.id <p>Pasar modal dapat diartikan sebagai pasar yang menyediakan berbagai instrumen surat berharga yang diterbitkan pemerintah, maupun pihak swasta. Instrumen pasar modal seperti saham, obligasi jangka panjang, dan dana reksa mampu mejadi pilihan investasi yang dapat memberikan potensi imbal balik (capital gain) di masa depan. Berdasarkan Survei OJK pada 2019, indeks literasi keuangan dan inklusi keuangan masyarakat pedesaan berada di angka 34,53 persen dan 68,49 persen. Dari data tersebut, terbukti bahwa wawasan, kesadaran, ketertarikan masyarakat pedesaan Indonesia terhadap literasi dan inklusi keuangan seperti pasar modal masih terbatas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan dasar ilmu, kesadaran, dan ketertarikan masyarakat pedesaan terhadap pasar modal kepada masyarakat di Desa Lobang, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. Kegiatan telah direalisasikan pada 2020. Metode yang digunakan adalah pendekatan aksi berupa sosialisasi mengenai pentingnya investasi, dan edukasi teoritis pasar modal, serta analisa kondisi pasar modal. Edukasi literasi pasar modal meliputi dasar teori dan analisis pasar modal. Hasil kegiatan menunjukan bahwa, kebanyakan masyarakat Desa Lobang mengalami peningkatan dari tidak tahu menjadi tahu tentang pasar modal. Diharapkan kedepannya, masyarakat Desa Lobang yang sudah mengikuti kegiatan ini tertarik untuk mulai melakukan investasi di pasar modal<em>.</em></p> <p><em>A capital market can be interpreted as a market that provides various instruments of securities issued by the government, as well as private parties. Capital market instruments such as stocks, long-term bonds, and Danareksa can be an investment options that can provide potential capital gains in the future. Based on the OJK Survey in 2019, the index of financial literacy and financial inclusion of rural communities was at 34.53 per cent and 68.49 per cent. From the data, it is proven that the insight, awareness, interest of rural Indonesian people towards financial literacy and inclusion such as capital markets is still limited. This activity aims to increase the basis of knowledge, awareness, and interest of rural communities in the capital market to the community in Lobang Village, Limpung Subdistrict, Batang Regency. Activities have been realized in 2020. The method used is an active approach in the form of socialization about the importance of investment, and theoretical education of capital markets, as well as analysis of capital market conditions. Capital market literacy education includes the basis of capital market theory and analysis. The results of the activity showed that most lobang villagers experienced an increase from not knowing to know about the capital market. It is expected that in the future, the people of Lobang Village who have participated in this activity are interested in starting to make investments in the capital market.</em></p> 2021-12-31T07:42:26+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijde/article/view/50943 ASSISTANCE OF MSMES OF GENDONGAN VILLAGE, TINGKIR SUBDISTRICT, SALATIGA CITY, THROUGH DIGITAL MARKETING 2021-12-31T08:06:04+07:00 Adhi Widyakto adhi_widyakto@usm.ac.id Edy Suryawardana edysurya6@usm.ac.id Susanto Susanto susanto_fe@usm.ac.id <p><em>The purpose of this community service activity is to help increase sales for MSMEs in Gendongan Village who are affected by the COVID 19 pandemic. With this pandemic condition, MSMEs are required to survive to avoid bankruptcy. The method used in this community service activity provides direct Training with tutorials in the field by teaching how to apply digital marketing or online marketing. The expected result is that the MSME product market in Gedongan Village gets a broader market reach, of course, with recognizable and easily accessible products by consumers.</em></p> <p>Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk membantu meningkatkan penjualan bagi UMKM di Kelurahan Gendongan yang terdampak pandemi COVID 19. Dengan adanya kondisi pandemi ini maka UMKM di tuntut untuk bertahan agar terhindar dari kebangkrutan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dengan memberikan pelatihan secara langsung dengan tutorial di lapangan dengan mengajarkan cara menerapkan digital marketing atau pemasaran online. Hasil yang diharapkan yaitu pasar produk UMKM di Kelurahan Gedongan mendapatkan jangkauan pasar yang lebih luas tentunya dengan produk yang dikenali dan mudah di akses oleh konsumen.</p> 2021-12-31T07:44:26+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijde/article/view/50941 STRENGTHENING THE LEARNING MODEL OF THE ASATIDZ MADRASAH DINIYAH AT “PONDOK PESANTREN AL ASROR” SEMARANG CITY 2021-12-31T08:06:04+07:00 Ahmad Nurkhin ahmadnurkhin@mail.unnes.ac.id S Martono martono@mail.unnes.ac.id Muhsin Muhsin muhsin@mail.unnes.ac.id Kardoyo Kardoyo kardoyo@mail.unnes.ac.id Kusumantoro Kusumantoro kusumantoro78@mail.unnes.ac.id Hasan Mukhibad hasanmukhibad@mail.unnes.ac.id <p><em>Madrasah Diniyah (Madin) is one of the applications of Islamic education in pesantren huts. Madin must be managed properly to produce learning quality that can improve santri competence. Asatidz council should be given sufficient provision in implementing learning models, classroom mastery, and learning media development. The problems experienced by partners have been the basis for the FE UNNES community service team to provide solutions in strengthening the learning model of the Madin Al Asror asatidz board held in the neighbourhood of As Salafy Al Asror boarding school, Patemon Semarang. Community service activities have been held on Saturday, July 24, 2021, in the hall room of MA Al Asror. The event was attended by 40 teachers madin Al Asror. The caretaker of Pondok Pesantren As Salafy Al Aror, KH Al Mamnukhin Kholid gave a speech and officially opened the event and delivered a certificate of activity participation to participants. The speakers of the activities are experts in education and development of learning media, Ardhi Prabowo, M.Pd. and Ahmad Nurkhin, S.Pd., M.Si. The model of the implementation of devotional activities is interactive lectures, group discussions and group assignments. Participants follow the exposure of the source and continued by making the learning media in groups according to their needs. Participants presented products made and speakers conducted discussions with other participants and madin managers. Participants are very enthusiastic to participate in devotional activities.</em></p> <p>Madrasah Diniyah (Madin) merupakan salah satu aplikasi pendidikan Islam di pondok pesantren. Madin harus dikelola dengan baik agar menghasilkan kualitas pembelajaran yang mampu meningkatkan kompetensi santri. Dewan asatidz sudah seharusnya diberikan bekal yang cukup dalam menerapkan model pembelajaran, penguasaan kelas, dan pengembangan media pembelajaran. Permasalahan yang dialami mitra selama ini menjadi dasar bagi tim pengabdian kepada masyarakat FE UNNES untuk memberikan solusi dalam penguatan model pembelajaran dewan asatidz Madin Al Asror yang diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren As Salafy Al Asror, Patemon Semarang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Juli 2021 di ruang Aula MA Al Asror. Kegiatan diikuti 40 guru madin Al Asror. Pengasuh Pondok Pesantren As Salafy Al Aror, KH Al Mamnukhin Kholid memberikan sambutan dan membuka acara secara resmi dan menyampaikan sertifikat partisipasi kegiatan kepada peserta. Narasumber kegiatan adalah pakar Pendidikan dan pengembangan media pembelajaran, Ardhi Prabowo, M.Pd. dan Ahmad Nurkhin, S.Pd., M.Si. Model pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah ceramah interaktif, diskusi kelompok dan penugasan kelompok. Peserta mengikuti paparan narasumber dan dilanjutkan dengan membuat media pembelajaran secara berkelompok sesuai dengan kebutuhan. Peserta menyajikan produk yang dibuat dan narasumber melakukan pembahasan bersama peserta lain dan pengurus madin. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pengabdian.</p> 2021-12-31T07:47:32+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijde/article/view/44681 THE DEVELOPMENT OF SCHOOL LIBRARIES TO ENCOURAGE THE LITERACY CULTURE OF THE YOUNGER GENERATION IN KOPENG VILLAGE, GETASAN DISTRICT, SEMARANG REGENCY 2021-12-31T08:39:59+07:00 Diva Riza Fahlefi divarizafahlefi@gmail.com Prasetyo Ari Bowo prasabe@mail.unnes.ac.id <p><em>The quality of basic education in remote areas, especially in Kopeng Village, is far from expected. This can be seen from the low participation of access to education, limited educational facilities and infrastructure, lack of educational social media, low social relations and communication, low motivation of educational participation, lack of utilization of educational resources, lack of availability of tutoring, low educational entertainment, the variety of educational games that are still very limited and the lack of increased learning with nature. This condition will also definitely give birth to a very conventional learning nuance. Departing from the empirical facts above, it is necessary to design a comprehensive program to advance basic education in Kopeng Village by developing school libraries to encourage the literacy culture of the younger generation in the village through the socialization of literacy movements for students, the establishment of smart houses to strengthen the function of regional libraries and conduct diligent reading movements for the people in the village. The role of libraries in education is very important, namely to help the implementation of education well. School libraries will be useful if it facilitates the achievement of the goals of the teaching and learning process in schools. Indications of these benefits are not only in the form of high achievement of students, but furthermore, among others, students can find, find, filter and assess information, students are accustomed to self-study, students are trained towards responsibility, students are always following the development of science and technology, and so on.</em></p> <p>Kualitas pendidikan dasar di daerah terpencil khususnya di Desa Kopeng masih jauh dari harapan. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya partisipasi akses pendidikan, keterbatasan sarana dan prasarana edukasi, kurangnya media sosial edukasi, rendahnya hubungan sosial dan komunikasi, rendahnya motivasi partisipasi pendidikan, kurangnya pemanfaatan sumber pendidikan, belum tersedianya bimbingan belajar, rendahnya hiburan edukasi, ragam permainan edukasi yang masih sangat terbatas dan kurang adanya peningkatan belajar dengan alam. Kondisi tersebut juga pasti akan melahirkan nuansa belajar yang sangat konvensional. Berangkat dari fakta empiris di atas maka perlu untuk merancang sebuah program yang komprehensif dalam rangka memajukan pendidikan dasar di Desa Kopeng dengan melakukan pengembangan perpustakaan sekolah untuk mendorong budaya literasi generasi muda di desa tersebut melalui sosialisasi gerakan literasi untuk siswa, pembentukan rumah pintar untuk memperkuat fungsi perpustakaan daerah serta melakukan gerakan rajin membaca untuk masyarakat di desa tersebut. Peranan perpustakaan di dalam pendidikan amatlah penting, yaitu untuk membantu terselenggaranya pendidikan dengan baik. Perpustakaan sekolah akan bermanfaat apabila benar-benar memperlancar pencapaian tujuan proses belajar mengajar di sekolah. Indikasi manfaat tersebut tidak hanya berupa tingginya prestasi murid-murid, tetapi lebih jauh lagi, antara lain adalah murid-murid mampu mencari, menemukan, menyaring dan menilai informasi, murid-murid terbiasa belajar mandiri, murid-murid terlatih ke arah tanggung jawab, murid-murid selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sebagainya.</p> 2021-12-31T07:51:39+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijde/article/view/50806 OPTIMIZATION OF OUTCOME PROGRAM VOCATIONAL LONG-LIFE EDUCATION “PKBM BINA WARGA KENDAL” THROUGH THE DEVELOPMENT OF ENTREPRENEURIAL-BASED WEBSITE 2021-12-31T08:06:05+07:00 Kardoyo Kardoyo kardoyo@mail.unnes.ac.id Muhammad Feriady feriadymuhammad@gmail.com Nina Farliana ninafarliana@mail.unnes.ac.id Lola Kurnia Pitaloka lolakp@mail.unnes.ac.id <p><em>Vocational Education Package C program implemented by PKBM Bina Warga Kab. Kendal has been proven to have excellent entrepreneurial spirit outcomes. However, there are still major shortcomings in the field of blended learning-based education management. This article describes the picture of the completion of non-formal entrepreneurial learning solutions that are very important to open new jobs. The concept of vocational long-life education is intended as an equality-based education at the level organized by PKBM Bina Warga Kendal. The method of devotion carried out to alleviate the solution is to provide a series of Entrepreneurial Web-based training activities, namely learning websites as well as a web marketing for entrepreneurial training products. The result of the devotion carried out is a new pattern in conducting entrepreneurship and marketing training compared to before the activity was carried out. The new pattern is the existence of digital marketing learning as well as strengthening the character of entrepreneurship through technology. The advice that can be given after the implementation of devotion is the existence of digital marketing training as a strengthening of entrepreneurship in the field of marketing using existing websites and other platforms.</em></p> <p>Program Paket C Pendidikan Vokasi yang dilaksanakan oleh PKBM Bina Warga Kabupaten Kendal sudah terbukti memiliki outcome jiwa wirausaha yang sangat baik. Akan tetapi masih terdapat kekurangan utamanya dalam bidang pengelolaan pendidikan berbasis Blended learning. Artikel ini menjelaskan gambaran penyelesaian solusi pembelajaran kewirausahaan non formal yang sangat penting dalam rangka membuka lapangan pekerjaan baru. Konsep vocational long-life education dimaksudkan sebagai pendidikan berbasis kesetaraan dalam jenjang yang diselenggarakan oleh PKBM Bina Warga Kendal. Adapun metode pengabdian yang dilakukan untuk mengentaskan solusi tersebut adalah dengan memberikan serangkaian kegiatan pelatihan Entrepreneurial Web based, yaitu website pembelajaran sekaligus di dalamnya adalah web pemasaran untuk produk hasil pelatihan kewirausahaan. Hasil dari pengabdian yang dilakukan adalah adanya pola baru dalam melakukan pelatihan kewirausahaan dan pemasaran dibandingkan sebelum kegiatan dilaksanakan. Pola baru tersebut adalah adanya pembelajaran digital marketing sekaligus penguatan karakter kewirausahaan melalui teknologi. Adapun saran yang bisa diberikan pasca pelaksanaan pengabdian adalah adanya pelatihan digital marketing sebagai penguatan kewirausahaan dalam bidang pemasaran menggunakan Website yang sudah ada maupun platform lainnya.</p> 2021-12-31T07:55:31+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijde/article/view/51194 CAPABILITY DEVELOPMENT OF BUMDES “ASUNG DAYA” IN PRESENTING ASSET VALUE 2021-12-31T08:06:05+07:00 Indah Anisykurlillah indah_anis@mail.unnes.ac.id Amir Mahmud amirmahmud@mail.unnes.acid Nurdian Susilowati nurdiansusilowati@mail.unnes.ac.id Hasan Mukhibad hasanmukhibad@mail.unnes.ac.id Nurul Hayati nurulhayya@students.unnes.ac.id <p><em>The purpose of community service is to provide an understanding of asset assessment, measurement, and asset recognition through administrating the assets of Village Owned Enterprises (BUMDes). The methods of activities used are socialization, training and mentoring. The target community audience is the Director and manager of BUMDes Asung Daya and The Secretary of the Jatijajar Village bergas district of Semarang Regency. Socialization, training, and assistance in understanding the assessment, measurement, and recognition of assets run smoothly. BUMDes managers understand how to conduct asset valuations by using current market value. If the asset is a fixed asset, then its economic life is more than 12 months. If the asset is a current asset, then its economic life is less than 12 months. So far BUMDes has been able to compile financial statements correctly. However, some terms are not commonly used in accounting such as initial balance accounts, meaning the inventory of merchandise (beginning of the period). Recording of current assets in the form of inventory of merchandise in the asung daya minimarket is done computerized so that if you want to know the amount of stock just open on the cashier's computer.&nbsp; The financial statements prepared are accounted for in village deliberations (musdes) attended by the Village Consultative Agency (BPD), women representatives, cadet corals, community leaders, BUMDes administrators, and village devices.</em></p> <p>Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memahamkan penilaian aset, pengukuran, dan pengakuan aset melalui pengadministrasian asset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Metode kegiatan yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Khalayak masyarakat sasarannya adalah Direktur dan pengurus BUMDes Asung Daya dan Sekretaris Desa Jatijajar Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan pemahaman penilaian, pengukuran, dan pengakuan aset berjalan dengan lancar. Pengurus BUMDes memahami cara melakukan penilaian aset dengan cara menggunakan nilai pasar saat ini. Jika aset tersebut adalah aset tetap, maka umur ekonomisnya lebih dari 12 bulan. Jika aset tersebut adalah aset lancar, maka umur ekonomisnya kurang dari 12 bulan. Selama ini BUMDes sudah dapat menyusun laporan keuangan dengan benar. Akan tetapi ada beberapa istilah yang tidak lazim digunakan dalam akuntansi semisal akun saldo awal, maksudnya adalah persediaan barang dagangan (awal periode). Pencatatan aset lancar berupa persediaan barang dagangan yang ada di minimarket asung daya dilakukan secara komputerisasi sehingga jika ingin mengetahui jumlah stok nya tinggal buka di komputer kasir.&nbsp; Laporan keuangan yang disusun dipertanggungjawabkan dalam musyawarah desa (musdes) yang dihadiri oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan perempuan, karang taruna, tokoh masyarakat, pengurus BUMDes, dan perangkat desa.</p> 2021-12-31T07:59:03+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijde/article/view/49899 HYDROPONIC TRAINING WITH THE USE OF PLASTIC CUPS AS KALE VEGETABLE CULTIVATION WITH CATFISH CULTIVATION SYSTEM IN BUCKETS 2021-12-31T08:06:06+07:00 Muhammad Nail Irsyad nailirsyad@students.unnes.ac.ad Putri Fara Amelia putrifaraamelia@gmail.com Ariq Dhiaulhaq ariq.dhiaulhaq@gmail.com Naufal Fairuz Iqbal naufalfairuz2920@gmail.com Nina Oktarina ninaoktarina@mail.unnes.ac.id <p><em>Hydroponic cultivation training activities conducted by students of KKN BMC 1 UNNES 2021 to the community aim to provide knowledge about the use of used plastic cups as a hydroponic medium for the cultivation of kale vegetables. Kale vegetables contain a lot of fibre that has many roles in the digestive process. One of the kale cultivation, kale planting can use used plastic glass media as one form of innovation that can be done to increase public knowledge about simpler vegetable planting as well as to improve people's skills amid the Covid-19 pandemic. Planting kale using used plastic glass media at the same time using a catfish cultivation system in a bucket. The direct benefit of this community service activity is in addition to knowledge, skills, and experience to the community with the use of used plastic cups as an alternative to planting media and buckets as an alternative media for catfish cultivation. This step also aims to increase income and productivity because when the time of harvesting vegetables is also at the same time harvesting catfish so that with this the community gets knowledge and fulfilment of balanced nutrition for families during the Covid-19 pandemic.</em></p> <p>Kegiatan pelatihan budidaya hidroponik yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN BMC 1 UNNES 2021 kepada masyarakat bertujuan memberikan pengetahuan mengenai pemanfaatan gelas plastik bekas sebagai media hidroponik untuk budidaya sayuran kangkung. Sayuran kangkung mengandung banyak serat yang memiliki banyak peranan dalam proses pencernaan. Salah satu dari budidaya kangkung, penanaman kangkung dapat menggunakan media gelas plastik bekas sebagai salah satu bentuk inovasi yang dapat dilakukan untuk menambah pengetahuan masyarakat mengenai penanaman sayuran yang lebih simpel sekaligus untuk meningkatkan keterampilan masyarakat di tengah masa pandemi Covid-19. Penanaman kangkung menggunakan media gelas plastik bekas sekaligus menggunakan system budidaya ikan lele dalam ember. Manfaat langsung dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai tambahan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman kepada masyarakat dengan pemanfaatan gelas plastik bekas sebagai alternatif media tanam dan ember sebagai alternative media budidaya ikan lele. Langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan penghasilan serta produktivitas karena ketika waktu panen sayuran juga sekaligus panen ikan lele sehingga dengan ini masyarakat mendapatkan pengetahuan dan pemenuhan gizi seimbang untuk keluarga selama masa pandemi Covid-19.</p> 2021-12-31T08:00:48+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijde/article/view/50815 STRATEGY FOR THE DEVELOPMENT OF THE TOURISM SECTOR OF KARANG ASRI BEACH, KENDAL REGENCY, CENTRAL JAVA THROUGH THE PLANTING OF KETAPANG TREES 2021-12-31T08:06:06+07:00 Nadya Prihatiningsih nadyaprihatiningsih24@students.unnes.ac.id Zakiyatul Amalia zakiyaamalia9@gmail.com Muhammad Abduh Pratama abduhpratama49@gmail.com Diah Kusumawati diahkusumawati17@yahoo.com Faela Sufa faela.sufa0@gmail.com <p><em>Karang Asri Beach is a beach tour that should attract a lot of tourists to come. But the potential of the beach is not balanced with adequate beach conditions, instead, some various shortcomings or problems include the cleanliness of the beach that is not optimally managed and the condition of the beach is hot and arid. Efforts to overcome these problems are to carry out garbage clean-up activities and tree planting around the beach. This activity aims to conduct community service so that the community is aware of the importance of cleanliness and greening of the beach to develop tourism in Kendal. Clean-up activities and greening of this beach in the form of cleaning garbage and planting 40 Ketapang Trees. This activity was held on Sunday, September 5, 2021, which was attended by the Secretary of Karangmalang Wetan Village, pokdarwis and service.&nbsp; This activity is carried out using practical methods directly including (1) planning activities, (2) preparation of activities and (3) planting continued with beach cleaning. The results achieved in this activity are the reduced amount of garbage around the beach and the availability of Ketapang trees that serve to prevent winds that are too strong during storms, prevent the effects of waves that abrasive the beach, as a tsunami-holding wall and can improve the coastal tourism sector. To develop Kendal tourism, it is expected that similar activities are needed sustainably to create a shady, beautiful, clean and beautiful beach atmosphere that can support the comfort of tourists.</em></p> <p>Pantai Karang Asri merupakan wisata pantai yang seharusnya banyak menarik minat wisatawan untuk datang. Namun potensi pantai tersebut tidak diimbangi dengan keadaan pantai yang memadai, sebaliknya justru ditemui berbagai kekurangan atau permasalahan yang meliputi kebersihan pantai yang kurang dikelola secara optimal serta keadaan pantai yang panas dan gersang. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan kegiatan bersih-bersih sampah dan penanaman pohon di sekitar pantai. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pengabdian masyarakat supaya masyarakat sadar akan pentingnya kebersihan dan penghijauan pantai untuk mengembangkan pariwisata yang ada di Kendal. Kegiatan bersih-bersih dan penghijauan pantai ini berupa membersihkan sampah dan menanam 40 Pohon Ketapang. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 5 September 2021 yang diikuti oleh Sekretaris Desa Karangmalang Wetan, pokdarwis dan pengabdi.&nbsp; Kegiatan ini dilakukan menggunakan metode praktik secara langsung meliputi (1) perencanaan kegiatan, (2) persiapan kegiatan dan (3) penanaman dilanjutkan dengan bersih-bersih pantai. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah berkurangnya jumlah sampah di sekitar pantai serta tersedianya pohon Ketapang yang berfungsi untuk mencegah angin yang terlalu kuat saat badai, mencegah efek gelombang yang mengabrasi bibir pantai, sebagai tembok penahan tsunami dan dapat meningkatkan sektor wisata pantai. Dalam upaya pengembangan pariwisata Kendal diharapkan perlu diadakan kegiatan serupa secara berkelanjutan agar menciptakan suasana pantai yang rindang, asri, bersih dan indah yang dapat menunjang kenyamanan wisatawan.</p> 2021-12-31T08:03:33+07:00 ##submission.copyrightStatement##