Harmonisasi Hak Pemanfaatan Sumber Daya Alam oleh Masyarakat Adat dalam Sistem Hukum Indonesia

Main Article Content

Yunia Indah Setiawati

Abstract

The problem of natural resources aspects involving the indigenous people with the goverments and stakeholders become more sorious. The indigenous people’s position as the minority groups frequently experiencing suppression as the effect of the inforcement of a legislation. Some laws governing the natural resources and communal rights of the indigenous people are not compliance with UUPA as the main law governing the natural resources. According to the facts above, the writer conducted a research using the theory of law harmonization to find the point of problems with the aim of making it easier for the goverments to fix what should be fixed. This normative juridicial research used the method of data collection such as library reserach with the main sources were literature materials and used the research approecher such as statue approach and anality approach. The result of research indicated that there were law disharmony and inconsistent norm toward UUPA because it did not fully elaborated the contains. Many norms overtapped and potentially excluded the communal rights of the indigenous people in using the natural resources were still extremely weak and it caused material and immaterial losses for them.

Article Details

How to Cite
Setiawati, Y. I. (2018). Harmonisasi Hak Pemanfaatan Sumber Daya Alam oleh Masyarakat Adat dalam Sistem Hukum Indonesia. Indonesian State Law Review (ISLRev), 1(1), 17-36. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/islrev/article/view/26937
Section
Articles

References

Arizona, Y, 2014, Konstitusionalisme Agraria, STPN Press, Yogyakarta.
Arizona, Y, 2016, ‘Memahami Masyarakat Adat: Pendekatan Evolusionis versus Pluralis’, makalah disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) Perlindungan Kosntitusional Masyarakat Hukum Adat yang diselenggarakan oleh Pusat P4TIK Mahkamah Konstitusi di Jakarta pada 21 Juli 2016.
Hantoro, N. M, ‘Sinkronisasi dan Hamronisasi Pengaturan Mengenai Perauran Daerah, Serta Uji Materi Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali Tahun 2009 – 2029’, dilihat pada Kamis, 28 Juli 2016, www.perpustakaan.bappenas.go.id.
Nugroho, S.S. 2009, ‘Harmonisasi Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan’, Dokumentasi dan Informasi Hukum, Bagian Hukum, Biro Hukum dan Humas.
Martitah, 2012, ‘Hak Konstitusional Masyarakat Adat dan Perwujudan The Living Constitution’, Jurnal Konstitusi, Vol. 1, No. 1, hh. 31-55.
Martitah, 2013, Mahkamah Konstitusi, Dari Negative Legislature ke Positive Legislature, Konstitusi Press, Jakarta.
Santoso, U, 2010, Hukum Agraria dan Hak-Hak Atas Tanah, Kencana Prenada Media Group, Jakarta.
Sukardja, A, 2014, Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara Dalam Perspektif Fikih Siyasah, Sinar Grafika, Jakarta Timur.
Sulastri, D. 2015, Pengantar Hukum Adat, Pustaka Setia, Bandung.
Suratman, P.D, 2013, Metode Penelitian Hukum, Alfabeta, Bandung.
Suwitra, I.M, 2010, ‘Konsep Komunal Religius Sebagai Bahan Utama dalam Pembentukan UUPA dan Dampaknya Terhadap Penguasaan Tanah Adat di Bali’, Perspektif, Vol. 15, No. 2, hh: 174-194.
Utomo, T.L, 2013, Budaya Hukum Masyrakat Adat Samin, PT. Alumni, Bandung.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria
Undang-Undang No. 41 Tahun 199 tentang Kehutanan
UU No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan
Undang-Undang No. 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan
Undang-Undang No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air
Undang-Undang No. 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi
Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara