Survivalitas Pedagang Gilo-Gilo Semarang Tahun 1960-2000

  • Pradipta Mahatma Nandi Wardhana Universitas Negeri Semarang

Abstract

Gilo-gilo secara umum diartikan sebagai cara berdagang masyarakat yang menjajakan beraneka ragam makanan secara berkeliling. Sejak 1960, gilo-gilo menjadi sebuah representasi perjuangan kehidupan masyarakat kelas bawah di Semarang. Berbagai dinamika mewarnai kehidupan pedagang gilo-gilo, meningkatnya pengaruh globalisasi dan krisis ekonomi yang terjadi kemudian berdampak pada meningkatnya harga kebutuhan pokok. Penelitian ini membahas terkait bagaimana perkembangan pedagang gilo-gilo dan dampaknya bagi masyarakat sekitar. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menjelaskan bagaimana kehidupan pedagang gilo-gilo di Semarang serta bagaimana dampaknya di masyarakat dengan melihat realita-realita yang terjadi di lapangan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian sejarah. Dari hasil penilitan ini diperoleh fakta bahwa pedagang gilo-gilo sejak tahun 1960 hadir mengisi kehidupan masyarakat semarang. Mengadopsi konsep dari HIK, kaum urban ini datang ke Semarang untuk berdagang demi kehidupan yang lebih baik. Gilo-gilo juga memberikan dampak ekonomi secara positif di masyarakat sekitar. Mulai bermunculan usaha-usaha rumahan berbasis makanan oleh masyarakat sekitar yang nantinya akan dititipkan pada pedagang gilo-gilo. Bukan hanya terkait aspek sosial ekonomi, namun gilo-gilo juga turut serta sebagai penyumbang khazanah budaya di Semarang.

Published
2022-03-13