Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpbsi <p>Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (P-ISSN 2252-6722, E-ISSN 2503-3476) is published by the Department of Indonesian Language and Literature, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Semarang. It publishes research-based articles in the field of language, literature, and learning. It is published twice a year, namely in May and November. The scopes of the topics include: 1) Indonesian language for foreigners, Indonesian language, Indonesian language teaching; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature Teaching. Articles can be written in English, Indonesian or Malay. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia has been indexed in DOAJ, Google Scholar and BASE&nbsp;(Bielefeld Academic Search Engine), and Sinta&nbsp;(Science and Technology Index)&nbsp;Ministry of Research Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia.</p> <p><strong>Indonesian Version</strong></p> <p>Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menerbitkan artikel hasil penelitian dan artikel konseptual tentang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.</p> <p><strong>English Version</strong></p> <p>This journal publishes original research and conceptual papers on educational of Indonesian language and literature.&nbsp;</p> <p><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=CWPNcV4AAAAJ&amp;hl=id" target="_blank" rel="noopener"><img src="/nju/public/site/images/widiyanto/images_(2)_-_Copy1.jpg" alt=""></a> <a href="https://doaj.org/toc/2252-6722" target="_blank" rel="noopener"><img src="/nju/public/site/images/widiyanto/doaj.png" alt=""></a> <a href="https://www.base-search.net/Search/Results?lookfor=https%3A%2F%2Fdoaj.org%2Ftoc%2F2252-6722&amp;type=all&amp;oaboost=1&amp;ling=1&amp;name=&amp;thes=&amp;refid=dcresen&amp;newsearch=1" target="_blank" rel="noopener"><img src="https://www.base-search.net/interface/images/logo_base.gif" alt="BASE Logo">&nbsp;</a><a title="sinta" href="http://sinta2.ristekdikti.go.id/journals/detail?id=3650" target="_blank" rel="noopener"><img src="/sju//public/site/images/badrussiroj/Logo-SINTA_(1)1.png" width="160" height="70"></a></p> Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang en-US Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2252-6722 EKOKRITIK FILM AVATAR KARYA JAMES CAMERON SARANA PENDIDIKAN LINGKUNGAN SISWA https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpbsi/article/view/24893 <p>Abstrak</p> <p>Pada era modern ini karya sastra dikelompokkan menjadi empat genre, yaitu: prosa, puisi, drama, dan film. Tujuan penelitian ini&nbsp; adalah mengungkap fenomena konservasi lingkungan film Avatar. Fenomena konservasi lingkungan ini menyangkut representasi gerakan hijau yang dilakukan oleh suku Navi dalam menjaga alam Planet Pandora, peranan Lingkungan alam dalam film <em>Avatar&nbsp; </em>karya James Cameron sumber kehidupan Suku Navi, dan Nilai-nilai lingkungan yang tergambar pada&nbsp; kehidupan suku Navi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif desktiptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan &nbsp;ekokritik Greg Garrard. Sumber data berasal dari teks dalam film Avatar yang telah ditranskripsi dari dialog percakapan. Data dianalisis dengan menggunakan cara kerja Miles and Hubermen. Temuan penelitian ini yaitu Film <em>Avatar </em>&nbsp;memiliki pendidikan lingkungan kepada siswa, yaitu: Gerakan hijau yang dilakukan suku Navi terhadap alam Planet&nbsp; Pandora mulai tergangu dan terusik sejak ada kegiatan yang dilakukan RDA untuk mengambil sumber energi ubnitonium, Lingkungan alam dalam film <em>Avatar&nbsp; </em>karya James Cameron memiliki pengaruh besar sebagai sumber kehidupan.&nbsp; Alam menjadi sumber kelangsungan hidup suku Navi di Planet Pandora, dan Nilai-nilai yang digambarkan oleh suku Navi yang sesuai dengan kearifan ekologis adalah nilai pola laku, pola sikap, dan pola pikir. Suku Navi memiliki keyakinan bahwa hidup mereka di dunia ini untuk menjaga amanat <em>eiwa</em><em>,</em> <em>‘</em>Tuhan’ yakni menjaga dan melestarikan alam Planet Pandora. Jadi, &nbsp;tujuan hidup mereka adalah melestarikan alam dan menjaganya dari segala kerusakan, termasuk kerusakan yang dilakukan&nbsp; manusia.</p> <p>Kata kunci: Ekokritik; film; pendidikan; lingkungan; siswa</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>In this modern era literary works are grouped into four genres, namely: prose, poetry, drama, and film. The purpose of this research is to uncover the phenomenon of environmental conservation of the film Avatar. This environmental conservation phenomenon involves the representation of the green movements carried out by the Navi tribe in safeguarding the nature of Planet Pandora, the role of the natural environment in James Cameron's Avatar film the source of the Navi Tribe's life, and the environmental values ​​reflected in the life of the Navi people. This research is descriptive qualitative research. This study uses Greg Garrard's ecocritical approach. The source of the data comes from the text in the Avatar movie that has been transcribed from the conversation dialog. Data were analyzed using the workings of Miles and Hubermen.The findings of this study are that Film Avatar has environmental education for students, namely: The green movements carried out by the Navi tribe towards the nature of Planet Pandora began to be disturbed and disturbed since there were activities carried out by the RDA to take the energy source of ubnitonium, the natural environment in James Cameron's Avatar film had an influence big as a source of life. Nature is the source of the survival of the Navi tribe on Planet Pandora, and the values ​​described by the Navi tribe that are in accordance with ecological wisdom are the values ​​of behavior, attitude patterns, and mindset. The Navi tribe has the belief that their life in this world is to maintain the eiwa mandate, 'God' which is to protect and preserve the nature of Planet Pandora. So, the purpose of their lives is to preserve nature and protect it from all damage, including damage done by the lagit people, humans.</em></p> <p><em>Keywords: Ecocriticism; film; education;environment; students</em></p> Juanda Juanda ##submission.copyrightStatement## 2019-05-13 2019-05-13 8 1 1 9 PEMANFAATAN TEKNIK SILANG LITERASI DALAM MODEL DISCOVERY LEARNING PADA PEMBELAJARAN TEKS EKSPLANSI KELAS XI MIPA 7 SMA NEGERI 1 KLATEN TAHUN PELAJARAN 2018/2019 https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpbsi/article/view/25542 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan pembelajaran teks eksplanasi dalam model <em>Discovery Learning, </em>memaparkan peningkatan hasil belajar siswa, dan menjelaskan keaktifan siswa melalui <em>stimulation, problem statemen, data collection, data processing, verification, </em>dan<em> generalization.</em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> <p>Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan dua&nbsp; siklus. Masing-masing siklus terdiri atas dua pertemuan dengan empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Klaten tahun pelajaran 2018/2019 semester 1. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 7 SMAN 1 Klaten . Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes. Teknik tes dilaksanakan dengan cara siswa menyusun teks eksplanasi menggunakan&nbsp; teknik silang literasi. Sedang teknik nontes dengan cara wawancara siswa dan&nbsp; observasi.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Teknik silang literasi dalam model pembelajaran <em>discovery learning</em> berpengaruh positif pada keaktifan dan hasil belajar siswa pada materi teks eksplanasi. Hal ini terbukti pada meningkatnya keaktifan siswa dan hasil belajar siswa dari pra siklus sampai siklus II.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;Pada tahap pra siklus siswa yang tuntas secara klasikal sebesar 25% atau hanya 7 siswa yang tuntas. Pada siklus I siswa yang tuntas sebanya 23 atau 74,19%, dan pada siklus II sebanyak 31 siswa yang tuntas atau 100%. Penggunaan teknik silang literasi dalam model pembelajaran <em>discovery learning </em>pada pembelajaran materi teks eksplanasi meningkatkan rata-rata siswa 11,55 dan prosentase ketuntasan klasikal dari pra siklus smpai siklus II sebesar 70,96%</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Kata kunci : silang literasi,&nbsp; discovery learning, teks&nbsp; </em></p> <p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp; eksplanasi.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This class act research as a purpose to explain the realization of learning about explanatory text in model descovery learning, explain increasing result of student learning and try to explain how liveliness with stimulation, problem statemen, data collection, data processing,&nbsp; verification,&nbsp; and generalization.</p> <p>The realization this research done by two cycle.&nbsp; Each cycle consist two meeting with four step, that is planning, acting, obseving, and relfecting. This research was conducted in SMA negeri 1 Klaten, 2018/2019 academic year, first period.&nbsp; For the subject of this research is student from XI IPA 7. The aggregate of the data use test and note technique.&nbsp; Test technique is done by make some explanatory text use cross literation technique. In other condition , mote technique done by interviewing and observing.</p> <p>The literation cross technique in discovery learning model affect a positive effect at liveliness and the students study result at the explanation text. This is proven by the invrease of studebt liveliness and their study result from pre cycle until the second cycle.</p> <p>At the pre cycle step, the students who get done classicaly by 25% or only seven students. At the first cycle just around 23 or 74,19% students who get done. And at the second cycle there are 31 students or 100%. Usemen of the literation cross technique in discovery learning model at material learning explanation text increas student's average 11.55 and the percentation of completeness classicaly from pre cycle until the second cycle.</p> <p>Keywords : <em>cross literation, doscovery learning, explanation</em></p> Resmiyati Resmiyati ##submission.copyrightStatement## 2019-05-13 2019-05-13 8 1 10 17 PENGEMBANGAN MODEL EKLEKTIK BERBASIS NILAI LUHUR PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI RAKYAT KELAS VII SMP https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpbsi/article/view/21537 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tujuan penelitiannya sebagai berikut: 1) mendeskripsi wujud model pancanovebia yang digunakan memfasilitasi pembelajaran; 2) mengidentifikasi peningkatan proses pembelajaran kompetensi tersebut melalui pengamatan sikap spiritual dan sikap sosial; dan 3) mengidentifikasi peningkatan hasil pembelajaran berdasarkan penerapan model pancanovebia. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (metode deskripsi, validasi, dan eksperimen). Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut. <em>Pertama</em>, wujud model pancanovebia berupa teori konseptual pemaduan materi sastra dan bahasa (fokus kosakata novebia:nomina, verba, adverbial/adjetiva/dll) dengan unsur-unsur model yang khas yang berdampak peningkatan sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa menulis puisi rakyat bertema Pancasila. <em>Kedua, </em>peningkatan proses pembelajaran berdasarkan pengamatan proses pembelajaran rataan nilai sikap spiritual 96.58%,&nbsp; dan rataan nilai sikap sosial 93.30%, kualitas proses belajar berpredikat A. <em>Ketiga, </em>hasil pembelajaran menulis puisi rakyat mengalami peningkatan sebesar 35.01. Pembelajaran kesastraan sangat efektif sebagai sarana penanaman nilai karakter.&nbsp; Maka perlu memberi kesempatan siswa memaksimalkan potensinya dan terlibat pada&nbsp; upaya konservasi budaya&nbsp; berbasis nilai-nilai luhur Pancasila.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>There are researchment goals that should be done: 1) describe conseptual theory of pancanovebia that used in facilitating the learning of folk poetry competency; 2) identify improvement of learning process that competency through observation of spiritual attitudes and social attitudes; 3) identify improvement learning result according to activity of implementing pancanovebia model in writing folk poetry. As for approachment that used in this study is research and development (descriptive, evaluative and experimental).</em> Result of these researchment are: First, this pancanovebia model form that implemented in learning folk poetry have the shape of conceptual theory integration of literature and language material (novebia focusing on vocabulary: noun, verb, adverb/adjective/etc) that own orientation, syntagmatic, social system, reaction principle, and a typical support system, also having positive impact on improving attitudes, and students' skill in writing folk poetry in Pancasila themed. Second, improvement learning process according to observation of learning process average spiritual attitude 96.58%, average social attitude 93.30% (learning process went maximum, grade A.) Third, writing folk poetry learning result increases 35.01. So the learning needs to be facilitated in learning process that give student chance to maximize their potential and got involve to culture conservation effort based on Pancasila's noble values.</p> Panca Dewi Purwati ##submission.copyrightStatement## 2019-05-13 2019-05-13 8 1 18 28 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYAJIKAN RANGKUMAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DENGAN MODEL INSTRUKSI LANGSUNG MENGGUNAKAN MEDIA BAGAN https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpbsi/article/view/16229 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kemampuan menyajikan rangkuman teks laporan hasil observasi pada siswa kelas VII E SMP Negeri 14 Semarang belum mencapai target ketuntasan minimal. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyajikan rangkuman teks laporan hasil observasi dengan model instruksi langsung menggunakan media bagan. Pengumpalan data menggunakan teknik tes dan nontes. Hasil penelitian aspek keterampilan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan sebesar 19,44% dari siklus I nilai rata-rata hasil tes keterampilan sebesar 77,87 dengan persentase ketuntasan 80,56% dan siklus II sebesar 86,03 dengan persentase ketuntasan sebesar 100%. Peningkatan kemampuan menyajikan rangkuman teks laporan hasil observasi ini juga diikuti proses pembelajaran yang optimal, respon siswa terhadap pembelajaran dan perubahan sikap sosial siswa ke arah yang lebih baik.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : rangkuman, teks laporan hasil observasi, model instruksi langsung, media bagan, sikap sosial.</p> <p><strong><em>ABSTRACT&nbsp;&nbsp; </em></strong></p> <p><em>The ability </em><em>of presenting summary of observation result report text of 14 Junior High School</em><em> Semarang </em><em>students grade VII E </em><em>has </em><em>not yet achieve</em><em> the minimum completenesstarget</em><em>.</em> <em>Th</em><em>is action research classroom aims </em><em>to improve the ability of presenting summary of observation result report text using direct instruction model and chart media. The </em><em>Collecting data us</em><em>ed</em><em> test techniques and nontest. The research result of skill</em><em> aspectshowed that there was significant improvement in the </em><em>&nbsp;amount </em><em>of </em><em>19,44%&nbsp; from </em><em>the cycle 1, the average of the skill test result was in the amount of 77,87 with the completeness precentage of 80,56%</em><em> and </em><em>the cycle 2</em><em> in </em><em>the amount of 86,03 with the completeness precentage of 100%. The improvement of presenting summary of observation result report text also followed by </em><em>the learning pr</em><em>o</em><em>cess, </em><em>students response to the learning and alteration of student social attitude directed to a better way.</em></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: summary, observation result report text, direct instruction, chart media, social attitud</em><em>e.</em></p> <p><em><br> </em></p> Chusnul Chotimah Bambang Hartono Santi Pratiwi Tri Utami ##submission.copyrightStatement## 2019-05-13 2019-05-13 8 1 29 36 Tindak Tutur Direktif Upacara Perkawinan Adat Masyarakat Watmuri https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpbsi/article/view/24018 <p><strong><em>ABSTRAK</em></strong></p> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh&nbsp; pemahaman yang mendalam tentang tindak tutur direktif upacara perkawinan masyarakat Watmuri, Kecamatan Nirunmas Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif&nbsp; dengan metode etnografi komunikasi berdasarkan&nbsp; teori Hymes. Data&nbsp; penelitian ini adalah&nbsp; adalah tuturan&nbsp; dalam bahasa daerah Yemdena &nbsp;desa Watmuri yang terjadi dalam prosesi upacara perkawinan adat masyarakat Watmuri yang mencakup&nbsp; data tindak tutur direktif di dalalmnya mengenai perintah, menyuruh, permohonan, dan juga pemberi saran. Hasil penelitian ini menunjukan&nbsp; bahwa dalam upacara&nbsp; perkawinan adat masyarakat Watmuri ditemukan data dalam tindak tutur direktif&nbsp; dalam prosesi upacara perkawinan yaitu tindak tutur direkrif dalam prosesi kumpul keluarga yang biasa disebut kabotkit, &nbsp;tindak tutur direktif dalam prosesi upacara perkawinan masuk minta biasa disebut dengan bebetu, prosesi upacara perkawinan&nbsp; mengambil sang gadis dari rumahnya biasa disebut dengan kalabasa, dan yang terakhir yaitu prosesi upacara perkawinan membayar harta yang biasa disebut dengan kesit. Dari keempat prosesi upacara adat perkawinan ini banyak sekali mengunakan jenis tindak tutur direktif perintah dan permohonan.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Kata kunci : Tindak Tutur, Direktif, Etnografi Komunikasi.</em></strong></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study aims to gain an in-depth understanding of the act of speech directive marriage ceremony watmuri community, District Nirunmas West Southeast Maluku District. The approach used in this study is a qualitative approach with ethnographic methods of communication based on Hymes theory. The data of this research are the speeches of Yemdena Timur Watmuri village which occurs in the process of the marriage ceremony of the Watmuri community which includes the data of the directive speech acts in the dalalm about command, pleading, suggestion, and also advise. The result of this research shows that in the marriage ceremony of the Watmuri community, it is found that the data in acts of speech directive in the marriage ceremony procession is first, the act of recited speech in the family gathering procession commonly called kabotkit, secondly, the act of speech directive in the marriage ceremony procession enter the usual called the bebetu, third, the procession of marriage ceremony took the girl from her house is called kalabasa, and the last is paying the treasure commonly called by kesit. Of the four processions in traditional ceremonies of marriage is a lot of use of the act of speech directive command and petition.</p> <p>Keywords: Speech act, Directive, Ethnography of Communication.</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> Regina Nifmaskossu Aceng Rahmat Fathiaty Murtadho ##submission.copyrightStatement## 2019-05-13 2019-05-13 8 1 37 43 Kajian Korelasional Kemampuan Menyusun RPP dan Melaksanakan Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Hasil UKG di Kabupaten Banjarnegara https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpbsi/article/view/26142 <p><strong>Abstrak </strong></p> <p>Kemampuan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan kemampuan melaksanakan pembelajaran merupakan dua hal yang penting dikuasai guru, apalagi jika kedua hal tersebut dikaitkan dengan performansi mereka pada uji kompetensi guru (UKG). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kemampuan guru menyusun RPP, (2) mengetahui kemampuan melaksanakan pembelajaran, (3) mengetahui hasil UKG, (4) mengetahui korelasi antara kemampuan menyusun RPP dengan hasil UKG (5) mengetahui korelasi antara kemampuan melaksanakan pembelajaran dengan hasil UKG, dan (6) mengetahui korelasi antara kemampuan menyusun RPP dan kemampuan melaksankan pembelajaran dengan hasil UKG di antara guru-guru sekolah dasar yang mengajar bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif korelasional, dengan instrumen lembar penilaian untuk mengumpulkan data tentang tingkat kemampuan menyusun RPP, lembar pengamatan untuk data tentang kemampuan melaksanakan pembelajaran dan dokumentasi untuk data tentang hasil UKG. Penelitian dilaksanakan Kabupaten Banjarnegara, dengan mengambil sampel di Kecamatan Mandiraja. Sampel berjumlah 42 orang dari populasi yang berjumlah 288 guru yang diambil dengan teknik <em>stratified random</em> <em>sampling</em>. Analisis data menggunakan rumus statistik deskriptif persentase dan korelasi<em> Pearson Product Moment</em> dengan α = 0,05. Hasil analisis menunjukkan (1) skor rata-rata kemampuan menyususn RPP adalah 69,36 dengan tingkat ketercapaian 70% dan masuk dalam kategori Baik, (2) skor rerata kemampuan melaksanakan pembelajaran bahasa Indonesia mencapai 70,20 dengan tingkat ketercapaian 70% yang masuk dalam kategori Baik, (3) nilai UKG tertinggi mencapai 92,26 dan terendah 41,67 dengan rata-rata 66,86, yang masuk dalam kategori Baik, (4) ada keterkaitan sangat kuat antara kemampuan menyusun RPP dengan hasil UKG dengan koefisien korelasi sebesar 0,988, (5) ada keterkaitan antara kemampuan melaksanakan pembelajaran dan hasil UKG dengan angka koefisien korelasi 0,935, dan (6) ada keterkaitan kuat antara kemampuan menyusun RPP dan kemampuan melaksanakan pembelajaran, dengan hasil UKG, dengan koefisien korelasi sebesar 0,975.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: RPP, pembelajaran bahasa Indonesia, UKG</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract </strong></p> <p>The teachers competence in planning a lesson and executing the plan is a crucial factor in the sucess of an instruction. Besides, teachers’ subject knowledge, which in Indonesia is measured through teacher competence test (UKG), also plays an important role. This research sought to reveal (1) teachers’ competence in planning a lesson, (2) teachers’ competence in carrying out the plan, (3) teachers’ competence test results, (4) a correlation between teachers’ competence in planning a lesson and teachers’ competence test results, (5) a correlation between teachers’ competence in carrying out the plan and teachers’ competence test results, (6) a correlation between teachers’ competence in planning a lesson, teachers’ competence in carrying out the plan, and teachers’ competence test results. This is a descriptive correlational study, using a performance test to gather data regarding teachers’ ability to plan a lesson, an observation check sheet to collect data regarding teachers’ ability to carry out the lesson plan, and document to gather data regarding competence test results. The research was carried out in Banjarnegara District, taking Mandiraja Sub-district as a sample. Of the 288 Indonesian language teachers in the sub-district the research took 42 as samples, using stratified random sampling. The data analysis used percentage and Pearson Product Moment correlation statistics with α = 0,05. The results showed that (1) the average score of lesson planning was 69.36 with the accomplishment level 70%, which includes into Good category; (2) the average score of teaching reached 70.20 with the accomplishment level 70%, which belonged to Good category; (3) the highest score of UKG was 92.26 and the lowest 41.67 with the average score 66.86, and belonged to Good category; (4) there was a strong correlation between between lesson planning ability and teachers’ competence test results, with the correlation coefficient of 0.988; (5) there was a strong correlation between teachers’ competence in carrying out the plan and teachers’ competence test results, with the correlation coefficient of 0.935; and (6) there was a strong correlation between lesson planning ability, the ability to carry out the lesson plan, and the competence test results, with the correlation coefficient of 0.975.</p> <p><strong>Key words</strong>: lesson plan (RPP), bahasa Indonesia instruction, teachers’ competence test (UKG).</p> Furqanul Aziez Akhmad Saheri ##submission.copyrightStatement## 2019-05-13 2019-05-13 8 1 44 50 KAJIAN SEMANTIK NAMA DIRI MAHASISWA MADURA DI PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpbsi/article/view/25051 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian dengan judul <em>Kajian Semantik Nama Diri Mahasiswa Prodi PBI Universitas Trunojoyo Madura</em> menggunakan data nama-nama mahasiswa angkatan 2013 Kelas A, B, dan C. Universitas Trunojoyo Madura sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang terletak di dekat perbatasan dengan wilayah Kota Surabaya memiliki beragam bentuk, struktur, dan makna menarik dalam nama diri mahasiswa yang berkuliah di PTN tersebut. Berdasarkan hasil analisis, tampak jelas akulturasi antara kebudayaan Jawa dan Madura dalam nama diri tersebut. Kasus ini menarik untuk dikaji, terutama yang berkaitan dengan bahasa unsur dan makna yang terkandung dalam nama diri mahasiswa ketiga angkatan di Universitas Trunojoyo Madura. Pemahaman bahasa unsur dan jenis makna ini dapat diketahui berdasarkan bahasa sebagai usur pembentuk nama mahasiswa dan jenis makna yang terkandung di dalamnya.</p> <p><strong>Kata-kata kunci</strong>: penamaan, bahasa unsur nama, makna nama, kajian semantik.</p> <p>Abstract</p> <p>The research entitled the Semantic Study of Student's Self Name PBI Study Program at the University of Trunojoyo Madura used the names of 2013 students of Class A, B, and C. University of Trunojoyo Madura as a State University (PTN) located near the border with the Surabaya City area has a variety shape, structure, and interesting meaning in the name of the student who is studying at the PTN. Based on the results of the analysis, it seems clear that the acculturation between Javanese and Madurese culture in the name of the self. This case is interesting to study, especially relating to the language of elements and the meaning contained in the names of the third-generation students at Trunojoyo Madura University. Understanding the language of elements and types of meaning can be known based on language as a stretcher forming the name of the student and the type of meaning contained in it.</p> <p><strong>Key words:</strong> naming, language element names, name meanings, semantic studies.</p> Khusnul Khotimah Ika Febriani ##submission.copyrightStatement## 2019-05-13 2019-05-13 8 1 51 55 PENGEMBANGAN MODUL MENULIS TEKS CERITA FANTASI BERMUATAN NILAI KONSERVASI BAGI PESERTA DIDIK SMP https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpbsi/article/view/28780 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul menulis teks cerita fantasi bermuatan nilai konservasi bagi peserta didik SMP. Pendekatan yang digunakan adalah <em>Research and Development</em> meliputi lima tahap, yaitu (1) pengkajian awal, (2) perencanaan pengembangan, (3) pengembangan prototipe produk, (4) validasi produk, dan (5) revisi produk. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket dengan analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik dan peserta didik membutuhkan modul menulis teks cerita fantasi untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Penyusunan prototipe modul menulis teks cerita fantasi berdasarkan prinsip pengembangan modul meliputi aspek isi materi, aspek penyajian materi, aspek kebahasaan, dan aspek grafika. Nilai rata-rata yang diperoleh dari pengembangan modul menulis teks cerita fantasi yaitu 3,56 dengan kategori sangat baik dan beberapa saran perbaikan dari empat validator. Perbaikan prototipe modul menulis teks cerita fantasi meliputi perbaikan aspek isi materi, aspek penyajian materi dan aspek kebahasaan.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci: cerita fantasi, modul, konservasi</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This research purposes to develop the writing fantasy story module which is integrated by conservation value for student in junior high school. This research uses reserach and development approach which has done in 5 steps, as follows; (1) research and informating collecting, (2) planning, (3) develop preliminary form a product, (4) preliminary field testing, dan (5) main product revision. The inquiry technique is the method to collect data with analyzing data uses quantitative and qualititative descriptive, it is data conclusion and explanation. The result of this research shows that both of teachers and students need the writing fantasy story module. Arranging the prototype of this writing fantasy story module depends on development of module such as; subject value aspect, pesentation of subject aspect, languange aspect, and graphical aspect. The average mark will be gotten from development of this module is 3,56 with the best category and some suggestion by improvemnet of four validators. Prototype emendation of the writing fantasy story module consists of the improvement on material aspect, presentation of subject aspect and languange aspect.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Keyword: conservation, fantasy story, module</em></strong></p> Fajar Dwi Cahyaningrum Nas Haryati Setyaningsih ##submission.copyrightStatement## 2019-05-13 2019-05-13 8 1 56 63 DESAIN BUKU TEKS CERITA INSPIRATIF BERMUATAN KARAKTER MANDIRI SEBAGAI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpbsi/article/view/30315 <p>Abstrak</p> <p>Buku pengayaan kepribadian memiliki peranan yang penting dalam proses pembelajaran. Selain melengkapi materi dari buku teks, buku pengayaan juga memperkaya wawasan peserta didik. Nilai pembentuk karakter mandiri yang menjadi salah satu nilai karakter prioritas dalam kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) juga dapat diintegrasikan dalam buku pengayaan. Salah satunya dengan buku pengayaan teks cerita inspiratif bermuatan karakter mandiri. tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kebutuhan buku teks cerita inspiratif dengan muatan karakter mandiri dan mendesai buku teks cerita inspiratif bermuatan karakter mandiri. Data dikumpulkan melalui teknik studi pustaka, wawancara, dan penyebaran angket. Muatan karakter mandiri yang akan disisipkan dalam buku pengayaan teks cerita inspiratif yaitu: etos kerja (kerja keras), tangguh tahan banting, daya juang, profesionalitas, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat. Hasil penilaian uji validasi dengan rata-rata 94% sehingga masuk kategori sangat baik</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: buku pengayaan, teks cerita inspiratif, muatan karakter mandiri</p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Abstract</em></p> <p>Personality enrichment books has an important role in the learning process. &nbsp;Beside completing material from textbooks, enrichment books also enriches students' knowledge. The forming value of independent character which is one of the priority character values ​​in the Character Education Strengthening (PPK) policy can also be integrated in the enrichment book. One of them is an enriching book with inspirational story texts that contain of independent characters. Data was collected through library research techniques, interviews, and questionnaires. The results of this study were inspirational story texts with independent character content. Independent character loads that will be inserted in the inspirational story text enrichment book, namely: work ethic (hard work), hardiness, fighting spirit, professionalism, creativity, courage, and lifelong learners. The average of the validation test assessment was 94% so that it was in a very good category</p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: enrichment book, inspirative text story,contains of independent characters</em></p> <p>&nbsp;</p> Arum Yulia Lestari Agus Nuryatin ##submission.copyrightStatement## 2019-05-13 2019-05-13 8 1 64 69 PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYUSUN TEKS CERITA PENDEK BERMUATAN SOSIAL BUDAYA DENGAN MODEL BERBASIS MASALAH DAN MEDIA ANIMASI CERITA "ADIT DAN SOPO JARWO" PADA PESERTA DIDIK KELAS VII C https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpbsi/article/view/14632 <p>Abstrak</p> <p>Pembelajaran menyusunteks cerita pendek pada peserta didik kelas VIIC MTs Negeri KarangawenDemak belum mencapai target ketuntasan minimal. Faktor yang mempengaruhi hal tersebut antara lain(1)sulit menentukkan ide cerita, 2) sulit untuk mengekspresikan emosi yang dituangkan ke dalam penyusunan teks cerita pendek, 3) sulit menyusun cerita yang runtut dan padu sesuai struktur cerita, dan 4) sulit merangkai cerita hingga utuh karena kepemilikan diksi yang terbatas. Oleh karena itu, guru perlu menggunakan model dan media yang tepat sehingga mampu memberi stimulus kepada peserta didik agar lebih antusias terhadap kegiatan pembelajaran dan mempermudah peserta didik untuk menyusun teks cerita pendek bermuatan sosial budayakarena masih terdapat peserta didik yang kebingungan jika diberi instruksi untuk menyusunteks cerita pendek bermuatan sosial budaya. Penerapan modelpembelajaran berbasis masalah danmedia animasi cerita &nbsp;“<em>Adit dan Sopo Jarwo</em>” diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut. Subjek penelitian ini adalah keterampilan menyusun teks cerita pendek bermuatan sosial budayakelas VIIC MTs Negeri Karangawen Demak. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes dan nontes. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui adanya peningkatan persentase ketuntasan klasikal yang diperoleh peserta didik dalam menyusunteks cerita pendek. Siklus I menunjukkan persentase ketuntasan klasikal aspek sikap religius 82%, meningkat menjadi 96% pada siklus II. Persentase aspek sosial pada siklus I seperti teliti 82% meningkat menjadi 92% pada siklus II, kreatif 65% meningkat menjadi 91% pada siklus II, percaya diri 76% pada siklus Imeningkat menjadi 91% pada siklus II, tanggung jawab 80% pada siklus I meningkat menjadi 92% pada siklus II. Aspek pengetahuan 65% pada siklus I meningkat menjadi 94% pada siklus II. Aspek terakhir yang dijadikan pedoman dalam peningkatan persentase kelas adalah aspek ketrampilan. Aspek ketrampilan siklus I sebesar 69% dan mengalami peningkatan samapai 88% pada siklus II.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci:&nbsp;&nbsp; </strong>animasi cerita “<em>Adit dan Sopo Jarwo</em>”, model berbasis masalah,pembelajaran teks cerita pendek.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Learning of the short storytextcomposing at VIIC grade of Islamic Junior High School (MTs) Karangawen Demak has not yet reached the target of minimum completeness. Factors that influencing it were (1) difficult to determined story ideas, 2) difficult to expressed emotions that implementing into the short story text composing, 3) difficult to compile a successive story and solid story based on the structure of stories, and 4) difficult to compilethe story to be full story because of the limited diction from the students.&nbsp;Therefore, teachers need to use appropriate model and media to assist stimulation to the students to be more enthusiastic towards&nbsp;the learning activity&nbsp;and make easier to compileshort story text composing that consisting of laden social culture story because there are students thatwere still confused when be instructed to compile the that consist of the laden social culture story in the class. The application of learning model based on problems learning&nbsp;and learning of media animation "<em>Adit </em><em>dan</em><em> Sopo Jarwo</em>"&nbsp;is expected available to handle these problems.&nbsp;The subject of this research is the skill of text composingof short stories-laden social cultural at VIIC grade of Islamic Junior Hight School (MTs)Karangawen Demak.&nbsp;The method of data collection was used techniques of tests and nontest.&nbsp;Based on analysis, it was resulted that there are increasing of the percentage of classical completeness from the students to the composing of short storytext. Period I indicated that the percentage of classical completeness aspects 82% was increasing to be 96% on Period II. The percentage of social aspect on Period I consist of meticulous 82% was increasing to 92% on Period II, creative65% was increasing to 91% on Period II, confidence 76% was increasing to 91% on Period II, responsibility80% was increasing to 92% on Period II, educational aspect 65% was increasing to 94% on Period II. The last aspect thatused guidance on &nbsp;the increasing of the class percentage was the aspect of skills. The aspects of skills on Period I 69% was increasing to&nbsp;88% on Period II.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Keywords: </strong>learning of story compilation, media of animation story “<em>Adit &nbsp; dan Sopo Jarwo</em>”, problems-based learning model</p> Neily Sa'adah Ida Zulaeha ##submission.copyrightStatement## 2019-05-13 2019-05-13 8 1 70 77