NILAI MORAL PADA KESENIAN BUNCIS DI DESA TANGGERAN KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS

  • Sri Sabandiyah Sabar Universitas Negeri Semarang
  • Joko Wiyoso

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui dan mendeskrisikan mengenai tiga aspek nilai moral pada Kesenian Buncis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan sosiologi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Teknik analisis data berdasarkan model Milles and Huberman. Hasil penelitian mengenai nilai religius pada Kesenian Buncis terdapat dalam sejarah, bentuk pertunjukan dan keadaan masyarakat seni. Bentuk pertunjuk meliputi: pola pertunjukan dan elemen-elemen pertunjukan. Nilai religius terdiri dari: sikap percaya kepada Tuhan, toleransi, kerukunan hidup, cinta damai, bersahabat. Nilai gotong royong tercermin dari rasa solidaritas sosial para pelaku seni, kerjasama, tanggung jawab, toleran, peduli lingkungan, peduli sosial, disiplin, kerja keras, dan kreatif baik dalam kehidupan bermasyarakat, latihan dan pertunjukan. Nilai cinta tanah air terlihat dari semangat kebangsaan, menghargai prestasi dan cinta damai, serta semangat dalam melestarikan warisan budaya dengan cara berkesenian dan berlatih.

Kata Kunci: Nilai moral; Kesenian Buncis

 

Published
2018-11-07