Efektivitas Model Discovery Learning Berbantuan Ice Breaking untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Materi Geometri

Main Article Content

Puput Relitasari
Amin Suyitno
Hardi Suyitno

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji penerapan model Discovery Learning berbantuan Ice Breaking membuat kemampuan berpikir kreatif matematis mencapai ketuntasan belajar, (2) menguji penerapan model Discovery Learning berbantuan Ice Breaking lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis daripada penerapan model Discovery Learning, dan (3) menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik menggunakan penerapan model Discovery Learning berbantuan Ice Breaking. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik SMPN 30 Semarang kelas VII. Sampel pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VII A sebagai kelas kontrol dan peserta didik kelas VII B sebagai kelas eksperimen. Analisis data yang digunakan meliputi uji proporsi, uji beda rata-rata, dan uji gains score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan model Discovery Learning berbantuan Ice Breaking membuat kemampuan berpikir kreatif matematis mencapai ketuntasan belajar, (2) penerapan model Discovery Learning berbantuan Ice Breaking lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis daripada penerapan model Discovery Learning, dan (3) peserta didik mengalami peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis berdasarkan indikator fluency, flexibility, originality, dan elaboration dengan kategori tinggi dan sedang.

Article Details

How to Cite
Relitasari, P., Suyitno, A., & Suyitno, H. (2018). Efektivitas Model Discovery Learning Berbantuan Ice Breaking untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Materi Geometri. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 1, 269-278. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/19601
Section
Articles

References

Aprilia, D., Chotim, M., & Agoestato, A. (2014). Studi Komparatif Model Circ dan MMP terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik. Unnes Journal of Mathematics Education, 3(3).
Castronova, J. A. (2002). Discovery learning for the 21st century: What is it and how does it compare to traditional learning in effectiveness in the 21st century. Action Research Exchange, 1(1), 1-12.
Creswell, J. W. (2014). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kurniawan, H. & Laely, T. A. (2014). 30 Permainan Kreatif untuk Kecerdasan Logika Matematika Anak. Bandung: Alfabeta.
Mawaddah N. E., Kartono, & Suyitno H. (2015). Model Pembelajaran Discovery Learning dengan Pendekatan Metakognitif untuk Meningkatkan Metakognisi dan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis. Unnes Journal of Mathematics Education Research, 4(1), 10-17.
Ozerem, A. (2012). Misconceptions in Geometry and Suggested Solutions for Seventh Grade Students. International Journal of New Trends in Arts, Sports & Science Education, 1(4), 23-35. (Online). (http://www.pedocs.de/volltexte/2014/8503/pdf/cepsj_2013_4_Magajna_Overcoming_the_obstacle.pdf , diakses 27-01-2017).
Raisinghani, V. T. (2016, March). DISCERN: Discovery Learning with Student Defined Problems. In Learning and Teaching in Computing and Engineering (LaTICE), 2016 International Conference on (pp. 172-177). IEEE.
Siswono. (2006). Desain Tugas untuk Mengidentifikasi Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Matematika. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. (Online). (https://www.researchgate.net/publication/242735927, diakses 29-12-2017).
Sriraman, B. (2004). The Characteristics of Mathematical Creativity. The Mathematics Educator, 14(1): 19-34. (Online). (http://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ848493.pdf, diakses 16-01-2017).
______________. (2009). The Characteristics of Mathematical Creativity. ZDM Mathematics Education, 41, 13-27.
Susanah, R. & Alarifin .D.H., (2014). Penerapan Permainan Penyegar (Ice Breaking) Dalam Pembelajaran Fisika Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar. (Online). (http://fkip.ummetro.ac.id/journal/index.php/fisika/article/view/104, diakses 28-12-2016).
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method). Bandung: Alfabeta.
Suyitno, A. (2012). Sistem Deduktif Aksiomatis dalam Matematika dan Matematika Sekolah. AKSIOMA, 1(2). (Online). (http://journal.upgris.ac.id/index.php/aksioma/article/view/54, diakses 28-01-2017).
Suyitno, H. (2014). Filsafat Matematika. Semarang: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.
TIMSS & PIRLS. (2011). Overview TIMSS and PIRLS 20111 Achievemet. (Online). (http://timssandpirls.bc.edu/data-release-2011/pdf/Overview-TIMSS-and-PIRLS-2011-Achievement.pdf, diakses 18-11-2016).
Wiersum, E. G. (2012). Teaching and Learning Mathematics Through Games and Activities. Journal Acta Electrotechnica et Informatica, 12(3), 23-26.
Yeganehpour, P. (2016). Using Ice-Breakers in Improving Every Factor Which Considered in Testing Learners Speaking Ability. International Journal on New Trends in Education and Their Implications, 7(1), 58-68.