Pentingnya Penalaran Matematika dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika

Main Article Content

Dyah Retno Kusumawardani
Wardono Wardono
Kartono Kartono

Abstract

Literasi matematika adalah pengetahuan untuk mengetahui dan menerapkan matematika dasar dalam kehidupan kita sehari-hari. Kemampuan literasi matematika siswa Indonesia menurut hasil PISA tahun 2015 berada pada peringkat 63 dari 72 negara. Hal ini menunjukkan kemampuan literasi matematika siswa masih rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa adalah dengan meningkatkan kompetensi yang diperlukan dalam literasi matematika. Salah satu kompetensi yang diperlukan adalah penalaran matematika. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pentingnya penalaran matematika untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika. Kemampuan penalaran matematika siswa ditingkatkan melalui pemberian tugas-tugas yang dapat melatih penalaran siswa. Melalui tugas yang diberikan, siswa akan terlatih menggunakan penalarannya, sehingga dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika.

Article Details

How to Cite
Kusumawardani, D. R., Wardono, W., & Kartono, K. (2018). Pentingnya Penalaran Matematika dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 1, 588-595. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/20201
Section
Articles

References

Ball DL, Bass H. 2003. Making mathematics reasonable in school. In Killpatrick J, Martin WG, Schifter DE (Ed.), A research companion to principles and standards for school mathematics (pp. 27-44). Reston, VA: National Council of Teachers of Mathematics.
Brodie, Karin. 2010. Teaching Mathematical Reasoning in Secondary School Classrooms. New York : Springer.
Davis, R. B., & Maher, C. A. .1997. How students think: The role of representations, In L. D. English (Ed.), Mathematical reasoning: Analogies, metaphors, and images (pp. 93– 115). Mahwah, NJ: Erlbaum.
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta : Depdiknas.
Killpatrick J, Swafford J, Findell B (eds). 2001. Adding it up : helping children learn mathematics. Washington, DC: National Academy Press.
Kusumah, Y. S. 2010. Literasi Matematika. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan MIPA. Lampung.
NCTM. 1989. Curriculum and evaluation standards for school mathematics, Reston: NCTM.
NCTM. 2000. Principles and Standards for School Mathematics. Reston: NCTM.
OECD. 2016. PISA 2015 Results in Focus. (Online). (http://www.oecd.org, diakses 16 September 2017).
OECD. 2015. PISA Assesment and Analytical Framework: Mathematics, Raeding, Science, Problem Solving and Financial Literacy. (Online). (http://www.oecd.org, diakses 16 September 2017).
Ojose, Bobby. 2011. Mathematics Literacy: Are We Able To Put The Mathematics We Learn Into Everyday Use?. Journal of Mathematics Education 4(1), 89-100.
Stecey, K & Tuner, R. 2015. Assessing Mathematical Literacy: The PISA experience. Australia: Springer.
Steen, L.A. 2001. Mathematics and democracy: The case for quantitative literacy. Princeton, NJ: National Council on Education and the Disciplines.
Stein MK, Grover BW, Henningsen MA. 1996. Building student capacity for mathematical thinking and reasoning: an analysis of mathematical tasks used in reform classrooms. Am Educ Res J 33(2), 455–488.
Steen, L., & Turner, R., Developing Mathematical Literacy. In Blum, W., Galbraith, P., Henn, H-W., & Niss, M (Eds), Modeling and Aplication in Mathematics Education- The 14th ICMI Study (pp. 285 - 294). New York: Springer. 2007.
Triandafillidis, T. A. & Potari, D. 2005. Integrating different representational media in geometry classrooms. In A, Chronaki & I. M. Christiansen (Eds.) Challenging perspectives on mathematics classroom communication (pp. 79-108). Greenwich, CT: Information Age Publishing.
Wardono, 2013. Peningkatan Literasi Matematika Melalui Pembelajaran Inovatif Berpenilaian Programme For International Student Assessment. In Prosiding Seminar Nasional Evaluasi Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Semarang.