Menciptakan Kemandirian Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Discovery Learning dengan Assessment for Learning

Main Article Content

Setyati Puji Wulandari

Abstract

Pembelajaran merupakan proses aktif yang dihasilkan melalui keterlibatan aktif individu dalam merefleksikan pengalaman dan tindakan yang ia praktikkan dilingkungan tertentu. Siswa dituntut untuk memiliki kemandirian dalam belajar (self regulated learning), dimana siswa merancang sendiri belajarnya sesuai dengan tujuan pembelajaran, memilih strategi dan melaksanakan rancangan belajarnya, memantau kemajuan belajar, dan mengevaluasi hasil belajarnya dan dibandingkan dengan standar tertentu. Pembelajaran ini mewujudkan tuntutan 21st century skill yaitu life-career skills, and learning-innovations skills. Self regulated learning dapat diwujudkan melalui pembelajaran dengan pendekatan discovery learning. Discovery learning memiliki karakteristik stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization. Mulanya siswa dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungannya agar timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri. Guru dapat memulai pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, kemudian memberi kesempatan untuk mengidentifikasi masalah yang relevan dan merumuskan hipotesis. Siswa mengumpulkan informasi, membaca literatur, mengamati objek, wawancara, uji coba untuk membuktikan hipotesis. Siswa mengolah data dan informasi yang telah diperoleh lalu ditafsirkan.  Siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan hipotesis yang ditetapkan dengan temuan alternatif. Siswa menarik kesimpulan yang dijadikan prinsip umum dan berlaku masalah yang sama. Untuk menilai proses pembelajaran dilaksanakan assessment for learning (AfL) melalui peer assessment (penilaian teman sejawat). Siswa dibekali rubrik penilaian yang telah dibuat guru kemudian mengoreksi atau memberi nilai terhadap pekerjaan siswa lain secara step by step. Dengan peer assessment, diharapkan siswa sekaligus melakukan evaluasi juga terhadap dirinya sendiri (self assessment). Sehingga siswa akan lebih memahami soal (permasalahan) yang telah dikerjakan dan mendorong siswa untuk lebih berlatih lagi dalam mempelajari suatu materi.

Article Details

How to Cite
Wulandari, S. P. (2016). Menciptakan Kemandirian Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Discovery Learning dengan Assessment for Learning. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 226-232. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/prisma/article/view/21475
Section
Articles

References

[1] Budianingsih, Asri C.2005. Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: Rinekacipta.
[2] Bostock, S. 2000. Student Peer Asssessment. (Online). (http://www.keele.ac.uk/depts/ aa/landf/It/docs/bostock_peer_assessment.html, diakses pada 23 September 2015).
[3] Bruner, J. S. 1966. Toward a Theory of Instruction. Cambridge: The Belknap Press of Harvard University Press.
[4] Budiyono. 2015. Pengantar Penilaian Hasil Belajar. Surakarta: UNS Press.
[5] Jones, Cheryl A. 2005. Assessment for Learning. Vocational Learning Support Programme : 16-19. London : Learning and Skill Development Agency
[6] Knight, J. 2008. The Assessment for Learning Strategy. Department for Children, Schools and Families.
[7] Liu, N. F. dan Carless, D. 2006.Peer Feedback: The Learning Element of Peer Assessment. Teaching in Higher Education. 11,(3), 279-290.
[8] Miftahul Huda. 2014. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran (Isu-Isu Metodis dan Paradigmatis). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
[9] Muhammad Said dan Junimar Affan. 1990. Psikologi dari Zaman ke Zaman: Berfokuslah pada Psikologi Pedagogis. Bandung: Jemmars.
[10] Syah, Muhibbin. 2004. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
[11] Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
[12] Nichols, Jennifer Rita. 2013. 4 Essential Rules Of 21st Century Learning. (Online). (http://www.teachthought.com/learning/4-essential-rules-of-21st-century-learning/ ,diakses pada 30 September 2015).
[13] Passer dan Smith. 2007. Psychology Desain of Mind and Behavior. New York: McGraw-Hill.
[14] Slavin, R. E. 1997. Cooperative Learning and Student Diversity. In R. Ben-Ari & Y. Rich (Eds.), Enhancing Education in Heterogeneous Schools (pp. 215-247). Israel: Bar-Ilan University Press.
[15] Thorsett, Peter. 2002. Discovery Learning Theory: A Primer for Discussion. EPRS 8500 –09.09.02.
[16] Treffinger, D. J. 1980. Encouraging Creative Learning for The Gifted and Talented. Ventura, CA: Ventura County Schools/LTI.
[17] Sumarmo, Utari. 2010. Kemandirian Belajar: Apa, Mengapa, dan Bagaimana Dikembangkan pada Peserta Didik. Jurnal FMIPA UPI.
[18] Westwood, P. 2008. What Teachers Need To Know About Teaching Method. Victoria: ACER Perss.