STRATEGI DUNIA PENDIDIKAN DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2016

Main Article Content

Dwijanto Dwijanto

Abstract

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)  atau ASEAN Economic Community  (AEC) merupakan realisasi dari Visi ASEAN 2020 yaitu untuk melakukan integrasi terhadap ekonomi negara-negara ASEAN dengan membentuk pasar tunggal dan basis produksi bersama. Integrasi ASEAN melalui ASEAN Economic Community bertujuan untuk dapat mencapai integrasi ekonomi yang berdampak pada perubahan bukan hanya pada perubahan di pemerintahan dan politik saja, namun juga berdampak pada dunia bisnis, ekonomi dan pendidikan. Pelaksanaannya pada tanggal 1 Januari tahun 2016 yang lalu. MEA  diharapkan dapat memperkuat ekonomi negara-negara ASEAN, selain itu juga diharapkan dapat mengatasi masalah-masalah dalam bidang perekonomian antar negara dan jasa antar negara ASEAN bersaing dengan bebas. Hanya produk dan jasa yang berkualitas dan bersertifikat yang dapat bersaing di MEA. Untuk mewujudkan MEA tersebut, para pemimpin negara ASEAN pada KTT ASEAN ke-13 pada  bulan November 2007 di Singapura, menyepakati ASEAN Economic Community (AEC), sebagai acuan seluruh negara anggota dalam mengimplementasikan komitmen MEA. Melalui cetak biru MEA, ASEAN telah melakukan berbagai pembangunan. Antara lain adalah dengan pelaksanaan pembangunan fasilitas perdagangan pada sektor informasi, teknologi, dan transportasi. Kesepakatan pelaksanaan MEA ini diikuti oleh 10 negara anggota ASEAN yaitu: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darusalam, Kamboja, Vietnam, Filipina, Laos dan Myanmar. MEA mewujudkan kawasan pasar bebas ASEAN yang merupakan peluang sekaligus tantangan bagi para pelaku usaha di negara-negara anggota ASEAN, karena persaingan produk dan jasa. Total penduduk negara anggota ASEAN tahun 2016 berjumlah ± 600 juta jiwa dan sekitar 43% jumlah penduduknya berada di Indonesia. MEA merupakan momen penting karena akan memberikan peluang kepada pelaku usaha di Indonesia untuk memperluas pasar bagi produk-produk industri nasional. Di lain pihak, pemberlakuan MEA juga akan menjadi tantangan, mengingat penduduk Indonesia yang sangat besar akan menjadi tujuan pasar bagi produk-produk negara ASEAN lainnya. Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan MEA ini memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi semakin ketat.

Article Details

How to Cite
Dwijanto, D. (2017). STRATEGI DUNIA PENDIDIKAN DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2016. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 1-11. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/21524
Section
Articles

References

Aldaba, Rafaelita M, “ASEAN Economic Community 2015 SME Development: Narrowing Development Gap Measure”, Discussion Paper Series No. 2013-05, Philippine Institute for Development Studies, (2013), http://dirp4.pids.gov.ph/ris/dps/pidsdps1305.pdf (diakses pada 2 April 2014)
ASEAN, ASEAN Economic Community Handbook for Business, (Jakarta: ASEAN Secretariat, November, 2011)
Asia : HDI - Human Development Index by country - 2016, tersedia di en.actualitix.com/country/asie/east-asia-human-development-index.php [diakses 26 Oktober 2016]
Direktorat Jendral Kerja Sama ASEAN, Cetak Biru Komunitas Ekonomi ASEAN, (Kementrian Luar Negeri RI, 2011)
Shimizu, Kazushi, 2010. “ASEAN Economic Integration in the World Economy: Toward the ASEAN Economic Community (AEC)”, Econ. J. of Hokkaido Univ.,Vol. 3.
Tim Biro Hubungan dan Studi Intenasional-Bank Indonesia, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015: Mamperkuat Sinergi ASEAN di Tengah Kompetisi Global, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2008)
UNDP. 2014. Human Development Report 2013. New York: Oxford University Press

White, B. E. “Enterprise Opportunity and Risk”, INCOSE, (2006) http://www. mitre.org/work/tech_papers/tech_papers_06/05_1262/05_1262.pdf (diakses pada 10 Juni 2014)
http://humancapitaljournal.com/tingkatkan-kompetensi-sdm-dalam-menghadapi-mea-2015/