MODEL PBL DENGAN PENDEKATAN PMRI BERPENILAIAN SERUPA PISA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA

Main Article Content

Yuli Fitriono
Rochmad Rochmad
Wardono Wardono

Abstract

Kurikulum 2013 memandang literasi matematika sebagai kompetensi yang penting untuk dikembangkan. Namun, kemampuan literasi matematika siswa Indonesia masih rendah, hal ini dilihat dari hasil Programs of International Students Assessment (PISA). Penelitian ini merupakan penelitian R&D yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat PBL dengan pendekatan PMRI berpenilaian serupa PISA yang valid dan praktis untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa SMP secara efektif. Perangkatpembelajaran yang dikembangkan meliputi: silabus, RPP, LKS, buku siswa, dan tes kemampuan literasi matematika siswa serupa PISA. Proses pengembangan perangkat merujuk pada model Plomp yang meliputi: investigasi awal, desain, realisasi, tes, evaluasi dan revisi. Uji coba perangkat pembelajaran melibatkan siswa kelas VII SMP 2 Ungaran tahun akademik 2013/2014 dengan menggunakan desain penelitian non-randomized pretest-posttest control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dinilai valid oleh para ahli dengan kategori sangat baik. Perangkat pembelajaran dapat dikategorikan praktis dengan merujuk pada siswa dan guru merespon positif, serta kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dikategorikan tinggi. Pembelajaran dengan model PBL dengan pendekatan PMRI juga efektif meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa.

Article Details

How to Cite
Fitriono, Y., Rochmad, R., & Wardono, W. (2016). MODEL PBL DENGAN PENDEKATAN PMRI BERPENILAIAN SERUPA PISA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 514-526. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/21683
Section
Articles

References

[1] Ayşe dan Sertaç. 2011. Overviews On Inquiry Based And Problem Based Learning Methods.Western Anatolia Journal of Educational Science 2011(diunduh 15 November 2013).
[2] Cazzola, M. 2008 Problem-Based Learning And Athematics: Possible Synergical Actions. Proceeding, IATED (International Association of Technology, Education and Development), Valencia, Spain.
[3] Gerhardt, C., dan Baldwin, M, S. 2007. Problem Based Learning: The Journey. International Problem Based Learning. Proceeding. Symposium Singapore 7 -9 March 2007.
[4] Johar, R. 2012. Domain Soal PISA untuk Matematika. Makalah.Seminar dan loka karya dalam rangka kontes literasi matematika (KLM) Universitas Negeri Semarang 29 September 2012. Semarang.
[5] Kamaliyah., Zulkardi., dan Darmawiyono. 2013. Developing the Sixth Level of PISA-Like Mathematics Problems for Secondary School Students. IndoMS. J.M.E. Vol. 4 No. 1 January 2013, pp. 9-28 (diunduh 14 September 2014).
[6] Lee, H., And Bae, S. 2007. Issues In Implementing A Structured Problem - Based Learning Strategy In A Volcano Unit: A Case Study International. Journal of Science and Mathematics Education (2008) 6: 655Y676 National Science Council, Taiwan. 2007 (diunduh 24 November 2013).
[7] Masek, A., dan Yamin, S. 2011. Problem Based Learning For Epistemological Competence: The Knowledge Acquisition Perspectives. Journal of Technical Education and Training (JTET) Vol. 3, No.1 June 2011
[8] Novita, R. 2012. Eksploring Primary Student’s Problem Solving Ability by doing Task Like PISA Question. IndoMS J.M.E, Volume. 3 No. 2 Hal.133–150.
[9] OECD. 2013a. PISA 2012 Result in Focus . http://www.oecd.org. (diunduh 15 Februari 2014)
[10] OECD. 2013b. PISA 2012 Assessmentand and Analiytical Framework. http://www.oecd.org. (diunduh 21 Februari 2014)
[11] Ojose, B. 2011. Mathematics Literacy: Are We Able To Put The Mathematics We Learn Into Everiday Use?. Journal of Mathematics Education, 4(1): 89-100.
[12] Padmavathy, R.D. dan Mareesh, K. 2013. Effectiveness of Problem Based earning In Mathematics International Multidisciplinary. e-Journal Vol-II, Issue-I, Jan-2013.
[13] Pramesti, S. L. D. 2013. Pembelajaran Matematika Realistic Indonesia untuk meningkatkan Kemampuan pemecahan masalah siswa SMP. Tesis. Semarang: PPS
[14] Rochmad, 2014. Pembelajaran Matematika Kontruktivistik: Pola Pikir Deduktif-Induktif. Semarang: Unnes Pres
[15] Sastrawati, E., Rusdi, M., & Syamsurizal. 2011. Problem Based Learning, Strategi Metakognisi, dan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa. Tekno-Pedagogi. Vol. 1, pp. 1-19.
[16] Santoso, F.G.I. Mengasah Kemampuan Berpikir Kreatif dan Rasa Ingin Tahu Melalui Pembelajaran Matematika dengan Berbasis Masalah (Suatu Kajian Teoritis). Makalah. Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika dengan tema Matematika dan Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran” di Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY. Jojakarta, 3 Desember 2011.
[17] Sembiring, dkk. 2008. Reforming Mathematics Learning in Indonesian Classrooms through RME. ZDM Mathematics Education (2008) 40: 927-939.
[18] Setiawan. 2012. Pengembangan Perangkat Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order Thingking). Tesis. Semarang: PPS
[19] Shiel, G., Perkins, R., Close, S., & Oldham, E. 2007. PISA Mathematics: A Teacher's Guide. Dublin 2: The Stationery Office.
[20] Sugiyono. 2011. Metoda Penelitian Kombinasi. Bandung: Alfa Beta.
[21] Stacey, K. 2012. The International Assesment of Mathematical Literacy : PISA 2012 Frame Work and Items. Proceeding. International Congress on Mathematical Education 8 Juli 15 July 2012 Seul Korea.
[22] Sugiman, Yaya, S., dan Kusumah. 2010. Dampak Pendidikan Matematika Realistik Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP. IndoMS J. M. E Vol. 1 No. 1 Juli 2010 Hal.41-51.
[23] Suprijono, A. 2010. Cooperative Learning Teori & Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
[24] Van den Heuvel-Panhuizen, M. 1998. Realistic Mathematics Education. Work in Progress.fromhttp://www.fi.uu.nl/en/rme (diunduh 21 Februari 2014)
[25] Wardono, 2014. The Realistic Learning Model With Character Education And PISA Assessment To Improve Mathematics Literacy. International Journal of Education and ResearchVol. 2 No. 7 Juli 2014 Hal 361-372
[26] Wardhani, S., dan Rugmiati. 2011. Instrumen Penilaian Hasil Belajar Matematika SMP: Belajar dari PISA dan TIMMS .Yogyakarta: P4TK Matematika.
[27] Wijaya, A. 2012. Pendidikan Matematika Realistik: Suatu Alternatif Pendekatan Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Graha Ilmu.
[28] Wong. 2005. “Mathematical Literacy of Hong Kong’s 15-Year-Old Students in PISA”. EducationJournal, Vol. 31, No. 2, 2003 &Vol. 32, No. 1, 2004
[29] Zevenbergen, Dole, S., dan Robert, J. 2004. Teaching Mathematics in Primary Schools. Sydney: Allen & Unwin