Kemampuan Literasi Matematika Siswa pada Pembelajaran Brain Based Learning

Main Article Content

Agustin Zakkia
Isnarto Isnarto
Tri Sri Noor Asih
Wardono Wardono

Abstract

Kemampuan literasi matematika sangat penting digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Rendahnya kemampuan literasi matematika siswa menjadi persoalan, maka diperlukan inovasi dalam pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan literasi matematika, yaitu pembelajaran Brain Based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas pembelajaran Brain Based Learning terhadap kemampuan literasi matematika siswa. Pemanfaatan pembelajaran Brain Based Learning menjadi pembelajaran yang cocok digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa. Hal ini ditinjau dari tahapan pembelajaran Brain Based Learning yang sesuai dengan indikator literasi matematika yaitu communication, mathematising, representation,reasoning and argument, devising strategies for solving problems, using symbolic,formal and technical language and operation, dan using mathematics tools.

Article Details

How to Cite
Zakkia, A., Isnarto, I., Noor Asih, T. S., & Wardono, W. (2019). Kemampuan Literasi Matematika Siswa pada Pembelajaran Brain Based Learning. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 2, 34-39. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/28854
Section
Articles

References

Abdurrahman, G. & Sintawati, M. (2013). Strategi Brain-Based Learning Dalam Pembelajaran Matematika untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa. Dalam Seminar Nasional Matematika dan Aplikasinya. Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta.
Caine, R. N., et al. (2005). 12 brain/mind learning principles in action. Thousand Oaks, CA: Corwin Press.
Duman, B. (2006). The effect of brain-based instruction to improve on students’ academic achievement in social studies instruction. 9th International Conference on Engineering Education, 24, 17-25.
Helmut L, Marc Schäfer, & Duncan Samson. 2010. Journal of the assosiation for Mathematics education of South Africa. Visual Technology for the Autonomous Learning of Mathematics. 27 (2).
Jensen, E., (2015). Teaching with the brain in mind. Alexandria, VA: ASCD.
Muijs, D. & Reynolds, D. 2008. Effective Teaching. London: Sage Publications.
OECD. 2016. “PISA 2015 Results (Volume I): Excellence and Equity in Education”.PISA. Paris: OECD Publishing. http://dx.doi.org/10.1787/9789264266490-en\
OECD. 2017. “PISA 2015 Assessment and Analytical Framework: Science, Reading, Mathematic, Financial Literacy and Collaborative Problem Solving, revised edition”. PISA. Paris: OECD Publishing.http://dx.doi.org/10.1787/9789264281820-en
Pepkin, K.L. 2004. Creative Problem Solving in Math. [Online]. Tersedia di www.artofproblemsolving.com
Suyitno, A. 2013. “Mengembangkan Kemampuan Guru Matematika dalam Menyusun Soal Bermuatan Literasi Matematika sebagai Wujud Implementasi Kurikulum 2013”. Jurnal Aksioma. Volume 4, No 2.
Wardhani, S. & Rumiyati. 2011. Instrumen Penilaian Hasil Belajar Matematika SMP: Belajar dari PISA dan TIMSS. Yogyakarta: P4TK.
Wardono, W., & Kurniasih, A. W. (2015). Peningkatan Literasi Matematika Mahasiswa Melalui Pembelajaran Inovatif Realistik E-Learning Edmodo Bermuatan Karakter Cerdas Kreatif Mandiri. Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, 6(1), 95-102.