Kemampuan Literasi Matematika pada Pembelajaran Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review (SQ4R) berpendekatan Realistik

Main Article Content

Nikmah Nurvicalesti
Nuriana Rachmani Dewi
Walid Walid

Abstract

Pemahaman tentang pembelajaran yang mengarah pada pembentukan literasi di Indonesia saat ini sudah banyak diprogramkan di sekolah, yaitu Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dikembangkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan guna mengembangkan sumber daya manusia melalui pendidikan. Kemampuan literasi peserta didik  sangat penting dilakukan oleh guru, karena selama ini guru cenderung hanya mengembangkan keterampilan prosedural sehingga peserta didik  mengalami kesulitan dalam memahami istilah atau bacaan teks untuk menyelesaikan masalah. Salah satu strategi membaca dalam pembelajaran matematika adalah model SQ4R (Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review) yang didukung oleh teori belajar Gagne. Karena menurut Gagne, belajar dapat dikelompokkan menjadi 8 tipe belajar, yaitu belajar isyarat, stimulus respon, rangkaian gerak, rangkaian verbal, membedakan, pembentukan konsep, pembentukan aturan, dan pemecahan masalah, kedelapan komponen ini relevan dengan tahapan pada teknik pembelajaran SQ4R. Hal ini disebabkan karena dalam teknik SQ4R terkandung penguasaan pembendaharaan kata dan pengorganisasian bahan ajar. Di samping penggunaan model pembelajaran tersebut penggunaan pendekatan realistik akan lebih menyempurnakan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Karena pembelajaran melalui pendekatan realistik adalah suatu solusi dalam mereformasi pendidikan matematika di Indonesia. Jadi secara teoritis, dengan adanya pembelajaran SQ4R berpendekatan realistik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika dalam pembelajaran.

Article Details

How to Cite
Nurvicalesti, N., Dewi, N. R., & Walid, W. (2019). Kemampuan Literasi Matematika pada Pembelajaran Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review (SQ4R) berpendekatan Realistik. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 2, 103-108. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/28878
Section
Articles

References

Arhasy, E.A.R. 2015. Kontribusi Pembelajaran Kontekstual dengan Teknik SQ4R terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Berpikir Kritis Matematis. Jurnal Siliwangi, 1(1): 21-31
Azlina, N. & Masriyah. 2014. Penerapan Metode Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review (SQ4R) pada Materi Aritmatika Sosial di kelas VII SMPN 1 Driyorejo Gresik. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika. 3(3): 175- 181.
Depdiknas. 2006. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.
Doolittle, P., Hicks, D., Triplett, C., Nichols, W., & Young, C. 2006. Reciprocal Teaching for Reading Comprehension in Higher Education: A Strategy forFostering The Deeper Understanding of Texts. International Journal of Teaching and Learning in Higher Education, 17(2): 106-118.
Effendi, R. 2016. Model Pembelajaran SQ3R untuk Mengembangkan Kemampuan Literasi Matematis Siswa. Jurnal Pendidikan Matematika, 1(2).
Holis, N.M., Kadir, & Latief. S. 2016. Deskripsi KemampuanLiterasi Matematika Siswa SMP di Kabupaten Konawe. Jurnal Pendidikan Matematika, 4(2) :141-152.
Idris, I., & Devi, K.S. 2016. Penerapan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) untuk Meningkatkan Kemmapuan Pemecahan Masalah Soal Cerita pada Kelas VII SMP UTY. Jurnal EduMathSains, 1(1) : 73-82.
Johar, R. 2012. Domain Soal PISA untuk Literasi Matematika. Jurnal Peluang, 1(1):30-41.
Jumarniati, Rio, F.P., & Achmad, R. 2015. Kemampuan Literasi Matematika dalam Menyelesaikan Masalah Turunan Fungsi Trigonometri. Pedagogy, 1(2) : 66-75.
OECD. 2013. PISA 2012 Results: What Students Know and Can Do – Student Performance in Mathematics, Reading, and Science (Volume I). OECD : OECD Publishing. (online) http://www.oecd.org/pisa/keyfindings/pisa2012-results-overview.pdf
OECD, 2016. PISA 2015 Results in Focus. OECD Publishing.
Permendikbud. 2015. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.
Puspendik. 2015. Hasil TIMSS 2015 Diagnosa Hasil untuk Perbaikan Mutu dan Peningkatan Capaian. (online) https://puspendik.kemdikbud.go.id/seminar/upload/Hasil%20Seminar%20Puspendik%202016/Rahmawati-Seminar%20Hasil%20TIMSS%202015.pdf
Rustina, R. 2014. Pengaruh Pembelajaran Kontekstual dengan Teknik SQ4R terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Berpikir Kritis Matematis Peserta didik SMP Negeri 8 Kota Tasikmalaya. Jurnal Pendidikan dan Keguruan.1(1):1-9.
Stacey, K. 2012. The international Assement of mathematical Literacy: PISA 2012 Framework and Item.University of Melbourne.
Treffers, A. 1987. Three Dimensions a Model of Goal and Theory Description in Mathematics Education. Dordrecht : Reidel, The Wiscobas Project. [online] https://link.springer.com/content/pdf/bfm:978-94-009-3707-9/1.pdf
Widuri, I.G.A.A., 2013. Penerapan Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Peserta didik dalam Pembelajaran Bangun Ruang pada Peserta didik Kelasa IVA SDN 9 Sesetam Tahun Pelajaran 2011/2012. Jurnal Santiaji Pendidikan, 3(2):189-212.
Wijaya, A. 2011. Pendidikan Matematika Realistik Suatu Alternatif Pendekatan Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Zulkardi dan Putri, R.I.I,. 2010. Pengembangan Blog Support untuk Membantu Siswa dan Guru Matematika Indonesia Belajar Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Jurnal Inovasi Perekayasa Pendidikan (JIPP), 2(1): 1-24.