Penggunaan MEAs untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Ditinjau Dari Self-Regulation pada Pembelajaran Matematika

Main Article Content

Ely Susanti
Budi Waluya
Masrukan Masrukan
Wardono Wardono

Abstract

Di era globalisasi saat ini diperlukan kemampuan dalam mencari, memilih, dan mengelola informasi yang didapatkan sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Salah satu kemampuan yang dibutuhkan adalah berpikir kreatif secara matematis, karena dengan berpikiran seperti ini sangat bermanfaat terutama dalam proses pembelajaran matematika sehingga akan terlaksana proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Kemampuan berpikir kreatif matematis ini dapat ditingkatkan melalui berbagai hal, salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran MEAs, karena menggunakan model MEAs ini siswa diberikan keleluasaan dalam menyelesaikan suatu masalah matematika dengan mengaitkan konsep-konsep yang telah dimiliknya, sehingga penyelesaian yang mereka dapatkan nantinya akan lebih bervariasi. Hal tersebut menuntut kreativitas siswa dalam berpikir, sehingga menemukan penyelesaian yang tepat dan bervariasi. Kemampuan berpikir kreatif siswa juga dapat dilihat dari self-regulationnya, apabila memiliki self-regulation yang baik maka kemampuan berpikir kreatifnya juga baik.

Article Details

How to Cite
Susanti, E., Waluya, B., Masrukan, M., & Wardono, W. (2019). Penggunaan MEAs untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Ditinjau Dari Self-Regulation pada Pembelajaran Matematika. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 2, 366-370. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/28954
Section
Articles

References

Afrilianto, M. (2015). “Pengaruh Pendekatan Model-Eliciting Activities Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematik Siswa SMP”. Jurnal Ilmiah UPT P2M STKIP Siliwangi, 2(1): 40-45.
Amalia, Duskri, & Anizar Ahmad. (2015). “Penerapan Model Eliciting Activities untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Self Confidence Peserta didik SMA”. Jurnal Didaktik Matematika, 2(2): 38-48.
Broadbent & Poon. 2015. “Self-Regulated Learning Strategies & Academic Achievement in Online Higher Education Learning Environments: A Systematic Review”. ELSEVIER, 27: 1-13.
Chamberlin, S.A., & Moon, S.M. (2008). How does the problem based learning approach compare to the model-eliciting activity approach in mathematics?. International Journal of Mathematics Teaching and Learning, 9(3): 78-105.
Dent, A. L. & Alison. 2015. “The Relation Between Self-Regulated Learning and Academic Achievement Across Childhood and Adolescence: A Meta-Analysis”. Educ Psychol Rev.
Doleck, et al. (2017). “Algorithmic Thinking, Cooperativity, Creativity, Critical Thinking, and Problem Solving: Exploring the Relationship Between Computational Thinking Skills and Academic Performance”. J. Comput. Educ., 1-15. DOI 10.1007/s40692-017-0090-9.
Firdausi, et al. (2018).” Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Ditinjau dari Gaya Belajar pada Pembelajaran Model Eliciting Activities (MEA)”. Prisma, (1): 239-248.
Fitrianawati & Hartono. (2016). “Perbandingan Keefektifan BL Berseting TGT Dan GI Ditinjau dari Prestasi Belajar, Kemampuan Berpikir Kreatif dan Toleransi”. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 3(1): 55 – 65.
Hudojo, Herman. (1988). Mengajar Belajar Matematika. Jakarta: Depdikbud.
Istianah, E. (2011). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematik dengan Pendekatan MEAS (Model-Eliciting Activities) Pada Siswa SMA. Tesis. UPI: Tidak diterbitkan.
Moma, L. (2013). “Kemapuan Berpikir Kreatif Matematika”. Makalah. Seminar Nasional Pendidikan Matematika di Universitas Pattimura. Ambon.
Permana, Y. (2010). “Mengembangkan Kemampuan Pemahaman dan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Menengah Atas Melalui Model Eliciting Activities”. Jurnal Pendidikan Matematika, 1(2): 151-162.
Peverly, S. T., et. al. (2003). “College Adults are Not Good at Self-Regulation: A Study on the Relationship of Self-Regulation, Note Taking, and Test Taking”. Journal of Educational Psychology, 95(2): 335-346. Diperoleh dari
Semana, S. & Santos, L. (2018). “Self-regulation capacity of middle school students in mathematics”. ZDM Mathematics Education, 1-13.
Singer, et al. (2016). “Cognitive Styles in Posing Geometry Problems: Implications for Assessment of Mathematical Creativity”. ZDM Mathematics Education, 49 :37–52.
Tabach & Firedlander. (2016). “Algebraic Procedures and Creative Thinking”. ZDM Mathematics Education, 1-11. DOI 10.1007/s11858-016-0803-y.
Wang, Y. A. 2011. “Contexts of Creative Thinking: A Comparison on Creative Performance of Student Teachers in Taiwan and the United States”. Journal of International and Cross-Cultural Studies, 2(1): 1-14.
Wessels, H. (2014). “Levels of Mathematical Creativity in Model-Eliciting Activities”. Journal of Mathematical Modelling and Application, 1(9): 22-40.
Yunianta, dkk. (2012). “Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Implementasi Project-Based Learning dengan Peer and Self-Assessment”. UJMER, 1(2): 81-86.
Zevenbergen, R., Dole, S. & Wright, RJ. (2004). Teaching Mathematics in Primary Schools. Australia: Allen &Unwin.