Kemampuan Penalaran Matematis dalam Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE)

Main Article Content

Mita Konita
Mohammad Asikin
Tri Sri Noor Asih

Abstract

Tujuan pembelajaran matematika salah satunya agar peserta didik memiliki kemampuan menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. Penetapan kemampuan penalaran sebagai tujuan dan visi pembelajaran matematika merupakan sebuah bukti bahwa kemampuan penalaran sangat penting untuk dimiliki siswa. Salah satu strategi penalaran matematis dalam pembelajaran matematika terdapat dalam model Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE). Hal ini disebabkan karena dalam model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) menekankan kemampuan berpikir siswa untuk menghubungkan, mengorganisasikan, mendalami, mengelola, dan mengembangkan informasi yang didapat.


Dengan adanya model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis dalam pembelajaran matematika.

Article Details

How to Cite
Konita, M., Asikin, M., & Asih, T. S. N. (2019). Kemampuan Penalaran Matematis dalam Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE). PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 2, 611-615. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/29072
Section
Articles

References

Aryati, Tiara Adie. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMP Kelas VIII. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika (SESIOMADIKA). ISBN 978 – 602 – 60550 – 1 – 9: 517 – 525
Eka Lestari, Kurnia dan Mokhammad Ridwan Yudhanegara. 2015. Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: PT Refika Aditama
Indarwati, Cici, dkk. 2018. Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika bagi Siswa yabf diberi Model PBI dan CORE bagdi Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Ampel Kabupaten Boyolali. Jurnal Mitra Pendidikan (JMP Online). ISSN 2550 – 0481. Vol 2 (1) 11 – 22
Jader, Jonas. 2016. Students’ Mathematical Reasoning and Beliefs in Non-routine Task Solving. International Journal of Science and Mathematics Education. ISSN 1571-0068. Vol. 15 (4) 759-776
L Silberman. 2009. Active Learning: 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.
Napitupulu, Elvis, dkk. 2016. Cultivating Upper Secondary Students’ Mathematical Reasoning Ability and Attitude Towards Mathematics Through Problem-Based Learning. Journal on Mathematics Education. ISSN 2087 – 8885 . Vol 7(2) 61 – 71
Napitupulu, Elvis. 2017. Analyzing the Teaching and Learning of Mathematical Reasoning Skills in Secondary School. Asian Social Science. ISSN 1911 – 2017 .Vol 13(12) 167 – 173
Retno Kusumawardani, Dyah, dkk. 2018. Pentingnya Penalaran Matematika dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika. Prosiding Seminar Nasional Matematika. Universitas Negeri Semarang.
Salmina, Mik, dkk. 2018. Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Berdasarkan Gender pada Materi Geometri. Jurnal Numeracy. Vol. 5 (1) 41 – 48
Shoimin, Aris. 2014. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Shomad, Z. A.. 2014. Keefektifan Model Pembelajaran CORE dan Pairs Check terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas VII. Skripsi. Universitas Negeri Semarang