Analisis Model Pembelajaran Open-Ended Learning (OEL) dengan Assessment for Learning (AfL) ditinjau dari Kreativitas Belajar Matematika

Main Article Content

Rudi Witoko
Wardono Wardono

Abstract

Banyak guru yang mengartikan penilaian hanya penilaian sumatif saja, sehingga mengabaikan penilaian formatifnya. Penilaian dalam arti luas  menekankan pada penilaian formatif, misalnya assessment for learning (AfL). Prinsip yang mendasari AfL adalah memberikan harapan bagi siswa dan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kualitas dalam arti siswa menjadi pebelajar yang efektif dan guru menjadi motivator yang baik. AfL merupakan proses kolaborasi  antara guru dan siswa maupun antara teman sejawat dalam kegiatan pembelajaran dalam upaya menjadikan semua siswa sukses.


Model pembelajaran yang dipilih pada penelitian ini yaitu Open-Ended  Learning (OEL), Model Pembelajaran  Open Ended  merupakan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan pola piker sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing dalam berbagai penyelesaian dan jawaban yang beragam, Rendahnya nilai mata pelajaran matematika dimungkinkan tidak terlepas dari kreativitas siswa. Kreativitas adalah kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. Kreativitas meliputi baik ciri-ciri  aptitude seperti kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), dan keaslian (originality) dalam pemikiran, maupun ciri-ciri non  aptitude, seperti rasa ingin tahu, senang mengajukan pertanyaan dan selalu ingin mencari pengalaman-pengalaman baru.


Penelitian ini merupakan kajian teori untuk mengetahui manakah yang : (1) menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik antara model pembelajaran langsung, model pembelajaran open-ended, atau model pembelajaran open-ended menggunakan AfL, (2) mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik, siswa dengan kreativitas belajar matematika tinggi, sedang, atau rendah, (3) memberikan prestasi belajar yang lebih baik pada masing-masing tingkatan kreativitas belajar matematika tinggi, sedang, atau rendah, model pembelajaran langsung, model pembelajaran open-ended, atau model pembelajaran open-ended menggunakan AfL (4) memberikan prestasi belajar yang lebih baik pada masing-masing model pembelajaran langsung, model pembelajaran open-ended, atau model pembelajaran open-ended menggunakanAfL , siswa-siswa yang kreativitas belajar matematika tinggi, sedang, atau rendah.

Article Details

How to Cite
Witoko, R., & Wardono, W. (2019). Analisis Model Pembelajaran Open-Ended Learning (OEL) dengan Assessment for Learning (AfL) ditinjau dari Kreativitas Belajar Matematika. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 2, 748-753. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/29262
Section
Articles

References

Al-Absi, M. (2012). “The Effect of Open-ended Tasks –as an assessment tool- on Fourth Graders’ Mathematics Achievement, and Assessing Students’ Perspectives about it”. Jordan Journal of Educational Sciences. 9(3):345-351, http: //journals. yu.edu. jo/jjes/ Issues / 2013/ Vol9No3/8. pdf, diakses tanggal 30 September 2014.
Beevers, C., & Paterson, J. (2002). Assessment in Mathematics. In Kahn, P & Kyle, J., (Eds.). Effective Learning and Teaching in Mathematics and Its Applications (pp.47–58). London: Kogan Page.
Bennett, R. E. (2011). Formative Assessment: A Critical Review. Assessment in Education: Principles, Policy & Practice, 18(1), 5-25. doi: 10.1080/0969594X.2010.513678
Black, P., & Wiliam, D. (1998). Inside the Black Box: Raising Standards through Classroom Assessment. Phi Delta Kappan, 80(2), 139-148.
Black, P., & Wiliam, D. (2006). Developing a theory of formative assessment. In J. Gardner (Ed.), Assessment and Learning, London, UK: Sage Publication Ltd.
Black, P., & William, D. (2006). Assessment for Learning in the Classroom. In J. Gardner (Ed.). Assessment and Learning. London, UK: SAGE Publication Ltd.
Black, P., Harrison, C., Lee, C., Marshall, B., & Wiliam, D. (2003). Assessment for learning: putting it into practice. Buckingham, UK: Open University Press.
Black, P., Harrison, C., Lee, C., Marshall, B., & Wiliam, D. (2004). Working Inside the Black Box: Assessment for Learning in the Classroom. Phi Delta Kappan, 86(1), 8-21.
Budiyono. (2010). Peran Asesmen dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Pendidikan Matematika, Universitas Sebelas Maret, tanggal 5 Mei 2010.
Budiyono. 2011. Penilaian Hasil Belajar. Surakarta : Universitas Sebelas Maret Press.
Dannenhoffer, J. V & Radin, R. J. (1997). Using Multiple Intelligence Theory in the Mathematics Classroom. Session 1265
Earl, L. (2003). Assessment as Learning: Using Classroom Assessment to Maximise Student Learning. Thousand Oaks, CA, Corwin Press.
Erman Suherman dkk. (2003). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer, Universitas Pendidikan Indonesia, hlm.123.
James, M., Black, P., Carmichael, P., Conner, C., Dudley, P., Fox, A., ..., William, D. (2006). Learning How to Learn: Tools for Schools. Oxon: Routledge.
Lee, C. (2006). Language for Learning Mathematics: Assessment for Learning in Practice. Berkshire, England: Open University Press.
Purnomo, Y. W. (2013). Keefektifan Penilaian Formatif terhadap Hasil Belajar Matematika Mahasiswa Ditinjau dari Motivasi belajar. Makalah dipresentasikan dalam Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika dengan tema “Penguatan Peran Matematika dan Pendidikan Matematika untuk Indonesia yang Lebih Baik” pada tanggal 9 November 2013 di Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY.
Ma, X., Millman, R., & Wells, M. (2008). Infusing Assessment into Mathematics Content Courses for Pre-Service Elementary School Teachers. Educ Res Policy Prac, 7:165–181. doi: 10.1007/s10671-008-9050-5
Miftahul Huda. (2013). Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran : Isu-Isu Metodis dan Paradigmatis, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, hlm.278
Murni. (2013). Open-Ended Approach in Learning to Improve Students Thinking Skills in Banda Aceh. International Journal of Independent Research and Studies – IJIRS. 2(2):95-101, http://pakacademicsearch.com.pdf, diakses tanggal 20 Desember 2014.
NCTM. (2000). Principles and Standards for School Mathematics. Reston, Va.: National Council of Teachers of Mathematics.
Newton, P. E (2007). Clarifying the Purposes of Educational Assessment. Assessment in Education, 14(2), 149–170.
Nillas, L. (2003). Division of Fractions: Preservice Teachers’ Understanding and Use of Problem Solving Strategies. The Mathematics Educator, 7(2), 96 – 113.
Schwarm, S., & Van De Grift, T. (2002). Using Classroom Assessment to Detect Students’ Misunderstanding and Promote Metacognitive Thinking, diambil darihttp://classroompresenter.cs.washington.edu/papers/2002/ICLS_Schwarm.pdf, pada tanggal 5 November 2013.
Shoimin, A. (2013). Excellent Teacher Meningkatkan Profesionalisme Guru Pasca Sertifikasi. Semarang: Dahara Prize. Silver.
Stiggins, R. J. (2002). Assessment Crisis: The Absence Of Assessment FOR Learning. Phi Delta Kappan. 83(10), 758-765.
Stiggins, R. J. (2005). From Formative Assessment to Assessment FOR Learning: A Path to Success in Standards-Based Schools. Phi Delta Kappan, 87(4), 324-328.
Stiggins, R. J. (2006). Assessment for Learning A Key to Motivation and Achievement. EDge: The Latest Information for the Education Practitioner [Phi Delta Kappa International member], 2(2), 3-19.
Suyatno. (2009). Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Masmedia Buana Pustaka, Sidoarjo ,hlm.62