Blended Learning, Inovasi Strategi Pembelajaran Matematika di Era Revolusi Industri 4.0 Bagi Pendidikan Tinggi

Main Article Content

I Ketut Darma
I Gede Made Karma
I Made Anom Santiana

Abstract

Perkembangan teknologi pada era revolusi industri 4.0 menuntut seseorang pendidik untuk berinovasi dalam mengemas proses belajar mengajar agar lebih efisien dan menarik. Proses pembelajaran harus mengutamakan skills.  Pembelajaran matematika di perguruan tinggi dituntut harus menekankan aspek-aspek kreativitas dan inovasi, berpikir kritis dan pemecahan masalah, komunikasi dan kolaborasi. Pembelajaran dan edutainment matematika menuntut dosen dan mahasiswa untuk selalu bersikap terbuka dan mengajak mahasiswa untuk melakukan pemecahan masalah berbasis teknologi.  Pembelajaran harus kreatif dan inovatif. Blended Learning bisa menjadi salah satu alternatif dan strategi yang efektif khususnya untuk mengajarkan matematika di perguruan tinggi. Sebuah inovasi pembelajaran matematika dengan tujuan utamanya memberikan kesempatan bagi berbagai karakteristik agar terjadi proses belajar mandiri, berkelanjutan, belajar sepanjang hayat sehingga belajar akan menjadi efektif, lebih efisien, menarik dan menyenangkan. Rancangannya dilandasi teori belajar Behaviorisme dan Konstruktivistik kognitif dengan sfesifikasi komponen-komponennya, meliputi: 1) capaian pembelajaran, 2) peta organisasi materi, 3) daftar refrensi, 4) materi/bahan ajar, 5) aktivitas pembelajaran sinkron dan asinkron, rancangan pembelajaran asinkron, 6) rancangan pembelajaran sinkron, 7) rancang bangun pembelajaran sinkron, dan 8)  alur pembelajaran sinkron.

Article Details

How to Cite
Darma, I., Karma, I., & Santiana, I. (2020). Blended Learning, Inovasi Strategi Pembelajaran Matematika di Era Revolusi Industri 4.0 Bagi Pendidikan Tinggi. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 3, 527-539. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/37580
Section
Articles

References

Amiroh. (2013). Antara Schoologi, Moddle dan Edmodo. Diunduh dari http://amiroh.web.id/ tanggal, 15 Juni 2016.
Almasaeid, T., F. (2014). The Effect of Using Blended Learning Strategy on Acievement and Attitude in Teaching Science Among 9th Grade Student. European Scientific Journal, 10(31), 133-145.
Arifin, Z. (2017). Mengembangkan Instrumen Pengukur Critical Thinking Skills Siswa pada Pembelajaran Matematika Abad 21. Jurnal Theorems, 1(2), 92–100.
Barrows, H. (1996). Problem-Based Learning in Medicine and Beyond: a Brief Overview. New Direction for Teaching and Learning. Jossey: Bass Publisher
Buchori, M. (2000). “Peran Pendidikan dalam Budaya Politik di Indonesia,” Basis (Juli-Agustus 2000)
Bersin, J. (2004). The blended learning book: best practices, proven methodologies and lessons learned. San Francisco, CA: Pfeiffer Publishing
Chaeruman, U., A. (2013). Merancang Model Pembelajaran Blended Learning. Jurnal Teknodik,17(4), 300-409
Chaeruman, U., A. (2017). PEDATI Model Desain Sistem Pembelajaran Blended. Direktorat Pembelajaran Direktoral Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
Daniel, M. & David, R. (2008). Effective Teaching: Teori dan Aplikasi Edisi Kedua. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Daryanto, & Karim, S. (2017). Pembelajaran Abad 21. Yogyakarta: Gava Media.
Diaz, V. and Brown, M. (2010). Blended learning: A report on the ELI focus session. Educause Learning Initiative. https://net.educause.edu/ir/library/pdf/ELI3023.pdf. Google Scholar. Diunduh 12 Maret 2018
Dikdasmen. (2017). Panduan Implementasi Kecakapan Abad 21 Kurikulum 2013 di Sekolah Menegah Atas. Jakarta: Dit. PSMA Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dwiyogo, W. (2014). Analisis Kebutuhan Pengembangan Model Rancangan Pembelajaran Berbasis Blended Learning (PBBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pemecahan Masalah. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 21(1), 71-78.
Dwiyogo, D. (2018). Pembelajaran Berbasis Blended Learning. Depok: Rajawali Pers.
Fehr, H. (1963). The role of physics in the teaching of mathematics. The Mathematics Teacher, 56(6), 394-399.
Gagne, R.M. (1985). The Condition of Learning Theory of Instrucion. New York: Rinehart.
Garrison, D.R. & Vaughan, N.D. (2008). Blended learning in Higher Education. San Francisco: Jossey-Bass.
Gazali, R. Y. (2016). Pengembangan Bahan Ajar Matematika untuk Siswa SMP Berdasarkan Teori Belajar Ausubel.Jurnal pendidikan matematika, 11(2) (online). Diunduh dari http://journal.uny.ac.id/index.php/Pythagoras. Pada tanggal 27 September 2017.
Garrison, R., & Anderson, T. (2000). Transforming and enhancing university teaching: Stronger and weaker technological influences. Dalam T. Evans & D. Nation (Eds). Changing university teaching: Reflections on creating educational technologies (pp. 24-33). London: Kogan Page.
Gredler, M., E. (2011). Learning and Instruction. Jakarta: Kencana.
Heinze, A. & Procter. (2006). Online communication and information technology education. Journal of Information Technology Education. (5), 236 Heinze, A. & Procter. (2006). Online communication and information technology education. Journal of Information Technology Education. (5), 236
Husamah. (2014). Pembelajaran Bauran (Blended Learning). Jakarta: Prestasi Pustakarya
Hudoyo, H. (1990). Strategi Mengajar Belajar Matematika. Malang: IKIP Malang.
Hudoyo, H. (2001). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika, (Malang: IKIP Malang, 2001)
Joshua, J.,W., N, 1), I Putu Agus Swastika, I P.A dan Estiyanti, N. M. (2015). The Effectiveness of E-Learning Implementation using Social Learning Network Schoology on Motivation & Learning Achievement in STMIK Primakara Bali. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik Informatika (SENAPATI 2015) Singaraja – Bali, -, 96-106.
Mahnegar, F. (2012). Learning Management System. International Journal of Business and Social Science, 3(12), 144-150Marsh, D. (2012). Blended learning: Creating Learning Opportunities for Language Learners. New York: Cambridge University Press
Means, B., Toyoma, Y., Murphy, R & Baki, M. ( 2013). The Effectiveness of Online and Blended Learning: A Meta-Analysis of the Empirical Literature. Teachers College Record , 115(030303), 1-47
McCarthy, M. A., & Murphy, E. A. (2010). Blended learning: Beyond initial uses to helping to solve real-world academic problems. Journal of College Education &Learning, 7(6), 67-70.
Mosa, E. (2006). Puntoedu: A Blended E-Learning Model. Current Developments in Technology-Asisted Education, 6 (4), 1744-1749. (https://www.academia.edu/2769153/Puntoedu_a_blended_e-learning_modelhttps://www.academia.edu/2769153/Puntoedu_a_blended_e-learning_model diakses pada tanggal 25 juni 2018
NCTM. (2000). Principles and Standards for School Mathematics. Reston: NCTM.
NEA. 2017. Preparing 21st century students for a global society: An Educator’s Guide to the “Four Cs”. USA: National Education Association.
Latterell, C. M. 2008. What is Good College Mathematics Teaching? Diunduh dari http://www.cimt.plymouth.ac.uk/journal/ pada tanggal 12 Desember 2014.
Littlejohn, A. & Pegler, C., 2007. Preparing for Blended e-Learning. New York, USA: Routledge.
Lubis, D. S., Surya, E., & Minarni, A. (2015). Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Dan Kemandirian Belajar Siswa SMP Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Jurnal Paradikma, 8(3)-
Lewis, R. (2002). The hybridization of conventional higher education: UK perspective. International Review of Research in Open and DistanceLearning, 2(2).-
Prayitno, W. (2013). Implementasi Blended Learning Dalam Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ranganathan, S., S., Negash and Wilcox, M., V. (2007). "Hybrid Learning: Balancing Face-to-Face and Online Class Sessions," Proceedings of the Tenth Annual Conference of the. Southern Association for Information Systems Jacksonvill dalam Dwiyogo, D. (2018). Pembelajaran Berbasis Blended Learning. Depok: Rajawali Pers.
Ruseffendi, E., T. (1988). Pengajaran Matematika Modern Dan Masa Kini: Untuk Guru Dan SPG. Bandung: Tarsito.
Rooney JE (2003). Blended learning opportunities to enhance educational programming and meetings. Assoc. Manage., 55(5): 2632.
Sicat, A. S., & Ed, M. A. (2015). Enhancing College Students ’ Proficiency in Business Writing Via Schoology. International Journal of Education and Research, 3(1), 159–178.
Suhendi, H. (2017). Teori belajar matematika menurut Brunner, Gagne, Thorndike, Skinner, Piaget (online).https://hendisuhendi2012.wordpress.com/2013/06/08/teori-belajar-matematika-menurut-bruner-gagne-thorndike-skinner-piaget/. Pada tanggal 20 Oktober 2017.
Stein, H., (2000). A Model of Virtual University. Turkish Online Journal of DistanceEducation, 1(2), 1-4.
Suriasumantri, J., S. (2001). Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
Suriasumantri, J. S. (1997). Ilmu dalam Perspektif. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Trilling, B. & Fadel, C. 2009. 21st Century Skills: Learning for Life in Our Times. San Francisco: John Wiley & Sons, Inc.
Wardhani, S. (2010). Implikasi Karakteristik Matematika dalam Pencapaian Tujuan Mata Pelajaran Matematika di SMP/MTs. Yogyakarta: PPPPTK Matematika.
Wijaya, Y. E., Sudjimat, A. D., & Nyoto, A. (2016). Transformasi Pendidikan Abad 21 Sebagai Tuntutan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Era Global, Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2016- Universitas Kanjuruhan Malang, 1(-), 263–278.