Efektivitas Pembuktian Aljabar Abstrak Mahasiswa Calon Guru

Main Article Content

Mohammad Zahri
Azhar Syarifuddin
Muhamad Imam Fitroh

Abstract

Proses pembuktian yang efektif sangat penting dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pembuktian dalam aljabar abstrak, mahasiswa calon guru ditiinjau berdasarkan minat terhadap mata kuliah psikologi pembelajaran matematika.  Subjek penelitian ini terdiri atas 3 orang yang memiliki minat tinggi, sedang, dan rendah terhadap psikologi pembelajaran matematika yang dipilih dari 12 orang berdasarkan angket minat yang diberikan. Teknik pengambilan data melalui pemberian tugas membuktikan aljabar abstrak dan wawancara. Data penelitian ini berupa hasil pekerjaan subjek dalam membuktikan aljabar abstrak, dan data hasil wawancara pendalaman. Efektivitas pembuktian menggunakan tiga indikator utama yaitu ringkas, logis, dan benar. Analisis data penelitian dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek dengan minat tinggi memiliki langkah pembuktian yang ringkas, logis, dan benar. Subjek dengan minat sedang memiliki langkah pembuktian yang logis, dan benar, sedangkan subjek dengan minat rendah memiliki langkah pembuktian yang ringkas, tidak logis, dan hasil akhirnya salah. Efektivitas pembuktian aljabar abstrak jika dilihat dari minat terhadap mata kuliah psikologi pembelajatran matematika cenderung berbeda.  Hanya mahasiswa yang memiliki minat tinggi terhadap psikologi pembelajaran matematika yang dapat membuktikan dengan ringkas.  Hal ini terjadi karena subjek dapat menggunakan sifat-sifat yang sudah diterima sebagai kebenaran untuk membantu proses pembuktiannya.

Article Details

How to Cite
Zahri, M., Syarifuddin, A., & Fitroh, M. (2020). Efektivitas Pembuktian Aljabar Abstrak Mahasiswa Calon Guru. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 3, 605-611. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/37644
Section
Articles

References

Creswell, J. W. (2016). Research Design. In Priyanti (Ed.), 4 (4th ed., p. 367). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fakawa, C. T. (2015). Responsibility for proving and defining in abstract algebra classing. International Journal of Mathematical Education in Science and Technology, 1–17.
Junarti, Sukestiyarno, Y. L., Budi, S., & Kartono. (2019). Peran Skema Penulisan Definisi , Teorema dan Bukti dalam Kemandirian Belajar Membuktian Aljabar Abstrak dengan, 2, 637–647.
Ko, W., & J. Knuth, E. (2013). Validating proofs and counterexamples across content domains: Practices of importance for mathematics majors. The Journal of Mathematical Behavior, 32, 20–35.
Martinez, M. V. (2014). Algebra and Proof in High School: The Case of Algebraic Proof as Discovery. REDIMAT Journal of Research in Mathematics Education, 3, 30–35.
Siregar, N. R. (2017). Persepsi Siswa Pada Pelajaran Matematika: Studi Pendahuluan Pada Siswa yang Menyenangi Game. Prosiding Temu Ilmiah X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia, 224–232. Retrieved from https://www.google.co.id/search?q=Persepsi+siswa+pada+pelajaran+matematika%253A+studi+pendahuluan+pada+siswa+yang+menyenangi+game+Nani+Restati+Siregar1+1Mahasiswa+Program+Doktor+Psikologi+Universitas+Gadjah+Mada&oq=Persepsi+siswa+pada+pelajaran+matematika
Stefanowics, A. (2014). Proofs and Mathematical Reasoning, University of Birmingham Mathematics Support Centre.
Strickland, S., & Rand, B. (2016). A Framework for Identifying and Classifying Undergraduate Student Proof Errors. PRIMUS.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan, Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Weber, K. (2005). Problem solving, proving and learning: The relationship between problem solving processes and learning opportunities in the activity of proof construction. Journal of Mathematical Behavior, 24, 351–360.