Blended learning Menggunakan Gnomio untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP

Main Article Content

Rochmad Rochmad
Rais Ulinnuha

Abstract

Kreativitas merupakan salah satu tujuan dari pembelajaran matematika abad 21, untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan pembelajaran inovatif seirama dengan perkembangan zaman berbasis teknologi, informasi dan komunikasi. Dalam penelitian ini inovasi pembelajaran yang digunakan adalah blended learning menggunakan Gnomio, terpadu dalam discovery learning. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui blended learning menggunakan Gnomio apakah meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMPN 3 Temanggung pada materi bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 3 Temanggung dengan sampel kelas VIII-D sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-A sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test tertulis. Analisis data menggunakan uji statistik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa blended learning menggunakan Gnomio dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi geometri. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa melebihi batas ketuntasan aktual, proporsi siswa yang memenuhi batas tuntas aktual lebih dari 75%; kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang diajar dengan blended learning menggunakan Gnomio lebih dari kelas yang diajar dengan discovery learning. Di samping itu terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada pembelajaran blended learning menggunakan Gnomio.

Article Details

How to Cite
Rochmad, R., & Ulinnuha, R. (2020). Blended learning Menggunakan Gnomio untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 3, 476-481. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/37647
Section
Articles

References

Aziz, Rochmad, & Wijayanti. (2015). Kemampuan Berpikir Kreatif dan Self- Efficacy Siswa Kelas X SMK Teuku Umar Semarang dengan Model Pembelajaran Osborn. Unnes Journal of Mathematics Education, 4(3): 230-237.
Erdogan, N. (2016). Communities of practice in online learning environments: A sociocultural perspective of science education. International Journal of Education in Mathematics, Science and Technology, 4(3), 246-257.
Greenstein, L. (2012). Assessing 21st Century Skills:a guide to evaluating mastery and authentic learning. London: Sage Publications Ltd.
Handayanto, A., S. Supandi, & L.Ariyanto. (2018). Teaching Using Moodle in Mathematics Education. IOP Conf.Series: Journal of Physics 2018: Conf. Series 983 012128.
Husamah. (2014). Pembelajaran Bauran (Blended learning). Jakarta: Prestasi Pusaka.
Klicher & Arends. (2010). Teaching for Students learning: Becoming an accomplished teacher. Oxon: Routledge.
Kuswidyanarko, A., Wardono, W., & Isnarto, I. (2017). “The Analysis of Mathematical Literacy on Realistic Problem-Based Learning with E-Edmodo Based on Student’s Self Efficacy”. Journal of Primary Education, 6(2): 103-113.
Moore. (2014). Effective Instructional Strategies from Theory to Practice. Los Angles: Sage Publications.
Nadia, L. N., & Isnarto, I. (2017). Analisis Kemampuan Representasi Matematis Ditinjau dari Self Efficacy Peserta Didik melalui Inductive Discovery Learning. Unnes Journal of Mathematics Education Research, 6(2): 242-250.
Saeroni, M., & Sukestiyarno. (2017). Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa dan Pembentukan Karakter Rasa Ingin Tahu Siswa pada Pembelajaran Open Ended Berbasis Etnomatematika. Unnes Journal of Mathematics Education Research, 6(1), 76-88.
Salma & Dewi. (2013). Mozaik Teknologi Pendidikan e-learning. Jakarta: Kencana Prenada group.
Sanders. (2016). “Critical and Creative Thinkers in Mathematics Classrooms”. Journal of Student Engangement: Education Matters, 1(6), 10-27.
Sani. (2014). Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara.
Shu, H., & Gu, X., (2018). Determining the differences between online and face-to-face student–group interactions in a blended learning course. The Internet and Higher Education.
Supriadi, N. (2015). Pembelajaran Geometri Berbasis Geogebra Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs). Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika, 6(2), 99–109.
Utami, Masrukan & Arifudin. (2014). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Pembelajaran Model Taba Berbantuan Geometer’s Sketchpad. Kreano, 5(1), 63-72.
Wajeha . (2013). Blended Learning Approach Using Moodle and Student’s Achievement at Sultan Qaboos University in Oman. Journal of Education and Learning, 2(3).
Wardono, Waluya, Kartono, Mulyono & Mariani. (2018). Development of innovative problem based learning model with PMRI-scientific approach using ICT to increase mathematics literacy and independence character of junior high school students. IOP Conf.Series: Journal of Physics, (Conf. Series 983 012099).
Yohannes, H. M., Bhatti, A. H., & Hasan, R. (2016). Impact of multimedia in Teaching Mathematics. International Journal of Mathematics Trends and Technology, 39(1), 80-83.