Kemampuan koneksi matematis pada model pembelajaran CORE

Main Article Content

Yasin Prasetia
Kristina Wijayanti
Nuriana Rachmani Dewi
Mashuri Mashuri
Rahayu Budhiati Veronica

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah model pembelajaran CORE efektif terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Efektif dalam penelitian ini adalah kemampuan koneksi matematis kelas CORE tuntas klasikal serta rata-rata dan proporsi kemampuan koneksi matematis kelas CORE lebih tinggi dari kelas PBL. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII pada salah satu SMP di Semarang tahun ajaran 2018/2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes kemampuan koneksi matematis. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan uji binomial dan uji Mann-Whitney. Indikator kemampuan koneksi matematis dalam penelitian ini yaitu, (1) koneksi dalam satu topik matematika, (2) koneksi antartopik dalam matematika, (3) koneksi antara matematika dan bidang ilmu lain, dan (d) koneksi antara matematika dan kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) kemampuan koneksi matematis kelas CORE mencapai ketuntasan klasikal, (2) rata-rata kemampuan koneksi matematis kelas CORE dan kelas PBL berturut-turut 74,23 dan 69,27 namun tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistic, dan (3) proporsi kemampuan koneksi matematis kelas CORE lebih tinggi dari kelas PBL. Akibatnya, pembelajaran CORE tidak efektif terhadap kemampuan koneksi matematis. Walaupun demikian, proporsi kemampuan koneksi matematis siswa dengan model CORE lebih tinggi dari proporsi kemampuan koneksi matematis siswa model PBL.

Article Details

How to Cite
Prasetia, Y., Wijayanti, K., Dewi, N., Mashuri, M., & Veronica, R. (2020). Kemampuan koneksi matematis pada model pembelajaran CORE. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 3, 489-496. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/37830
Section
Articles

References

Agustianti, R., & Amelia, R. (2018). Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending). JPMI – Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif, 1(1), 1-6.
Andri, A., Zagir, Z., & Dores, O. J. (2017). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika di SD Negeri 04 Bati Tahun Pelajaran 2016/2017. Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar, 3(2), pp.414-426.
Apipah, S., & Kartono, K. (2017). Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Berdasarkan Gaya Belajar Siswa pada Model Pembelajaran Vak dengan Self Assessment. Unnes Journal of Mathematics Education Research, 6(2), pp.148-156.
Aryati, T. A., Santika, T., & Kartika, H. (2017). Pengaruh Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMP Kelas VIII. In Proceeding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika (pp. 517-525).
Astuti, P., Hartono, Y., Bunayati, H., & Indaryanti, I., (2017). Pengembangan LKS Berbasis Pendekatan Pemodelan Matematika Untuk Melatih Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMP Kelas VIII. Jurnal Pendidikan Matematika, 11(2), pp.61-78.
Aziz, M., Rochmad, R., & Wijayanti, K. (2015). Kemampuan Berpikir Kreatif dan Self-Efficacy Siswa Kelas X SMK Teuku Umar Semarang Dengan Model Pembelajaran Osborn. Unnes Journal of Mathematics Education, 4(3).
Azizah, L., Mariani, S. & Rochmad, R., (2012). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model CORE Bernuansa Konstruktivistik untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis. Unnes Journal of Mathematics Education Research, 1(2).
Diana, R.F. & Irawan, E.B., (2017). Proses Koneksi Matematis Siswa Bergaya Kognitif Reflektif Dalam Menyelesaikan Masalah Aljabar Berdasarkan Taksonomi Solo. Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika, 1(1), pp.52-63.
Hobri, H. & Suharto, S., (2014). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Pada Model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) dengan Pendekatan Kontekstual Pokok Bahasan Peluang untuk Siswa SMA Kelas XI. Kadikma, 5(2).
Konita, M., Sugiarto, S. & Rochmad, R., (2017). Analysis of Students Ability on Creative Thinking Aspects in terms of Cognitive Style in Mathematics Learning with CORE Model Using Constructivism Approach. Unnes Journal of Mathematics Education, 6(1), pp.63-70.
Kurniawan, A.Y., Kartono, K. & Santoso, S., (2018). Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematika Siswa Melalui Model PBL Berbasis Konstruktivistik Materi SPLDV Kelas X. In Proceeding Seminar Nasional Matematika (Vol. 1, pp. 847-852).
Lestari, K.E., & M. R. Yudhanegara. (2017). Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: Refika Aditama.
Muhsetyo, G., Krisnadi, E. & Wahyuningrum, E. 2014. Pembelajaran matematika SD. (Online). (https://scholar.google.co.id/scholar?hl=en&as_sdt=0%2C5&q=Pembelajaran+Matematika+Berdasarkan+KBK++Prof.+Drs.+Gatot+Muhsetyo%2C+M.+Sc.+&btnG, diakses tanggal 17 Desember 2018).
Muizaddin, R., & Santoso, B. (2016). Model Pembelajaran CORE Sebagai Sarana Dalam Meningkatan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 1(1), pp.235-243.
Nugraheni, F., Mastur, Z., & Wijayanti, K. (2014). Keefektifan Model Process Oriented Guided Inquiry Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah. Unnes Journal of Mathematics Education, 3(1).
Nurdyansyah, Fahyuni, & Eni Fariyatul. (2016). Inovasi Model Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013. Sidoarjo: Nizamia Learning Center.
Rahman, T. (2006). Peranan Pertanyaan Terhadap Kekuatan Retensi dalam Pembelajaran Sains pada Siswa SMU. Educare, 1(2).
Rifa’i, A., & Anni, C. T. (2015). Psikologi Pendidikan. Semarang: Unnes Press.
Setiawan, F.T., Suyitno, H., & Susilo, B.E. (2017). Analysis of Mathematical Connection Ability and Mathematical Disposition Students of 11th Grade Vocational High School. Unnes Journal of Mathematics Education, 6(2), pp.152-162.
Siagian, M.D. (2016). Kemampuan Koneksi Matematik dalam Pembelajaran Matematika. MES (Journal of Mathematics Education and Science), 2(1).
Siregar, N. A. R., Deniyanti, P., & El Hakim, L. (2018). Pengaruh Model Pembelajaran CORE Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Disposisi Matematis Ditinjau Dari Kemampuan Awal Matematika Siswa SMA Negeri Di Jakarta Timur. Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika, 11(1).
Sulistyaningsih, D., Waluya, S. B., & Kartono, K., (2012). Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CIRC Dengan Pendekatan Konstruktivisme Untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematik. Unnes Journal of Mathematics Education Research, 1(2).
Wijayanti, K., Nikmah, A., & Pujiastuti, E. (2018). Problem Solving Ability of Seventh Grade Students Viewed From Geometric Thinking Levels in Search Solve Create Share Learning Model. Unnes Journal of Mathematics Education, 7(1), 8-16.
Zulfah, Z., Fauzan, Ahmad, & Armiati. (2018). Pengembangan LKPD Berbasis PBL Untuk Materi Matematika Kelas VIII SMP. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 12(2), 33-36.