Scaffolding https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/scaffolding <p style="text-align: justify;"><strong>Indonesian Version</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong></strong>Ruang lingkup naskah yang dimuat dalam Jurnal <strong>Scaffolding</strong> merupakan hasil penelitian dalam bidang pendidikan teknik bangunan baik berupa penelitian pendidikan maupun non kependidikan yang sesuai dengan KBK yang ada pada Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>English Version</strong></p><p style="text-align: justify;">The scope of this Scafolding Journal are research results in the building engineering either education or non-education those in line with the Study Program of Building Engineering Education.</p> en-US Scaffolding 2252-682X EVALUASI PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH TEKNOLOGI BETON (STUDY KASUS MOTIVASI BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/scaffolding/article/view/7964 <p class="IsiAbstrakIndo">Hasil belajar dipengaruhi oleh faktor intern maupun ekstern. Faktor yang diduga mempengaruhi hasil belajar dalam penelitian ini adalah motivasi belajar dan lingkungan universitas. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa hasil belajar teknologi beton mahasiswa PTB angkatan 2009-2011 UNNES masih belum optimal. Permasalahannya adalah adakah pengaruh motivasi belajar dan lingkungan universitas terhadap hasil belajar mata kuliah teknologi beton mahasiswa PTB angkatan 2009-2011 UNNES terhadap Hasil Belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar dan lingkungan universitas terhadap hasil belajar mata kuliah teknologi beton mahasiswa PTB angkatan 2009-2011 UNNES. Penelitian ini merupakan jenis penelitian evaluatif deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa PTB angkatan 2009-2011 berjumlah 272 orang. Sampel penelitian sebanyak 70 orang. Terdapat tiga variabel penelitian, 2 variabel bebas yaitu motivasi belajar dan lingkungan universitas sedangkan 1 variabel terikat yaitu hasil belajar. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan teknik analisis regresi ganda. Data hasil penelitian diolah dengan  <em>SPSS for windows release 21</em>. Hasil analisis deskriptif menyatakan motivasi belajar, lingkungan universitas dan hasil belajar pada mahasiswa PTB angkatan 2009-2011 UNNES berturut-turut dalam kriteria kurang baik. Hasil analisis regresi diperoleh persamaan regresi ganda dengan hasil Ỹ = -63.284+ 0.729X<sub>1</sub> +1.045X<sub>2. </sub>Nilai koefisiensi korelasi ganda sebesar R = 0,374 yang berarti terjadi hubungan yang sedang/cukup antara motivasi belajar dan lingkungan belajar terhadap hasil belajar. Pengujian keberatian koefisien regresi parsial dan secara bersama-sama menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan motivasi belajar dan lingkungan universitas terhadap hasil belajar. Sumbangan pengaruh yang diberikan oleh motivasi belajar dan lingkungan universitas terhadap hasil belajar mata kuliah teknologi beton pada mahasiswa PTB angkatan 2009-2011 adalah sebesar 37,4%. Sedangkan 62,6% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.</p> Ahmad Reza Setiawan ##submission.copyrightStatement## 4 1 PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) TERHADAP PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK KELAS X SMK NEGERI 7 SEMARANG PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KONSTRUKSI BATU BETON TAHUN PELAJARAN 2014/2015 https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/scaffolding/article/view/7965 <p class="IsiAbstrakIndo">Masalah yang dikaji adalah : (1) Adakah perbedaan peningkatan keaktifan belajar mata pelajaran Mekanika Teknik pada siswa yang proses pembelajarannya menggunakan metode pembelajaran <em>Teams Games Tournaments (</em>TGT) dibandingkan dengan menggunakan metode konvensional (ceramah); (2) Adakah perbedaan peningkatan hasil belajar mata pelajaran Mekanika Teknik pada siswa yang proses pembelajarannya menggunakan metode pembelajaran <em>Teams Games Tournaments </em>(TGT) dibandingkan dengan menggunakan metode konvensional (ceramah); (3) Apakah model pembelajaran <em>Teams Games Tournaments </em>(TGT) dapat membantu siswa dalam menguasai pokok bahasan materi Menganalisis dan Menhitung Konstruksi Balok Sederhana siswa kelas X SMK Negeri 7 Semarang? Dari hasil penelitian didapat kesimpulan : (1) keaktifan belajar pada kelas eksperimen yang menerapkan <em>Teams Games Tournaments </em>(TGT) lebih tinggi daripada kelas kontrol yang menerapkan model konvensional, yaitu dengan hasil nilai aktivitas siswa untuk kelas eksperimen sebesar 1,54 dan untuk kelas kontrol sebesar 0,85; (2) Hasil belajar pada kelas eksperimen dengan penerapan model <em>Teams Games Tournaments </em>(TGT) lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang menerapkan model konvensional. Hasil belajar ada 3(tiga) aspek, untuk aspek kognitif dengan nilai rata-rata secara klasikal untuk kelas eksperimen sebesar 85,42 dan untuk kelas kontrol sebesar 77,50, untuk nilai afektif rata-rata peningkatan kelas eksperimen sebesar 10,03 dan kelas kontrol sebesar 8,99, untuk aspek psikomotorik rata-rata peningkatan pada kelas eksperimen sebesar 11,12 dan kelas kontrol sebesar 7,05; (3) Model pembelajaran <em>Teams Games Tournaments </em>(TGT) membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran, ini terbukti dari hasil penelitian yang menunjukkan pada kelas eksperimen yang menerapkan model <em>Teams Games Tournaments </em>(TGT) nilai ketuntasan siswa mencapai 94,44% dari 36 siswa dan kelas kontrol yang menerapkan model konvensional nilai ketuntasannya mencapai 72,22% dari 36 siswa, dimana peneliti menggunakan nilai 75 sebagai nilai ketuntasan minimum. Dari hasil penelitian tersebut terbukti bahwa model pembelajaran <em>Teams Games Tournaments </em>(TGT) dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa yang peningkatan tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar siswa berupa aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa.</p> Ardhi putra Tri Prawiranegara ##submission.copyrightStatement## 4 1 PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUDIO VISUAL TERHADAP PEMAHAMAN MATERI PADA MATA KULIAH HIDROLIKA SALURAN TERBUKA DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/scaffolding/article/view/7966 <p class="IsiAbstrakIndo">Mata kuliah Hidrolika Saluran Terbuka merupakan mata kuliah program studi S1 Teknik Sipil yang membahas mengenai praktikum tentang karakteristik zat cair baik zat cair tersebut dalam keadaan diam maupun zat cair tersebut dalam keadaan bergerak (mengalir). Berdasarkan identifikasi, diperlukan suatu alternatif agar mahasiswa lebih mudah dalam memahami materi perkuliahan.</p> <p class="IsiAbstrakIndo">Media pembelajaran berbasis <em>audio visual</em> merupakan salah satu alternatif dalam penyelenggaraan sistem pendidikan dengan beberapa keunggulannya. Media pembelajaran berbasis <em>audio visual</em> merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran yang sekarang ini menjadi popular di dunia pendidikan. Metode yang dipergunakan dalam pembelajaran ini metode eksperimen. Dimana subjek penelitian ini yaitu mahasiswa S1 Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang tahun  akademik 2014/2015 pada mata kuliah Hidrolika Saluran Terbuka sub bahasan <em>Vertical Flat Gate</em> dan <em>Radial Gate</em>. Yang menjadi kelas kontrol dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Teknik Sipil tahun akademik 2014/2015 rombel 2 sedangkan yang menjadi kelas eksperimen adalah mahasiswa S1 Teknik Sipil tahun akademik 2014/2015 rombel 1. Rincian hasil penelitian adalah nilai rata-rata <em>pre test</em> dan <em>post test</em> pada kelas kontrol dan eksperimen. Untuk nilai rata-rata <em>pre test</em> pada kelas kontrol adalah 51,57 sedangkan pada kelas eksperimen adalsah 44,34. Untuk nilai rata-rata <em>post test</em> pada kelas kontrol adalah 78,53 sedangkan pada kelas eksperimen adalah 86,84. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran dengan media pembelajaran berbasis <em>audio visual</em> dapat meningkatkan rata-rata nilai hasil pemahaman materi.</p><p class="BasicParagraph"><em>Open Channel Hydraulics subjects are subjects S1 Civil Engineering study program that discussed the practical characteristics of both liquid liquid is at rest and the liquid in motion ( flow ). Based on the identification, needed an alternative to make students more easily understand the lecture material. Audio visual media based learning is one alternative in the administration of the education system with several advantages. Audio visual media based learning is the medium used to convey the message that learning is now becoming popular in the world of education. The method used in this study the experimental method. Where the subject of this research that students S1 Civil Engineering Semarang State University in the 2014/2015 academic year courses Open Channel Hydraulics sub discussion Vertical Flat Gate dan Radial Gate. Which becomes the control class in this study were students S1 Civil Engineering academic year 2014/2015 rombel 2 while the experimental class are students of S1 Civil Engineering academic year 2014/2015 rombel 1. Details of the results is the value of the average pre-test and post test the control and experimental classes. For the average value of pre-test the control class is 51,57 , while the experimental class adalsah 44,34. For the average value of post test on the control class is 78,53 , while the experimental group was 86,84. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that learning with audio visual media based learning can increase the average value of the understanding of the material.</em></p> Diana Langgeng Mustikawati ##submission.copyrightStatement## 4 1 DESAIN PEMBELAJARAN HIDROLIKA SALURAN TERBUKA PADA PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL S1 UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/scaffolding/article/view/7967 <p class="IsiAbstrakIndo"><span>Mata kuliah Hidrolika Saluran Terbuka merupakan mata kuliah program studi Teknik Sipil S1 yang membahas mengenai aliran air dalam saluran terbuka. Pada karakteristik mata kuliah Hidrolika yang bersifat teori dan praktikum, terdapat permasalahan belajar. Berdasarkan identifikasi, diperlukan suatu desain pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dalam mata kuliah Hidrolika Saluran Terbuka agar mahasiswa lebih mudah memahami materi perkuliahan dan mengurangi kesulitan-kesulitan belajar yang ada. Desain pembelajaran Hidrolika Saluran Terbuka dirancang dengan memperhatikan karakteristik materi teori dan praktikum yang saling berkaitan. Dalam desain pembelajaran Hidrolika Saluran Terbuka dibutuhkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi yaitu Media Pembelajaran Modul dilengkapi dengan Media Audio Visual. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuesioner yang digunakan untuk mendapatkan data pengujian validitas media oleh ahli media, dan pengambilan data persepsi mahasiswa terhadap media pembelajaran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan media pembelajaran Modul dengan dilengkapi Audio Visual dapat mengatasi persepsi kesulitan belajar mahasiswa Teknik Sipil S1 dalam mengikuti mata kuliah Hidrolika Saluran Terbuka sebesar 82,18%, yang termasuk dalam kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan media pembelajaran Modul dengan dilengkapi Audio Visual dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran mandiri mahasiswa. Perlu adanya penelitisn lanjutan untuk implementasi media terhadap hasil belajar, dan perbaikan media pembelajaran demi kesempurnaan kualitas media pembelajaran.</span></p><h1><em>Open Channel Hydraulics subjects are subjects S1 Degree of Civil Technique Department that discussed the water flow in open channels. Hydraulics on the characteristics of subjects that are theoretical and practical, there are problems learning. Based on the identification, required an instructional design in accordance with the characteristics of the material in the course of the Open Channel Hydraulics make students more easily understand the lecture material and reduce the learning difficulties that exist. Open Channel Hydraulics instructional design was designed by taking into account the characteristics of the theoretical material and practical inter-related. In the Open Channel Hydraulics instructional design instructional media needed in accordance with the characteristics of the material that is Media Learning Module is equipped with Audio Visual Media. In this research, to gain the data, the researcher used questionnaire to gain the test validity of media and to get the data of students'perception of teaching media. The result of this research show that module with audio visual additional as the teaching media can solve the perception about the difficulties in learning of the technique civil students in following oprn canal hydraulic subject as 82.18% that it belongs to "very good" category. It shows that module with audio visual as teaching media can be used as the alternative teaching media to students itself. By this resarch, it is needed to continuing this research to implement the media toward the result of the students in learning and repairment the teaching media in order to create the perfection of teaching media quality.</em></h1> Fitri Indrayati ##submission.copyrightStatement## 4 1 PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MEKANIKA TEKNIK SISWA KELAS X TEKNIK GAMBAR BANGUNAN (TGB) PADA SMK NEGERI 5 SEMARANG https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/scaffolding/article/view/7969 <p class="IsiAbstrakIndo"><span>Penelitian ini termasuk penelitian kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Teknik Gambar Bangunan (TGB) tahun pelajaran 2014/2015. Kelas penelitian diambil dengan menggunakan uji homogenitas dan uji normalitas yang kemudian didapat kelas X TGB 1 sebagai kelas eksperimen dan X TGB 2 sebagai kelas kontrol. Metode pengumpulan data yaitu dengan tes dan observasi. Pengujian H1 yaitu menggunakan uji <em>paired sample t-test </em>dan uji H2 menggunakan <em>independent sample t-test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode NHT efektif meningkatkan aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan nilai kognitif setelah perlakuan dengan metode pembelajaran NHT dilihat dari rata-rata nilai <em>pre-test </em>yaitu 62,78 dan <em>post-test</em> sebesar 79,72 pada kelas eksperimen. Selain itu menunjukkan bahwa hasil rata-rata nilai <em>post-test </em>kelas eksperimen sebesar 79,72 lebih tinggi dibandingkan <em>post-test </em>kelas kontrol sebesar 76,25. Untuk nilai afektif setelah perlakuan dengan NHT menunjukkan bahwa ada peningkatan nilai afektif dilihat dari rata-rata nilai afektif sebesar 62,91 menjadi sebesar 77,36 dan rata-rata nilai afektif kelas eksperimen sebesar 77,36 lebih tinggi dibandingkan nilai afektif kelas control sebesar 75,14. Sedangkan untuk nilai psikomotorik setelah perlakuan dengan NHT menunjukkan peningkatan dilihat dari rata-rata nilai psikomotorik sebesar 64,72 menjadi sebesar 77,36 dan rata-rata nilai psikomotorik kelas eksperimen 77,36 lebih tinggi dibandingkan nilai psikomotorik kelas kontrol sebesar 75,14. Dan nilai efektifitas untuk kelas eksperimen meningkat dari nilai aktifitas siswa sebesar 66,67 menjadi sebesar 83,10. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode NHT dapat  meningkatkan hasil belajar mekanika teknik yang berupa nilai kognitif, nilai afektif, nilai psikomotorik dan pembelajaran dengan menggunakan metode NHT  lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar jika dibandingkan dengan metode konvensional .Saran dari penelitian ini diharapkan agar guru lebih memotivasi siswa untuk berani maju ke depan kelas guna mengemukakan pendapat atau hasil diskusinya  mengenai materi mekanika teknik.</span></p><h1><em>This research included my research experiment attention. Population in observational it is exhaustive student class X Tech Draw Building (TGB) school year 2014 / 2015. Observational class to be taken by use of homogeneity test and normality test is next to be gotten class X TGB 1 as class of experiment and X TGB 2 as class of controls. Data collecting method which is by essays and observation. H1's examination which is utilizes examine paired sample t test and H2's examine utilizes independent sample t test .  Result observationaling to point out that learning by methodics NHT effectiving to increase student activity. Result observationaling to point out that there is kognitif's point step-up after conduct by methodics NHT'S learning is seen of averagely assesses pre is test which is 62,78 and post is test  as big as 79,72 on experiment class. Besides points out that result average appreciative post is test experiment class as big as 79,72 higher than post is test class controls as big as 76,25. To assess afektif conduct afters with NHT points out that there is afektif's point step-up is seen of averagely assesses afektif as big as 62,91 as as big as 77,36 and average appreciative afektif class experiments as big as 77,36 higher than appreciative afektif class control as big as 75,14. Meanwhile for psikomotorik's point after conduct with NHT point out step-up is seen of averagely assesses psikomotorik as big as 64,72 as as big as 77,36 and average appreciative psikomotorik class experiments 77,36 higher than appreciative psikomotorik class to control as big as 75,14. And effectiveness point to class experiment worked up of appreciative student activity as big as 66,67 as as big as 83,10.  Conclusion of this research that learning by use of method NHT can increase mekanika's studying result tech that as appreciative as kognitif, afektif's point, psikomotorik's point and learning by use of method NHT more effective in increase studying result in comparison with .suggestion conventional method of this research is expected that teacher moring to motivate student for brave onward class utilisedding to interpose opinion or its discussion result hit mekanika's project tech.</em></h1> Kukuh Budi Prasetiya ##submission.copyrightStatement## 4 1 STUDI KELAYAKAN SARANA DAN PRASARANA LABORATORIUM KOMPUTER SMK NEGERI 7 SEMARANG UNTUK MENDUKUNG IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/scaffolding/article/view/7970 <p class="IsiAbstrakIndo"><em>Studi Kelayakan Sarana Dan Prasarana SMK Negeri 7  Semarang Untuk mendukung Implementasi Kurikulum 2013</em>. Pembimbing Drs. Supriyono, MT, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan.</p> <p class="IsiAbstrakIndo">Kurikulum 2013 pembelajarannya berkonsep tematik, jadi semua mata pelajaran saling berkaiatan antara mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran tersebut perlu sarana dan prasarana untuk mendukung kurikulum 2013 khususnya di laboratorium komputer bidang studi Teknik Gambar Bangunan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan sarana dan prasarana laboratorium komputer bidang studi Teknik Gambar Bangunan untuk mendukung implementasi kurikulum 2013.</p> <p class="IsiAbstrakIndo">Penelitian ini merupakan  jenis penelitian evaluatif dengan menggunakan metode studi kasus. Subyek dalam penelitian ini adalah guru dan penanggungjawab laboratorium komputer bidang studi Teknik Gambar Bangunan, sedangkan obyek penelitiannya adalah sarana dan prasarana di laboratorium komputer khususnya ditinjau dari luas ruang laboratorium komputer, perabot di ruang laboratorium komputer, peralatan pendidikan di ruang laboratorium komputer, media pendidikan, kualitas perangkat utama dan instruktur yang berada di laboratorium komputer pada bidang studi Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 7 Semarang. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, dokumentasi, dan wawancara. Instrumen penelitian menggunakan <em>checklist</em> yang digunakan pada saat observasi dengan skala penilaian model <em>Rating Scale</em>. Data sarana dan prasarana yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan yang berdasarkan Permendiknas Nomor. 40 Tahun 2008 tentang standar sarana dan prasarana Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK), instrumen verifikasi dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) No. 1023-P2-10/11 Tahun 2010/2011 mengenai instrumen verifikasi SMK/MAK tentang penyelenggara ujian praktik kejuruan dan dan Permendiknas RI Nomor.26 Tahun 2008 tentang standar tenaga laboratorium sekolah/ madrasah, yang tentunya sesui dengan tuntutan dari silabus mata pelajaran pada kurikulum 2013.</p> <p class="IsiAbstrakIndo">Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan prasarana di laboratorium komputer bidang studi Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 7 Semarang masuk kategori kurang layak artinya belum cukup mendukung implementasi kurikulum 2013 saat ini. Kodisi kelayakan prasarana memiliki persentase 55 %, sedangkan dari segi kelayakan sarana menunjukkan secara umum sudah cukup mendukung pada implementasi kurikulum 2013 saat ini dengan rincian Perabot : 80% , media: 87,5 %, peralatan: 87,5%, kualitas perangkat: 75% dan instruktur: 100%.</p> Muhammad Habibi ##submission.copyrightStatement## 4 1 PENGARUH KEBIASAAN DALAM BELAJAR DAN SIKAP SISWA PADA PELAJARAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MEKANIKA TEKNIK SISWA KELAS X TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 4 SEMARANG TAHUN AJARAN 2014/2015 https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/scaffolding/article/view/7972 <p class="IsiAbstrakIndo">Seseorang yang menginginkan keberhasilan dalam belajar, hendaknya memiliki kebiasaan, sikap, dan tujuan yang baik. Sehingga hal tersebut menjadikan masalah yang penting dan perlu untuk mendapatkan perhatian bagi setiap sekolah. Kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran Mekniak Teknik, pelajaran yang berkaitan dengan rumus dan hitungan. Kesulitan tersebut mungkin disebabkan oleh kebiasaan dalam belajar dan sikap pada pelajaran yang kurang baik, hal tersebut diyakini dapat membuat materi pelajaran tidak dapat tertanam dengan baikdalam ingatan dan meteri palajran akan mudah untuk dilupakan, sehingga prestasi belajar akan menjadi kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikasi pengaruh variabel kebiasaan dalam belajar (X<sub>1</sub>), sikap pada pelajaran (X<sub>2</sub>), terhadap prestasi belajar (Y). Jenis penelitian ini merupakan penelitian <em>Ex-post facto </em>dan metode penelitian yang digunakan adalah  metode deskriptif  kuantitatif<em>. </em>Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan jumlah populasi 72 siswa. Pengumpulan data menggunakan metode angket untuk mengungkapkan kebiasaan dan sikap serta metode dokumentasi untuk mengungkapkan prestasi belajar. Metode Angket diuji coba menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Sebelum melakukan analisis data dilakukan uji asumsi klasik, yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji linieritas. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi ganda dengan uji-t, uji F dan R<sup>2</sup>. Berdasarkan  hasil penelitian diketahui bahwa kebiasaan belajar berkategori baik (40,3%), sikap pada pelajaran berkategori baik (63,9%), dan prestasi belajar berkategori baik (79,2%). Selanjutnya, dari hasil analisis data dan pembahasan diperoleh persamaan regresi berganda sebagai berikut Y = 45,76 + 0,159 X<sub>1</sub> + 0,255 X<sub>2</sub> dengan kesimpulan bahwa: 1) terdapat pengaruh kebiasaan dalam belajar yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar Mekanika Teknik dengan kontribusi sebesar 15,22%. 2) terdapat pengaruh sikap pada pelajaran yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar Mekanika Teknik dengan kontribusi sebesar 22.23%. 3) terdapat pengaruh positif dan signifikan dari kebiasaan dalam belajar dan sikap pada pelajaran secara bersama-sama terhadap prestasi belajar Mekanika Teknik dengan kontribusi sebesar 66,914%.</p> Muhammad Nur Sayfudin ##submission.copyrightStatement## 4 1 HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN KOGNITIF KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN KEMAMPUAN PSIKOMOTORIK KESELAMATAN PADA PRATIKUM BATU DI SMK NEGERI 2 SALATIGA TAHUN AJARAN 2013/2014 https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/scaffolding/article/view/7973 <p class="IsiAbstrakIndo">Di dalam pelaksanaan K3 kegiatan praktik batu di SMK Negeri 2 Salatiga, perlu ditingkatkan karena pernah terjadi kecelakaan kerja yang disebabkan oleh perilaku kerja siswa. Kecelakaan kerja yang terjadi karena siswa kurang pemahaman konsep dasar K3. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pemahaman kognitif dan kemampuan psikomotorik terhadap K3 pada pelaksanaan kegiatan praktik batu. Penelitian ini termasuk penelitian hubungan kolerasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan, studi pustaka, studi dokumentasi, lembar observasi. Analisis hasil penelitian terdapat hubungan positif antara pemahaman kognitif K3 dengan kemampuan psikomotorik K3. Tingkat pemahaman K3 secara klasikal persentase sebesar 86,5%, dan kemampuan psikomotorik keselamatan kerja secara klasikal persentase sebesar 97,3%. Hubungan variabel pemahaman kognitif K3 terhadap kemampuan kognitif siswa didalam melaksanakan kegiatan praktek batu sebesar (r = 0,502) atau berpengaruh sebesar 24 %. Jadi dengan hal ini terbukti masih ada variabel yang lain yang belum diungkap dan diteliti dalam penelitian ini.</p><h1><em>In the implementation of K3 building practice at SMK Negeri 2 Salatiga, needs to be improved because there was an accident happened in the workplace caused by the behavior of the student's work. Accidents occur because students do not understand the basic concepts of K3. The objective of this study is to determine the understanding of cognitive and psychomotor abilities against K3 on the implementation of building practice This research includes studies co-relational relationship. Data collection techniques used in this study is to test the ability, literature, study of documentation, observation sheet. This research a positive relationship between K3 cognitive understandings with K3 psychomotor abilities. Level of understanding of the classical K3 percentage is amount 86,5%, and psychomotor abilities in classical safety is amount 97,3% percentage. The relationship of K3 cognitive understanding variables toward the cognitive abilities of students in the conducting building practice of (r = 0.502) or influential amount 24%. So it is proved that there are other variables that have not been revealed and examined in this study.</em></h1> Nur Ahsan Dachfid ##submission.copyrightStatement## 4 1 PENGARUH MATA PELAJARAN PRODUKTIF, PRAKTIK KERJA INDUSTRI DAN KEADAAN EKONOMI KELUARGA TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XI JURUSAN BANGUNAN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 4 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/scaffolding/article/view/7975 <p class="IsiAbstrakIndo"><span lang="EN-US">Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertujuan untuk menyiapkan peserta didik agar siap bekerja di dunia industri/dunia usaha ketika lulus. Namun pada kenyataannya sebagian besar lulusan SMK masih menganggur. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh Prestasi Mata Pelajaran Produktif, Praktik Kerja Industri dan Kondisi Ekonomi Keluarga terhadap kesiapan kerja siswa kompetensi teknik gambar bangunan SMK Negeri 4 Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Prestasi Mata Pelajaran Produktif, Praktik Kerja Industri dan Keadaan Ekonomi Keluarga terhadap kesiapan kerja siswa jurusan teknik gambar bangunan SMK Negeri 4 Semarang.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI kompetensi Teknik Gambar Bangunan (TGB) SMK Negeri 4 Semarang berjumlah 106 siswa dan teknik sampel yang digunakan adalah <em>proportional random sampling </em>berjumlah 68 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda.Berdasarkan analisis regresi diperoleh persamaan regresi Ý = -125.706 + 1,555 X<sub>1 </sub>+ 1,049 X<sub>2 </sub>+ 0,411 X<sub>3 </sub>. Kontribusi Mata Pelajaran Produktif, Praktik Kerja Industri, dan Keadaan Ekonomi Keluarga terhadap Kesiapan Kerja Siswa sebesar 52,2%. Secara parsial pengaruh prestasi Mata pelajaran Produktif terhadap kesiapan kerja sebesar 12,9%, pengaruh Praktik Kerja Industri terhadap Kesiapan Kerja sebesar 8,1%, dan pengaruh Keadaan Ekonomi Keluarga terhadap Kesiapan Kerja Siswa sebesar 13,9%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ada pengaruh prestasi Mata Pelajaran Produktif, Praktik Kerja Industri, dan Keadaan Ekonomi Keluarga terhadap Kesiapan Kerja Siswa kompetensi Teknik Gambar bangunan SMK Negeri 4 Semarang baik secara simultan maupun parsial.</span></p><p class="BasicParagraph"><em>Vocational High School (SMK) aims to prepare the students in order to be ready to work in industry/business world when graduate. However, in fact most of graduate Vocational High School still unemployed. Research Problems of the study are is there any influence of achievement the productive subject, work practical industry, and economic family conditions on the readiness of students’ work of the competence of building picture technique of SMK Negeri 4 Semarang.The aim of this study is to know the influence of achievement the productive subject, work practical industry, and economic family conditions on the readiness of students’ work of the competence of building picture technique of SMK Negeri 4 Semarang. Population of the study is class XI students of building picture technique competence (TGB) of SMK Negeri 4 Semarang which consists of 106 students. Then, this study using proportional random sampling technique which consists of 68 students and the method of collecting data used chief and documentation. Data Analysis using analysis double linear regression. Based on the analysis regression, the regression equation is Ý = -125.706 + 1,555 X<sub>1 </sub>+ 1,049 X<sub>2 </sub>+ 0,411 X<sub>3. </sub>The contribution of productive subject, work practical industry, and economic family conditions on the readiness of students’ work is 52, 2%. In partial, the influence of achievement the productive subject on the work readiness is 12, 9%, the influence of work practical industry on the work readiness is 8, 1 %, and the influence of economic family conditions on the students’ work readiness is 13, 9%. Based on the results of the study, it can be concluded that there are any influence of achievement productive subject, work practical industry, and economic family conditions on the readiness of students’ work of the competence of building picture technique of SMK Negeri 4 Semarang simultaneously and partially.</em></p> Nurul Huda ##submission.copyrightStatement## 4 1 KAJIAN KARAKTERISTIK PERILAKU ANGKUTAN UMUM PENUMPANG DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA LALU LINTAS https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/scaffolding/article/view/7976 <p class="IsiAbstrakIndo"><span lang="EN-GB">Dengan kenyataan dilapangan bahwa perilaku angkutan umum penumpang yang berhenti sembarang untuk menaikkan atau menurunkan penumpang yang berakibat pada kurangnya kecepatan kendaraan lain dibelakangnya, kondisi ini tentu menarik untuk dikaji lebih dalam mengenai karakteristik perilaku angkutan umum dan pengaruhnya terhadap kinerja lalu lintas di ruas alan Brigjend Katamso.</span></p> <p class="IsiAbstrakIndo"><span lang="EN-GB">Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan untuk mendapatkan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari survai lapangan sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi-instansi yang terkait dengan penelitian ini. Data  primer pada penelitian ini meliputi : survai volume lalu-lintas, survai perilaku angkutan umum, survai kecepatan kendaraan mobil penumpang. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi: peta jaringan jalan, peta Kota Semarang Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi/pengamatan, dan studi perpustakaan. </span></p> <p class="IsiAbstrakIndo"><span lang="EN-GB">Berdasarkan hasil dari pembahasan bahwa perilaku angkutan umum penumpang berhenti kebanyakan berhenti untuk menurunkan penumpang pada lokasi henti 30-60 dari garis pendekat simpang. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan bahwa pemulihan kecepatan kendaraan mobil penumpang yang melewati jalan Brigjend Katamso arah Semarang pada jam puncak sore selama 44 detik untuk mencapai kecepatan semula. Berdasarkan hasil dari pembahasan dan hasil perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku angkutan umum penumpang berhenti berpengaruh terhadap kecepatan rata rata kendaraan mobil penumpang sebesar 4,25 km/jam pada lajur pertama, 5.82 km/jam pada lajur kedua, 9.88 km/jam pada lajur ketiga. Jadi  perilaku angkutan umum penumpang berhenti berbanding lurus dengan kecepatan rata rata mobil penumpang semakin kecil kecepatan rata rata mobil penumpang maka semakin besar pengaruh angkutan umum berhenti.</span></p> Septian Adhi Pratomo ##submission.copyrightStatement## 4 1 PEMANFAATAN SARANA PRASARANA RUANG PRAKTIK DENGAN METODE PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL)PADA MATA DIKLAT GAMBAR TEKNIK 1 TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA TEKNIK GAMBAR BANGUNAN (TGB) SMK N 2 SALATIGA https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/scaffolding/article/view/7978 <p class="IsiAbstrakIndo"><em>Project based Learning</em>(PjBL) adalahsebuah model atau pendekatan pembelajaran yang inovatif, yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks seperti memberi kebebasan pada siswa untuk bereksplorasi merencanakan aktivitas belajar, melaksanakan proyek secara kolaboratif, dan pada akhirnya menghasilkan suatu hasil produk.Permasalahan yang  dikaji dalam penelitian ini adalah:1. Apakah penerapan PjBL melalui pendekatan <em>scientific </em>dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pemanfaatan sarana prasarana pada proses pembelajaran gambar teknik 1 kelas X Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 2 Salatiga; 2. Apakah  dengan menggunakan metode PjBL dapat memaksimalkan penggunaan sarana dan prasarana ruang praktik gambar bangunan pada mata diklat gambar teknik 1 kelas X Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 2 Salatiga ; 3. Adakah peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek melalui pendekatan <em>scientific </em>pada mata diklat gambar teknik 1 kelas X Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 2 Salatiga.</p> <p class="IsiAbstrakIndo">Model penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dimana subjek pada penelitian ini adalah siswa pada kelas X TGB A (kelas kontrol) dan X TGB B(kelas ekperimen), dengan hasil belajar sebagai alat untuk mengukur tingkat pemahaman siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian ini adalah rata-rata nilai akhir yang terdiri dari nilai kognitif, afektif dan psikomotorik pada kelas kontrol dan eksperimen.Rata-rata nilai akhir kelas kontrol adalah 69,61 dan pada kelas eksperimen 79,92, dengan persentaseketuntasan kelas kontrol 52,78% dan kelas eksperimen 91,67%. Hasil uji perbedaan rata-rata (uji t) didapatkan nilai thitung sebesar 5,49.Nilai tersebut lebih besar dari nilai t<sub>tabel</sub>1,99.Peningkatan hasil belajar dari pre tes ke post tes adalah 88,40% untuk kelas eksperimen dan 66,67% untuk kelas kontrol.Hal tersebut menunjukkan  bahwa nilai akhir kelas eksperimen lebih baik dari nilai akhir kelas kontrol.</p> <p class="IsiAbstrakIndo">Penerapan metode pembelajaran <em>Project Based Learning</em> dapat meningkatkan aktivitas siswa pada proses pembelajaran. Hal ini ditandai dengan nilai afektif untuk kelas eksperimen yaitu 3,26 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu 3,01, sedangkan untuk  nilai psikomotorik untuk kelas eksperimen yaitu 84,31 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu 84,2. Peningkatan aktivitas siswa secara tidak langsung memaksimalkan pemanfaatan sarana prasarana ruang praktik selam proses pembelajaran.</p> Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran <em>Project Based Learning </em>dapat meningkatkan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan memaksimalkan pemanfaatan sarana prasaran ruang prakti, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Susi Andariningsih ##submission.copyrightStatement## 4 1 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH UKUR TANAH DAN PRAKTIK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/scaffolding/article/view/7979 <p class="IsiAbstrakIndo">Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran agar layak digunakan sebagai salah satu perangkat pembelajaran dalam mata kuliah Ukur Tanah dan Praktik mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan. Manfaat yang didapatkan adalah untuk memberikan alternatif media pembelajaran bagi dosen dalam pelaksanaan proses pembelajaran mata kuliah Ukur Tanah dan Praktik.</p> <p class="IsiAbstrakIndo">Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan. Jenis penelitian ini diterapkan dalam pengembangan media pembelajaran menggunakan aplikasi Lectora<em> </em>dan Surfer. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuesioner yang digunakan untuk mendapatkan data pengujian validitas media oleh ahli materi, ahli media, ahli instruksional dan pengambilan data persepsi dosen dan mahasiswa terhadap media pembelajaran.</p> <p class="IsiAbstrakIndo">Penelitian dan pengembangan media pembelajaran pada mata kuliah ukur tanah dan praktik yang dilakukan oleh penulis, menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Lectora dan Surfer untuk membuat media pembelajaran telah layak digunakan dalam pembelajaran ukur tanah dan praktik, hal itu dapat dilihat dari persentase ahli materi dan instruksional sebesar 71,6% (cukup layak), ahli media sebesar 95,3% (layak), dosen pengampu mata kuliah ukur tanah dan praktik sebesar 92% (baik), dan persepsi mahasiswa sebesar 84,5% (baik). Sehingga media pembelajaran pengukuran detail situasi dan kontur Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Semarang layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.</p> Teguh Nur Irsiawan ##submission.copyrightStatement## 4 1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA MATA KULIAH HIDROLIKA SALURAN TERBUKA SUB BAHASAN BENDUNG https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/scaffolding/article/view/7980 <p class="IsiAbstrakIndo">Proses pembelajaran memerlukan penerapan model pembelajaran dan alat pendukung yaitu media pembelajaran. Permasalahan yang  dikaji dalam penelitian ini adalah: Apakah penerapan model pembelajaran <em>Explicit Instruction</em> yang didukung oleh media pembelajaran berupa modul yang dilengkapi dengan audio visual pada aspek kognitif yaitu pemahaman materi untuk mendukung kegiatan praktikum mata kuliah Hidrolika Saluran Terbuka dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa dan berapa besar tingkat penguasaan konsep materi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dimana subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa program studi S1 Teknik Sipil rombel 1 (kelas kontrol) dan rombel 2 (kelas eksperimen). Hasil penelitian ini adalah rata-rata nilai akhir , kelas kontrol 77,73 dan kelas eksperimen 81,73. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai akhir kelas eksperimen lebih baik dari nilai akhir kelas kontrol.  Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran <em>Explicit Instruction</em> yang didukung oleh media pembelajaran berupa modul yang dilengkapi dengan audio visual pada aspek kognitif yaitu pemahaman materi untuk mendukung kegiatan praktikum mata kuliah Hidrolikas Saluran Terbuka dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa.</p><h1><em>The learning process requires the application of learning models. Issues is studied in this research are whether the application of explicit instruction learning models are supported by learning media in the form of  a module which equipped with audio visual on the cognitive aspect is understanding the material to support practicum activity in open channel hydraulics courses sub discussion dam can increase the result of student studying, and how many the increasing of student study result. Learning method used is experiment research where the subject in this research is student of civil engineering S1 study program class 1 (control class) and student of class 2 (experiment class). The result of this research is final score average, control class is 77,73 and 81,73 in experiment class. That matter shows that final score of experiment class is better than control class. Based on the research and discussion result get summary that the application of explicit instruction learning models are supported by learning media in the form of  a module which equipped with audio visual on the cognitive aspect is understanding the material to support practicum activity in open channel hydraulics courses sub discussion dam can increase the result of student studying.</em></h1> Vivi Juniar Triandari ##submission.copyrightStatement## 4 1 TINGKAT PELAKSANAAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK KONSTRUKSI, STUDI KASUS DI KOTA SEMARANG https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/scaffolding/article/view/7981 <p class="IsiAbstrakIndo">Pembangunan di Indonesia khususnya di kota Semarang membuat banyak kontaktor saling bersaing dalam melaksanakan sebuah proyek. Namun sekarang masih banyak kontraktor yang mengesampingkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pelaksanaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan cara observasi, metode ini lebih cenderung pada hasil yang deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara <em>purposive</em>. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen yang berasal dari peraturan menteri PU No. 9 tahun 2008. Hasil penelitian adalah tingkat pelaksanaan SMK3 pada proyek konstruksi risiko tinggi sebesar 83,43%. Untuk hasil penelitian tingkat pelaksanaan SMK3 pada proyek konstruksi risiko sedang sebesar 42,12%. Adapun kelengkapan fasilitas K3 pada proyek risiko tinggi sebesar 75%. Untuk kelengkapan fasilitas K3 pada proyek risiko sedang sebesar 30%.</p><h1><em>Developments in Indonesia, particularly in Semarang, has allowed many contractors to compete in establishing a project. However, nowadays, numbers of contractor override Occupational Health and Safety (K3) at construction project. This study is to acknowledge the level of implementation of occupational health and safety management system at construction project. By using quantitative study method with observation, the result of this study tends to be more descriptive. This study used purposive sampling technique. The instrument used in this study was the instrument from the ministry regulation PU No. 9 tahun 2008. The result of the study shows that the level of SMK3 at the high risk construction projects is 83,43%. While the level of SMK3 at the high risk construction projects is 42,12%. In addition, the provision of K3 facilities at the high risk projects is 75%. While the provision of K3 facilities at the medium risk projects is 30%.</em></h1> Yanuar Kurniawan ##submission.copyrightStatement## 4 1