Abstract

Abstrak


Sistem pemerintahan demokratis mengisyaratkan adanya kesamarataan hak dalam pemilihan umum antara laki-laki dan perempuan. Paham demokrasi yang seyogyanya berasal dari pemikiran barat mendapat tantangan dan kendala untuk diterapkan di Indonesia, terutama pada sistem masyarakat patriarkis yang fokus pada peran laki-laki. Realitas sistem masyarakat patriarkis memposisikan perempuan sebagai pihak yang berada dibawah laki-laki, sehingga perempuan akan sulit mengembangkan diri pada konstelasi politik yang demokratis dengan sistem one man one vote. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pemilihan kepala daerah serentak di Jawa Barat, urgensi melakukan penelitian di Jawa Barat dikareanakan memiliki sistem masyarakat patriarkis, serta pemilihan kepala gubernur di Jawa Barat tahun 2018 tidak ada calon dari kalangan perempuan. Hasil penelitian fokus pada pembentukan model pendidikan politik yang efektif dan efisien untuk melakukan reorientasi kepemimpinan di Jawa Barat, hasil penelitian ini ditujukkan agar perempuan di Jawa Barat memiliki kepercayaan diri dalam mengikuti konstelasi politik yang demokratis.