Abstract

Pendidikan politik merupakan upaya edukatif yang sistematis dan disengaja untuk membentuk individu yang sadar politik dan mampu menjadi pelaku politik yang dapat bertanggung jawab secara moral dalam mewujudkan tujuan politik itu sendiri. Untuk menunjang hal tersebut peran pemuda menjadi kunci penting dalam penyelenggaraan kehidupan demokrasi di Indonesia. Dalam pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan tegas menyatakan bahwa kedaulatan negara berada di tangan rakyat dan pemuda menjadi bagian dari itu. Sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi dan peran yang utama dalam mewujudkan kehidupan bangsa Indonesia yang berdemokrasi. Hal tersebut menunjukan bahwa rakyat menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. Spirit Undang-Undang Kepemudaan yang mengamatkan pemuda dalam setiap aspek menjadi bagian penting, namun dalam implementasinya tidak selamanya berjalan dengan semestinya. Fakta sosiologis menunjukan bahwa belum sepenuhnya pemuda Indonesia menyadari peran penting mereka sebagai bagian utama dalam bagian pengambilan penyelenggaraan negara ini. Para pemuda memiliki kewajiban moral dalam mewujudkan generasi melek politik dan memiliki karakter yang sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dalam pembangunan demokrasi negara. Upaya edukasi pendidikan politik dan demokrasi sejak dini terhadap para pemuda ini tidak lain adalah untuk memberikan pedoman generasi muda Indonesia yang berguna untuk meningkatkan kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara dalam pelaksanaan pemilihan umum.