Abstract

Indonesia merupakan Negara yang menganut sistem demokrasi dimana  setiap lima tahun sekali menyelenggarakan pesta demokrasi, angka partisipasi masyarakat dari tahun ke tahun mengalami peningkatan terbukti pada tahun 2014 mencapai 75,11 persen dari 71,7 persen pada tahun 2009 yang menunjukkan kenaikan sebesar 3.4 persen. Meskipun angka partisipasi masyarakat dalam berdemokrasi meningkat tetap saja ada permasalahan di dalam penyelenggaraan pemilu mulai dari golput sampai dengan  kecurangan dalam pemilu oleh para calon Legislatif maupun Eksekutif, yang sering diesbut oleh masyarakat money politic (politik uang) atau serangan fajar. Untuk mengatasi masalah  tersebut, penulis mempunyai gagasan yaitu membentuk suatu badan yang independent, khusus mengawasi pemilu agar tidak terjadi pelanggaran berupa money politic, serta hal yang terpenting yaitu sosialiasi kepada masyarakat untuk bekerjasama dalam mensuskseskan pemilu dengan cara memberikan pemahaman tentang bentuk-bentuk pelanggaran dalam pemilu serta jika melihat ada kecurangan langsung melaporkan kepada pihak berwajib dalam hal ini yaitu KPU. Tujuan ditulisnya essai ini yaitu untuk mengurangi tigkat kecurangan dalam pemilu sehingga bisa dilakukan pemilu yang adil, bebas, transparat, dan jujur sehingga masyarakat tidak dirugikan di hari esok kelak, karena salah memilih seorang pemimpin. Adapun penggunaan metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantititatif dengan sumber dari journal, KPU dll. Semoga tulisan ini bisa menjadi solusi pemilu ditahun 2019 mendatang.