Abstract

Observasi ini dilatar belakangi oleh banyaknya penyimpangan yang terjadi di perkotaan seperti  kota Semarang, misalnya banyaknya anak-anak jalanan. Observasi ini dilakukan dengan cara terjun langsung ke tempat tujuan yakni di Jalan Sambiroto, Semarang. Pekerjaan anak jalanan bermacam-macam ada yang menjual koran, memberikan jasa mengelap kaca mobil ketika lewat di jalan dan menjual koran.  Tujuan dari observasi ini adalah untuk mengetahui apa yang melatar belakangi para anak-anak atau remaja ini menjadi anak jalanan, serta mengkaji dan menganalisis faktor internal, seperti dalam lingkup keluarga yang menjadikan mereka anak jalanan. Untuk mengetahui pekerjaan mereka selama di jalanan, apakah mereka bekerja untuk diri sendiri atau disuruh oleh orang lain. Metode yang digunakan dalam observasi ini yaitu menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara wawancara secara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul dilakukan analisis data melalui tahap-tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari observasi ini menunjukkan bahwa faktor utama yang menjadikan mereka turun ke jalanan yakni karena keterbatasan ekonomi keluarganya, sehingga mereka dengan sukarela atau dengan inisiatif mereka sendiri untuk terjun ke jalanan dengan bekerja di jalanan. Selama di jalanan mereka sering berinteraksi dengan para anak jalanan lain sehingga mereka akhirnya membentuk suatu kelompok bahkan komunitas. Interaksi itu dijalin untuk suatu tujuan tertentu seperti bekerja sama ketika terjun ke jalan. Para anak jalanan ini memaknai peran mereka sebagai seorang pekerja yang sedang membantu orang tuanya untuk menacari nafkah.