Abstract

Peredaran minuman beralkohol di Indonesia saat ini cukup luas karena di hampir setiap wilayah di wilayah hukum Indonesia terdapat toko kecil hingga toko besar yang menjual minuman beralkohol. Sebenarnya keberadaan minuman beralkohol sering menuai masalah di berbagai daerah karena yang menjadi perhatian kebanyakan orang adalah bahwa minuman tersebut hanya menimbulkan kerugian bagi peminum dan masyarakat sekitar, tetapi faktanya minuman beralkohol merupakan salah satu penyumbang bagi pemerintah daerah. Peneliian ini menggunakan metode observasi dengan memilih kota Semarang sebagai lokasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara kepada penjual miras sebagai responden. Observasi berjalan dengan sedikit kendala, karena terdapat pertanyaan yang tidak ingin dijawab oleh responden, karena menurutnya menyangkut privasi, seperti mngenai identitas keluarga dan dimana tempat menyimpan minuman-minuman keras yang dijualnya, dan seperti wujud bagaimana miras tersebut dijual.


 


The circulation of alcoholic beverages in Indonesia is currently quite extensive because in almost every region in the Indonesian jurisdiction there are small shops to large stores that sell alcoholic beverages. Actually the existence of alcoholic beverages often reaps problems in various regions because the concern of most people is that they only cause harm to drinkers and the surrounding community, but the fact is that alcoholic beverages are a contributor to the local government. This research uses the observation method by selecting Semarang city as the location. Data collection was carried out by the method of observation and interviews with alcoholic sellers as respondents. Observations went on with a few obstacles, because there were questions the respondents did not want to answer, because according to him it involved privacy, such as the identity of the family and where the liquor was sold, and the form of alcohol being sold.