PENERAPAN MODEL GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI BAHAN KIMIA DI SMP

  • Rizki Puspita Dewi Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Negeri Semarang, Indonesia Gedung D6 Lt.1 Jl Raya Sekaran Gunungpati Semarang Indonesia 50229
  • Retno Sri Iswari Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Negeri Semarang, Indonesia Gedung D6 Lt.1 Jl Raya Sekaran Gunungpati Semarang Indonesia 50229
  • R. Susanti Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Negeri Semarang, Indonesia Gedung D6 Lt.1 Jl Raya Sekaran Gunungpati Semarang Indonesia 50229
  • Supriyanto Supriyanto Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Negeri Semarang, Indonesia Gedung D6 Lt.1 Jl Raya Sekaran Gunungpati Semarang Indonesia 50229
Keywords: Activities Chemicals in food, Group Investigation model, Learning outcomes

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi bahan kimia dalam makanan di SMP N 4 Temanggung. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimental menggunakan desain Control Group pretest-posttest. Sampel yang digunakan adalah kelas VIII C dan VIII D. Analisis uji t menunjukkan bahwa selisih post test pre test kelas eksperimen berbeda dengan kelas kontrol. Selisih nilai post test pre test dan nilai ketuntasan belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Peningkatan hasil belajar kelas eksperimen sebesar 0,59 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 0,48. Ketuntasan belajar pada kelas eksperimen (78,13%) lebih tinggi dibanding kelas kontrol (43,75%). Aktivitas siswa kelas eksperimen 71% (aktif) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol 55% (cukup aktif). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi bahan kimia dalam makanan di SMP Negeri 4 Temanggung.

The purpose of this research was to know whether the use of Group Investigation learning model can improve the students activities and score on the chemistry in the food learning material at SMP N 4 Temanggung or not.The research used was experimental research using control group pretest posttest design. The samples were VIII C and VIII D class.T test analysis showed that the difference between pretest and post test of control class was different from experiment class.The differences of the pretest and posttest score of experiment class were higher than the control class.The score improvement of experiment class was 0.59 while control class was 0.48. The total score of experiment class was (78.13%) higher than control class (43.75%). The activeness of experiment class (71%) was more than control class (55%). Based on the result, it can be concluded that the use of Group investigation learning model can improve the students score and activeness on the chemistry in the food learning material at SMP N 4 Temanggung.

References

Agustina A. 2008. Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa MTs. Gondang Wonopringgo Pekalongan Pada Materi Pokok Sistem Peredaran Darah Manusia Dengan Pendekatan Konsruktivisme. Skripsi. Universitas Negeri Semarang

Asih D. 2006. Penerapan Model Pembelajaran Investigasi Kelompok Dengan Pendekatan JAS Pada Materi Lingkungan. Skripsi. Universitas Negeri Semarang

Cahyanti A. 2007. Meningkatkan Hasil Belajar Materi Invertebrata Siswa Kelas VII D SMP N 9 Semarang Melalui Pembelajaran Investigasi Kelompok Dengan Media Bagan Dikotomi Konsep. Skripsi : Universitas Negeri Semarang

Deporter B, Rearden M & Nourie S. 2005. Quantum Teaching : Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-Ruang Kelas. Cetakan IV. Terjemahan Ary Nilam, Edisi Kesatu. Bandung : Kaifa

Doymus K & Simsek U. 2009. Effects of Two Cooperative Learning Strategies on Teaching and Learning Topics of Thermochemistry. The World Applied Sciences Journal 7 (1) : 33-42

Haningsih K. 2008. Meningkatkan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Siswa Melalui Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) Model Group Investigation (GI) Pada Konsep Protista di SMA N 8 Semarang. (Skripsi). Semarang : Universitas Negeri Semarang

Lie A. 2007. Mempraktikkan Cooperatife Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta : Grasindo

Maryani A & Nuraeni I. 2010. Penggunaan Zat Additive Alami dan Non Alami di Desa Situ Udik dan Desa Cimanggu-I Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor. Jurnal Penyuluhan Pertanian 5 (1) : 16-23

Nurhayati I. 2007. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Diklat Akuntansi (Studi Kasus SMK Ardjuna 01 Malang). (Skripsi). Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang

Purwaningrum R W. 2012. Pemanfaatan Macromedia Flash Pada Pembelajaran Materi Struktur dan Fungsi Sel melalui Metode Group Investigation di SMA N 1 Tayu Kabupaten Pati. Skripsi. Semarang : Universitas Negeri Semarang.

Santyasa I W. 2008. Pengembangan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Bagi Siswa SMA Dengan Pemberdayaan Model Perubahan Konseptual Berseting Investigasi Kelompok. Makalah. Bali : Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Ganesha.

Savinainen A & Scott P. 2002. Using the Force Concept Inventory to Monitor Student Learning and to Plan Teaching. Physics Education. 37 (1) : 53-58.

Sutama. 2007. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Untuk Pengembangan Kreativitas Mahasiswa. Varidka. 19 (1) : 1-14.

Walberg H & Greenberg R. 1997. Using the Learning Environment Inventory. Educational Leadership. 54 (8) : 45-46.

Widodo S. 2010. Evaluasi Dalam Pembelajaran Terpadu di Sekolah Dasar. Jurnal Teknologi Pendidikan. 10 (1) : 8-15.

Yuningrum A. 2009. Penerapan Metode Discovery-Inquiry Terhadap Hasil Belajar Biologi Materi Jamur di SMA N 2 Kudus. Skripsi. Semarang : Universitas Negeri Semarang.

Published
2012-12-05
Section
Articles