OPTIMIZATION OF SERIES QUEUE SYSTEM AT SAMSAT (ONE ROOF SYSTEM) SERVICE FACILITY BASED ON ASPIRATION LEVEL

  • Niken Yulia Astuti Universitas Negeri Semarang
  • Nur Karomah Dwidayati Universitas Negeri Semarang
  • Sunarmi Sunarmi Universitas Negeri Semarang
Keywords: Queuing System, Single Channel Multiple Phase, [G/G/1]:[GD/∞/∞] queue model, SAMSAT

Abstract

Antrian dapat ditemui pada beberapa fasilitas pelayanan umum misalnya di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui model sistem antrian yang saat ini diterapkan di Kantor SAMSAT Kota Tegal untuk mengetahui ukuran keefektifan proses pelayanan wajib pajak, dan memberikan sistem antrian yang optimal berdasarkan tingkat aspirasi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pada SAMSAT Kota Tegal mengikuti model sistem antrian Single Channel Multiple Phase (antrian tandem atau seri). Rincian model antrian pada loket pendaftaran, pembayaran, dan penyerahan STNK adalah [G/G/1]:[GD/∞/∞]. Ini berarti sistem antrian mengikuti pola kedatangan yang berdistribusi General sedangkan waktu pelayanan berdistribusi General dengan jumlah pelayan meliputi 1 petugas di tiap loketnya. Hasil efektivitas dari sistem antrian di Loket SAMSAT Kota Tegal adalah hari Senin, 19 Maret 2018 dengan Lq = 5,0993, Ls = 5,7451, Wq = 12,6078, Ws = 14,2045, dan W = 35,42%. %. Pada hari Selasa, 20 Maret 2018 dengan Lq = 4,3054, Ls = 4,8791, Wq = 12,4754, Ws = 14,1375, dan W = 42,64%. Pada hari Rabu, 21 Maret 2018 dengan Lq = 4,1846, Ls = 4,7469, Wq = 12,4156, Ws = 14,0839, dan W = 43,77%. Pada hari Kamis, 22 Maret 2018 dengan Lq = 4,3002, Ls = 4,8947, Wq = 11,6106, Ws = 13,2158, dan W = 40,55%. Waktu menunggu yang diinginkan pengunjung dan pihak SAMSAT tidak lebih dari 20 menit dan waktu menganggur petugas yang diperbolehkan oleh SAMSAT Kota Tegal adalah 20% maka banyaknya petugas ideal pada tiap loketnya yaitu 1 orang petugas.

Abstract

Queues can be found in some public service facilities such as in SAMSAT Office (One Roof System). The purpose of this research is to know the model of queuing system currently applied in SAMSAT of Tegal City to know the effectiveness of taxpayer service process, and provide an optimal queue system based on the level of aspiration. The result showed that the SAMSAT of Tegal city follow the model of a queuing system Single Channel Multiple Phase (queue tandem or series). The details of the queuing model at registration counters, payments, and checkers of STNK delivery are [G/G/1]:[GD/∞/∞]. This means the queuing system follows the General distributed arrival pattern while the General Distributed service time with the number of waiters includes 1 officer at each counter. The effectiveness of queuing system in SAMSAT of Tegal City is on Sunday, 19 March 2018 with Lq = 5,0993, Ls = 5,7451, Wq = 12,6078, Ws = 14,2045, dan W = 35,42%. On Tuesday, 20 March 2018 with Lq = 4,3054, Ls = 4,8791, Wq = 12,4754, Ws = 14,1375, dan W = 42,64%. On Wednesday, 21 March 2018 with Lq = 4,1846, Ls = 4,7469, Wq = 12,4156, Ws = 14,0839, dan W = 43,77%. And Thursday, 22 March 2018 with Lq = 4,3002, Ls = 4,8947, Wq = 11,6106, Ws = 13,2158, dan W = 40,55% Waiting time desired visitors and parties SAMSAT no more than 20 minutes and idle time officers allowed by SAMSAT of Tegal City is 20% then the number of ideal officers at each counter that is 1 officer.

References

Ahse, N. S., Deoranto, P., dan Dania, W. A. P. 2014. Analisis Sistem Antrian Seri untuk Menentukan Tingkat Pelayanan yang Optimal pada Kasir (Server) Rumah Makan Kober Mie Setan dengan Metode Simulasi. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, page: 1-9.
Alexander, Marcus, dan Cristobal. 2014. Flow Shop Scheduling with Heterogeneous Workers. European Journal of Operation Research, 273 (2): 731-720.
Dwidayati, N. K. 2005. Optimasi Sarana Pembayaran Rekening Telepon Berdasar Model Tingkat Aspirasi. Jurnal MIPA, 28(3): 155-162.
Ikrimah, A., Supriyono, dan Kharisudin, I. 2012. Analisis Antrian Single Channel Single Phase pada Loket Penjualan Tiket Kereta Api Kaligung di Stasiun Poncol. Unnes Journal of Mathematics, 1 (1): 26-32.
Kakiay, T.J. 2004. Dasar Teori Antrian Untuk Kehidupan Nyata. Yogyakarta: Andi.
Krishnamoorthy, B. 1962. On Poisson Queue with Two Heterogeneous Serves. Journal Operation Research, 2 (3): 321-330.
Marissa, F dan Sugito. 2009. Analisis Sistem Antrian Kereta Api di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan. Jurnal MIPA UNDIP, 2 (2): 111-120.
Nurhayati, R., Rochmad, Kartono. 2014. Analisis Proses Antrian Multiple Channel Single Phase di Loket Administrasi dan Rawat Jalan RSUP Dr. Kariadi Semarang. Unnes Journal of Mathematics, 3(1): 1-6.
Sharma, A. K. dan Sharma, G. K. 2013. Queueing Theory Approach With Queueing Model: A Study. International Journal of Engineering Science Invention, 2 (2): 1-11.
Taha, H. A. 1997. Riset Operasi Jilid Dua. Jakarta: Binarupa
Tarliah, T. dan Dimyati, A. 1987. Operations Research, Model-model Pengambilan Keputusan. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Published
2019-01-02
Section
Articles