PEMODELAN FUNGSI TRANSFER UNTUK MERAMALKAN TINGKAT INFLASI INDONESIA

  • Evelyn Paradita Universitas Negeri Semarang
  • Arief Agoestanto Universitas Negeri Semarang
  • Putriaji Hendikawati Universitas Negeri Semarang
Keywords: Transfer Function, Forecasting, Inflation

Abstract

Analisis fungsi transfer merupakan salah satu model deret berkala yang menggabungkan pendekatan kausal dan runtun waktu. Tujuan  penelitian ini yaitu menganalisis model fungsi transfer sehingga dihasilkan model terbaik untuk meramalkan tingkat inflasi Indonesia selama bulan November 2016 sampai Oktober 2017. Data yang digunakan adalah data bulanan pada Tingkat Inflasi Indonesia dan Indeks Harga Konsumen periode Januari 2005 sampai dengan Oktober 2016 yang diperoleh dari website Badan Pusat Statistika dan Bank Indonesia diperoleh model terbaik yang digunakan untuk data tingkat inflasi Indonesia untuk periode berikutnya dengan berbantuan program software SAS. Berdasarkan analisis fungsi transfer diperoleh bahwa model terbaik fungsi transfer yang digunakan dengan nilai orde b = 8, r = 0, s = 1 dan deret noise dengan nilai p = 1, q = 1. Hasil ramalan untuk bulan November 2016 sampai Oktober 2017 menunjukan bahwa nilai ramalan masih berada pada ambang batas 95% confident interval sehingga model masih dapat digunakan untuk peramalan.

 

Analysis of the transfer function is one of a regular series model that incorporates a causal and time series. The main purpose of this research is to analyze the transfer function model that produced the best model to forecast inflation in Indonesia during the month of November 2016 until October 2017, in order to obtain the best model that is used for data Indonesian inflation rate for the next period withaided by software program SAS. Based on the transfer function analysis showed that the best model transfer function which is used with the value of the order of b = 8, r = 0, s = 1 and row noise with p = 1, q = 1. The result forecast for the months of November 2016 through October 2017 showed that value forecast is still at the threshold of 95% confident interval so that the model can still be used for forecasting.

References

Admadja. A S. 1999. Inflasi Di Indonesia: Sumber-Sumber Penyebab Dan Pengendaliannya. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol.1, No.1, hal.54-67

Aprialis. C. 2010. Perbandingan Model Fungsi Transfer dan ARIMA Studi Kasus Model antara Curah Hujan dengan Kelembaban Udara. Jakarta. Skripsi

Fathurahman. M. 2009. Pemodelan Fungsi Transfer Multi Input. Jurnal Informatika Mulawarman, Vol.4, No.2, hal. 8.

Hendikawati. P. 2015. Bahan Ajar Analisis Runtun Waktu. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Semarang

Junaidi. 2014. Analisis Hubungan Deret Waktu untuk Peramalan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Jambi

Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian. 2015. Strategi Pengendalian Inflasi Nasional. Vol.12

Makridakis. 1999. Metode dan Aplikasi Peramalan, Edisi Kedua. Jakarta. Binarupa Aksara

Prasetyo. E I. 2009. Analisis Hubungan Curah Hujan dan Produksi Kelapa Sawit dengan Model Fungsi Transfer. Bogor. Skripsi

Rosadi. D. 2012. Ekonometrika dan Analisis Runtun Waktu Terapan dengan Eviews. Yogyakarta. Andi

Samuelson. P A & Nordhaus. W D. 2004. Ilmu Makroekonomi. PT Global Edukasi

Setiawan. B. 2013. Menganalisa Statistika Bisnis dan Ekonomi dengan SPSS 21. Jakarta. Andi

Spiegel. M R. 1994. Statistika Edisi Kedua. Jakarta. Erlangga

Suliyanto. 2008. Teknik Proyeksi Bisnis: Teori dan Aplikasi dengan Microsoft Excel. Yogyakarta. Andi

Tripena. A. 2011. Peramalan Indeks Harga Konsumen Dan Inflasi Dengan Metode ARIMA Box-Jenskin. Jurnal Magistra, Vol. 23, No.75, hal. 11
Published
2018-11-30
Section
Articles